Untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada orang tua angkatnya, Arabella bersedia menyamar dan menikah dengan Fardhan, lelaki yang sebenarnya dijodohkan dengan kakak angkatnya.
Fardhan adalah lelaki berhati dingin yang terluka karena cinta sebelumnya. Meskipun dia tahu keluarga angkat Bella telah menipunya, tapi dia tetap menikahi gadis itu.
Tapi cinta masa lalu Fardhan hadir kembali, merusak apa yang sudah terjalin dan membuat dia dilema. Sementara Bella merasa bersalah karena sudah membohongi Fardhan dan Ibunya.
Akankah Fardhan dan Bella mampu mempertahankan rumah tangga mereka setelah semua rahasia terbongkar?
Atau justru berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Fardhan, Bella dan Ranti sudah tiba di rumah sederhana mereka. Rumah yang tidak terlalu luas, tapi cukup nyaman untuk ditempati.
"Selamat datang di rumah kami. Maaf, rumah ini nggak sebesar dan sebagus rumah kamu." Ranti tertunduk penuh sesal.
Bella menggenggam tangan Ranti dan membalas ucapannya dengan lembut. "Bu, nggak masalah berada di manapun, yang penting bersama orang-orang yang baik dan kita sayangi. Aku suka kok rumah ini."
"Kau benar-benar gadis yang baik, begitu rendah hati. Mendiang ayah Fardhan nggak salah memilih menantu." puji Ranti.
Bella tersenyum canggung, sementara Fardhan hanya memandangnya dengan sinis.
"Baiklah, sekarang kamu istirahat. Pasti lelah kan seharian ini melayani para tamu undangan?"
"I-iya, Bu."
"Dhan, ajak istrimu ke kamar!" pinta Ranti.
Fardhan dan Bella saling pandang.
"Dhan!!! Kok malah bengong sih?" Ranti menepuk lengan Fardhan.
"Iya." Fardhan segera melangkah menuju kamarnya dan meninggalkan Bella serta koper bawaannya begitu saja.
"Ya ampun tu anak! Bukannya dibantuin bawa kopernya, malah melenggang saja!" sungut Ranti kesal.
"Nggak apa-apa, Bu. Aku bisa bawa sendiri kok."
"Maaf ya, Karin. Ibu harap kamu sabar menghadapi Fardhan. Sejak ayahnya meninggal dan putus dari Keyla, dia jadi dingin begitu. Mungkin karena terlalu terpukul." ujar Ranti.
Bella hanya mengangguk sembari tersenyum meskipun hatinya merasa sedikit kesal karena sikap cuek Fardhan itu.
"Hemmm, Bu, apa wanita yang tadi itu adalah mantan kekasihnya?" tanya Bella hati-hati, takut Fardhan mendengarnya.
"Iya, tadi itu Keyla. Ibu nggak tahu apa tujuannya datang ke pernikahan Fardhan, padahal dia sudah menikah." jawab Ranti.
"Jadi Keyla sudah menikah?"
"Sudah. Dia mencampakkan Fardhan demi menikahi seorang pengusaha kaya raya. Dia dan keluarganya sama-sama mata duitan." sahut Ranti kesal.
"Tapi Ibu bersyukur dia melakukannya, karena itu membuat Fardhan sadar dan mau menikah dengan wanita sebaik kamu." lanjut Ranti sembari tersenyum.
Bella semakin canggung mendengar pujian Ranti, bagaimana kalau mertuanya ini tahu jika dirinya tak sebaik yang dia pikirkan?
Entahlah, Bella tak berani membayangkannya, meski dia tahu, serapat apapun dia menutupi bangkai, suatu saat pasti akan tercium juga. Dan jika saat itu tiba, dia hanya bisa pasrah pada takdir.
"Ya sudah, sekarang kamu ke kamar dan beristirahatlah."
"Iya, Bu. Aku ke kamar dulu. Selamat malam." balas Bella.
"Selamat malam, pengantin baru." ujar Ranti dengan menekankan kata -pengantin baru- sembari mengerlingkan matanya.
Bella sontak tersipu malu menyadari kode dari sang mertua dan buru-buru melangkah masuk ke dalam kamar yang dimasuki oleh Fardhan tadi.
***
Di dalam kamar, Bella terkesiap melihat Fardhan yang sedang duduk di tepi ranjang sambil mengotak-atik ponselnya, wajah tampannya terlihat cemas.
Bella hanya terpaku ditempatnya, dia bingung apa yang harus dia lakukan sekarang? Dimana dia harus meletakkan barang bawaannya dan dimana dia akan tidur?
Bella memberanikan diri untuk bertanya. "Barang-barangku letak dimana?"
"Terserah!" jawab Fardhan ketus tanpa menoleh kearah Bella.
"Terus aku tidur dimana?"
"Terserah!" Fardhan masih tetap fokus pada layar ponselnya.
Bella mengembuskan nafas demi melihat sikap Fardhan itu, dia tahu lelaki ini memang dingin, tapi bisakah dia lebih lembut sedikit saja?
Mendadak hatinya merasa kesal. Dengan wajah yang cemberut dia menyeret kopernya dan meletakkannya di sudut kamar, lalu membuka resletingnya dan mengambil sebuah handuk serta sepasang piyama bercorak Flamengo. Dan tak lupa juga pakaian dalam.
Bella berjalan masuk ke dalam kamar mandi yang kebetulan ada di dalam kamar sederhana itu, Fardhan sempat meliriknya sebelum akhirnya wanita cantik itu menghilang dibalik pintu.
Lima belas menit kemudian, Bella yang sudah selesai pun keluar dari kamar mandi, dia berjalan melewati Fardhan yang masih fokus pada ponselnya, entah apa yang sedang dia cari di benda pipih itu.
Tanpa memperdulikan suaminya itu, Bella segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang, hari ini sungguh melelahkan baginya. Tak menunggu waktu lama, mata indahnya pun terpejam dan dia terlelap dengan begitu damai.
Akhirnya Fardhan berhenti mengotak-atik ponselnya setelah apa yang sedari tadi dia cari telah dia dapatkan. Dia hendak beranjak dan mandi, tapi perhatiannya tertuju pada wajah damai Bella yang terlelap.
Fardhan memandang lekat wajah cantik sang istri.
"Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau tega mempermainkan aku dan Ibu? Tadinya ku pikir kau wanita yang baik, tapi ternyata aku salah." sesal Fardhan.
"Tapi kau lihat apa yang akan aku lakukan untuk membalas perbuatan mu ini, sampai kau sendiri yang akan mengakui siapa dirimu." ucap Fardhan sinis, dan kemudian beranjak ke kamar mandi.
***
jadi begini misalnya suami author punya teman cewek yang perhatian pada suami author (kayak perhatian raka dan bella) dan suami author dengan senang hati menerima segala kebaikan cewek itu, dan suami author berinteraksi dengan cewek itu kayak intraksi raka dan bella
bagaimana perasaan author
coba tanyakan pada dirimu thor
*jika kau Terima suamimu berteman dan berinteraksi dengan cewek lain (kayak interaksi raka dan bella) maka pola pikir mu tidak ada masalah
*tapi jika kau tidak suka suamimu berteman dan berinteraksi dengan cewek lain ( kayak interaksi raka dan bella), maka pola pikir mu ada masalh thor
renungkan lah
saat di novelmu, kau membenarkan seorang istri berteman dan diperhatikan pria lain dan semua interkasi sang istri dengan pria lain kau benarkan maka tanya kan pada dirimu sendiri apakah kau Terima juga jika suamimu punya teman cewek dan diperhatikan oleh cewek lain
renungkan lah