"Benaran bukan urusanmu kan! kita orang asing , dan seperti katamu aku menyusahkanmu, dan Aku tidak boleh mengganggumu apa lagi berteman denganmu! Kau menyuruhku untuk tidak muncul di depanmu , terus kenapa kau yang muncul di depanku! kenapa kau peduli ke manapun aku berada! Jadilah konsisten dengan ucapanmu!."
"Apa kau senang seperti ini?"
"Aku? kenapa kau bertanya denganku. Bukannya kau yang mau. Dan aku akan benar - benar tidak akan muncul di depanmu lagi Arya seperti keinginanmu. Aku sudah berpikir sangat keras usai kau memarahiku membawaku di depan tadi untuk berpikir matang." Akhirnya air mata itu tumpah kembali, benteng pertahanan carrol pun hancur karena mata Arya menatapnya teduh.
"Jangan menjadi keras kepala. Kau nggak tahu betapa sakitnya hatiku menunggumu, menunggu kabar darimu! menunggu balasan surat yang aku kirim untukmu. Sampai kau memblokir Nomorku? kau sengaja menghindar dariku Carrol. Apa itu adil untukku? hah? aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu.:
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB15
Akhirnya Carrol memantapkan dirinya dengan keberanian yang ia kumpulkan untuk bertanya alasan Arya mengingkari janji yang telah mereka ucapkan sebelum Arya terbang ke New York.
Arya tersenyum dan menatap wajah Carrol yang berubah seakan mengambek. Saat Arya menatapnya langsung saja Carrol mengubah pandangannya membuat Arya semakin gemas dengan kelakuan Carrol yang sepertinya Arya mulai sedikit tahu kekesalan Carrol pada dirinya.
" Sini . . ..jangan menghindar untuk menatapku. Akan aku jelaskan sama kamu kenapa aku tidak memenuhi janjiku pada dirimu." kata Arya seraya menarik tangan Carrol dan mengubah posisi duduknya.
Carrol yang cemberut menatap tegas ke Arya . Lirikannya seoalah ingin memangsa Arya.
" Jangan cemberut dong , jelek agh begitu."
" Buruan berikan jawaban kamu jangan banyak alasan lagi." balas Carrol.
" Iya dengerin baik - baik. Kenapa aku tidak memberitahuinya ke kamu karena aku takut. " balasnya dengan tersenyum simpul.
Sudut mata Carrol mengkerut. " Apa yang kau takuti?".
" Kau tidak tahu?." Arya kembali bertanya.
" Tidak." balasnya dengan menggelengkan kepalanya
" Aku takut melihat kamu menangis." jawabnya dengan angkuh.
" Aku? Cih . . . aku menangis? yang benar saja. Kau jangan sembarangan ngomong." Imbuh Carrol.
Arya terkekeh membuat Carrol panas.
" Kalau begitu aku takut diriku menangis , menatap wajahmu yang tidak merelakan kepergianku ." kata Arya menggoda.
Carrol semakin malu dengan alasan Arya , dengan cepat Carrol beranjak ingin meninggalkan Arya tapi Arya menahan Carrol menarik tangannya sampai terduduk di pangkuan Arya.
Carrol menatap tajam ke Arya dan mencoba beranjak kembali dari duduknya dan kembali lagi Arya menahannya dengan pegangan erat.
Dengan tatapan serius membalas tatapan Carrol.
" Dengarkan . . . Carrol . Alasanku tidak pamit dan mengingkari janjiku karena aku memang tidak sanggup untuk menatap wajahmu terakhir kali . Aku takut akan melawan wewenang kedua orang tua ku dan memilih untuk tinggal agar aku bisa bersamamu. Aku sangat egois bukan? Aku sudah di tolak olehmu , tapi kau tahu perasaanku tiga tahun lalu tidak pernah berubah , masih sama seperti dulu. Jika kau berubah pikiran , aku akan menerima cintamu." ucap Arya dengan jujur.
Carrol gugup tidak tahu ingin mengatakan apa, ia memalsukan senyumannya masih di atas pangkuan Arya. Ekspresi wajahnya mengeras terasa panas seakan kembali ke tiga tahun lalu saat Arya mengutarakan perasaanya. Jantungnya berdebar dengan kencang .
" agh . . . Ya ." katanya seakan beranjak dari pangkuan Arya, lagi-lagi Arya menahan.
" aku mohon lepaskan aku Arya. "
" Jawab dulu pertanyaan ku tadi , apa kau tidak berubah pikiran?."
"Aku tidak akan merubah pikiranku Arya ! kau jangan memaksaku." ucap Carrol .
Dengan refleks Arya melapas tubuh Carrol. Dia merasa kecewa . Wajah Arya berubah dia memberikan setengah senyuman ke Carrol.
" Baiklah kalau begitu aku mendapatkan jawaban pasti dari setiap penantian panjangku. Mulai saat ini aku akan memperlakukan kamu sebagai orang asing , seperti saat pertama kalinya kita bertemu . Dan Terima kasih aku akhirnya mendapatkan kepastian akan perasaanku selama ini , jadi aku tahu pada siapa aku akan melabukan cintaku." ucap Arya dengan bergetar.
Carrol merinding mendengar ucapan Arya , untuk pertama kalinya Carrol melihat Arya seserius itu , ada rasa kecewa tergambar pada wajahnya . Perasaan senangnya berubah menjadi kecewa , ia menutup marahnya. Mulut Carrol seakan tak mampu untuk berkata.
Arya menarik nafasnya . " Baiklah . . . kalau begitu aku antar pulang." ucapnya dengan memaksakan senyuman tanpa menatap Carrol dan berjalan meninggalkan Carrol.
Ada rasa sakit didadanya terasa sesak membuatnya seakan ingin menangis. Carrol menahannya dengan sekuat hatinya , apa ini kemauan Carrol. Pertemuan pertama dan terakhirnya. Awalnya indah tetapi akhirnya Carrol sendiri yang mengacaukannya.
" Maafkan aku Arya." gumamnya pelan dan menatap punggung Arya . Lalu berjalan mengikutinya dari arah belakang.
Selama perjalanan keduanya hanya diam , Arya fokus ke jalanan. Tidak seperti pertama dia membawa Carrol senyumannya selalu melekat di bibirnya , hatinya sakit karena kedua kalinya Carrol menolaknya. Carrol dia hanya memandang kosong ke arah jalanan di depannya. Seakan tidak mengerti pada dirinya sendiri , dia masih ragu apakah dia mencintai Arya. Seperti Arya mencintainya , hanya saja Carrol merasa terlalu cepat baginya dan Arya membahas soal perasaan.
Carrol mesti beradaptasi dengan sekitarnya , belum lagi Carrol harus berpusat pada pendidikannya . Menjadi seperti yang di harapkan oleh kedua orang tuanya. Carrol belum merasakan kisah hidupnya duduk sebagai mahasisiwa di Universitas di Negara baru yang dia tinggali.
" sudah sampai." ucap Arya seakan seperti biasa.
Carrol menatap Arya yang hanya memandang kedepan.
" Jangan menatap ku seperti itu , aku tidak suka di kasihani."
" Arya."
" Turunlah ." jawab Arya datar dan menatap ke Carrol.
Mata Carrol memerah mendengar suara datar Arya.
" Apa kau benaran marah denganku?."
Arya memaksakan tawanya. " Tidak usah di pikirkan lagi .Semoga kau tetap sehat dan baik melewati hari - harimu di Negara ini. Setidaknya aku bersyukur bisa ketemu denganmu.Aku tidak mengantarkanmu turun , beri tahu bibi Erica aku langsung ke Rumah Sakit."
" Baiklah . . . sampaikan salamku pada Ibu mu. Semoga beliau cepat pulih ." ucap Carrol seraya membuka pintu mobil dan akan turun.
" Hati - Hati di jalan , pelan - pelan saja. " ucap Carrol dan mendapatkan senyuman Arya lalu menutup pintunya.
Dengan tancap gas, Arya meninggalkan Carrol . Carrol melihat Arya yang tidak menghiraukannya dia setengah duduk dan mulai meneteskan air matanya.
Rasanya sangat sakit mengingat perkataan Arya tadi.
Salahku sendiri tapi kau harus tahu Arya bukan maksudku mengabaikan perasaan mu. Hanya saja aku belum bisa dengan keadaan ku sekarang.
Bryan yang tahu suara mobil Arya pun keluar mendapati Carrol yang menangis terseduh. Bryan mendekat dan menyentuh pundaknya.
" Apa yang terjadi padamu Carrol , kenapa kau pulang dengan keadaan seperti ini. Apa yang di lakukan Yaya padamu? Kasi tahu ke aku , sudah Jangan menangis , nanti di lihat mama." ucap Bryan mengelus pundaknya.
" aku yang salah Bryan ." ucapnya dengan terisak.
Bryan menarik tubuh Carrol dan memberikan pundaknya seakan memberikan kekuatan pada Carrol.
" Kau ini . . . selama aku bersama dirimu sedari kecil yang ku tahu kau itu sangat susah menangis. Kenapa karena pria brengsek itu kau menangis ! Kau ini bodoh atau apa ! Apa kau menolak Yaya lagi?."
Carrol tidak menjawab ia terus terisak hingga membuat kaos Bryan basah.
" ayo kita masuk tidak enak di lihat tetangga. Di pikir aku membuat dirimu terluka."
Carrol pun mengikuti perintah Bryan , Bryan membawanya di belakang tubuhnya. Sambilan mengintip kebaradaan mamanya.
" Ayo masuk perlahan , sepertinya mamaku ada di kamarnya."
Dengan pelan Carrol yang masih menangis berjalan mengendap menaiki anak tangganya hingga dia masuk ke kamarnya. Langsung saja Carrol melemparkan tubuhnya ke ranjangnya.
Di sana Bryan mengambil ponselnya dan menghubungi Arya. Saat sambungannya terhubung.
Arya : Kenapa bro?
Bryan : Apa yang kau lakukan ke Carrol?
Arya : Maksud Lo bro?
Bryan : Yaaa . . . seusai kau pergi dia terduduk di depan teras rumahku , dia menangis. Apa yang kau lakukan terhadap dirinya. kau harus tahu Carrol itu jarang bisa menangis sampai sepert—
Tuttt . . .Tutttt . . .Tutttt
" Sial !!!. "
Bersambung.
.......
Mohon Like , tinggalkan jejak dan komentar kalian. Terima Kasih ❤