Gak ada kata-kata, kecuali, sehat selalu buat semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanty fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CARI PERHATIAN
🐥SELAMAT MEMBACA🐥
Abie menyandarkan tubuh di kursi mobil milik sang papa. Anak muda itu cukup banyak luka lebam setelah di hajar 4 orang pria yang tak di kenalnya, bahkan kondisi Abie saat ini membuat sang papa sedikit ngeri.
"Sebenarnya, apa masalahmu dengan mereka? Kenapa mereka berniat menghabisimu tadi?" Tanya si papa pelan.
Abie mengerutkan wajah tampanya, seolah tak percaya si papa tengah bertanya tentang apa yang terjadi padanya. "Tumben nanya lu, biasanya bodo amat!" Ceplos Abie.
"Papa tanya baik-baik, Bie. Maaf ya, kalau tadi papa tampar Abie tanpa permisi!" Pinta Kias lirih.
"Terserah anda, mau tampar lagi silahkan, tadi pipi kiri, sekarang tampar pipi kanan!" Ucap Abie seraya menunjukan pipi kanan yang sebenarnya sudah terluka.
"Diamlah! Tak apa jika Abie tak mau bercerita, yang penting saat ini, kau harus mendapatkan perawatan dulu!" Ucap si papa kepada anaknya.
Abie pun terdiam sejenak, jujur saja walau luka lebam hampir memenuhi tubuhnya, tapi Abie merasa bahagia sebab karena itu si papa memiliki waktu untuk dirinya. Bahkan ini pertama kalinya si papa mengantarkan dia berobat setelah kedua orang tuanya bercerai.
"Aku tidak apa terluka setiap hari, jika akhirnya anda memiliki waktu untuk terus bersamaku." Ucap Abie tanpa ragu seraya menudukan kepalanya.
Si papa tersenyum kelu, mendengar ucapan dari bibir anaknya itu, sejujurnya kata-kata itu sungguh menyayat hatinya, si papa menyadari batapa luka dan sakitnya batin Abie selama ini.
"Maafkan papa, ya, Bie!" Pinta si papa seraya mengusap pelan rambut anaknya.
Abie tersenyum riang, hal kecil yang di lakukan sang papa cukup membuatnya merasa bahagia. Hingga akhirnya anak muda itu mau bercerita kepada si papa perihal apa yang membuat 4 pria dewasa tadi menghajarnya sampai babak belur.
"Jadi kau tadi melabrak Eli?" Tanya si papa seraya menatap tajam wajah Abie.
"Iya, pa. Karena aku tak terima dia mengaku jika aku telah menghamilnya." Jelas Abie dengan sangat semangat.
"Maafkan papa lagi ya, Bie! Karena tak mempercayaimu, dan karena papalah akhirnya Abie harus luka begini." Ucap si papa lirih.
Hal itu tentu membuat rasa bahagia di hati Abie benar-benar full movie, sebab dia merasa sangat berharga. "Terima kasih, pa! Karena telah mau khawatir kepadaku." Ucap Abie pula.
___________
Kini sampailah keduanya di rumah sakit, anak muda itu segera mendapatkan perawatan yang cukup cepat tanggap.
Abie segera masuk ke ruang IGD dan di ikuti pula oleh sang papa, sebenarnya anak muda itu merasa sakitnya bisa saja tak ada yang parah, namun Abie membiarkan apa saja yang ingin si papa lakukan untuknya, karena dari situlah Abie tau betapa papanya itu sangat menyayanginya.
_
Setelah hampir 30 menit melakukan pemeriksaan, si dokter merasa tak ada yang bermasalah diri Abie, anak muda itu hanya butuh istirahat yang tepat, tapi dokter tersebut meminta Abie beristirahat dulu di rumah sakit selama 1 hari.
Tanpa fikir panjang Abie langsung menyetujuinya, karena dengan begitu, baik si mama atau pun si papa. Pasti akan bergantian untuk menjaga dirinya walau terpaksa.
"Mapoooslah lu bedua, ampe gak ada yang mau nungguin gue di sini, besok gue minggat aja!" Ancam Abie tegas, yang membuat si papa menggelengkan kepalanya.
"Iya, papa dan mama pasti jaga kamu di sini, Bie!" Jawab si papa dan langsung di sambut senyuman dari bibir merah anaknya.
Dan benar saja dengan begitu baik si mama dan si papa sama-sama menjaga anaknya, tapi dari situlah Abie tau bahwa sang papalah yang banyak menjaga dirinya daripada si mama. "Terima kasih, Kias." Ucapnya dalam hati.
__________
Abie menghabiskan waktunya di kamar rumah sakit, anak muda itu kembali berselancar di dunia maya. Di sanalah Abie bertingkah layaknya anak kecil yang butuh perhatian, bahkan begoknya hampir semua orang yang mengenalnya benar-benar memanjakan Abie.
"Hay kak." Abie mulai menyapa teman-teman dunia halunya.
"Hay, Bie! Apa kabar?" sapa mereka ramah.
"Baik sih, mudah-mudahan." Jawab Abie singkat.
"Kamu kenapa, kok emotnya sedih sih?" 🤔 Kali ini Shafa yang menyapanya.
"Gak kak, nanti aja aku ceritain," jawab Abie untuk pertanyaan si Shafa itu.
Abie pun menceritakan betapa dia sedang sendiri saat ini, rasanya sedih dan sepi, curhat Abie di dunia maya. Hingga akhirnya curhatan tersebut mendapat respon positif dari teman-teman halunya itu, tak sedikit yang menghiburnya dan memberikan perhatian untuk anak muda itu.
Namun lagi-lagi Abie harus menepuk jidatnya, karena nama Desy Puspita tetap cuek bebek terhadapnya. Hal itu membuat jiwa kepo Abie, seketika saja meronta-ronta.
"Awas lu, Des!" Gumam Abie dalam hati.
Sejak hari itu, Abie memutuskan untuk mencari tau siapa si Desy Puspita. Bahkan semua akun somed Desy Abie mengetahuinya, bukan hanya itu, Abie bahkan memperhatikan cara dan gaya Desy Puspita menyapa siapa saja.
"Dehhh, benar-benar, jual mahal dia." Ucap Abie.
Bagaimana tidak si Desy ini benar-benar menutup diri, jadi siapa pun tak ada yang tau seperti apa wajah dan suaranya. Hal itu justru membuat Abie semakin penasaran dan secara diam dan sangat diam Abie terus memperhatikan Desy, hingga anak muda itu merasa ada yang tak biasa membenam dalam dadanya, walau dia sendiri tak tau rasa apa itu. Bahkan Abie selalu menceritakan perasaanya itu kepada Shafa, yang Abie sendiri tau bahwa Shafa dan Desy saling mengenal.
Namun Abie tetaplah Abie, dia bisa menempatkan diri agar Shafa tetap nyaman bersamanya, dan selalu saling terbuka, bahkan pria muda itu mencaritakan secara seksama kisah hidup dia yang sesungguhnya terhadap Shafa. Lambat laun penulis online itu merasa ada yang salah dengan sikapnya, terlebih lagi saat dia tau Abie menyukai Desy, sesorang yang juga di kenalnya. Di sadari atau tak di sadari, penulis online itu merasa cemburu, namun Shafa tetaplah Shafa sama dengan Abie, sebesar apa pun cemburu itu, namun Shafa tetap berusaha cinta dan setia kepada suaminya, sebab Shafa sadar sekali dengan hukum kehidupan, jika dia meninggalkan suami demi pria lain makan, pria tersebut juga pasti akan meninggalknya demi wanita lain.
Abie memang sempurna, tampan iya, kaya pasti tapi satu yang Shafa tau, Abie belum tentu merima segala kekuranganya, karena Abie melihat dia sebagai sosok wanita yang sempurna, padahal biasa aja loh ya.
Bahkan rasa setia yang Shafa punya, membuat Abie semakin kagum pada wanita tersebut, sebab sebesar apa pun menggoda, Shafa tetap pada pendirinya. Padahal saat Shafa tau Abie kini telah berpindah hati ke Desy, rasa sakit benar-benar membenam dalam dadanya. Yang pasti mereka sama-sama terjebak dalam perasaan yang tak nyaman.
Shafa membantu Abie mengenal Desy lebih dalam lagi dan Abie berusaha menjaga hati Shafa, sementara Desy tak pernah sadar, bahwa si Abie ini diam-diam memperhatikanya. Hingga terjalinlah sebuah rasa yang tak biasa di antara mereka.
.
.
.
.
APA YANG DI LAKUKAN ABIE MENAKLUKAN DESY
DAN APA YANG MEMBUAT ABIE MEMILIKI RASA UNTUK SESEORANG YANG TANPA DI LIHATNYA.
DAN APA PERASAAN SI SHAFA, KARENA DIA JUGA YANG MEYAKINKAN DESY TENTANG PERASAAN YANG DI MILIKI ABIE.
🐣TERIMA KASIH🐣
bank abie maaf ya waktu itu gak sengaja kepencet unfollow jadi ilang pertemanan kita pdhal banyak yg pingin diobrolin.
Tetap semangat dan selalu positif thingking meski semua bergantung takdir yang kuasa
Semoga dipermudahkan, dikuatkan dan selalu ikhlaskan hati
Apapun serba mungkin jika Yang Kuàsa berkehendak
sepertinya ortunya jg mengingkari kenyataan🤔
kangeeeeeeeennnnn 🥰
mdh2n Abang selalu d beri kesehatan yahhh
aku gabung d GC tp baru tau segala nya hari ini 😭😭😭😭
yg sabar ka Desi buat ngasih semangat k bang BIE 💪💪💪💪