Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis desa yang tidak memiliki pendidikan, bahkan untuk sekedar membaca pun gadis itu tidak bisa.
Tiba-tiba saja dunia nya berubah dalam sekejap mata, ada orang yang mengakui sebagai ibu kandung nya, dan tiba-tiba harus menikah dengan pria yang tidak iya cintai bahkan tidak pernah iya kenali membuat kehidupan menjadi 99 % berubah drastis.
Shofie❤ Alvaro
Shofia❤ Alex
Sloww Update 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hanya pengantin pengganti.
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
Malam tiba setelah acara makan malam keluarga yang penuh kecangungan itu Shofie masuk kedalam kamar Alvaro, matanya menelah kamar yang luas nya 2x lebih besar dari kamarnya di rumah orang tuan nya itu.
"Kenapa kamar orang kaya selalu besar, bahkan dengan rumah ku di kampung kamar ini sepertinya lebih besar." batin Shofie.
ngomong-ngomong tentang kamar Shofie selalu ketakutan saat berada di dalam kamar, meski iya dan Alvaro sudah Sah menjadi suami istri tapi Shofie belum melakukan kewajiba nya sebagai seorang istri, bahkan selama tiga hari usia pernikahan nya Shofie selalu pura-pura tertidur duluan agar Alvaro tidak melakukan hal-hal yang tidak di inginkan nya.
"Kaya nya dia masih lama, aku baca buku dulu aja kali ya." Ucap Shofie sambil mengambil koper nya lalu mengambil buku dogeng yang baru iya beli beberapa waktu lalu.
"Putri cantik dan si buruk rupa." judul buku Dongeng yang di baca Shofie.
duduk di sofa yang ada di dekat jendela sambil membaca buku nya, seperti biasa Shofie selalu pokus dalam membaca meski iya masih terbata-bata membaca di dalam hati nya.
Disisi lain Alvaro yang sedang menemani pak Ananda menonton bola di ruangan tengah nampak melihat-lihat kebelakang bahkan terlihat tidak pokus dengan yang di tonton nya.
" Papah akan tidur, jika kamu sudah selesai menonton matikan tv nya." Ucap pak Ananda sambil berjalan ke arah kamarnya.
Sebenarnya pak Ananda masih ingin menonton lebih lama lagi tapi melihat putranya yang seperti mencari-cari sesuatu membuat nya bisa menyimpulkan bahwa Alvaro mencari sosok Shofie.
"Ahk syukurlah, aku ingin tau apa yang dia lakukan sekarang ya." Ucap Alvaro sambil mematikan tv lalu berjalan ke arah kamarnya, entah kenapa iya sangat ingin tahu apa yang di lakukan istrinya jika dia tidak ada di kamar.
Ceklek...
Pintu terbuka, Alvaro berjalan dengan pelan lalu melihat ke arah ranjang yang kosong, dia melihat ke semua juru dan berhasil menemukan istrinya. "apa yang sedang dia lakukan di Sofa." Alvaro penasaran.
"Astaga dia tertidur," ucap Alvaro yang melihat Shofie tertidur di sofa dengan sebuah buku yang ada di dadanya.
Alvaro mengambil buku itu lalu melihat judul sampul buku itu dan sedikit terkejut karna lagi-lagi Alvaro melihat Shofie yang selalu membaca buku dogeng setahu nya buku itu biasanya hanya di baca oleh anak-anak yang masih sekolah tahap pertama.
"bukan kah setiap gadis suka dengan buku majalah kecantikan atau Pashion kenapa dia malah menyukai buku cerita anak kecil?." batin Alvaro merasa heran.
karena takut Shofie tidur tidak nyaman Alvari pun mengangkat tubuh Shofie lalu iya rebahkan di tempat tidur, Alvaro menatap wajah cantik yang terlihat tenang itu, sungguh keindahan dunia di depan nya sangat menggoda iman nya yang mulai menipis.
Dengan susah payah Alvaro menahan gejolaknya apalagi iya melihat Shofie yang cantik dengan bibir alami merah muda yang menggoda seolah meminta dimakan.
"Jangan Alvaro dia sedang tidur jika dia bangun habis lah kau terkena amarah nya." batin Alvaro merasa ingin tapi takut.
"*Dia istrimu ayo makan saja dia, lagi pula dia tidak akan mengetahui nya aku jamin." Alvaro sisi merah.
"Jangan itu tidak baik, biarkan dia tertidur jangan melakukan sesuatu tanpa seijin nya." Alvaro sisi putih*.
Alvaro terdiam sambil memikirkan hal-hal yang tidak-tidak, setelah lama berpikir Alvaro pun ?melirik Shofie." Aku hanya akan menyentuhnya jika dia menginginkan nya, entah kapan tapi itu akan lebih membahagiakan dari pada aku memaksa." ucap Alvaro.
Karna sudah mulai mengantuk Alvaro pun menyelimuti Shofie, merapihkan anak-anak rambut Shofie dengan sedikit senyuman kecil." Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah." Ucap Alvaro sambil mengecup singkat kening istrinya.
Alvaro tidur dengan posisi membelakangi Shofie, memeluk guling nya dengan erat, sampai akhirnya Alvaro bisa tertidur pulas.
.
.
.
.
.
Sebulan berlalu Shofie yang kesepian karena selama 2 minggu ini Alvaro sudah mulai masuk kerja dan otomatis tidak ada lagi yang menemaninya atau pun mengerjainya dengan kelakuan yang aneh-aneh lagi.
tak iya pungkiri sikap ke kanak-kanakan Alvaro bisa membuatnya sedikit lebih nyaman tinggal di rumah mertuanya mengingat sikap adik ipar dan mertuanya yang selalu memojokan nya dan terlihat tidak menyukainya.
" Enak ya kerjaan nya duduk aja, makan tidur udah kaya ibu ratu aja." Mira berucap santai sambil melewati Shofie yang sedang duduk di bangku taman.
Shofie yang mendengar ucapan adik iparnya langsung berdiri dan menghadang jalan Mira.
" apa maksud kamu?."
" menurut mu? atau jangan-jangan kau bodoh? tidak mengerti apa yang ku ucapan tadi?." Mira berkata enteng.
Shofie terdiam dan membuat Mira tersenyum kecut." Oh astaga..kasihan sekali kakak ku memiliki istri yang bodoh sepertimu." Ucap Mira so dramatis.
"apa maumu." tanya Shofie tiba-tiba cetus.
Mira mendelik niatnya ingin pergi tapi tidak jadi."Apa yang aku mau? jelas kau tahu, Cih gadis tak tau malu sepertimu tidak pantas bersanding dengan kakak ku, dan dengar kau hanya pengantin pengganti bukan berarti kakaku benar-benar mencintaimu jadi sadar dirilah." Ucap Mira sambil pergi berlalu meninggalkan Shofie yang terdiam membisu.
"Apa salah ku? aku hanya ingin menyelamatkan nama baik keluargaku apa yang aku lakukan salah?." Batin Shofie terlihat sedih.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jejak !!