NovelToon NovelToon
KANA (The Series)

KANA (The Series)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Prepti ayu maharani

Kana Bintang Artana.

Laki-laki dingin yang mampu membuat hati siapapun menjerit melihatnya.

Bukan karena seram. Tetapi karena ketampanannya yang dapat membuat para gadis jatuh cinta padanya.

Begitupun Kaila. Gadis pemalu yang ikut andil menyukainya. Namun rasa sukanya memudar saat mengetahui betapa menyebalkannya seorang Kana.

Dan tanpa Kaila sadari, perlahan namun pasti, Kana mulai menunjukkan rasa sukanya pada Kaila.

Akankah keduanya berakhir bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prepti ayu maharani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 14

Part 14

Lampu kota mulai menghiasi jalanan sore ini. Kaila terlihat sedikit panik. Ia terus memandang jam yang melingkar di tangan kirinya.

Raut paniknya tidak dapat di hindari lagi. Ia betul-betul panik dan takut.

"Kana, buruan bawa motornya," ucapnya yang sudah tak sabar untuk segera sampai di tempatnya bekerja.

"Iya, sabar." Kana mengemudikan motornya dengan kecepatan sedang. Bahkan saat Kaila memintanya untuk cepat pun, Kana tak mengindahkannya.

Kaila menggigit bibir bawahnya dan terus berdoa agar Raisa tak memarahinya karena datang terlambat. Sebab, ini sudah pukul 4 sore, namun hinga saat ini ia tak kunjung sampai di sana.

"Kan," lirih Kaila dengan memohon.

"Iya, sabar." Kana tetap fokus dengan kemudinya tanpa mempercepatnya.

Kaila berdecak. "Apa jangan-jangan Kana sengaja ngelakuin ini, supaya gue telat?" umpat Kaila dalam pikirannya.

Kaila menghela napas dan memandang laki-laki itu dari balik spion. "Kana, ayo dong!"

"Iya, sebentar lagi juga sampe."

"Sampe apanya? Ini masih jauh Kana. Astaga," resah Kaila.

"Sabar makanya!" ucap Kana.

Kaila mendengus kesal. "Udah, turunin gue disini aja. Gue mau naik angkot."

"Gak mau."

"Kana, turunin gue."

"Gak mau. Gue udah janji bakal nganterin lo sampai di sana."

"Kan, turunin gue."

"Gak mau, Kaila."

"Kana!"

Kana menghela napas dan mengalah. Ia meminggirkan motornya dan berhenti.

Kaila turun dari motor Kana dan melepas helm yang ia kenakan. Namun, belum sempat menyerahkan helm tersebut pada Kana, Kana sudah pergi lebih dulu.

Kaila berdecak. "Dia marah?" ucap Kaila memandang tubuh Kana yang sudah menjauh dari pandangannya.

"Angkot Mbak?" Sebuah angkot berhenti tepat di hadapan Kaila.

Kaila mengangguk dan naik ke dalam angkot tersebut.

-o0o-

Kana menghentikan motornya di depan sebuah rumah besar yang sudah tak asing lagi baginya. Ia tersenyum begitu seorang laki-laki paruh baya membukakan gerbang untuknya.

"Eh, Den Kana. Masuk Den."

"Makasih, Mang." Kana tersenyum dan melajukan motornya sampai ke dalam. Ia turun dan memasuki rumah tersebut layaknya rumah sendiri.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam. Kamu baru pulang Kan?" tanya Anna yang melihat keponakannya masih menggunakan seragam sekolah.

Kana mengangguk. "Aji ada tan?"

"Loh, Tante pikir kamu sama Aji."

Kana menggeleng. "Enggak, Tan. Memang dia kemana?"

"Tadi waktu abis nganterin Adinda, dia dapet telpon dari Oma. Katanya di suruh ke sana," ucap Anna. "Malah tante pikir, kamu juga di sana."

Kana menggeleng. "Yaudah Tan, kalau gitu Kana pergi dulu. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam," jawab Anna lalu memandang keponakannya yang sudah berlari pergi. "Ada apa ya?" ucapnya penasaran.

"Pasti Oma sengaja nyuruh Aji ke sana supaya ketemu Kaila," ucap Kana kesal seraya mengenakan helm.

Kana menstater motornya dan keluar dari kediaman keluarga Anan.

"Den, kok pulang?" teriak Mang Taufik— selaku satpam di rumah Aji.

"Iya, Mang!" jawab Kana yang sudah jauh.

Kana memandang spidometer pada motornya. Tangannya mengepal dan memukul stang motornya dengan wajah kesal. Kana sudah lelah dengan semua ini, namun apa daya, ia tak bisa menghindarinya.

-o0o-

"Kaila, kamu tolong antarkan pesanan kue ini ke rumah Bu Galih ya? Alamatnya udah Oma tulis kok di kertas."

Kaila menggangguk dengan senyuman. Ia merasa bersyukur Raisa tak memarahinya karena datang terlambat.

Raisa tersenyum lalu beralih pada Aji yang sudah berada di sini sejak tadi. "Aji, kamu tolong antarkan Kaila ya?"

"Iya Oma," ucap Aji dan bangkit dari duduknya.

Kaila menoleh pada Aji dan keduanya tersenyum.

"Yaudah Oma, kalau gitu Kaila jalan dulu ya?" ucap gadis itu.

Raisa mengangguk. "Hati-hati ya."

"Permisi Oma," ucap Aji lalu berjalan pergi di ikuti oleh Kaila di belakangnya.

"Hati-hati Ji, jangan kenceng-kenceng bawa motornya!" teriak Raisa.

Aji mengangguk lalu meraih helm dan mengenakannya. Ia menoleh pada Kaila yang sudah membawa helm sendiri. Ia menyunggingkan senyum. "Jadi tadi kamu naik angkot sambil bawa helm?" tanyanya.

Kaila mengangguk membenarkan.

Aji menggelengkan kepala dan langsung naik motor dan di ikuti oleh Kaila.

"Kamu udah dari tadi di ruko Oma?" tanya Kaila setelah Aji melajukan motornya.

Aji mengangguk membenarkan.

"Kamu sering ya ke ruko Oma?" tanya Kaila lagi.

Aji mengangguk. "Dulu sering banget. Tapi semenjak kelas 12, aku jadi jarang. Dan semenjak Oma sering nyuruh ke sana— ya jadi sering lagi," ucap Aji terkekeh.

Kaila tersenyum dan memandang Aji dari balik spion. "Maaf ya Ji."

Aji melebarkan mata dan menoleh ke belakang. "Maaf kenapa Kaila?"

"Maaf karena Oma nyuruh kamu nemenin aku."

Aji tertawa. "Gak papa kali, aku malah seneng kok. Lagipula aku juga gak ada kerjaan."

Kaila tersenyum.

"Oh ya, kamu tadi tumben bisa telat? Memang dari mana aja?"

Kaila diam. Ia sendiri malas membahas Kana.

"Kai? Are you okay?"

Kaila mengangguk. "Tadi gue ke swalayan dulu sama Kana."

"Oh iya, gue lupa."

Kaila menaikkan kedua alisnya. "Lo tahu gue sama Kana ke swalayan?" tanyanya.

Aji mengangguk. "Tadi siang dia bilang juga sama gue."

Kaila membulatkan bibirnya.

"Terus kenapa lo gak bareng Kana tadi ke ruko Omanya?"

Kaila menggeleng. "Gue tadi turun di jalan."

"Kenapa?"

"Gue kesel sama dia."

"Karena dia lambat bawa motornya?"

Kaila melebarkan mata. "Kok lo tahu?"

Aji tersenyum. "Kana gak cerita ya sama lo?"

"Tentang apa?"

Aji tersenyum. "Sebenarnya ini rahasia. Cuma, karena gue tahu lo deket sama Kana, gue rasa lo perlu tahu ini."

Kaila tak mengerti arah pembicaraan Aji.

"Sebenarnya Kana punya Tachophobia."

"Tachophobia?"

Aji mengangguk. "Kana punya rasa takut berlebih sama kecepatan."

"Kenapa bisa gitu?"

Aji menggeleng. "Gue sendiri gak tahu. Tapi yang gue tahu, Tante Alina juga punya phobia itu."

Kaila terdiam beberapa saat. "Jadi itu alasan Kana gak bisa bawa motor kenceng?"

Aji mengangguk. "Tolong lo rahasiain ini dari siapapun ya. Kana gak mau sampai semua orang tahu soal phobianya. Lo tahu sendiri 'kan, banyak yang gak suka sama Kana. Gue takut mereka malah manfaatin phobia Kana."

Kaila mengangguk. Perasaannya sudah campur aduk. Ia begitu menyesal dan merasa bersalah terhadap Kana.

"Oh ya, ini bukan alamatnya?" tanya Aji yang memegang kertas alamat yang Raisa berikan.

Kaila meraih kertas ini dan mencocokkan pada nomor rumah yang terpasang di dinding rumah tersebut.

"Iya, ini. Gue anterin dulu ya." Kaila turun dari motor Aji dan memasuki rumah tersebut.

Aji menghela napas. Ia membuka ponsel dan melihat beberapa pesan yang masuk dari Adinda.

-o0o-

Aji melebarkan mata membaca pesan dari Adinda. Ia menoleh dan melihat Kana masih memberikan kue tersebut

'Drtttt!'

Adinda menelponnya. Ia mengangkat telpon tersebut dan mendekatkan ponselnya ke telinga.

"Halo, Din?"

"Aji, dompet gue ketinggalan. Ji, gimana ya? Di sana isinya penting semua," ucap Adinda di seberang sana. Gadis itu terdengar tengah menangis.

-o0o-

Kaila meraih uang dari Bu Galih dan tersenyum. "Terima kasih ya, Bu. Saya permisi, Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Kaila memasukkan uang tersebut ke dalam saku dan berjalan menghampiri Aji. Namun saat sampai di sana, laki-laki itu tak ada.

"Kemana Aji?" ucapnya.

Kaila menoleh ke sekeliling. Ini sudah hampir magrib. Langit pun sudah mulai gelap.

"Aji, kamu kemana?" Kaila mengendarkan pandangannya. Namun gadis itu tak melihat keberadaan Aji.

Kaila meraih ponsel dan hendak menelponnya.

Satu detik...

Dua detik...

Ponselnya tersambung, namun Aji tak juga mengangkatnya. Kaila semakin takut. Ia tidak tahu daerah ini, dan sekarang ia harus sendirian di sini.

"Halo cantik, kok sendirian?"

Kaila menoleh saat beberapa orang preman menghampirinya.

"Mau abang temenin enggak?" tanya salah satu preman lainnya.

"Udah cepetan!" lirih salah satu dari mereka.

Salah satu preman yang Kaila rasa pemimpinnya pun maju dan mendekatinya.

Kaila menggeleng, gadis itu melangkah mundur. Ia hendak menuju rumah Bu Galih tadi.

Para preman itu menyeringai melihat Kaila.

Belum sempat Kaila berlari, preman-preman itu menutup mulut Kaila dan mengangkat tubuhnya untuk pergi dari sini.

Kaila mencoba melawan, namun kekuatan gadis itu kalah jauh dari para preman. Kaila di bawa ke dalam mobil dan tangannya di ikat oleh mereka.

Kaila tak mampu lagi melawan. Ia hanya bisa menangis. Gadis itu begitu lemah melawan para preman. Sedetik kemudian, Kaila menyadari jika ponselnya tak ada.

Ia yakin ponsel itu jatuh saat para preman mengangkat tubuhnya.

Preman yang berada di sampingnya tersenyum. Ia menyentuh wajah Kaila dan mengusap rambut gadis itu. "Ternyata kamu cantik juga ya?" Preman itu mendekatkan wajahnya pada Kaila.

Kaila menggeleng. Ia memejamkan mata dan menangis. "Kana, tolongin gue."

Para preman itu tertawa. "Kana siapa? Di sini gak ada namanya Kana, cantik."

Kaila memejamkan mata dan kembali menangis saat para preman itu kembali menyentuh wajahnya.

"KANA!"

-o0o-

1
Ika Maimunah
q dh 2 at 3 x baca.. tp ko mash suka ? gimana dong ? bner dh habis ini thor cerita ny???😍😍
Ika Maimunah
bagusss baangeeeet.... 😍😍😍😍
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
mati aja lu sana Gisell, gak usah sok jadi Hero Lo pelakor
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
bege, gue gak meluk dia?
tapi Lo biarin dia, ngizinin dia.
tolol.
Qaisaa Nazarudin
Kan sekarang kamu udah dapat Ken,Mau apa lg..
Qaisaa Nazarudin
Apa Tantenya tau sesuatu tentang Kana??🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Ya salam Elsa,orang sekolah itu belajar,bukan pacaran..🤦🤦
rara ayu
sumpah keren banget novelnya..
alpiaansh
nama ku
Nurmalasari
padahal aku suka babgat sama bima
Nurmalasari
aku suka bima
Bukan mawar🥀
Aku ampe baca novel ini ber ulang ulang lho, saking suka nya, alurnya, karakter tokoh nya, bahasa nya dan semua muanya deh. Love banyak banyak buat author nya
Irwin Mmf
jarang ad persahabatan antara cowok & cewek yg gak main hati
Irwin Mmf
dari Kevin lanjut Kana
Deli Momoidea Pelangiran
😭😭😭😭
Sry Rahayu
penasaran..
Sry Rahayu
mampir ...
Haryani Yuliwulansih
😄😄😄
Fransiska Siba
Alina cemburuan ga jelas, kenapa ga diskusi sama suaminya kalau ada masalah. kalau ada masalah itu dihadapinya dan diskusi sama pasangan jgn ambil keputusan sepihak. Jangan kau lakukan kepada mantan2 mu dlu putusin sepihak tanpa mendengar penjasalan dan seharusnya lo hadapi jgn keegoisan lo anak lo jadi korban sdh cukup Arga dan Dafa dlu korban kamu
Fransiska Siba
sebenarnya ga suka orgnya Plin plan krn gampang pindah ke lain hati seprti Kaila. katanya suka Kana, terus Aji dan terus Bima. org seperi ga bisa setia dan bisa kemungkinan bisa jadi selingkuh, krn org sepeti gampang nyaman dan cari org yg buat nyaman itu mampu buat org cepat pindah lain hati. padahal cinta ga gitu, cinta adalah seburuk dan sebaik apapun org kalau memang ada cinta utk dia pasti akan setia pasangan tidak gampang pindah kelain hati yg bisa buat dia nyaman krn org cari buat dia nyaman berati org itu ga puas dgn pasangannya.
seharusnya Kaila tegas dgn perasaannya kalau ga suka bilang jgn PHP anak org kan pada ujungnya sakitkan kayak Adinda dong tegas dia langsung blg ke Aji dia ga bisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!