NovelToon NovelToon
Goblin Emperor

Goblin Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Di dunia fantasi yang kejam, di mana hierarki ditentukan oleh kekuatan dan kemurnian garis keturunan, terlahir sebagai seekor Goblin adalah sebuah kutukan. Mereka adalah ras terendah-lemah, kotor, diburu sebagai ajang latihan para petualang amatir, dan dibantai tanpa ampun oleh umat manusia.

Namun, dari kedalaman keputusasaan ras yang nyaris punah di Hutan Misti, lahirlah sebuah anomali.

Bukan dengan kulit hijau menjijikkan atau tubuh bungkuk yang menyedihkan, melainkan dengan paras rupawan bagai seorang High Elf yang agung. Berambut pirang keemasan, bertelinga runcing yang elegan, dan dianugerahi ingatan serta kecerdasan dari dunia modern, ia adalah Altair-Sang Goblin Emperor pertama.

menyadari ras nya di ambang kepunahan altair pun bertekad membangkitkan kembali ras goblin yang hina, menjadi penguasa dunia dengan bantuan sistem manipulasi genetik dan kekuatan reproduksi nya sebagai sang kaisar goblin. bisakah dia menghadapi segala rintangan di depan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Dominasi Mutlak dan Hukum Rimba

Bumi bergetar seiring langkah berat sang monster raksasa. Grush, White Goblin liar yang buta sebelah matanya itu, menerjang ke depan dengan raungan buas yang memuntahkan air liur berbau busuk. Gada raksasa berduri yang terbuat dari batang pohon diayunkan tinggi-tinggi, membelah udara dengan suara dengungan yang mengerikan.

Bagi suku primitif itu, serangan Grush adalah kematian yang tak terhindarkan. Ayunan gada tersebut pernah menghancurkan seekor beruang besi Hutan Misti dalam satu pukulan telak.

Namun, di mata Altair yang memiliki spesifikasi Rank A+, pergerakan monster setinggi tiga meter itu terlihat sangat lambat dan penuh celah.

Seratus langkah. Lima puluh langkah. Sepuluh langkah.

"Mati kau, ras kotor!" raung Grush, mengayunkan gadanya dengan kekuatan penuh tepat ke arah kepala Altair yang tak terlindungi.

Alih-alih menghindar, Altair hanya mengangkat sebelah tangan kirinya dengan santai.

BUM!

Gelombang kejut meledak di titik benturan, menyapu lapisan lumpur di sekitar mereka dan membuat puluhan goblin liar terpental ke belakang. Anrus dan pasukan elit Altair tetap berdiri tegak, menyaksikan pemandangan yang mustahil di depan mata mereka.

Gada raksasa berduri itu berhenti total di udara.

Telapak tangan Altair yang ramping dan pucat menahan senjata seberat ratusan kilogram itu dengan begitu mudah. Sebuah aura transparan tipis—Aura Fisik Ksatria yang ia serap dari Cassvia—menyelimuti lengan sang Kaisar, membuat ketahanan fisiknya melonjak jauh melampaui batas nalar. Tanah tempat Altair berpijak bahkan tidak retak sedikit pun.

Mata tunggal Grush membelalak lebar, dipenuhi ketidakpercayaan. Otot-otot lengan raksasanya menonjol hingga uratnya hampir pecah saat ia mencoba menekan gadanya lebih jauh, namun batang pohon itu bergeming seolah tertahan oleh tebing baja.

"Hanya ini yang kau miliki?" suara Altair mengalun tenang di tengah pusaran angin. "Kekuatan seekor serangga liar."

Altair mencengkeram batang gada itu. Dengan satu remasan kuat, suara retakan kayu terdengar nyaring. Batang pohon berduri yang menjadi senjata kebanggaan Grush hancur berkeping-keping, hancur menjadi serpihan kayu yang beterbangan tertiup angin.

Sebelum Grush sempat memproses kehancuran senjatanya, Altair menghilang dari pandangan.

Swosh!

Kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh mata makhluk Rank D membawa Altair tepat ke bawah dagu raksasa pucat itu. Tanpa menggunakan sihir, Altair hanya menggunakan kekuatan fisik murni yang kini mengalir di dalam darahnya. Ia melayangkan satu tendangan berputar yang sangat presisi menghantam lutut kanan Grush.

KRAK!

Suara tulang paha raksasa yang patah bergema mengerikan di seluruh lembah.

"AARGHHH!" Grush menjerit histeris. Kaki kanannya melengkung ke arah yang salah. Beban tubuh raksasanya tidak lagi tertopang, memaksanya jatuh berlutut dengan dentuman keras di dalam genangan lumpur.

Namun penderitaannya belum berakhir. Begitu Grush jatuh sejajar dengannya, Altair mencengkeram kasar sisa rambut kotor di kepala monster itu, memaksanya menengadah. Mata merah rubi sang Kaisar menatap langsung ke dalam satu-satunya mata Grush yang kini dipenuhi teror absolut.

Untuk memastikan dominasinya tak lagi dipertanyakan, Altair membiarkan elemen apinya—bakat bawaannya yang paling murni—menjalar dari telapak tangannya. Asap panas mengepul dari kulit kepala Grush, membakar sisa-sisa keberanian primitifnya hingga menjadi abu.

"Dengar baik-baik, serangga," bisik Altair, nadanya lebih dingin dari udara Hutan Misti. "Kau hidup karena aku mengizinkannya. Kau bernapas karena kaum kita nyaris punah. Mulai detik ini, tidak ada lagi suku liar. Kau, dan semua hama di belakangmu ini, adalah milikku."

Sensasi panas yang membakar tengkoraknya dan rasa sakit yang melumpuhkan dari kakinya yang hancur akhirnya menghancurkan ego binatang Grush. Raksasa itu gemetar hebat, air mata bercampur darah mengalir dari matanya. Ia merendahkan kepalanya yang masih dicengkeram Altair, membenamkan wajahnya ke lumpur sebagai tanda penyerahan mutlak.

"K-Kaisar... ampun... Grush tunduk... Grush milik Kaisar..." isak monster raksasa itu menyedihkan.

Mendengar pemimpin terkuat mereka merintih dan berlutut, empat puluh goblin liar yang tersisa menjatuhkan senjata rapuh mereka secara serempak. Mereka merangkak mendekat dengan perut menempel pada tanah liat, bersujud massal ke arah Altair dengan tubuh bergetar hebat. Tidak ada lagi kebencian rasial yang mereka rasakan saat melihat wujud Elf itu; yang tersisa hanyalah kepatuhan mutlak pada hierarki kekuatan.

Altair melepaskan cengkeramannya, membiarkan Grush terkapar. Ia merapikan jubah hitamnya yang bahkan tidak terkena percikan lumpur sedikit pun.

"Anrus," panggil Altair tanpa menoleh.

Sang Goblin Scholar tua segera merangkak maju, wajahnya dipenuhi pemujaan fanatik setelah melihat Kaisarnya menghancurkan musuh tanpa mengeluarkan setetes keringat pun. "Hamba di sini, Yang Mulia."

"Giring mereka semua kembali ke sarang," perintah Altair. "Lakukan prosedur yang sama. Paksa mereka memakan akar beracun malam ini. Yang mati akan menjadi pupuk untuk jamur, dan yang hidup akan berevolusi menjadi prajurit yang layak untuk pasukan perintis kita."

"Sesuai perintah Anda, Yang Mulia!"

Di bawah pengawasan dua puluh Hobgoblin elit yang menghunus tombak, suku liar itu digiring seperti domba-domba yang ketakutan. Grush yang kakinya patah diseret tanpa ampun oleh dua White Goblin milik Altair, memaksanya merangkak mengikuti barisan.

Altair berdiri diam sejenak di lembah yang kini sunyi, menatap jauh menembus kanopi pohon ke arah perbatasan luar Hutan Misti. Penyatuan suku-suku liar ini berjalan lancar, dan jumlah pasukan Hobgoblin-nya akan berlipat ganda dalam hitungan hari.

Namun, naluri perangnya memperingatkan bahwa waktu mereka terus menipis. Di luar Hutan Misti, mesin perang peradaban manusia tidak akan diam setelah kehilangan seorang ksatria bangsawan. Badai yang sesungguhnya baru saja mulai dikumpulkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!