NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Tuan Arogan

Obsesi Cinta Tuan Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Matcha Lala

Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Hari ini Dimas dan nadia bangau jam 5 subuh. Sepasang suami istri itu langsung masuk ke dalam mobil untuk kembali ke rumah mereka. Hati ini Dimas harus masuk kerja, dan membutuhkan waktu cukup lama untuk tiba di rumah. Selama di perjalanan Nadia tertidur pulas di samping Dimas.

"Nad, bisa bukain minum buat gue?," ucap Dimas pelan.

Dimas membangunkan Nadia dengan sangat lembut agar Nadia tidak terkejut. Nadia terbangun dan langsung mengambil minuman yang ada di bangku belakang. Ia membuka tutup botol minuman itu dan memberikannya kepada Dimas. Setalah itu ia menatap ke arah luar jendela mobil.

"Bentar lagi kita sampai ya kak?," ucap Nadia.

Dimas menganggukkan kepalannya. "Sekitar 15 menit lagi kita sampai, nanti langsung siapkan baju kantor gue ya. Soalnya gue mau langsung mandi nanti," ucap Dimas.

Nadia menganggukkan kepalannya. "Gue sarapan di rumah nanti, kita mampir ke pasar dulu deh buat beli sarapan. Takutnya nanti sampai rumah Lo enggak sempet masak," ucap dimas.

"Iya kak, aku mah terserah kakak aja," ucap Nadia.

Dimas tersenyum dan pria itu langsung mampir ke pasar untuk membeli sarapan pagi. "Gue mau beli bubur ayam, kalau Lo mau apa?," ucap Dimas.

"Samain aja kak," ucap Nadia.

Dimas menganggukkan kepalannya dan langsung keluar dari dalam mobil. Dimas berjalan ke arah gerobak bubur ayam, ia langsung memesan 2 bubur ayam untuk sarapan dirinya dan sang istri. Selama menunggu sang suami, Nadia hanya bisa memainkan ponselnya. Tiba tiba saja ponsel sang suami berdering, Nadia melihat ke layar ponsel dan di sana tertera nama Jessica.

Terdengar suara pintu terbuka dan Nadia kembali fokus ke ponselnya. dia tersenyum dan memberikan bubur ayam ke nadia. Tatapan pria itu langsung tertuju pada ponselnya. Dimas langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Halo," ucap Dimas.

["Kemana aja sih? Lama banget angkat teleponnya. Aku Sudah di jalan mau pulang ini, nanti aku mau mampir ke kantor. Inget ATM kamu harus terisi banyak, soalnya aku mau beli barang barang branded lagi,"] ucap Jessica.

"Iya sayang, yaudah aku tutup teleponnya," ucap Dimas.

Jessica yang berada di seberang sana terkejut mendengar ucapan dari sang kekasih. sejak kapan Dimas mau menutup telepon mereka terlebih dahulu. Biasanya Jessica yang selalu menutup pembicaraan mereka dengan cepat.

["Terserah, intinya ATM kamu nanti harus terisi bany-----,"]

Panggilan pun berakhir membuat Jessica kesal. Ia belum menyelesaikan ucapannya, namun Dimas langsung memutuskan panggilan mereka secara sepihak. Dimas meletakkan ponselnya di dalam saku jaketnya. Ia langsung menghidupkan mobil miliknya dan melanjutkan perjalanan menuju rumah.

"Kak, tadi Jessica ya?," ucap Nadia.

Dimas menganggukkan kepalannya. "Biasa dia minta ATM gue," ucap dimas.

Nadia tersenyum kecil dan memilih untuk menatap ke arah jendela mobil. Setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka tiba di depan rumah. Sesuai dengan ucapan Dimas, pria itu langsung masuk ke dalam kamar mandi. Nadia menyiapkan pakaian kerja sang suami, setelah itu ia berjalan ke arah ruang makan untuk menyiapkan bubur ayam yang diam beli tadi. Setelah selesai mandi, Dimas langsung sarapan di satu meja bersama dengan Nadia.

*****

Di kantor. Diam kelua dari dalam mobil dan terlihat Jessica sudah berada di depan kantor gadis itu langsung menghampiri sang kekasih dan meminta ATM sang kekasih. Dan Dimas langsung mengeluarkan kartu ATM tersebut dan memberikannya kepada Jessica.

"Cium dong," ucap Dimas.

Jessica langsung mencium pipi Dimas. Pria itu langsung tersenyum dan bahagia melihat senyuman Jessica.

"Ini ATM nya sudah banyak uangnya kok, kamu bisa sepuasnya membeli apapun yang kamu mau," ucap Dimas.

"Oke sayang," ucap Jessica.

Dimas mengacak rambut sang kekasih, dan terlihat Darren melewati mereka tanpa menatap kedua orang tersebut. "Ren," panggil Dimas.

Darren menghentikan langkahnya saat mendengar dima memanggil namanya. "Gue enggak mau liat Lo deketin Jessica lagi. Jangan paksa dia buat jadi pacar Lo, Inget dia pacar gue ren," ucap Dimas.

Darren menaikkan satu alisnya. "Maksud Lo? sejak kapan gue ngajak cewek modelan kayak gitu jadi pacar gue? Lo mabuk dim? Cewek Lo bukan selera gue. Selera gue lebih tinggi dari modelan kayak dia. Ambil aja tuh, gue sih enggak like sama Jessica," ucap Darren.

Darren langsung masuk ke dalam kantor, sedangkan Jessica yang mendengar ucapan dari darren merasa kesal.

'sial!,' batin Jessica.

Dimas menatap sang kekasih. "Kamu sudah aman sekarang, jadi jangan takut lagi sama Darren ya," ucap Dimas.

Jessica menganggukkan kepalanya dengan terpaksa. Tanpa sengaja Jessica menabrak seseorang hingga orang itu terjatuh di depan kantor milik Dimas.

"Jalan itu pakai ma-----, oh si pembantu ternyata. Ngapain Lo kesini? Berani banget Lo datang ke kantor pacar gue," ucap Jessica.

Nadia menatap Jessica dan Dimas langsung membantu sang istri untuk berdiri. Jessica yang melihat Dimas membantu Nadia langsung kesal.

"Apa apaan sih? Kok kamu bantuin dia?!," ucap Jessica.

Dimas membantu Nadia untuk membersihkan telapak tangannya. "Kamu jalannya hati hati dong jess. Kasihan Nadia tangannya jadi terluka karena kamu tabrak," ucap Dimas.

Jessica terkejut melihat sang kekasih membela Nadia. "Sayang apa apaan sih kamu? Kok kamu malah salahin aku, cewek sialan ini yang salah. Dia jalan enggak pakai mat------,"

"Udah Jess, minta maaf sama Nadia," ucap Dimas.

Dimas tetap keras kepala, karena di sini Jessica yang salah. Nadia yang melihat sang suami membela dirinya langsung memegang bahu Dimas.

"Enggak papa kok kak, nanti aku bisa obati luka di tanganku. Ini berkas kakak tadi ketinggalan di meja makan, aku ke sini untuk memberikan ini," ucap Nadia.

Dimas mengambil berkas tersebut. "Seharusnya Lo langsung telepon gue, biar gue yang pulang dan ambil berkas ini. Jadi Lo enggak bakal terluka kayak gi-------,"

Perkataan Dimas terhenti saat Jessica mendorong Nadia hingga terjatuh. "Lo apain pacar gue? Kenapa dia bisa belain Lo dari pada belain gue?!," teriak Jessica.

Jessica berteriak hingga para karyawan kantor langsung keluar dari kantor. Darren pun ikut keluar dan langsung berlari ke arah Nadia yang tengah terduduk dengan ke adaan tangan berdarah.

"Lo enggak papa?," ucap Darren, dan Nadia pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban kalau dia baik baik saja.

"Apa apaan sih kamu Jessica?! Kenapa kamu dorong Nadia? Dia salah apa sama kamu? Aku membela Nadia karena di sini kamu yang salah. kamu yang menabraknya dan seharusnya kamu yang meminta maaf," ucap bentak Dimas.

Dimas benar benar kesal melihat Jessica mendorong istrinya. Darren yang melihat Dimas sedikit terkejut. Sejak kapan Dimas membela Nadia? Bukankah Dimas paling suka melihat Nadia menderita. Raka dan Ardana menghampiri Dimas yang sangat marah, para karyawan langsung berbisik dan menjelek jelekkan Jessica.

"Udah dim, Lo harus sabar. lihat banyak karyawan di sini," ucap Ardana.

Ardana berusaha untuk menenangkan Dimas. Raka? Ia menghampiri Darren untuk membantu Nadia berdiri. Jessica mengepalkan kedua tangannya dan menatap tajam ke arah sang kekasih.

"Dimas, aku ini kekasih kamu. Kenapa kamu membentak aku? Jangan bilang kamu mulai jatuh cinta sama gadis kampung ini?!," marah Jessica.

"Alah, Lo kali yang kampungan. Eh enggak cocok kayaknya kalau Lo di sebut cewek kampung. Cocoknya cewek liar, hmm jalang juga bagus tuh!," ucap salah satu karyawan yang kesal dengan Jessica.

Jessica menatap tajam karyawan tersebut. "Apa Lo bilang? Lo udah bosen kerja hah? Lo mau di pecat? Gue bisa aja suruh pacar gue buat pecat lo?," ucap Jessica.

"Alah, jalang enggak mau ngaku jalang. Heh! Mana ada cewek baik yang rebut suami orang. Hahaha, gue bahagia tau kalau pak Dimas sama istrinya. Kalau sama Lo kayaknya enggak cocok deh, Lo itu matr-------,"

Ucapan karyawan itu terpotong saat Jessica menampar pipinya. "Jaga mulut lo, sekali lagi gue denger ucapan Lo itu, gue enggak bakal tinggal di------,"

Ucapan Jesica terhenti saat tangannya yang akan menarik rambut karyawan tersebut di tahan oleh Dimas. "Pergi dari kantor saya! Jangan buat keributan di sini!," bentak Dimas.

1
Novansyah
lanjut kk menurut AQ bagus sih
Novansyah
bagus kk lanjut update nya tapi jangan lama2
Zuri Atulaini
ini novel gila jangan di baca aku gk mau langjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!