NovelToon NovelToon
Ternyata Bukan Aku

Ternyata Bukan Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Misya dan Reyden menikah selama dua tahun. pernikahan yang mereka jalani karena perjodohan, tak ada masalah dalam rumah tangga mereka yang monoton itu.

namun menjelang pernikahan ke dua mereka, ternyata Misya baru tahu kalau Reyden belum menerima dan bisa mencintai dia bukan karena belum siap. tapi karena hatinya masih ada pada wanita masa lalunya yang akhirnya kembali.

apakah Reyden akan kembali kepada wanita di masa lalunya atau mungkin dia mulai menyadari cintanya kepada Misya?

ikuti terus kelanjutan kisah cinta mereka ya kak...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misya 20

Rapat draf final baru saja diketuk selesai. Beberapa staf dari Nusantara Production House dan tim operasional sibuk merapikan berkas-berkas di atas meja marmer panjang. Aurelia menyunggingkan senyum tipis, menyandarkan punggungnya di kursi utama seraya menatap Reyden yang sibuk memasukkan tabletnya ke dalam tas.

"Terima kasih atas kerja samanya hari ini, Pak Reyden," ucap Aurelia dengan nada elegan yang biasa ia gunakan.

"Seperti biasa, diskusi dengan Anda selalu efisien."

Reyden hanya mengangguk dingin tanpa sedikit pun mengalihkan pandangan dari tasnya.

"Sama-sama. Dokumentasi dan administrasi susulan bisa diselesaikan dengan Anggara."

Belum sempat Reyden berdiri, ponsel di dalam saku jasnya bergetar beruntun. Pria itu merogoh benda pipih tersebut. Begitu layar menyala, notifikasi pesan pertama muncul dari kontak bernama Bunda.

Sebuah gambar tangkapan layar terlampir di sana, disusul teks penuh kemurkaan:

“Reyden! Kamu ini sebenarnya punya otak atau tidak?! Bunda baru saja dikirimi screenshot status WhatsApp si Merlyn! Apa maksudnya kamu duduk berdekatan begitu sama Aurelia di ruang rapat, lalu sepupumu buat caption keji yang menghina Misya sebagai 'penghalang'?! Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Misya gara-gara kelakuan itu, Bunda tidak akan pernah memaafkan kamu!”

Darah Reyden seketika mendidih. Wajahnya yang semula tenang langsung menegang hebat, urat-urat di lehernya menonjol kaku. Sebelum ia sempat mencerna luapan amarah ibunya, panggilan getar kedua langsung masuk, kali ini sebuah pesan mendesak dari Mbak Atin:

“Pak Rey, tolong secepatnya pulang, Pak! Ibu Misya nangis sesenggukan di dalam kamar tamu, suaranya pilu banget, Pak... Ibu terus-terusan nyebut nama Bapak sama Mbak Aurelia sambil bilang mau menyerah. Pintu kamarnya masih dikunci dari dalam, Mbak Atin takut Ibu kenapa-kenapa, Pak!”

Deg!

Kata menyerah dan menangis pilu menghantam ulu hati Reyden bagaikan pukulan godam. Pria yang biasanya amat tenang, terkontrol, dan menjaga wibawa di depan relasi bisnis itu seketika kehilangan seluruh kendali dirinya.

Brak!

Reyden menghempaskan ponselnya ke atas meja marmer dengan begitu keras hingga gemuruh suaranya memantul di seluruh penjuru ruang rapat. Beberapa staf yang sedang membereskan kertas terlonjak kaget. Aurelia bahkan tersentak hingga berpegangan pada tepi meja.

"Rey?! Kamu kenapa?" tanya Aurelia panik, matanya membelalak melihat raut wajah Reyden yang mendadak dipenuhi kilatan amarah membunuh.

Reyden tidak menjawab Aurelia. Sorot matanya yang sehitam jelaga menyapu isi ruangan, hingga akhirnya mengunci sosok Merlyn yang berdiri di sudut meja, tengah asyik bersiap merapikan tasnya dengan senyum puas.

"Merlyn!"

Suara bariton Reyden menggelegar dingin, penuh tekanan intimidasi yang membuat seluruh isi ruangan mendadak hening seketika. Staf-staf dari kedua perusahaan membeku di tempat.

Merlyn yang dipanggil mendadak menegang. Wajahnya memucat saat menoleh dan mendapati mata sang sepupu menatapnya sangat tajam. Merlyn sadar kalau status WhatsAppnya akan membuat heboh semua kontaknya. Namun dia tak mengira kalau hal itu akan membuat Rey semarah itu. Bukannya Rey juga masih menyukai Aurelia kan? Apa yang salah dengan Captionnya? Mereka tak bisa kembali bersama karena terhalang status Rey yang menikah dengan Misya. Merlyn masih terus berusaha meyakinkan dirinya kalau tindakannya kali ini sudah benar.

"Mas Rey...? Ada apa..."

"Kemari kamu!" bentak Reyden tanpa ampun, langkah lebarnya menghampiri Merlyn yang gemetar hebat di tempatnya berdiri.

Aurelia yang merasa ada yang tidak beres mencoba berdiri dan memotong.

"Rey, ada apa ini? Ini masih di ruang rapat kantor, tolong jaga bicaramu..."

"Diam, Bu Aurelia! Jangan ikut campur! Aku tidak sedang bebicara dengan Anda! Silahkan anda keluar dari ruang meeting jika sudah selesai!" potong Reyden dengan nada sangat tajam, membuat Aurelia tertegun dan bungkam seketika.

Pria itu berbalik menatap Merlyn lagi, menyodorkan layar ponselnya yang menampilkan screenshot status WhatsApp keji milik wanita itu.

"Siapa yang memberi kamu izin memotret saya di ruang rapat ini diam-diam?!" seru Reyden dengan suara rendah namun bergetar hebat menahan amarah yang membara.

"Siapa yang memberi kamu hak untuk mengunggah foto ini dan menyebut istri saya sebagai 'penghalang', hah?!"

Merlyn makin memucat. Ponsel di tangannya hampir terlepas.

"Aku... aku cuma bercanda, Mas Rey! Aku cuma mau..."

"Bercanda?!" potong Reyden, suaranya menggelegar kembali membuat beberapa staf menunduk takut.

"Gara-gara ulah murahan kamu dan geng kamu itu, istri saya menangis di rumah! Misya mengurung diri dan menangis histeris karena tulisan beracun yang kamu buat!"

Napas Reyden memburu. Ia mencengkeram tepi meja hingga buku-buku jarinya memutih.

"Mulai detik ini, di depan semua orang di ruangan ini!" tegas Reyden, matanya memancarkan keputusasaan sekaligus kemurkaan mutlak.

"Kamu keluar dari proyek ini! Saya batalkan posisi kamu dari tim kreatif yang bekerjasama dengan Nusantara!"

"Mas Rey! Kenapa mas Rey bereaksi sampai berlebihan seperti ini? Aku hanya bercanda, Mas! Aku hanya suka saja memotret kamu dan Mbak Aurel, karena kalian terlihat sangat cocok. Dan aku kira... Mas Rey juga masih punya perasaan kepada Mbak Aurelia..."

"Anggara! Hubungi HRD dan katakan jika Merlyn mendapatkan SP1 dan turunkan jabatannya menjadi analisis tim junior!"

"Baik, Pak!"

"Ms Rey! Tidak mau! Aku tidak mau!" teriak Merlyn histeris.

"Rey, aku kira kamu terlalu berlebihan kepada Merlyn. Dia hanya..." Aurelia mencoba untuk membantu dan membela Merlyn.

Aurelia belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat Reyden memotong dengan tatapan mata yang begitu tajam menusuk, membuat udara di dalam ruang rapat terasa kian membeku.

"Anda juga, Bu Aurelia!" seru Reyden, suaranya sarat akan peringatan keras yang membuat Aurelia terperanjat.

"Jangan pernah coba-coba membenarkan tindakan lancang di luar batas ini. Jika tim Anda tidak bisa menjaga etika profesionalisme dan terus-terusan mencampuri urusan privasi keluarga saya, saya tidak akan segan-segan untuk membatalkan kerja sama kontrak bernilai besar ini secara sepihak!"

Aurelia tertegun. Wajahnya yang biasa anggun dan penuh percaya diri mendadak memucat. Ia tidak menyangka Reyden akan bersikap separah ini—bahkan berani mengancam kontrak kerja sama demi membela istrinya.

"Rey... kamu mengancam membatalkan proyek gara-gara masalah personal seperti ini?" suara Aurelia bergetar, ada rasa tidak terima sekaligus terluka di balik nada elegannya.

"Kamu benar-benar sudah berubah..."

"Saya tidak berubah, Aurelia. Saya hanya sedang meluruskan prioritas hidup saya," potong Reyden tandas.

Ia sama sekali tidak memedulikan tatapan tak percaya dari Aurelia maupun isakan tangis histeris Merlyn yang terdengar mencolok di sudut ruangan.

"Angga!" panggil Reyden tanpa mengalihkan pandangannya dari Merlyn.

"Ya, Pak Rey!" jawab Anggara sigap, berdiri tegak di dekat pintu.

"Pastikan seluruh instruksi pemecatan dan penurunan jabatan tadi langsung diproses oleh HRD hari ini juga. Jangan beri ruang toleransi bagi siapa pun yang berani mengusik rumah tangga saya di perusahaan ini!" perintah Reyden dengan suara penuh penegasan mutlak.

"Baik, Pak! Akan segera saya urus!" sahut Anggara cepat.

Sementara itu, Aurelia membuang muka, mengepalkan kedua tangannya di atas meja rapat. Rasa iri, cemburu, dan rasa bersalah bercampur aduk di dalam dadanya. Ia baru sadar sepenuhnya, pria di hadapannya ini sudah lama lepas dari genggamannya, dan bayang-bayang masa lalu yang ia harapkan bisa terulang kembali ternyata telah musnah terkubur oleh cinta Reyden pada istrinya.

Reyden tidak lagi memedulikan siapa pun di dalam ruangan itu. Tanpa mengucapkan kata perpisahan atau basa-basi profesional seperti biasanya, ia pergi dari ruang meeting.

1
Susan Paulina
Lanjut lagi Thor, ditunggu ya 👍
Ambu Rinddiany Thea
untung mertua s misya tidak seperti emaknya s abi hadeeeeh amsiong we lmn kitu mah ..🤭
Sri Angga
good job reyden.
ryuka
xiihhh gila ni cewe.. dia yg ninggalin dia yg ga terima pas udah ga di pikirin
Oma Gavin
ulet bulu gatel aurela ngga kapok juga sudah di cuekin sudah di bentak ngga di anggap kok masih saja menggatal
ryuka
haduhhh ada ulet keket gabtau diri muncul
ryuka
untung bapak ibu mertua nya baik ya misya
Oma Gavin
ulet bulu gatel mulai menggatal
Heni Setiyaningsih
/Heart/
Heni Setiyaningsih
bersyukur Misya punya mertua yg selalu menyayangi dan melindungi
nining cahyaningrum
bagus
Lembang Azam
bagus Rey sebelum trlambat, untung kamu cpt menyadarinya dan bergerak cp, klw enggak kamu yg tak ulek JD bergedel🤣
Oma Gavin
akhirnya reydhan tegas juga itu semua orang kenapa berkomplot musuhi misya dan bela aurelia
ryuka
diiihh dasar cewe cewe gila.. 🔥🔥🔥🔥🔥
nely_48
ku pegang kata² mu ya rey,,,
nely_48
hmmmm tunggu hukuman mu merlyn,, sok anggun sok merasa tinggi setinggi langit kau aurelia, gataunya cewe arogan n egois, pantas az bunda nya Rey lbh memilih menjodohkan dgn misya
Sri Angga
jgn cm dg kata tp buktikan
Ambu Rinddiany Thea
sok buktikan ters rey sm s misya kalo cinta kamu hanya buat ambu seorang eh salah , buat misya seorang maksdnya 🤭
Susan Paulina: Di tunggu Up selanjutnya Thor, tambah seruu 👍
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut maak
Ambu Rinddiany Thea
kenapa sih ga apada terbuka aja 2 2 nya , s rey masih mendem soal s aurelia s misya masih mendem soal sepupu dajalna nu ngirim2 foto te bermerk , maenya ambu kudu turu gunung ie teh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!