NovelToon NovelToon
Wasiat Kakak, Suami Pilihan Yang Tak Ku Pilih

Wasiat Kakak, Suami Pilihan Yang Tak Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Romansa
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Putri prisella

"minum obat itu cepat!" Elio berkata dingin, sorot matanya tajam, menunjuk benda persegi panjang kecil yang baru saja ia lempar tepat di samping Kaia yang masih berbalut selimut. "Aku tidak ingin memiliki anak dari wanita sepertimu. Dan jika sampai kamu hamil..." Suaranya menurun penuh penekanan. "Aku tidak akan segan-segan menghilangkannya."

Kaia adalah gadis yang baik tapi sayangnya dia kurang kasih sayang dari ayahnya. saat lulus kuliah dia di desak ayahnya harus menjadi pengantin, menggantikan sang kakak yang bernama Kiara yang meninggal dunia akibat kecelakaan. Dengan Elio, seorang dokter kulit, tunangan kakaknya.

Disisi lain, sejak kecil ayahnya yang menyimpan luka selalu menyalakan Kaia sebagai penyebab kematian istrinya.

Lalu bagaimana saat Kaia tiba-tiba mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung. Haruskah ia pergi dan menyelamatkan nyawa kecil yang sedang tumbuh dalam rahimnya? Atau justru melenyapkannya?

Ikuti kisah Kaia...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri prisella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Nasi goreng

Pagi itu, cahaya langit mulai berubah keabuan, udara sejuk khas fajar menyapu ranjang king size yang masih berantakan.

Kaia mengerjapkan mata perlahan. Kelopak matanya masih terasa berat. Semalam... Ia baru benar-benar terlelap menjelang pukul dua dini hari.

Elio kembali meminta haknya sebagai suami, berulang kali. Ia menarik napas pelan sebelum mencoba bangun. Namun baru saja tubuhnya bergerak sedikit, pinggangnya langsung terasa ngilu.

"...Ah..." Rintihan kecil lolos dari bibirnya. Ia memejamkan mata sesaat, membiarkan rasa tidak nyaman itu mereda.

Rasa sakitnya memang tak lagi separah malam pertama. Namun tetap meninggalkan bekas di tubuhnya.

Wajah Kaia perlahan memanas. Bayangan semalam kembali berputar. Elio... Begitu lembut menyentuhnya, begitu sabar.

Bahkan berkali-kali mengecup dahinya seolah ia adalah perempuan paling berharga di dunia. Sikap yang sama sekali berbeda dengan pria yang selalu menatapnya dingin setiap pagi.

Kaia menggigit bibir bawahnya. Mengapa... Hanya malam yang membuat Elio memperlakukannya seperti seorang istri?

Sedangkan ketika matahari terbit... Pria itu kembali menjadi sosok asing. Pelan-pelan ia menoleh ke samping.

Elio masih tertidur, wajahnya tampak damai. Rahang tegasnya terlihat lebih lembut tanpa ekspresi dingin yang biasa menghiasinya. Kaia menatapnya beberapa detik.

Andai... Pria itu selalu seperti ini. Pasti hidupnya tidak akan sesulit sekarang. Namun ia segera menggeleng pelan. Mengusir harapan yang mulai tumbuh.

Dengan hati-hati Kaia turun dari ranjang agar tidak membangunkan Elio. Ia meraih kacamata berbingkai hitam di atas nakas, lalu berjalan perlahan menuju kamar mandi.

Lima belas menit kemudian... Kaia keluar dengan bathrobe putih membalut tubuhnya. Rambut bobnya dibungkus handuk.

Ia membuka wardrobe.Memilih kaus oversize putih favoritnya dipadukan celana pendek katun selutut. Pakaian sederhana yang selalu membuatnya merasa nyaman.

Sebelum keluar kamar, ia melirik sekilas ke arah ranjang.Elio masih tertidur, senyumnya tipis. Lalu ia menutup pintu kamar tanpa suara.

Dapur apartemen masih tampak baru. Kaia membuka kulkas. Melihat beberapa bahan makanan yang sempat dibelikan Maika kemarin.

Tangannya otomatis mengambil udang, cumi, telur, daun bawang, dan beberapa bumbu. Ia teringat kebiasaan Oma Farida.

Setiap pagi... Wanita itu selalu bangun lebih dulu. Memasakkan sarapan untuk Hardja. Bukan karena diwajibkan melainkan karena ingin.

"Kalau kita sayang sama seseorang...hal-hal kecil justru yang paling berarti."

Kalimat neneknya tiba-tiba terngiang. Kaia tersenyum kecil. Meski Elio belum pernah membalas perhatiannya... Ia tetap ingin mencoba.

Barangkali... Suatu hari nanti, hati pria itu benar-benar luluh.

Tak lama kemudian...

Aroma bawang putih dan mentega mulai memenuhi dapur. Udang dan cumi berdesis ketika menyentuh wajan panas.

Suasana apartemen yang sejak kemarin terasa dingin perlahan berubah hangat oleh aroma masakan rumahan.

Di dalam kamar... Elio membuka mata. Aroma harum itu lebih dulu menyapa indra penciumannya.

Ia mengernyit. Entah kenapa... Suasana pagi ini mengingatkannya pada rumah besar Meganthara. Pada Maika yang hampir setiap pagi menyiapkan sarapan sebelum ia berangkat praktik.

Ia bangkit, mengusap wajah. Lalu berjalan menuju kamar mandi. Hari ini ada rapat pagi di rumah sakit.

Dua puluh menit kemudian... Elio keluar sudah rapi. Kemeja hitam membungkus tubuh tegapnya.

Jam tangan mewah melingkar di pergelangan kiri.Sedangkan jas dokternya disampirkan di lengan.

Begitu membuka pintu kamar...

Pandangannya langsung tertuju pada Kaia.

Perempuan itu sedang meletakkan sepiring nasi goreng seafood yang masih mengepul.

Rambut bobnya diikat sederhana. Beberapa helai rambut jatuh di sekitar pipi.

Membuat wajahnya terlihat jauh lebih lembut.

Kaia mendongak. "Kak... sarapan dulu."

Elio tidak menjawab, ia hanya menarik kursi kemudian duduk. Aroma nasi goreng itu langsung memenuhi hidungnya.

Udang besar, potongan cumi dan wangi mentega yang begitu khas. Ia mengambil sendok. Lalu menyuap satu sendok penuh.

Begitu nasi itu menyentuh lidahnya... Tangannya berhenti.Dahi Elio perlahan berkerut.Rasa ini...

Sangat familiar.Persis seperti nasi goreng yang dulu sering dibawakan Kiara ketika ia praktik sampai larut malam. Bahkan tingkat asinnya sama.

Ia mengangkat wajah, menatap Kaia. "Siapa yang masak?"

Kaia tampak heran. Kenapa Elio harus bertanya seperti itu. "Aku. Kenapa, Kak? Nggak enak?"

"Tidak." Elio menggeleng pelan, ia kembali menyendok nasi. Namun pikirannya justru melayang jauh.

Apa... Selama ini yang memasak sebenarnya Kaia? Dan Kiara hanya mengantarkannya?

Pertanyaan itu muncul begitu saja. Meski ia buru-buru mengabaikannya. Ruangan kembali sunyi. Hanya terdengar dentingan sendok yang sesekali menyentuh piring.

Sedangkan Kaia... Diam-diam memperhatikan Elio yang lahap menghabiskan sarapannya. Pria itu menghabiskan makanan yang ia masak sampai tak bersisa.

Ia meletakkan sendok perlahan di atas piring yang kini benar-benar bersih. Tanpa berkata apa-apa, ia bangkit dari kursinya. Tangannya meraih jas dokter yang disampirkan di sandaran kursi sebelah.

Kaia diam-diam memperhatikan. Entah kenapa, melihat piring yang kosong membuat dadanya sedikit menghangat. Setidaknya... Masakannya tidak ditolak.

Saat Elio hendak melangkah menuju pintu, suaranya terdengar datar. "Nanti siang bawakan makan siang ke rumah sakit."

Kaia sempat mengira dirinya salah dengar. Ia mendongak cepat. "Gimana kak...?"

Elio berhenti sebentar, tetapi tidak menoleh. "Antar ke ruang praktikku."

Jantung Kaia berdetak sedikit lebih cepat. Ini pertama kalinya Elio meminta sesuatu kepadanya sebagai seorang istri.

Meski hanya sebatas makanan. Namun tetap saja... Ada rasa senang yang sulit ia sembunyikan. "Kak El mau dimasakin apa?"

"Terserah." Jawaban itu tetap singkat, tetap dingin tetapi kali ini tidak terdengar seperti penolakan.

Kaia mengangguk pelan. "uh"

Senyum kecil tanpa sadar menghiasi bibirnya. Mungkin... Ini awal yang baik.

Ia memang suka memasak.Dulu Kiara sering memintanya untuk memasakkan sesuatu untuk bekal syuting di luar.

Bahkan tak jarang selalu minta lebih.

Kehidupan Kaia yang sering di rumah berinteraksi dengan para ART dan Kakek, Neneknya, membuatnya tahu tentang memasak dan pekerjaan rumah lainnya.

Elio kembali melangkah. Tangannya sudah menyentuh gagang pintu ketika tiba-tiba ia berhenti.

Tanpa menoleh, ia berkata dengan nada yang sama datarnya. "Dan satu lagi. Jangan terlambat atau lupa minum pil kontrasepsinya. Aku tidak ingin terjadi kesalahan."

Klik.

Pintu tertutup, apartemen kembali sunyi. Kaia masih berdiri di tempat yang sama.

Senyum yang tadi sempat muncul kini perlahan memudar.Dadanya kembali terasa sesak. Ternyata... Permintaan Elio agar ia mengantarkan makan siang bukan karena mulai menerima dirinya.

Melainkan karena menganggapnya sebagai istri yang menjalankan kewajiban. Sama seperti pil kontrasepsi itu.

Sebuah kewajiban, bukan karena ia takut menjadi ayah. Melainkan karena ia tidak ingin memiliki anak... dari Kaia.

Kaia menundukkan kepala.Jemarinya saling menggenggam pelan. Meski setiap ucapan Elio selalu meninggalkan luka, ia tetap mencoba mengerti.

Mereka menikah tanpa cinta. Dan mungkin...

Kehadiran seorang anak memang hanya akan membuat hubungan yang sudah rumit ini menjadi semakin sulit.

**********

* Bersambung *

* Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar*

*Vote, like dan tambahkan favorit/subscribe yaa All juga hadiahnya 💝 *

*Terimakasih🙏*

*Salam manis dari AUTHOR ☺️*

*ig@putri_miceela.*

1
Fadillah Ahmad
Sinopsis Novelnya bagus sekali Kak... Aku suka. 😂😂😂 Aku jadi penasaran di buatnya... 😂😂😂 Covernya juga bagus... 🙏🙏🙏😁

Aku boleh mampir kan, Kak? 🙏🙏🙏😁
Putri Anggraini: boleh banget dong🤭
total 1 replies
Marini Suhendar
Elio dulu hanya mendengarkan dr 1 pihak tanpa dia cerna kembali..klo tau sebenarnya mungkin tak kan memperlakukan kaia seperti ini..kenapa kaira dulu ingin menikahkan mereka karena mungkin tau yg sebenarnya kaia
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kaia, sehat selalu buat si kembar
Ariany Sudjana
Neo sebaiknya jangan beritahu Elio, biarkan saja dia menanggung akibat dari perbuatannya sendiri
Ariany Sudjana
kenapa kamu harus sibuk mencari Kaia? bukannya selama ini Kaia selalu kamu acuhkan Elio? sudahlah biarkan Kaia memulai hidup baru di negara lain bersama si kembar
Ariany Sudjana
good decision Kaia, kamu akan memulai kehidupan baru di Slovenia dengan si kembar
Putri Anggraini
cerita sangat bagus sayang kalau gak di baca😍
Nazira Kania: Hai Kak 😊 Saya dari tim redaksi Perkasa Satu. Naskah Kakak di Noveltoon menarik dan layak diterbitkan menjadi buku. Saat ini kami membuka Program Terbit Gratis Edisi September untuk 10 naskah tercepat, dengan Free ISBN dan buku yang diterbitkan dapat masuk Gramedia digital maupun offline (s&k). Fasilitas lainnya: editing, desain cover, sertifikat penulis, promosi, serta royalti 20–30%. Tertarik? Hubungi Admin 📱 083197323183.
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Kaia, segera kamu bercerai dengan laki-laki yang masih ga bisa move on dari masa lalunya, apalagi kamu lagi hamil dan Elio kan ga mau punya anak dari kamu, jadi lebih baik kamu pergi ke LN, kamu cari kerja di LN untuk menghidupi kamu dan juga bayi dalam kandungan kamu
Ariany Sudjana
pasti si tukang foto ini suruhan si Mak Lampir (mama kandung Kiara)
Ariany Sudjana
sebaiknya kamu tinggalkan saja Elio itu kaila, percuma mau kamu jungkir balik berusaha jadi istri yang baik, di mata Elio kamu tetap bukan siapa-siapa
falea sezi
lanjut bahaya jg elio😒
Putri Anggraini: MLM ini kita lanjut lagi ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!