NovelToon NovelToon
Vonis Hati Sang Hakim

Vonis Hati Sang Hakim

Status: tamat
Genre:Mafia / Beda Usia / Dark Romance / Tamat
Popularitas:70
Nilai: 5
Nama Author: Mary Mendes

Hakim Agung Damon Bradfort dikenal dingin, tak bisa disuap, dan tak punya satu pun alasan untuk mempercayai siapa pun. Selama lima tahun ia membongkar jaring hukum yang melindungi Cosa Nostra, tanpa seorang pun di Roma tahu darah siapa yang mengalir di nadinya.

Felipa Bianchi, 25 tahun, mahasiswi hukum yang menanggung adik kecilnya dan ayah yang kejam, butuh uang dan jalan keluar. Tawaran itu datang dari tempat yang paling ia takuti: magang di Mahkamah Agung, dengan satu syarat tak tertulis. Ia harus mengawasi sang hakim.

Hari pertamanya berakhir dengan bentakan dan tumpukan fotokopi. Namun sang hakim yang menyebalkan itu ternyata adil, teliti, dan sesekali menjadi satu-satunya orang yang melihat bahwa Felipa tidak baik-baik saja. Semakin dekat Felipa dengan pria yang seharusnya ia khianati, semakin sulit ia membedakan tugas dari perasaan.

Ketika kebenaran terbongkar, Damon harus memilih: hukum yang selama ini ia pegang, atau perempuan yang tak bisa lagi ia lepaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mary Mendes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 - Sang Hakim

Hakim Damon Bradfort – 50 tahun

Aku memandangi Vittorio Lombardi meninggalkan ruanganku tanpa menoleh sekali pun.

Di usia setua itu, wibawanya masih luar biasa. Dia tipe pria yang tak perlu meninggikan suara untuk dipatuhi. Kehadirannya seolah sudah memenuhi ruangan bahkan sebelum dia mengucapkan sepatah kata, seakan semua orang di sekitarnya tahu secara naluriah siapa yang berdiri di hadapan mereka. Bertahun-tahun aku melihat fotonya, ada yang lama, ada yang lebih baru, tapi tak satu pun mampu menggambarkan apa yang kurasakan ketika akhirnya dia duduk di depanku.

Waktu mulai menagih bayarannya.

Bahunya tak lagi setegap dulu, geraknya kehilangan sebagian kelincahan, dan rambutnya yang sepenuhnya beruban menyingkap tahun-tahun yang telah lewat. Meski begitu, ada sesuatu pada dirinya yang tetap utuh. Semacam wibawa yang sunyi, sulit dijelaskan, yang tak lenyap oleh usia.

Bahaya.

Beberapa detik aku menatap pintu yang sudah tertutup, sampai sadar pikiranku tak lagi berada di ruangan ini.

Pikiranku ada di lima tahun lalu.

Ada pada dirinya.

Beatrice Esposito.

Ibuku meninggal lima tahun lalu, tapi ada kenangan yang tak tunduk pada waktu. Kadang cukup satu sensasi, satu aroma, atau sepotong ingatan kecil, dan semuanya terasa terjadi lagi. Aku masih bisa mendengar suaranya sejelas ketika aku masih kecil. Aku masih ingat caranya memelukku saat aku ketakutan, caranya mengusap rambutku dan tersenyum padaku, dengan keyakinan diam seorang ibu yang rela melakukan apa saja demi melindungi anaknya.

Ibu tak pernah berbohong soal asal-usulku.

Dia tak pernah berusaha menghapus nama pria yang membuatku lahir ke dunia ini.

Vittorio Lombardi.

Dia bisa saja membawa rahasia itu ke liang kubur. Itu akan lebih mudah. Mungkin juga lebih aman. Dia bisa menghindarkanku dari kenal dengan pria itu, dari kenyataan bahwa separuh darahku berasal dari keluarga mafia paling berkuasa di Italia.

Tapi Beatrice percaya aku berhak tahu kebenaran.

Sekalipun kebenaran itu menyakitkan.

Ketika memasuki dunia keluarga Lombardi, dia hanyalah gadis yatim piatu tanpa uang, tanpa keluarga, tanpa perlindungan apa pun. Dia bekerja sebagai pelayan di salah satu klub malam milik Vittorio dan perlahan terserap ke dalam dunia itu. Awalnya giliran kerja yang tak ada habisnya, lalu panggung, ketika dia mulai menari. Lalu minuman, narkoba, dan pada akhirnya sesuatu yang tak pernah sanggup dia kendalikan.

Cinta.

Begitulah dia masuk ke dunia itu.

Dan begitu pula, beberapa bulan kemudian, dia sadar harus melarikan diri darinya.

Demi aku.

Beatrice menginginkan hidup yang berbeda untuk anaknya. Dia ingin aku memiliki apa yang tak pernah dia punya: hak memilih jalanku sendiri, jauh dari Vittorio, dari perang-perangnya, narkoba, senjata, dan pembunuhan. Dia ingin aku tumbuh tanpa menyandang nama belakang yang membukakan pintu sekaligus menaruh sasaran di kepalaku.

Dia ingin aku menjadi Damon saja.

Pria terhormat.

Dan aku tahu persis harga yang kami bayar agar itu mungkin.

Sepanjang masa kecilku, kami belajar pergi sebelum ada yang sadar bahwa kami sedang dicari. Kami pindah kota, pindah alamat, kadang bahkan pindah kebiasaan sehari-hari. Ada masa kami bisa bertahan bertahun-tahun di satu tempat, tapi begitu nama Lombardi muncul dalam sebuah percakapan, Ibu langsung memasukkan barang-barang kami ke koper dan memulai semuanya dari awal.

Aku belajar sejak dini untuk tidak menanam akar.

Aku belajar mengamati sebelum percaya, curiga sebelum yakin, dan tak membiarkan siapa pun tahu terlalu banyak tentangku.

Namun Ibu berhasil memberiku apa yang paling dia inginkan.

Kebebasan.

Di balik semua kesulitan, dia berhasil mengeluarkanku dari dunia itu.

Kalau hari ini aku duduk di ruangan ini, memakai toga dan memutuskan nasib orang-orang yang merasa dirinya di atas hukum, itu karena Beatrice Esposito mengorbankan hidupnya sendiri agar aku bisa sampai di sini.

Lima tahun lalu, setelah dia meninggal, aku kembali ke Roma.

Aku tidak kembali untuk mencari Vittorio.

Apalagi untuk menuntut apa pun dari keluarga itu.

Aku kembali karena ada janji yang harus kutepati.

Pada diriku sendiri.

Aku menghabiskan bertahun-tahun belajar, membangun karier, dan mempersiapkan diri untuk menduduki posisi yang kupegang sekarang. Aku menjadi hakim karena aku percaya hukum harus berarti sesuatu. Harus ada batas yang tak bisa dilampaui oleh uang, pengaruh, atau nama belakang.

Mungkin aku naif mengira Roma bekerja seperti itu.

Aku cepat belajar bahwa tidak.

Di sini, uang keluarga Lombardi bisa membeli hampir semuanya.

Jaksa yang bersedia menutup mata.

Pengacara yang bersedia memutarbalikkan kebenaran.

Polisi yang bersedia melupakan apa yang mereka lihat.

Budi baik yang lenyap dari catatan.

Kebungkaman yang harganya lebih mahal daripada vonis mana pun.

Dan kadang, bahkan orang-orang yang seharusnya mewakili keadilan.

Lima tahun terakhir, aku mengabdikan karierku untuk membongkar, perkara demi perkara, jaring kekebalan hukum yang melindungi Cosa Nostra. Aku melakukannya bukan karena dendam. Aku melakukannya karena aku percaya, kalau keadilan mulai memilih siapa yang pantas dijangkaunya, ia berhenti menjadi keadilan.

Tak peduli nama apa yang tertulis di sebuah dokumen.

Tak peduli seberapa banyak uang di atas meja.

Tak peduli seberapa banyak orang berkuasa yang terlibat.

Bagiku, hukum tak punya keluarga.

Tak punya harga.

Dan tak membungkuk pada siapa pun.

Bahkan pada pria yang darahnya mengalir di nadiku.

Aku tahu saat ini akan tiba.

Jauh di dalam diriku, aku selalu tahu.

Cepat atau lambat, Vittorio Lombardi akan mengetahui siapa sebenarnya Hakim Damon Bradfort.

Anak yang tak pernah dia besarkan.

Pria yang tak pernah dia kenal.

Bocah yang lahir lalu dibawa pergi sebelum sempat dia jadikan satu bidak lagi di kerajaannya.

Dan yang terpenting, dia akan tahu bahwa pria yang duduk di hadapannya hari ini adalah orang yang menghabiskan lima tahun terakhirnya menyusun perkara-perkara yang mampu menghantam kerajaan yang dia bangun seumur hidup.

Aku kembali memandang pintu tempat dia keluar.

Menarik napas dalam.

Lalu berkata pada diriku sendiri.

Keadilan di atas segalanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!