NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Kinara rela meninggalkan status sebagai anak konglomerat demi bisa menikah dengan kekasih hatinya. Ia rela hidup susah, menemani dari nol dan berjuang bersama dengan sang suami hingga sukses. Namun nyatanya semua pengorbanan itu tidak membuat kehidupan rumah tangga Kinara baik-baik saja. Setelah 5 tahun membina rumah tangga bersama, Rashid justru tega mengkhianatinya. Kinara ditalak dan dibuang begitu saja seperti barang yang tak lagi berguna.

Tak terima dikhianati, Kinara bertekad untuk membalas semua perbuatan mantan suami dan juga selingkuhannya. Mampukah Kinara kembali ke keluarga Santoso dan membalaskan dendam sakit hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 — Yang Terkasih

“Jadi, bagaimana rencananya? Aku sudah tidak sabar untuk menghancurkan pria brengsek itu!” tanya Shena dengan semangat menggebu-gebu.

Galendra menegakkan punggungnya lalu menatap adik-adiknya dengan serius. Tatapan matanya kemudian tertuju kepada Kinara yang tertunduk.

“Kinara,” panggilnya dengan suara baritonnya yang khas.

Kinara menengadah, “Iya, Kak?”

Galendra menatap Kinara beberapa saat sebelum akhirnya menyandarkan tubuhnya ke sofa. Di atas meja ruang keluarga, beberapa dokumen perusahaan milik Rashid sudah tersusun rapi. Ada laporan investasi, informasi mengenai mitra bisnis, hingga catatan mengenai beberapa proyek yang sedang dijalankan perusahaan tersebut.

“Jika kita benar-benar ingin menjatuhkan Rashid, kita tidak boleh bergerak hanya karena emosi,” ujar Galendra tenang. “Kita harus tahu persis apa yang sedang kita hadapi.”

Sagara yang sejak tadi diam membuka salah satu berkas di hadapannya. “Aku sudah meminta orang kepercayaanku mencari informasi mengenai kondisi perusahaan Rashid. Dari luar memang terlihat sehat. Tapi ada beberapa hal yang cukup menarik.”

Kinara langsung menatapnya. “Hal apa itu, Kak?” tanyanya penasaran.

“Ini adalah arus kas perusahaan Rashid serta beberapa salinan kontrak kerjasama mereka selama beberapa bulan terakhir.” Sagara mendorong sebuah dokumen ke tengah meja. “Pendapatannya meningkat, tetapi pengeluaran untuk ekspansi juga jauh lebih besar. Ada beberapa proyek yang masih bergantung pada suntikan modal dari investor.”

“Dari mana kau mendapatkannya, Kak?” tanya Kinara heran mengapa kakaknya itu bisa mendapatkan arus kas perusahaan Rashid, padahal ia sendiri tidak pernah diberitahu meski kala itu, statusnya adalah istri sah.

“Apa kau tidak tahu? Kak Galen mengirim salah seorang karyawannya di sana untuk mengawasi Rashid,” jawab Sagara santai, seolah-olah hal itu bukanlah hal besar.

Kinara tercengang, jujur saja ia tidak pernah mengira hal itu. Ternyata, selama 5 tahun itu, kakak-kakaknya tidak pernah melepaskan perhatian mereka darinya.

Satu jam berlalu begitu cepat saat mereka membahas rencana yang akan mereka jalankan untuk menghancurkan Rashid secara perlahan. Shena sudah berpamitan lebih dulu, kemudian disusul Sagara yang memiliki jadwal praktek. Tak lama dari itu, Kalandra juga berpamitan setelah manajernya menghubungi.

Kini, hanya tinggal Galendra dan Kinara yang duduk berhadapan di ruang tamu.

Galendra menatap adik perempuan satu-satunya dalam keluarga Santoso dengan sorot mata yang tak Kinara pahami sebagai intimidasi atau perhatian.

“Aku tidak tahu kakak masih mengawasiku,” ucap Kinara pelan, balas menatap Galendra dengan sendu.

Kinara menundukkan wajah. Jari-jarinya saling bertaut di atas pangkuan, berusaha menahan perasaan yang sejak tadi memenuhi dadanya. “Aku tahu kakak masih merasa kecewa terhadapku, tetapi—”

“Kinara.” Suara Galendra membuatnya mengangkat wajah, tetapi ia belum berani menatap mata kakaknya terlalu lama.

“Aku paham mengapa kakak semarah ini. Aku meninggalkan keluargaku dan pergi dari rumah demi Rashid. Aku mengabaikan semua nasihat kalian. Bahkan ketika Kakak dan yang lain sudah memperingatkanku, aku tetap memilihnya. Aku tahu aku sangat bodoh dalam hal ini.” Kinara merasa malu pada kakaknya sekarang.

5 tahun lalu, selain sang ayah yang menentang pernikahannya, Galendra adalah orang yang terus mengingatkannya dan membujuknya agar memikirkan kembali keputusannya. Tetapi sayang, Kinara terlalu dibutakan oleh cinta kala itu, sehingga tidak bisa menilai keputusannya dengan bijak.

Galendra kemudian menghela napas panjang. Tatapannya masih serius, tetapi tidak lagi menyimpan kemarahan seperti yang Kinara khawatirkan. “Kau memang membuat keputusan yang salah. Tapi itu bukan berarti kami berhenti menjadi keluargamu.”

Kinara perlahan mengangkat wajah. Tatapan Galendra yang semula sulit ia pahami kini terlihat jauh lebih lembut.

“Asal kau tahu saja. Ketika kau pergi kala itu, aku .emang marah,” ujar Galendra yang langsung membuat Kinara membisu. “Aku sangat marah. Bukan hanya karena kau lebih memilih Rashid. Aku marah karena kau pergi dengan keyakinan bahwa keluargamu tidak akan menerimamu jika suatu hari pilihanmu ternyata salah.”

Mata Kinara mulai berkaca-kaca. “Aku pikir kalian akan kecewa dan tak akan ….” Kinara tak sanggup lagi melanjutkan kalimatnya, ia sudah terisak pelan. Sungguh sesal itu memukul-mukul dadanya sekarang.

“Kami memang kecewa.” Galendra menatap lurus ke depan, jelas sekali bahwa ia tidak sanggup melihat adiknya bersedih.

Kinara menelan ludah. Dadanya terasa semakin sesak mendengar pengakuan itu.

“Tapi semuanya sudah berlalu sekarang,” lanjut Galendra setelah jeda singkat. “Anggap saja, yang kau lakukan kemarin adalah sebuah pengalaman pahit dan kau harus berjanji untuk jangan mengulanginya lagi. Jangan pernah pergi meninggalkan keluargamu.”

Kinara membeku, tak tahu harus mengatakan apa. Kalimat sederhana itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada teguran apa pun yang pernah ia bayangkan.

Galendra menyandarkan tubuhnya ke sofa, lalu menatap adiknya dengan tenang. “Apa kau tahu, Ra? Setiap kali Sagara mendapat kabar tentangmu, kami selalu bertanya apakah kau baik-baik saja. Setiap kali ada yang menyebut namamu, kami penasaran apakah kau bahagia. Kami hanya tidak ingin memaksamu pulang ketika kau sudah memilih jalanmu sendiri.”

Kinara menundukkan kepala. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh membasahi pipi. “Aku tidak tahu,” ucapnya lirih.

“Memang tidak ada yang memberitahumu.” Galendra tersenyum tipis. “Karena kami ingin kau menemukan jawabannya sendiri. Kami ingin kau menjalani pilihanmu dan menyadari sendiri apa yang sebenarnya kau inginkan dalam hidup.”

Kinara menyeka air matanya dengan punggung tangan. “Jika aku tahu, mungkin aku tidak akan merasa sendirian selama ini.”

Galendra menggeleng pelan. “Itulah yang ingin kami ubah sekarang.” Ia sedikit membungkukkan tubuhnya, memastikan Kinara benar-benar memperhatikannya. “Jangan pernah lagi menyelesaikan masalah sendirian hanya karena takut merepotkan kami. Kau boleh salah. Kau boleh gagal. Bahkan kalau suatu hari kau membuat keputusan yang tidak kami setujui, kau tetap adik kami.”

Kinara hanya diam. Matanya kembali berkaca-kaca.

“Dan satu lagi,” lanjut Galendra.

Kinara mengangkat wajah. “Apa?”

“Jangan terlalu fokus menghancurkan Rashid sampai kau lupa membangun kembali hidupmu sendiri.” Galendra menatapnya serius.

Kinara menatapnya beberapa saat. “Bukankah kita sedang menyusun rencana untuk membalasnya?”

“Kita memang akan melakukannya.” Galendra mengambil salah satu dokumen yang tergeletak di atas meja. Ia membolak-balik beberapa halaman sebelum akhirnya meletakkannya kembali. “Tapi tujuan akhirnya bukan melihat Rashid menderita.”

“Lalu?”

“Melihat kau kembali berdiri dan mendapatkan kebahagiaanmu lagi.” Galendra menatapnya dengan sorot mata penuh keyakinan.

“Jika perusahaan Rashid jatuh karena kesalahannya sendiri, biarkan dia menghadapi konsekuensinya dan jika reputasinya rusak karena tindakannya sendiri, itu juga akibat dari perbuatannya. Kita tidak perlu menciptakan kesalahan untuk menjatuhkannya.” Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan suara yang lebih rendah.

“Tapi setelah semua itu selesai, aku ingin melihatmu sudah jauh lebih baik daripada sekarang.” Kini Galendra tersenyum tipis. Senyum yang selalu Kinara rindukan.

Kinara tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap kakaknya dengan mata yang masih basah. Sekarang, ia menyadari bahwa keluarganya tidak sedang membantunya membalas dendam semata. Mereka sedang membantunya menemukan kembali dirinya sendiri dan mungkin, itulah alasan mengapa kehadiran mereka terasa begitu berarti.

“Dan setelah itu, berjanjilah kepadaku, Ra. Kau akan kembali pulang, menemui ayah dan ibu di rumah kita yang sesungguhnya,” tambah Galendra membuat tatapan Kinara tertuju kepadanya.

Untuk sejenak, Kinara mencoba mencerna semuanya, tetapi kemudian ia mengangguk mantap. “Aku pasti akan pulang. Tetapi … apakah mereka masih mau menemuiku, Kak?”

1
yosh—
wah, kelas✨
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tentu saja, pulanglah 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😔
HK: 😔😔😔😔😔
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
serakah 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 👍🏻
Iffanaya 😽
double up kk 😁
Iffanaya 😽: semangat ya kak 💪
total 2 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Janji harus ditepati 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mantan istrimu
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pasti kerjaan Marisa 😤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tas dan juga kopernya
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😏
Iffanaya 😽
si jalang itu gk cukup kah jd pelakor skrng ngehancurin usaha mantan istri suami nya 😠
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain kegagalanmu 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
hati" modus penjahat 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!