NovelToon NovelToon
Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:24.3k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Update santai sesuai mood Othor 😋

Di rumah dia hanyalah ibu rumah tangga biasa, wanita lembut yang sayang anak dan cekatan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Namun, bagaimana bila ternyata dia menyimpan rahasia yang tak biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#31

#31

“Permisi, Nyonya. Kami hendak mengobati dan mengganti perban luka Anda.” 

Zion menyingkir, memberi jarak aman tetap dalam pengawasan, ketika sang istri mendapatkan perawatan luka pasca operasi. Pria itu menyimak dengan serius, saat perawat melakukan perawatan luka pada istrinya. Karena selanjutnya, Zion ingin melakukannya seorang diri. 

Punggung mulus istrinya kini akan menyimpan bekas luka, apakah itu akan menjadi masalah bagi Zion? Tentu saja tidak, kini setiap kali memeluk istrinya Zion akan ingat bahwa dibalik tubuh mungil Lizie tersimpan kekuatan seorang warrior. Wanita bertekad baja yang rela mendatangi medan pertempuran demi memastikan keberadaan suaminya. 

Ini baru hari kedua Lizie di rumah sakit, ia belum bisa banyak bergerak dari tempat tidur, karena punggungnya terasa nyeri jika dipakai bergerak. Jadi Zion dengan setia melakukan banyak pekerjaan untuknya, termasuk menemaninya saat di toilet, serta menyeka seluruh tubuh istrinya, karena Lizie tak mau pakai pispot. 

“Shhh!” desis Lizie, saat perawat mengoleskan obat. 

“Kenapa kau tak berhati-hati, dia kesakitan!” tegur Zion dengan nada galak. 

“Maaf, Tuan. Kami akan lebih berhati-hati.” 

Lizie menggenggam tangan pria itu, lalu menggeleng pelan, memberi kode agar Zion tak perlu marah agar perawat bisa bekerja dengan tenang. 

Beberapa menit kemudian, perawat telah menyelesaikan tugasnya. “Ayo, makan dulu.” 

Lizie tersenyum, sambil mengangkat sendoknya. Tapi, Zion mengambil alih benda tersebut. “Aku suapi,” katanya. 

“Baiklah, kapan lagi aku bisa dimanja olehmu,” kata Lizie tak mengelak apalagi menolak. 

Zion meniup perlahan sup tomat daging yang menjadi menu sarapan pagi Lizie, “Aku merindukan anak kita, kapan kita bisa pulang?” gumam Lizie. 

“Secepatnya setelah kamu sembuh, aku pun merindukan tawa dan tangisan manjanya.” 

Lizie mengusap pipi suaminya, “Terima kasih, Sayang,” ucap Lizie. 

Gerakan tangan Zion terhenti, namun, ia masih menunduk seperti menyembunyikan sesuatu. “Apa masih perlu berterima kasih? Aku suamimu! Tak perlu mengatakan hal yang tidak penting.” 

“Tetap saja harus kulakukan, bukankah itu penting, agar hubungan kita selalu harmonis?” 

Zion masih tak menjawab, “Hei, kenapa menunduk, lihat aku,” pinta Lizie, jari tangannya mengangkat dagu Zion dengan lembut. 

Setelah wajah Zion tegak, barulah terlihat, bahwa pria itu sedang berusaha menyembunyikan tangis. “Ternyata suamiku cengeng.” 

“Ini bukan cengeng, tapi aku sedang mengkhawatirkan istriku!” elak Zion, berpura-pura tegar. 

Lizie tertawa geli, “Bukan hanya kamu yang memiliki seribu nyawa, dulu aku pun mendapat julukan yang sama. Karena aku selalu berhasil meloloskan diri usai menjalankan aksi.” 

Air mata Zion semakin deras mengalir, pria itu berdiri, lalu mendekap tubuh istrinya dengan pelukan yang cukup erat, tapi tak lupa memberikan celah pada Lizie agar bisa bernafas dengan leluasa. 

“Cukup. Jangan diceritakan, aku tak sanggup membayangkan betapa kerasnya perjuangan hidupmu.” 

Lizie tergugu dalam diam, ia tak menyangka suaminya memiliki sisi serapuh ini, tanpa sadar tangan Lizie pun ikut menepuk-nepuk pelan punggung kokoh nan tegap milik suaminya. 

“Baiklah. Aku janji tak akan pernah membahayakan diriku lagi.” 

“Kau tahu, rasanya kemarin nyawaku seperti terlepas dari raga, aku takut, sangat takut jika kamu pergi mendahului aku. Aku tak sanggup membayangkan bagaimana hidupku dan Zea tanpamu.” 

Zion masih menangis, meluapkan semua gejolak, serta gelisah yang sejak kemarin ia rahan seorang diri. Kini ia lega karena sang istri sudah mendengar dan mengetahuinya secara langsung. 

Malam harinya, keduanya berpelukan di ranjang pasien, untung saja ini ruangan VIP, jadi ranjang pasiennya berukuran queen size. Tak perlu berdesakan, tapi tetap saja mereka menempel tanpa jarak seperti baru saja  ketumpahan lem tikus. 

Lizie rindu mendengar detak jantung serta rindu aroma tubuh suaminya yang sanggup membuatnya merasa tenang, aman, dan nyaman. Nafas Zion berhembus teratur, turun naik dengan ritme yang pas. Pria itu pun merasakan ketenangan hingga bisa tidur pulas, karena bisa memeluk istrinya lagi. 

Lizie mendongak, dengan jari tangannya ia meraba rahang kokoh simetris dengan cambang tipis. “Suamiku tampan sekali, terima kasih, Tuhan, karena memberiku seorang suami seperti dia. Jaga dia untuk kami, Tuhan, aku sangat mencintainya,” gumam Lizie tanpa suara. 

Zion merasakan pergerakan tangan istrinya, ia menggenggam jari tangan yang nakal menjelajahi rahangnya, kemudian menciumnya dengan lembut. “Aku juga cinta kamu, Sayang,” gumam Zion, entah pria itu sadar dengan apa yang diucapkannya atau tidak.” 

•••

Beberapa hari kemudian, dokter mengatakan Lizie sudah boleh pulang dengan banyak catatan, diantaranya adalah luka bekas operasi belum boleh terkontaminasi air, serta jangan lupa minum obat dengan teratur. 

“Terima kasih banyak, Dok.” 

Mereka bersalaman, lalu meninggalkan ruang perawatan dengan perasaan lega.!

Di luar ruangan para agent AG sudah bersiaga mengawal mereka, beberapa anak buah Zion juga ikut serta, sementara sebagian yang lain sudah kembali ke Indonesia. 

Lizie berjalan sambil menggenggam tangan suaminya erat, wajahnya menunduk, tubuhnya dibalut mantel panjang hingga menutupi sebagian betisnya. Sementara para agent AG berbaris rapi seperti pagar betis mengelilingi mereka berdua. 

Dan di negara ini, pemandangan semacam itu bukanlah termasuk hal aneh, mengingat banyak kelompok mafia yang merasa sebagai penguasa rimba. Kini setelah kabar Alan Romanov si penguasa tertinggi yang menggantikan Adam Romanov telah tewas, para mafia tersebut kembali beraksi demi menduduki puncak tahta tertinggi sebagai penguasa jalanan. 

Mobil berjalan dengan kecepatan stabil tanpa Ada kendala berarti, mereka hendak kembali ke hotel tempat Zion menginap, sampai kondisi lizie benar-benar siap melakukan perjalanan jauh. 

Namun, di tengah perjalanan, Zion menerima laporan dari anak buahnya, bahwa ada mobil yang mencurigakan yang membuntuti mereka. 

“Ganti formasi!” perintah Zion. 

Seketika keenam mobil tersebut saling bertukar tempat, yang semula di depan mendadak ke tengah, yang semula di tengah, mendadak maju ke depan, dan yang semula di belakang, pindah berpindah ke barisan kedua. Dan begitu seterusnya selama beberapa kali formasi. 

Tujuannya apa? Untuk mengecoh musuh. 

“Sekarang berpencar!” 

Enam buah mobil tersebut, berpencar ke tiga arah berbeda, untung saja mobil tersebut sudah berlapis baja anti peluru, begitupun kacanya. 

“Sayang berpeganglah yang kuat, aku akan melaju dengan kecepatan tinggi.” 

Anak lelaki Mommy Dhera beraksi, apakah akan menyamai sang Mommy dalam hal beraksi di belakang kemudi? Tentu saja tidak karena Zion mampu menunjukkan skill berbeda dibandingkan Mommy Dhera. 

Zion sedang dalam mode kewaspadaan tingkat tinggi, kedua kakinya mengendalikan kecepatan, tangannya mengolah bundaran setir mobil, sementara kedua matanya mengawasi situasi sekitar. 

Kejar-kejaran berlangsung alot, tak ada yang mau mengalah, Lizie menuruti Zion tanpa protes, meskipun kedua tangannya mulai gatal ingin meraih senapan yang tersimpan di dalam dashboard. “Jangan coba-coba menyentuh senapan!” ultimatum Zion seolah bisa membaca pikiran Lizie. 

Lizie hanya bisa menelan ludah, “Biar anak buahku saja yang mengatasi mereka. Menurutmu siapa mereka? Bukankah pasukan Alan Romanov sudah kocar kacir?” 

Lizie menengok ke belakang melalui vision mirror, mengamati gerak gerik kendaraan orang-orang yang mengejar mereka. “Entahlah, aku juga tak bisa memastikan.” 

Ctak! 

Ctak! 

Beberapa kali peluru menghantam body mobil, namun gagal mengenai mereka karena mobil tersebut sangat kokoh. 

“Haruskah kita menembak mereka juga?” tanya anak buah Zion yang menempati kursi belakang. 

“Jangan! Akan kutunjukkan kalau lawan mereka saat ini benar-benar gila.” Zion tersenyum miring, lalu menginjak pedal gas dan memacu mobil dengan kecepatan tak masuk akal. 

Benar-benar buah jatuh tak jauh dari pohonnya, tak sia-sia ia belajar mengemudi sejak anak-anak, karena saat ini skillnya sangat dibutuhkan. 

Mobil yang mengejar mobil Zion ikut menaikkan kecepatan mobil mereka, tapi Zion mengemudi terlalu cepat, hingga sulit untuk dibuntuti. Orang-orang yang mengejar tak menduga bahwa saat ini mobil Zion justru berhenti di salah satu tikungan. 

Setelah memastikan Mobil mereka lewat, Zion kembali menyalakan mesin mobilnya. “Kalian bersiaplah, aku akan membuka atap.” 

“Baik.” Mereka sudah memakai pengaman, dan lagi keadaan saat ini sedang menguntungkan posisi mereka. 

“Sekarang!” 

Anak buah Zion berdiri, sementara Zion memeluk Lizie, dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya fokus menguasai kemudi. 

1
Shee_👚
wah kayanya zea bakalan punya adik inu
Shee_👚
ini kalau udah gese persis mayra kayanya, atau lebih2 dari mayra
Shee_👚
kayanya ada dendam tersembunyi zea sama Romeo🤣
Shee_👚
ampun bu gulu sampai hapal😂
Dozky 2 Crazy
😁😁😁 jgn cpt gede y Zea gemesss deh
Dozky 2 Crazy
😁😁😁 gemess deh
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sepertinya kalian berdua hamil 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mantap nih 🤤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
wah 🤣🤣🤣
vania larasati
lanjut
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
tertarik*
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
akhirnya nambah up jg🤭
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸: SEMANGAT KAK OTHOR 💪💪💪
total 4 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
semangat up othor
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Habisin dulu baksonya,ga enak kl dingin 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul banget🤭🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🤣🤣🤣
🌷Vnyjkb🌷
wowwwwww🙏🙏🙏🙏🙏💪💪💪💪💪❤️❤️❤️❤️❤️
🌷Vnyjkb🌷
👍👍🙏🙏❤️❤️❤️❤️❤️
Shee_👚
siap
Shee_👚
zain itu baksonya boleh buat aku gak🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!