NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Mafia Bucin

Istri Bar-Bar Mafia Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: sang senja

Setelah menyelesaikan misi terakhirnya, Aurora Veyra, seorang agen pembunuh bayaran, tewas akibat kecelakaan konyol dan terbangun di dalam novel favoritnya. Sialnya, ia bukan menjadi tokoh utama, melainkan Shen Yuxin, istri kejam yang gemar menyiksa suaminya, Lu Zhichen, Raja Mafia paling ditakuti di Beijing.

Mengetahui akhir tragis yang menantinya, Aurora bertekad mengubah jalan cerita. Namun, bisakah ia meluluhkan hati suami yang telah terluka, menghindari takdir kematiannya, dan menulis ulang akhir kisah nya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keadaan Semakin Memanas

Shen Yuxin meninggalkan sang nenek begitu saja. Tanpa menoleh sedikit pun, ia segera berlari memasuki kediaman keluarga Shen untuk melihat keadaan ibunya.

Begitu memasuki rumah, langkahnya langsung terhenti.

Pemandangan yang tersaji di hadapannya membuat dadanya terasa sesak.

Shen Lanying duduk di sebuah kursi kayu dengan wajah pucat. Kedua tangannya saling menggenggam erat di atas pangkuan, sementara sorot matanya dipenuhi kegelisahan.

Wanita itu jelas sedang diliputi kecemasan.

Ia takut Nyonya Besar Shen dan Shen Melin kembali mempersulit putri bungsunya.

Atau bahkan...

Menghukum Shen Yuxin seperti yang selama ini sering terjadi.

Begitu melihat putrinya masuk dalam keadaan baik-baik saja, Shen Lanying langsung mengembuskan napas lega.

Meski begitu, raut khawatir di wajahnya sama sekali belum menghilang.

Dengan tubuh yang masih lemah, ia buru-buru berdiri.

Wajahnya tampak pucat, bahkan langkahnya sedikit sempoyongan.

Melihat itu, hati Shen Yuxin seakan diremas oleh tangan yang tak kasatmata.

Meski wanita di hadapannya adalah ibu kandung pemilik tubuh ini, kasih sayang yang terpancar dari tatapan Shen Lanying mampu menyentuh jiwa Aurora hingga ke dasar hatinya.

"Ibu... jangan memaksakan diri."

"Ibu tidak perlu menyambutku."

"Biar Yuxin yang menghampiri Ibu."

Suara Shen Yuxin terdengar begitu lembut.

Matanya mulai berkaca-kaca.

Namun, Shen Lanying sama sekali tidak memedulikan ucapannya. Yang paling penting baginya saat ini adalah memastikan putrinya benar-benar baik-baik saja. Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia memegang kedua bahu Shen Yuxin, lalu memperhatikan tubuh putrinya dari atas hingga bawah.

"Yuxin..."

"Apakah nenekmu memukulmu lagi?"

tanyanya penuh kecemasan sambil mencari-cari bekas luka yang mungkin disembunyikan putrinya.

Shen Yuxin segera menggeleng kuat.

"Tidak, Ibu."

"Yuxin baik-baik saja."

"Mulai sekarang..."

"Yuxin akan menjadi putri Ibu yang kuat."

"Agar suatu hari nanti Yuxin bisa melindungi Ibu."

Air mata akhirnya mengalir di pipinya.

Ia benar-benar tersentuh oleh ketulusan wanita di hadapannya. Di kehidupan sebelumnya sebagai Aurora... Saat dirinya menjalankan berbagai misi berbahaya. Saat tubuhnya dipenuhi luka. Saat kematian terasa begitu dekat. Tidak pernah ada seorang pun yang mengkhawatirkannya.

Tidak ada yang menanyakan apakah ia baik-baik saja. Tidak ada tempat untuk pulang. Tidak ada pelukan yang menunggunya. Namun kini... Di dunia yang asing ini... Ia justru merasakan kasih sayang seorang ibu yang selama ini tidak pernah dimilikinya.

Shen Lanying perlahan mengusap air mata putrinya.

"Kamu ini..."

"Sudah sebesar ini masih saja menangis."

"Ibu sudah sangat bersyukur kalau kamu bisa menjaga dirimu sendiri."

"Itu saja sudah cukup."

Mendengar kalimat itu, pertahanan Shen Yuxin akhirnya runtuh.

Ia langsung memeluk tubuh ibunya dengan erat.

"Ibu..."

"Percayalah padaku."

"Aku pasti akan melindungi Ibu."

"Bahkan kalau harus mempertaruhkan nyawaku sekalipun."

Plak!

Shen Lanying menepuk pelan lengan putrinya.

"Jangan pernah berkata seperti itu lagi."

"Apa kau pikir Ibu rela melihatmu terluka demi melindungi wanita tua yang tidak berguna seperti Ibu?"

Shen Yuxin buru-buru menggeleng.

"Tidak."

"Ibu bukan wanita yang tidak berguna."

"Bagi Yuxin..."

"Ibu adalah orang yang paling berharga."

Suasana haru itu tiba-tiba buyar.

Tok!

Tok!

Tok!

Suara tongkat yang menghantam lantai menggema di seluruh ruangan.

Semua orang menoleh ke arah pintu.

Di sana berdiri Nyonya Besar Shen dengan wajah penuh amarah.

Di belakangnya berdiri Shen Melin, kedua orang tuanya, serta Shen Guowei, ayah kandung Shen Yuxin.

"Bagus!"

"Bagus sekali!"

"Ternyata ibu dan anak ini sedang berani-beraninya melawanku!"

bentak Nyonya Besar Shen penuh murka.

"Shen Guowei!"

"Lihat sendiri apa yang dilakukan istri dan putri tidak bergunamu!"

Shen Guowei segera melangkah menghampiri istri dan putrinya.

Wajahnya tampak muram.

"Apa lagi yang kalian lakukan?"

"Yuxin."

"Segera minta maaf kepada nenekmu sebelum beliau semakin marah."

Perintahnya terdengar tegas tanpa sedikit pun mencari tahu duduk permasalahannya.

Mendengar itu, Shen Lanying langsung hendak berlutut memohon maaf. Namun... Dengan sigap Shen Yuxin menahan tubuh ibunya.

"Ibu!"

"Jangan!"

Shen Yuxin melangkah maju. Tubuhnya berdiri tepat di depan Shen Lanying, seolah menjadi tameng bagi wanita itu.

"Ayah."

"Kami tidak bersalah."

"Kenapa harus meminta maaf?"

"Istri dan anak Ayah diperlakukan seperti budak."

"Ibu dipaksa melakukan pekerjaan kasar."

"Beliau dihina."

"Dicaci."

"Bahkan dipukul."

"Tapi Ayah hanya diam."

"Apa Ayah tidak melihat betapa pucatnya wajah Ibu?"

"Tubuhnya bahkan sedang demam tinggi."

"Tapi Nenek masih tega menyiksanya!"

teriak Shen Yuxin dengan mata yang memerah.

"Yuxin!"

"Sejak kapan kau berani bersikap kurang ajar kepada orang tua?"

"Berlutut!"

"Dan minta maaf kepada nenekmu!"

bentak Shen Guowei.

"Tidak akan!"

"Dan jangan pernah berharap itu terjadi!" Suara Shen Yuxin menggema memenuhi ruangan.

"Ayah telah gagal menjadi pelindung bagi keluarga Ayah sendiri."

"Kalau Ayah tidak mampu melindungi Ibu..."

"Biarkan aku yang akan melindunginya!"

"Kau!"

Wajah Shen Guowei memerah karena marah.

Tanpa berpikir panjang, ia mengangkat tangan hendak menampar putrinya.

Sementara itu, di belakangnya...

Nyonya Besar Shen dan Shen Melin tersenyum puas.

Namun...

Tamparan itu tidak pernah sempat mendarat.

Vrooom...

Vrooom...

Suara deru belasan mobil mewah tiba-tiba mengguncang halaman keluarga Shen.

Semua orang spontan menoleh.

Belasan mobil hitam memasuki halaman secara beriringan.

Pintu-pintu mobil terbuka hampir bersamaan.

Puluhan pria berpakaian hitam turun lebih dahulu.

Mereka segera membentuk dua barisan dengan disiplin sempurna.

Beberapa detik kemudian...

Seorang pria bertubuh tinggi keluar dari mobil yang berada di tengah iring-iringan.

Setelan jas hitam yang dikenakannya tampak begitu elegan.

Aura dingin dan wibawanya membuat udara di sekitar seolah ikut membeku.

Begitu melihat sosok itu...

Seluruh keluarga Shen berubah pucat.

Lu Zhichen.

Tatapannya yang setajam mata elang langsung tertuju pada Shen Guowei yang masih mengangkat tangannya.

Dengan langkah tenang, Lu Zhichen memasuki rumah keluarga Shen.

Setiap langkahnya memancarkan tekanan yang membuat semua orang menahan napas.

Ia berhenti tepat di depan Shen Guowei.

"Atas dasar apa..."

"Anda berani mengangkat tangan kepada istriku?"

Suara Lu Zhichen terdengar datar.

Namun justru itulah yang membuat semua orang semakin ketakutan.

"Apakah seperti ini cara keluarga Shen menyambut kepulangan istriku?"

Shen Guowei langsung tergagap.

"Menantu..."

"I-ini tidak seperti yang kau pikirkan."

"Aku hanya ingin memberikan sedikit pelajaran kepada Yuxin."

Tatapan Lu Zhichen semakin dingin.

"Pelajaran?"

"Sejak kapan keluarga Shen berhak mendidik istriku dengan kekerasan?"

"Bukankah sejak hari pernikahan kami telah disepakati..."

"Bahwa setelah Shen Yuxin menikah denganku..."

"Segala urusannya tidak lagi menjadi hak keluarga Shen."

Ucapan itu membuat seluruh keluarga Shen menundukkan kepala.

Tak seorang pun berani membantah.

Lu Zhichen kemudian berjalan melewati mereka.

Ia langsung menghampiri Shen Yuxin dan Shen Lanying.

Tatapan dinginnya berubah menjadi penuh kelembutan.

"Yuxin."

"Apakah kau baik-baik saja?"

Shen Yuxin mengangguk pelan.

"Aku baik-baik saja."

"Tapi Ibu tidak."

"Beliau sedang demam tinggi."

"Kita harus segera membawanya ke rumah sakit."

Lu Zhichen langsung mengangguk.

"Baik."

"Kita berangkat sekarang juga."

"Kalian mau membawa mereka ke mana?"

bentak Nyonya Besar Shen.

Lu Zhichen perlahan menoleh.

Tatapannya yang tajam membuat tubuh wanita tua itu gemetar tanpa sadar.

"Nenek..."

"Kalau Nenek masih mencoba menghalangiku..."

"Aku tidak keberatan mengirim Nenek menyusul Kakek hari ini juga."

"Kau..."

Nyonya Besar Shen menunjuk Lu Zhichen dengan tangan yang gemetar.

Namun, tak satu kata pun mampu keluar dari mulutnya.

Lu Zhichen sama sekali tidak memedulikannya.

Ia kembali menatap Shen Lanying.

"Ibu."

"Mari ikut bersama kami."

Namun Shen Lanying menggeleng pelan.

"Tidak, Yuxin."

"Kau pulanglah bersama suamimu."

"Ibu baik-baik saja di sini."

Shen Yuxin langsung menggenggam tangan ibunya.

"Ibu."

"Kalau Ibu tidak ikut..."

"Yuxin juga tidak akan pergi."

"Biarkan aku dan Zhichen tetap tinggal di sini menemani Ibu."

Ucapan itu membuat wajah seluruh keluarga Shen berubah drastis.

Kalau Lu Zhichen benar-benar tinggal di rumah ini...

Mereka tahu tidak akan ada satu orang pun yang bisa bernapas dengan tenang.

Nyonya Besar Shen akhirnya tidak mampu menahan kepanikannya.

"Kau!"

"Wanita pembawa sial!"

"Pergi saja bersama putrimu yang tidak berguna itu!"

Meski terdengar penuh amarah, semua orang tahu wanita tua itu sebenarnya sedang ketakutan.

Shen Yuxin tersenyum tipis.

"Ibu..."

"Ibu dengar sendiri, kan?"

"Nenek sudah mengusir Ibu."

"Kalau Ibu belum ingin tinggal bersamaku..."

"Biarkan Zhichen menyiapkan tempat tinggal yang layak untuk Ibu."

Shen Lanying memandang putrinya beberapa saat.

Akhirnya...

Ia mengangguk pelan.

Melihat itu, Shen Yuxin langsung tersenyum lega.

Lu Zhichen segera menoleh kepada Xiao Bai.

"Xiao Bai."

"Bawa Ibu ke rumah sakit sekarang."

"Pastikan beliau mendapatkan perawatan terbaik."

"Baik, Master."

Tanpa menunda sedetik pun, Xiao Bai segera menghampiri Shen Lanying dan membantunya keluar dari rumah keluarga Shen.

1
My_Lucia
wkwk modus banget si zhichen 😂
My_Lucia
WaOow 🫣
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: masih aman kak😉
total 1 replies
My_Lucia
bener jawabannya.. ya, mau tidur lah 🤣
My_Lucia
demen nih .. kalau yang sangar" gini..
di novel aja ya, kalau di RL hus... hus... jauh" serem
My_Lucia: jangankan main tangan ya kak .. bentak aja udah melow ini hati 😭🤣
total 2 replies
My_Lucia
jiahh... dia malah ketawa.. tar dikuliti baru tau rasa
Muft Smoker
lin xioran hati2 km udh jdi target suami bucin yg cemburu ,, 😂😂😂😂😂
Muft Smoker: yx kak ,, tp emnk dasar aj pak su pencemburu beraaat ,,
total 2 replies
My_Lucia
🤣🤣 seriuskah maksudnya Han mo .. aku kira xiaoran🤭
My_Lucia
terlalu ambigu si Yuxin ini .. "Suamiku" bersama "Cinta sejatinya itu."
berarti emng dia ga ada perasaan apa" sama zhichen ya...
Wahyuningsih
lanjut thor 💪💪💪💪 dlm upnya
Muft Smoker
waaaah si pak su ,, awas loo pagi harii di amuk yuxin 😂😂😂
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
baca ulang lagi kaka😉
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: udah kak
total 2 replies
Evi Marena
kok aq dah lupa ya....awal ceritanya apa🤔
merry
klo bukn demi klan zhi chen gk sudi merendahkan dri ddpn yuxin🤔🤔🤔🤔tp knp rela Dicambuk diem ajj uang emas y di kuras diam di bentak di maki klo cm mendapatkan klan 🤔🤔🤔🤔
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: ya karena Zhichen belum menemukan alasan sang kakek meminta nya tetap bertahan bersama Yuxin. dan nanti akan terjawab kok kak
total 1 replies
My_Lucia
kalau di kasih tau percaya ga ya dia 🤭🤣
My_Lucia
oh iya .. Gu yichen ini gmna kabarnya 😂 .. apa masih halu dia 😂
My_Lucia
Eehhemm ... 🤣🤭
My_Lucia
sett.. ada granat juga 😖
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: namanya juga mafia kak. musuhnya di mana mana
total 1 replies
My_Lucia
mafia bucin satu ini sweet bngt 🤭
Muft Smoker
sabar yx buu ,, suami ny lgi mode manja anak TK ,, 😂😂😂😂
Muft Smoker
uuuuh ganteng ny anak org ,, bawa pulang boleh kak???
😁😁😁😁😁
Muft Smoker: sama2 kak ,, aq sbnrnya suka genre yg transmigrasi bgini kak ,, apa lgi model ny bar2 begini ,, suka pake banget ,, 😁😁😁
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!