NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Showbiz
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: velvetsky

Ellara Dawson adalah gadis desa yang bekerja sebagai perawat kuda di Blackwood Ranch, peternakan kuda terbesar dan paling bergengsi di negara bagian itu. Hidupnya sederhana hingga kedatangan Noah Blackwood, pewaris tunggal kerajaan ranch bernilai miliaran dolar.

Noah sudah memiliki kekasih resmi, Bianca Laurent, seorang sosialita cantik yang dipersiapkan menjadi nyonya Blackwood. Namun takdir terus mempertemukan Noah dan Ellara. Dari jalur berkuda di hutan pinus, danau pribadi ranch, hingga malam-malam panjang di arena latihan kuda, keduanya perlahan menjadi semakin dekat.

Ketika cinta mulai tumbuh, Ellara sadar satu hal dia hanyalah pekerja biasa. Sedangkan Noah adalah pria yang sudah menjadi milik wanita lain.

Di balik kisah cinta mereka, tersimpan rahasia keluarga Blackwood yang bisa menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon velvetsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Autumn Equestrian Cup

Kedatangan Bianca membuat suasana Blackwood Ranch sedikit berubah. Wanita itu tidak membuat keributan. Ia juga tidak menunjukkan rasa cemburu ataupun sikap meremehkan kepada siapa pun. Justru sebaliknya. Bianca selalu tersenyum. Ia menyapa para pekerja satu per satu dengan ramah, mengingat nama mereka hanya dalam beberapa hari, bahkan tak segan membantu pekerjaan ringan di kandang meskipun jelas ia tidak terbiasa. Berkali-kali para pekerja melihatnya mencoba mengangkat karung pakan yang terlalu berat untuknya, lalu tertawa malu saat gagal dan meminta bantuan.

"Aku memang payah soal pekerjaan fisik," katanya sambil terkekeh.

Sikapnya yang hangat membuat banyak orang perlahan menyukainya. Tidak ada kesan angkuh sebagai putri keluarga kaya, tidak ada tatapan merendahkan, tidak ada ucapan tajam yang biasanya dimiliki wanita-wanita dari kalangan atas. Justru karena itulah Ellara merasa semakin tidak nyaman. Ia tidak punya alasan untuk membenci Bianca. Dan itu jauh lebih sulit. Jika Bianca bersikap kasar, Ellara mungkin bisa menjaga jarak dengan mudah. Jika Bianca sombong, ia bisa meyakinkan dirinya bahwa Noah pantas memilih orang lain. Namun Bianca terlalu baik, terlalu sempurna. Dan terlalu cocok berdiri di sisi Noah.

Setiap kali Ellara melihat mereka bersama, dadanya terasa sesak tanpa alasan yang bisa ia jelaskan.

Bianca yang berdiri di samping Noah saat sarapan. Bianca yang tertawa kecil mendengar candaan Noah. Bianca yang berjalan di sampingnya mengelilingi padang rumput sambil sesekali menyentuh lengan pria itu dengan akrab. Mereka terlihat begitu serasi. Seolah berasal dari dunia yang sama. Dunia yang penuh pesta mewah, keluarga terpandang, dan masa depan yang sudah direncanakan sejak lama.

Sementara Ellara... hanya berdiri dari kejauhan. Dengan sepatu boots yang sudah usang. Tangan yang kasar karena bekerja. Dan masa lalu yang bahkan tidak ingin ia ingat. Ia mulai menyadari sesuatu yang selama ini berusaha ia abaikan. Noah memang memperlakukannya dengan baik. Terlalu baik, bahkan.

Pria itu sering menggodanya, membelanya saat ia kesulitan, dan tanpa sadar selalu memperhatikannya. Tetapi perhatian tidak selalu berarti perasaan.

Dan perasaan tidak selalu berarti masa depan. Semakin sering Ellara melihat Bianca, semakin jelas ia memahami jarak yang membentang di antara dirinya dan Noah.

Jarak yang bukan hanya soal status. Melainkan soal dunia. Noah memiliki dunia sendiri. Dunia keluarga Blackwood. Dunia para investor, kompetisi berkuda, dan warisan yang harus ia pertahankan. Dan Bianca...adalah bagian dari dunia itu. Sementara dirinya...hanyalah seorang pekerja. Seorang gadis yang kebetulan tinggal di ranch itu. Seseorang yang suatu hari nanti bisa pergi tanpa meninggalkan jejak.

Pikiran itu membuat Ellara tanpa sadar mulai menjaga jarak. Ia lebih sering sibuk di kandang. Menghindari makan malam bersama. Dan jika Noah memanggilnya, ia menjawab seperlunya lalu segera pergi. Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa itu adalah keputusan yang benar. Bahwa semakin cepat ia menyadari posisinya, semakin sedikit rasa sakit yang akan ia rasakan nanti.

Namun anehnya...setiap kali ia berusaha menjauh,

tatapan Noah justru semakin sering mencarinya.

Pagi itu seluruh pekerja diminta berkumpul di arena utama. Puluhan orang berdiri berjajar. Pelatih, Dokter hewan, pengurus kandang, semua hadir. Ellara berdiri di barisan belakang sambil berbisik pada rekannya.

"Ada apa?"

Pria itu mengangkat bahu. "Tidak tahu."

Beberapa menit kemudian Noah datang. Ia mengenakan kemeja hitam dan mantel panjang, tatapannya serius. Di belakangnya berjalan seorang pria tua berambut perak dengan tongkat kayu hitam di tangannya. Begitu pria itu muncul...suasana langsung hening.

Ellara mengernyit. Ia belum pernah melihatnya. Tetapi dari cara semua orang menundukkan kepala, ia tahu pria itu bukan orang biasa. Noah berdiri di sampingnya. Lalu berkata, "Ayahku."

Ellara sedikit terkejut. Jadi inilah Edward Blackwood. Pria yang membangun Blackwood Ranch menjadi salah satu ranch paling berpengaruh di negara bagian itu. Meski usianya sudah enam puluh tahun lebih, auranya masih mengintimidasi. Tatapannya tajam, suaranya tenang. Tetapi cukup membuat semua orang diam. Edward memandang satu per satu orang yang berdiri di hadapannya. Lalu berkata,

"Dua bulan lagi kita akan mengikuti Autumn Equestrian Cup."

Suasana langsung ramai. Ellara mengangkat kepala.

Ia pernah mendengar nama itu. Kompetisi berkuda terbesar di negara itu. Tempat berkumpulnya ranch-ranch terbaik. Banyak investor datang media meliput. Dan siapa pun yang menang...namanya akan melambung.

Edward melanjutkan, "Selama tiga tahun terakhir Blackwood selalu berada di tiga besar." "Tahun ini..."

ia berhenti sejenak. "Kita harus menang."

Semua orang mengangguk serius. Karena mereka tahu. Kemenangan di Autumn Equestrian Cup bukan sekadar trofi. Jika Star menang...harga keturunannya akan meningkat drastis. Investor baru akan datang,

kontrak ekspor dengan keluarga Laurent akan diperpanjang, dan nama Blackwood akan semakin kuat. Itulah alasan semua orang menaruh harapan besar pada satu nama. Star.

Setelah pertemuan selesai, Noah mengajak Ellara berjalan ke arah kandang utama. "Kau pernah menonton Autumn Equestrian Cup?"

Ellara menggeleng. "Tidak."

"Itu lebih mirip perang daripada kompetisi."

Ellara tertawa. "Berlebihan."

"Aku serius." Noah menyandarkan tangan di pagar.

"Orang-orang datang membawa nama keluarga mereka. Kalau kalah...mereka kehilangan reputasi. Kalau menang", ia tersenyum tipis. "Mereka bisa mengubah masa depan."

Ellara memandangnya. Untuk pertama kalinya ia melihat Noah sedikit berbeda. Selama ini Noah terlihat santai. Kadang menyebalkan, kadang terlalu sering berada di sekitarnya, tetapi saat membicarakan kompetisi...tatapan pria itu berubah. Lebih tajam, lebih ambisius, seolah ia sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting. Dan Ellara menyadari. Noah benar-benar mencintai dunia ini.

Hari-hari berikutnya Blackwood Ranch menjadi jauh lebih sibuk. Jadwal latihan diperketat, para dokter hewan melakukan pemeriksaan rutin, investor mulai berdatangan. Bahkan keluarga Laurent beberapa kali mengirim perwakilan untuk melihat persiapan Star.

Bianca sendiri semakin sering berada di ranch.

Kadang menonton latihan. Kadang menemani Noah rapat. Kadang hanya duduk di tribun sambil meminum kopi.

Hubungannya dengan Noah terlihat wajar, dewasa, dan kedekatan yang lahir dari waktu yang panjang. Hal itu justru membuat Ellara semakin sadar...ia tidak punya tempat di sana. Karena itu ia mulai menjaga jarak. Tidak lagi terlalu lama berbicara dengan Noah. Tidak lagi ikut berkeliling ranch. Jika Noah datang...ia mencari alasan untuk pergi. Awalnya Noah mengira itu kebetulan. Tetapi setelah beberapa hari...ia sadar. Ellara sedang menghindarinya. Dan ia tidak menyukainya, sama sekali tidak.

Sore itu Noah berada di arena latihan bersama Star. Langit mulai berubah jingga. Beberapa pelatih berdiri di tepi arena. Bianca juga ada di tribun. Noah menaiki pelana. Star biasanya tenang, patuh. Bahkan terlalu cerdas untuk ukuran seekor kuda. Tetapi hari itu...ia berbeda. Begitu Noah menarik tali kekang...Star mengibaskan kepalanya. Lalu mundur.

Noah mengernyit. "Ada apa denganmu?"

Star mendengus keras. Kakinya menghentak pasir, para pelatih saling berpandangan. Noah mencoba lagi, tetapi Star justru semakin gelisah. Tubuh besarnya bergerak tidak tenang. Tatapannya liar.

"Tenang." Noah menepuk lehernya.

Tidak berhasil. Star tiba-tiba berdiri dengan kedua kaki depannya. Beberapa pekerja berseru kaget. Noah berhasil turun sebelum terjatuh, ia menatap kudanya tidak percaya. Karena selama bertahun-tahun...Star tidak pernah seperti ini.

Dokter hewan segera datang memeriksa tubuhnya, kakinya, matanya, detak jantungnya. Namun hasilnya sama. "Tidak ada masalah." Noah mengusap wajahnya. Lalu mengumpat pelan.

"Sial."

Saat semua orang sibuk mencari penyebabnya...

Ellara baru saja selesai bekerja. Ia berjalan melewati arena, lalu berhenti karena melihat Star. Kuda hitam itu masih tampak gelisah, para pelatih menjaga jarak. Noah berdiri beberapa meter darinya sambil memasang wajah kesal. Ellara ragu-ragu, lalu berjalan mendekat.

"Noah."

Pria itu menoleh.

"Ada apa?"

"Saya boleh mencoba?"

Noah mengernyit. "Dia sedang tidak stabil."

Ellara memandang Star. Tatapan mereka bertemu.

Dan anehnya...ia tidak merasa takut. Ia berjalan perlahan, satu langkah, dua langkah. Star mengangkat kepalanya. Semua orang menahan napas, namun yang terjadi justru sebaliknya. Kuda itu mendengus pelan. Lalu berjalan menghampiri Ellara. Kepalanya menunduk, membiarkan gadis itu mengusap dahinya.

Beberapa detik kemudian...Star benar-benar tenang.

Arena mendadak sunyi. Para pelatih saling berpandangan, Dokter hewan mengerutkan kening. Bianca menatap Ellara cukup lama. Sedangkan Ellara sendiri terlihat bingung.

"Aneh." Ia tersenyum kecil.

"Tadi dia tidak baik-baik saja." Salah satu pelatih tertawa.

"Mungkin hanya kebetulan."

"Ya, Star memang kadang aneh."

Yang lain ikut mengangguk. Tidak ada yang menganggap kejadian itu penting. Tidak ada, kecuali Noah. Pria itu berdiri diam. Tatapannya bergantian melihat Star dan Ellara. Karena ia mengenal Star lebih dari siapa pun. Dan ia tahu, kuda itu tidak pernah mempercayai orang dengan mudah. Tidak pernah, tetapi tadi...Star justru memilih mendekati Ellara. Seolah...ia lebih percaya pada gadis itu daripada siapa pun. Termasuk dirinya. Dan untuk pertama kalinya...

sebuah pikiran aneh muncul di kepala Noah. Bagaimana jika...harapan terbesar Blackwood Ranch...

bukan dirinya? Melainkan Ellara.

1
chiara azmi fauziah
wow gila noah
Mila Sari
up nya bnyakin thor🤭🤭 jgn nanggung², g enak bet penasaran🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Titik Ristiana
mn lanjutannya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!