“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”
"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."
"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19: Pembantaian di Perbatasan Barat dan Jejak Sang Gagak
Bab 19: Pembantaian di Perbatasan Barat dan Jejak Sang Gagak
Hujan deras mengguyur perbatasan barat Negara Api, membasahi dedaunan lebat di hutan yang memisahkan wilayah Konoha dengan lautan lepas arah Kirigakure. Di bawah rintik hujan yang menderu, belasan siluet manusia bergerak dengan kecepatan tinggi. Mereka adalah ninja pelarian (Nukenin) dari klan Kaguya, klan barbar yang terkenal karena haus darah dan manipulasi tulang mereka (Shikotsumyaku).
"Hahaha! Konoha saat ini sedang lemah pasca-serangan Kyuubi setahun lalu! Kita bantai semua perimeter pertahanan mereka!" seru sang pemimpin kelompok, seorang pria kekar dengan dua tanda titik merah di dahinya.
Namun, langkah kaki mereka mendadak terhenti di sebuah kliring hutan.
Hujan yang turun seolah mendadak melambat di udara. Hawa dingin yang teramat pekat, jauh lebih dingin dari air hujan, menusuk sumsum tulang mereka. Tekanan chakra Yin yang luar biasa masif jatuh dari langit, mengunci pergerakan belasan Nukenin tersebut di tempat.
Sring. Sring. Sring.
Tiga sosok kecil mendarat di atas dahan pohon besar di hadapan mereka. Di tengah, berdiri Veil dengan Jubah Pengabur Jiwa Asura dan Topeng Gagak Kekaisaran. Di sisi kiri dan kanannya, Itachi dan Shisui berdiri tegak dengan topeng Anbu polos tanpa corak yang menyembunyikan wajah enam dan tujuh tahun mereka.
"Anak kecil? Sialan, siapa kalian?!" bentak pemimpin Kaguya, mencoba menggerakkan tubuhnya yang mendadak terasa seberat ribuan ton akibat manipulasi gravitasi tak kasat mata dari Veil.
Dari balik topeng gagak, Veil tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia hanya memberikan isyarat jentikan jari yang dingin.
"Mulai," perintah Veil datar.
WUSH!
Shisui bergerak lebih dulu. Menggunakan kombinasi teknik fisik murni [Langkah Tanpa Bayangan] dan Shunshin no Jutsu, tubuhnya menghilang secara absolut. Tidak ada fluktuasi chakra yang bisa dilacak oleh ninja sensorik klan Kaguya.
Sret! Sret! Sret!
Dalam fraksi detik, Shisui muncul di balik bayangan tiga ninja Kaguya. Kunai di tangannya bergerak dengan presisi mematikan, merobek tenggorokan mereka sebelum mereka sempat mengeraskan tulang tubuh mereka. Darah segar menyembur, bercampur dengan air hujan.
"Musuh di belakang—Ugh!"
Belum sempat mereka berbalik, Itachi melesat maju dengan mata Sharingan tiga tomoe yang berputar pekat dalam kegelapan malam. Efek dari Pil Pemurni Garis Keturunan membuat kontrol ilusi Itachi berada di tingkat yang mengerikan. Hanya dengan satu tatapan sekilas, lima ninja Kaguya langsung kaku berlutut, terjebak dalam Genjutsu penyiksaan mental yang meremukkan kesadaran mereka hingga tewas karena gagal jantung.
"Monster! Kalian adalah monster Uchiha!" teriak sang pemimpin Kaguya yang panik. Dengan nekat, dia memicu Shikotsumyaku, membuat belasan tulang tajam mencuat dari seluruh tubuhnya seperti landak, lalu melompat menerjang ke arah Veil. "Mati kau, iblis kecil!"
Veil berdiri diam tanpa bergeser satu senti pun. Di balik topeng gagak, mata kanan Eternal Mangekyou Sharingan-nya berkilat merah darah, memicu kekuatan baru dari status Rinnegan Tahap Awal miliknya.
Shinra Tensei!
BOOMMM!
Sebuah gelombang tolakan gravitasi mutlak yang tak kasat mata meledak dari tubuh kecil Veil. Udara di sekitar kliring hutan terpelanting hebat, menciptakan ruang hampa udara sesaat. Pemimpin klan Kaguya beserta seluruh tulang kerasnya hancur berkeping-keping di udara, terhempas dengan kecepatan suprasonik hingga menghantam pepohonan di kejauhan menjadi serpihan kayu.
Pembantaian belasan ninja pelarian tingkat tinggi itu selesai dalam waktu kurang dari dua menit—tanpa meninggalkan satu pun jejak chakra dari si kembar atau Shisui.
Beberapa jam kemudian, tepat sebelum fajar menyingsing di Konoha.
Minato Namikaze baru saja selesai mengenakan jubah Hokage-nya, bersiap untuk memimpin tim Anbu kecilnya sendiri menuju perbatasan barat demi melewati blokade politik Hiruzen. Wajahnya dipenuhi ketetapan hati yang nekat.
Namun, sebelum Minato sempat melangkah keluar dari jendela kantornya, sesosok Anbu kepercayaannya melompat masuk dengan wajah pucat pasi dan napas terengah-engah.
"H-Hokage-sama! Laporan darurat dari perbatasan barat!" seru Anbu tersebut, tubuhnya gemetar.
"Ada apa? Apakah klan Kaguya sudah menerobos?" tanya Minato tegang, kunai Hiraishin sudah berada di genggamannya.
"Tidak, Hokage-sama... Mereka semua... telah dibantai habis. Seluruh kelompok penyusup Kaguya tewas dalam kondisi mengenaskan di perbatasan. Dan... tim penyelidik kami tidak menemukan satu pun sisa jekat chakra musuh atau pelaku di lokasi."
Minato terbelalak. "Dibantai? Oleh siapa? Apakah pasukan divisi utama Tuan Ketiga yang bergerak?"
"Bukan, Tuan. Pasukan Tetua Hiruzen baru saja akan berangkat pagi ini. Tapi... pelaku pembantaian meninggalkan sebuah pesan khusus di atas batu besar di tengah lokasi kejadian." Anbu itu menyerahkan selembar foto dokumen.
Minato menerima foto itu, dan jantungnya mendadak berdegup kencang. Di atas permukaan batu yang hancur, terukir sebuah pola segel kuno berbentuk Sayap Gagak yang melingkari kilatan petir—simbol rahasia yang melambangkan perlindungan mutlak untuk sang Kilat Kuning.
Di bawah pola itu, tertulis sebuah kalimat pendek yang diukir dengan goresan kunai yang teramat tajam:
"Takhta Hokage tidak boleh dikunci oleh masa lalu. Bergeraklah dengan bebas, Yondanme, karena bayangan sejati selalu berdiri di belakangmu."
Minato menatap foto itu dengan tangan yang sedikit gemetar. Air mukanya berubah dari terkejut menjadi penuh rasa takjub yang mendalam. Dia langsung teringat pada sosok misterius bertopeng gagak yang menyelamatkannya dan Kushina pada malam kelahiran Naruto setahun lalu.
Dia... faksi misterius itu kembali bergerak untuk memotong masalahku, batin Minato, seulas senyuman penuh harapan akhirnya terbit di wajah tampannya setelah berbulan-bulan tertekan oleh politik Hiruzen. Siapapun kau... kau baru saja memberiku senjata terbaik untuk membalikkan keadaan di dewan desa.
Sementara itu, di dalam kesadaran Uchiha Veil yang sedang berjalan santai memasuki gerbang Akademi Ninja bersama Itachi di bawah sinar fajar, suara sistem berdenting dengan nada yang teramat merdu.
【Ding! Misi Sampingan: "Sayap Rahasia Hokage" Berhasil Total!】
• Pembantaian klan Kaguya: Sukses!
• Pengiriman pesan taktis kepada Minato: Sukses!
• Kepercayaan politik Minato pada faksi bayangan meningkat drastis!
【Anda mendapatkan: 5.000 Poin Sistem, dan Kunci Pembukaan Teknik Rinnegan Tahap Kedua (Atribut Penyerapan & Mekanik: Gakido / Shurado)!】
Veil menutup layar sistem dengan senyuman kejam yang tersembunyi. Belenggu yang mengikat kaki Minato kini telah retak, dan faksi bayangan Uchiha telah resmi menancapkan pengaruhnya di dalam psikologis sang Hokage Keempat—siap untuk memicu badai politik baru yang akan meruntuhkan dominasi Hiruzen Sarutobi.