NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:592
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Izin

Motor Angkasa.

"Serius lo mau gue anter cuma sampe depan halte? Emang halte mana sih Mirr?"

"Iya Sa, sampe depan halte aja, halte deket kompleks perumahan Puri Indah. "

"Puri Indah?"

"Iya, lo tau kan arah jalan ke sana? "

"Ya jelas tau, gue juga tinggal di sana."

Mirra begitu terkejut karena ternyata Angkasa tinggal di kompleks perumahan yang sama dengannya.

"Serius Sa? Blok apa?"

"Blok B, di gang paling depan, kalo lo?"

"Gue di blok H, tapi kok gue nggak pernah papasan atau ngeliat lo ya?"

"Ya jelas lah Mirr, gue kan nggak lewat gerbang samping yang ke arah halte, gue langsung lewat gerbang depan."

"Ah, iya juga ya, pantesan kita nggak pernah papasan."

"Yaudah, gue anter sampe depan rumah lo aja ya, kan sekalian satu jalan."

"Iya deh Sa...dunia sempit banget ya, nggak tau nya kita tetanggaan."

Angkasa hanya tersenyum sambil terus fokus membawa motornya dengan begitu hati-hati, dan begitu mereka sampai tepat di depan rumah Mirra, lagi-lagi Angkasa di buat terkejut.

"Lah Mirr, ternyata lo anaknya tante Julia?" Ucapnya begitu Mirra turun dari motor.

"Lo kenal mama gue?"

"Iya gue kenal, tante Julia temen mama gue, dan tante Julia juga sering banget ke rumah gue buat jengukin mama."

"Astaga, dunia makin sempit ya Sa?"

"Iya Mirr, yaudah, salam-salam aja ya buat tente Julia, besok berangkat bareng gue aja, ntar biar gue yang minta izin sama tante Julia."

Mirra kembali terkejut karena selama ini dia tidak pernah memberitahu Angkasa mengenai mamanya yang begitu protektif kepadanya. "Lo mau izin ke mama gue? Emang lo tau kalo mama gue nggak ngizinin gue deket-deket sama cowok?" Tanya Mirra penasaran.

Angkasa tersenyum dengan begitu lebarnya." Iya gue tau, tante Julia sering cerita ke mama soal anak perempuan nya yang ternyata itu lo, dan tenang aja, gue punya nomor mama lo, jadi gue bisa langsung minta izin ke mama lo lewat telfon."

"Ah jadi gitu, apa lo juga tau alasan kenapa mama gue ngelarang gue bergaul sama cowok Sa?"

Lalu Angkasa mengangguk." Iya gue tau, dan lo nggak usah khawatir, gue bisa jaga rahasia kok."

Mirra terus saja menatap Angkasa dengan tatapan heran nya." Gue nggak nyangka kalo ada salah satu temen gue yang tau soal rahasia keluarga gue, dan orang itu lo, bener-bener nggak terduga." Gumam Mirra masih dengan tatapan heran nya.

Angkasa pun mulai tersenyum, lalu kemudian dia menepuk-nepuk pelan bahu Mirra." Yaudah, gue balik ya, mama gue pasti udah nunggu gue di rumah."

"Iya Sa...kapan-kapan gue boleh kan main ke rumah lo? Gue juga mau jenguk mama lo."

"Boleh kok..." Jawab Angkasa lalu kemudian dia langsung menyalakan mesin motornya dan setelah itu Angkasa mulai mengendarai motornya meninggalkan rumah Mirra.

Mirra pun mulai berjalan masuk ke dalam rumah nya sambil sesekali tersenyum heran karena mengetahui fakta jika ternyata teman sekelasnya Angkasa adalah tetangga sekaligus anak dari teman mama nya.

Sementara di rumah Angkasa. 

" Ma, aku pulang..." Ucap Angkasa sambil membuka pintu rumahnya.

"Angkasa, kamu udah pulang?" Tanya seorang perempuan paruh baya yang ternyata adalah neneknya Angkasa.

"Iya nek, mama udah baikan belum nek?"

"Mama mu masih lemes, cuma udah mendingan, tadi udah makan terus minum obat, jadi sekarang mama mu lagi istirahat."

"Syukur deh nek, nenek udah makan?"

"Udah Sa, tadi nenek buat bubur tim,  sekalian bikin sayur bayem, jadi nenek makan-makanan yang sama kayak mama kamu."

"Kalo nenek mau di beliin makanan, nenek bilang aku ya, ntar biar aku beliin sekalian nanti aku cari makan buat makan malem."

"Iya Sa, udah sana kamu mandi, ganti baju terus istirahat, papa mu tadi ngabarin kalau tugasnya di perpanjang dan mungkin bakal pulang minggu depan."

"Iya nek." Angkasa pun langsung berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua.

Dan setelah dia masuk ke dalam kamarnya, Angkasa langsung meraih ponselnya, dia juga langsung mencari kontak Julia dan setelah menemukan kontak Julia, Angkasa langsung menghubungi nya.

' Halo, sore tante...'

'Sore Sa, ada apa? Diana baik-baik aja kan?'

'Iya tan, mama baik-baik aja, cuma masih lemes aja.'

'Syukurlah, kamu tumben banget nelfon tante, tante jadi langsung kepikiran sama mama kamu jadinya.'

'Iya tan, maaf,  aku ganggu nggak tan?'

' Nggak kok, tente lagi senggang ini, ada apa Sa?'

' Ini soal Mirra tan.'

' Mirra? Kamu kenal Mirra dari mana Sa?'

' Kita sekelas tan, dan aku baru tau kalo ternyata Mirra anak tante dan sekaligus tetanggaan tan.' 

' Ah iya, kalian kan sekolah di sekolah yang sama, tante nggak kepikiran, ada apa sama Mirra Sa?' 

' Tadi aku kan pulang bareng Mirra tan, dan rencananya aku pengen ajak Mirra berangkat bareng biar Mirra nggak naik busway tan. Kalau tante nggak keberatan, tante bisa nggak ijinin aku buat pulang pergi sekolah bareng Mirra?'

'Hmmmm gimana ya Sa, kamu kan tau alasan tante nggak izinin Mirra bergaul sama anak laki-laki.'

' Iya aku tau tan, dan aku nggak ada maksud lain kok tan, aku sama Mirra cuma berteman, dan aku bakal ngehargain banget prinsip yang udah tante buat untuk masa depan Mirra.' 

' Oke deh, tante percaya sama kamu.' 

'Makasih tan.' 

' Iya, tapi kamu jangan kecewain tante ya.'

' Iya tan pasti.' 

Lalu panggilan pun berakhir, Angkasa dengan bersemangat pun langsung mandi, dan setelah dia berganti pakaian, Angkasa langsung keluar dari kamarnya.

"Nek, aku mau keluar buat cari makan di luar, nenek mau titip apa?" Tanyanya pada neneknya yang saat ini tengah serius menonton acara favoritnya di televisi.

"Apa ya Sa? Ketoprak aja deh Sa."

"Oke nek, aku keluar dulu ya nek."

"Iya."

Angkasa langsung mengendarai motornya, dan kemudian dia menghentikan motornya tepat di depan rumah Mirra, lalu setelah itu Angkasa turun dari motornya.

Dia berjalan dengan perasaan senangnya, lalu kemudian Angkasa mulai memencet bel rumah Mirra.

Tingnong tingnong.

"Iya bentar..." Teriak Mirra dari dalam rumah sambil menuruni anak tangga, dan Mirra sedikit terkejut saat dia mulai membuka pintu rumahnya dan melihat jika Angkasa sudah berdiri tepat di depan pagar rumahnya. "Angkasa? Ngapain dia jam segini ke rumah?" Gumamnya lalu Mirra mulai berjalan menuju pagar rumahnya untuk membuka pintu pagar rumah nya itu.

"Hai Mirr..." Sapa Angkasa begitu dia melihat Mirra.

"Ada apa Sa?" Tanya Mirra begitu dia sudah membuka pintu pagar rumahnya.

"Gue udah minta izin tante Julia, dan tante Julia udah ngizinin lo buat pulang pergi ke sekolah bareng gue." Jelasnya.

Mirra langsung membelalakkan kedua matanya." Serius lo Sa? "

"Iya serius, ntar lo tanya lagi aja sama tante Julia."

"Wah, nggak expect gue."

"Oh ya, gue kesini mau minta nomor lo, gue kan belum punya nomor lo, nanti gue ngehubungin lo nya gimana?"

"Oh iya, sini hp lo." Mirra pun meraih ponsel Angkasa, lalu dia langsung memasukkan nomor ponselnya pada ponsel Angkasa, dan dia juga langsung memiscall ke nomornya sendiri." Nih udah, gue juga udah miscall hp gue."

"Oke, thanks Mirr, oh ya, gue mau beli makan buat makan malem, lo mau nitip?"

"Nggak Sa, gue ada lauk di rumah. "

"Oh yaudah kalo gitu, gue mau cari makan dulu."

Mirra pun hanya mengangguk dan Angkasa kembali menaiki motornya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!