NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Cahaya Lilin dan Langkah yang Mengejar

Catatan kekecewaan dan luka hancur akibat pengkhianatan ayah kandungnya malam sebelumnya perlahan memudar dari benak Kirei. Semua rasa sesak itu berganti dengan kedamaian asing yang nyata, tepat setelah tangannya digenggam erat oleh Vaxerion menyusuri jalan setapak taman kota yang masih basah sisa hujan sore. Ketika langit Jakarta berubah menjadi selembar kain beledu biru gelap bertabur kerlip lampu kota, Vaxerion mengarahkan SUV listriknya menuju sebuah pelataran sunyi di sudut taman.

Di sana berdiri sebuah restoran kaca kecil yang berdiri anggun, dikelilingi oleh barisan pohon mawar kelabu. Tempat itu sangat sepi, sengaja dipesan privat oleh Vaxerion dari jauh-jauh hari agar tidak ada satu pun pengganggu, kilatan kamera jurnalis, atau urusan bisnis kaku yang merusak atmosfer manusiawi mereka malam ini. Di dalam bangunan kaca yang temaram itu, dunia luar seolah berhenti berputar.

Vaxerion turun lebih dulu dari balik kemudi. Pria itu berjalan memutari kap mobil yang tegap dan gagah untuk membukakan pintu bagi Kirei. Gerakannya yang selalu penuh penghormatan konstan dan tidak pernah absen itu seketika membuat Kirei tertegun di tempat. Pria itu menatap Kirei yang melangkah turun, sementara manik matanya yang tajam memancarkan binar pekat yang begitu dalam dan mengunci fokus.

"Kamu sangat cantik malam ini, Kirei," bisik Vaxerion lembut. Suaranya yang berat dan bariton mengalun begitu romantis di bawah temaram lampu pelataran restoran yang remang. "Mau pakai gaun malam mewah atau kemeja kerja formal, pakai topeng es angkuhmu atau memperlihatkan mata jernihmu yang jujur seperti sekarang... semuanya selalu sukses membuatku tidak bisa mengalihkan pandangan semenit pun."

Pipi Kirei mendadak terasa panas terbakar hebat. Rayuan dari pria setampan Vaxerion selalu memiliki daya hancur yang mematikan bagi pertahanan egonya. Vaxerion memiliki rahang tegas yang kokoh, alis tebal hitam yang tertata rapi, dan postur tubuh tegap setinggi seratus delapan puluh lima senti yang terbalut kemeja hitam kasual dengan sangat sempurna. Pria dewasa itu terlalu memikat untuk ditolak.

"Nggak usah berlebihan, Tuan Mahendra," cetus Kirei ketus, mencoba menyembunyikan detak jantungnya yang sudah berdegup gila dengan berjalan mendahuluinya masuk ke dalam restoran kaca.

Di dalam ruangan, hanya ada sebuah meja kayu panjang yang dihiasi dua batang lilin aromaterapi beraroma vanila yang menenangkan. Hidangan makan malam sudah tertata rapi di atas piring porselen hangat—bukan menu hotel berbintang yang rumit dan porsinya sedikit, melainkan potongan steik daging sapi premium dengan saus jamur rumahan yang wangi bawang putih gorengnya sangat menggugah selera.

Mereka makan malam bersama dalam suasana yang begitu membumi, hangat, dan jauh dari kesan kaku. Vaxerion terbukti merupakan pendengar yang luar biasa setia. Pria itu menopang dagunya dengan satu tangan di seberang meja, mendengarkan dengan penuh perhatian setiap cerita Kirei tentang kekonyolan daster batik milik Sherly dan tingkah nakal Rian, tanpa sekali pun memotong kalimatnya. Tatapan matanya begitu teduh, memancarkan pesona ketampanan matang yang sanggup membuat wanita mana pun meleleh tanpa sisa di depannya.

"Kirei," panggil Vaxerion lembut, setelah piring makan malam mereka kosong.

Tangan besar Vaxerion yang hangat bergerak di atas meja marmer, perlahan menangkup telapak tangan Kirei yang berada di sana. Jempolnya yang tegap mengusap punggung tangan Kirei dengan gerakan mengalir yang sangat sabar dan menenangkan.

"Rencanamu buat membawa Zhaklyn Mobile menembus pasar teknologi internasional itu luar biasa hebat," Vaxerion menjeda kalimatnya sejenak. Matanya menatap Kirei dengan binar cinta yang begitu pekat dan telanjang, membuat dada Kirei terasa sesak oleh rasa terharu yang nyata. "Tapi, bisakah kamu memasukkan satu rencana lagi di masa depanmu?"

Kirei menahan napasnya, menatap tangan mereka yang bertaut erat di bawah cahaya lilin yang redup. "Rencana apa?"

"Rencana untuk menua bersamaku," bisik Vaxerion dengan suara rendah yang sarat akan janji setia seorang pria matang. "Aku tidak butuh wanita yang sempurna tanpa celah untuk mendampingiku, Kirei. Aku hanya butuh wanita keras kepala yang malam ini duduk di depanku, membiarkan aku menjadi tempatnya bersandar saat dunia luar terlalu kejam dan menuntutnya menjadi tameng."

Mendengar rayuan romantis yang begitu tulus di tengah kehangatan makan malam privat itu, pertahanan es di hati Kirei benar-benar runtuh seutuhnya. Rasa haru yang luar biasa merembes di sudut matanya yang bening. Pria tampan di depannya ini tidak sedang menawarkan transaksi bisnis hitam di atas kertas, melainkan sebuah masa depan yang aman bagi hidupnya. Baru saja Kirei hendak mengangguk pelan memberikan jawaban jujurnya dari lubuk hati, suara derit tajam pintu kaca restoran mendadak memotong atmosfer magis tersebut dengan kasar.

Brak!

Seorang pria melangkah masuk dengan napas memburu dan langkah kaki yang tidak beraturan, mengabaikan tanda privat dan larangan masuk yang terpasang jelas di gerbang depan taman. Itu Reza. Wajahnya yang dulu tampan dengan garis wajah lembut khas pejabat muda kementerian, malam ini tampak kuyu, berantakan, dan dipenuhi gurat keputusasaan serta amarah yang tidak terkendali karena kejatuhan total finansial keluarganya.

"Kirei! Lu harus dengerin penjelasan gua! Jangan sembunyi di balik punggung orang lain!" seru Reza, suaranya meninggi memecah keheningan malam, melangkah agresif mendekati meja makan malam mereka. "Ibu gua menderita di rumah sakit, Bapak gua terancam dipecat secara tidak hormat oleh kejaksaan! Lu nggak bisa sekejam ini memutus semua jalur bisnis pasokan keluarga gua secara sepihak!"

Kirei langsung menarik tangannya dari genggaman hangat Vaxerion. Dalam hitungan detik, punggungnya kembali tegak lurus sekeras karang di laut. Topeng CEO Zhaklyn Mobile-nya kembali terpasang sempurna tanpa cela. "Menyingkir dari sini, Reza. Kamu sudah melanggar privasi tempat ini dan mengganggu kenyamananku."

Sebelum Reza sempat melangkah dua kali lebih dekat atau berani menyentuh pinggiran meja, sosok tegap Vaxerion sudah bangkit berdiri. Pria dewasa itu bergeser, memotong seluruh jalur pandang Reza ke arah Kirei bak benteng baja yang tak tergoyahkan. Aura dominan, dingin, dan mematikan keluar sepenuhnya dari tubuh tegap sang raja otomotif, membungkam seluruh keberanian Reza dalam sekejap mata.

Vaxerion menatap Reza dari atas ke bawah dengan pandangan yang begitu tajam dan meremehkan. "Kamu baru saja merusak waktu makan malam dan membuat calon istriku tidak nyaman, Tuan Dirgantara. Dan di kota ini, kesabaranku adalah sesuatu yang tidak akan pernah sanggup kamu beli, bahkan jika kamu menjual seluruh sisa harga diri keluargamu yang sudah hancur itu."

*** Bersambung...***

1
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
Siti
Lanjut..
Salma.Z: Siap...
total 1 replies
Siti
Keren, ceritanya menarik. Semoga karyanya di baca semua orang..semangat!!!
Salma.Z: Aamiin. Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!