NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Suami Kejam

Jeratan Cinta Suami Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:966
Nilai: 5
Nama Author: Siti Fatimah

"Ini apa maksudnya? Bisa jelaskan padaku ...aku mohon!"

"Hari ini akan diadakan acara pernikahanmu sayang dan Tuan 💙 lah yang akan membeli sekaligus bersedia meminangmu menjadi Istrinya. Bersiaplah! Ini demi kebaikan kamu."

Bagai diterpa badai di siang bolong. Alih-alih mendapatkan kesempatan untuk bahagia, ia malah dijerumuskan dalam lembah jurang yang sangat dalam oleh Papa kandungnya sendiri, tak percaya dan mengharapkan semua ini hanyalah mimpi namun nyatanya yang terjadi sungguhlah nyata.

"Usap air mata kamu! Kamu lupa tinggal menghitung menit ijab kabul akan segera dilaksanakan, jadi berhentilah menangis!" perintah Papanya tanpa memikirkan kehancuran sang Putri.

"Kenapa Papa setega ini sama Cantika? Kenapa Papa tidak membiarkan Cantika untuk mati daripada harus menikah dengan pria itu, dia pria yang sama sekali tidak Cantika kenal. Bahkan pria itu sudah memiliki istri! Kenapa Papa membiarkan semua ini terjadi, kenapa Pa?" tegas Cantika dengan menangis semakin menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 [ Akankah Berhasil Menanam benih ]

Cantika dan Monika untuk pertama kalinya berpelukan dengan mesra. Keduanya seperti tak memiliki dendam dan permusuhan sadar mereka sama-sama istri dari Lelaki yang sama.

Tidak dipungkiri ada keraguan dalam diri Cantika sadar ini seperti mimpi dan tak masuk akal ada seorang Istri yang merelakan suaminya untuk mencari Istri baru lagi, ia pula bingung semua ini hanya sekedar rencana atau kah permintaan Monika sungguh murni karena keinginannya.

"Cantika ...." Monika menyudahi pelukannya.

"Selain keinginan itu ada satu lagi yang ingin aku katakan sama kamu... Aku juga sangat berharap kamu mengabulkan permintaan terakhir aku ini,"ujar Monika.

"Katakan apa keinginan Kakak?"timpal Cantika, ia tak lepas dari genggaman tangannya.

"Aku ingin kalian memiliki anak, jika kamu sudah memiliki anak aku bakal ikut merasakan gimana dan rasanya jadi seorang Ibu. Biarpun anak itu bukanlah Putri ataupun Putra kandungku... Setidaknya aku bisa merasakan memiliki anak lagi dan bisa menggendongnya... Kamu bersedia?"mohon Monika dengan Isak tangisnya lagi.

"Jika soal menerima menganggapnya sebagai Suami insyaallah Cantika tidak akan keberatan, tapi jika memiliki anak sebenarnya ada keraguan dan belum ada persiapan Cantika untuk memiliki anak.

Selain belum siap secara misi, secara mental pun Cantika sesungguhnya belum siap. Apalagi melihat kebenciannya sepertinya permintaan Kak Monika akan sangat sulit, untuk permintaan terakhir ini mustahil akan bisa aku kabulkan, Kak."

"Baiklah aku bakal berikan kamu waktu. Aku juga akan membantu kamu... Satu hal yang pasti kamu tidak perlu takut pada Adrian... Biarpun ia kelihatan sangat dendam dan membencimu aslinya dia bukanlah Lelaki jahat yang setiap hari selalu menyiksamu tanpa sebab, tapi ia jahat karena ia masih belum menerima kepergian anak-anaknya." Wanita itu hanya memberikan keyakinan pada Cantika.

"Aku tau maksud Kak Monika. Aku juga sadar diri setelah apa yang semua terjadi, baiklah Kak Monika sepertinya butuh istirahat, aku pamit permisi dulu ada sesuatu yang harus aku kerjakan,"pamit Cantika, Monika hanya mengangguk.

Ditempat lain kemarahan Lelaki memiliki nama Adrian tak bisa lepas kendali, tangannya menggenggam sebotol minuman entah sudah berapa botol yang membuatnya mabuk hingga kesadarannya tak normal, ia terus mengigo... Ocehannya tak luput memberikan umpatan terhadap gadis bernama Cantika, menurutnya hidupnya semakin hancur sejak hadirnya Cantika dalam hidupnya.

"Stop! Hentikan semua ini... Ini malah bisa membahayakan kesehatan tuan... Stop! Stop!"

Sang asisten berupaya membantunya berdiri, tapi Adrian menolak paksa dan sang Asisten tak ingin meninggalkannya seorang diri, lalu telinganya mendengar bunyi telefon genggam milik Tuannya tanpa berfikir ia mengangkatnya.

"Sayang... Kamu ada dimana?" Monika bertanya, ia sudah di Rumah karena sudah diperbolehkan pulang.

"Nyonya... Ini saya asisten Tuan, Tuan dalam keadaan mabuk berat."

"Bagaimana mungkin bisa terjadi?"

"Mungkin hati Tuan lagi terguncang, Nyonya tidak perlu cemas saya akan membawanya pulang."

"Baik cepatlah saya tunggu disini."

"Baik, Nyonya saya tutup."

Mendengar kabar mabuknya sang Suami, tiba-tiba tak ada angin ataupun hujan Monika tersenyum menyeringai, lirikannya lalu berpaling ke Cantika.

"Kak, ada apa?"

"Ini waktunya... Kamu harus siap!"

"Kamu... Harus siap? Maksud Kak Monika?"

Monika menggenggam tangan Cantika, mata Wanita itu berkaca-kaca dan penuh permohonan kepada gadis dihadapannya ini.

"Jika kamu sayang sama aku... Aku mohon bersedia lah... Plis!"

Cantika menangkap cepat permintaan Monika, ia akhirnya memberikan anggukan kepalanya.

******

Tiba akhirnya langkah Adrian dan sang asisten dikediaman ini, langkah mereka tergopoh-gopoh terutama sang Asisten kesusahan mengatur keseimbangan jalan Tuannya, Monika datang membantu memapah Suaminya.

"Bantu aku memasukkannya kekamar,"pintanya.

"Baik, Nyonya."

Setibanya didalam kamar pribadi mereka, Adrian direbahkan diatas ranjang Monika mempersilahkan keluar, pintunya sengaja Monika tutup, lalu dari ruang kamar kecil Cantika keluar dengan penampilannya yang sudah rapi memakai pakaian dinas hitam punya Monika.

"Kak, apa ini akan berhasil? Kak Monika yakin tidak apa-apa dan tidak akan terluka?"

"Cantika... Ini permintaan aku jelas pasti aku tidak apa-apa dan tidak akan sakit hati melihat kalian berhubungan lnt1m, kita satu Suami dan sudah sepantasnya aku juga adil, baiklah aku akan keluar... Aku serahkan Adrian seutuhnya milikmu malam ini janganlah gugup, aku tau ini pertama kalinya bagimu menjalankan tugas melaksanakan kewajiban kamu sebagai istri... Janganlah gugup."

Monika menenangkan dan meyakinkan hati Cantika yang berkecamuk antara berani dan belum berani, Wanita itu keluar hanya meninggalkan mereka didalam sana, keluarnya Monika tak lupa pintu sengaja ia kunci dari luar.

Bersambung

1
Siti Fatimah
Maaf, bab 14 masih belum lulus review dari semalam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!