Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.
Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.
Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.
Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.
Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 15.
"Iya, benar!" Charlotte membenarkan apa yang dikatakan Jack.
Ia sedari tadi sudah sangat kesal sekali berbicara dengan keluarga adik suaminya itu.
Mereka juga tidak ingin memperkenalkan Esther, sebelum Esther pulih dari lukanya.
"Menantuku tidak untuk dipamerkan! dia perlu istirahat banyak! fisiknya tidak boleh terlalu letih, karena sedang hamil cucuku, cucu kembar empat!" kata Charlotte lagi dengan nada bangga.
"Apa?! kembar empat?!"
"Iya, benar!" jawab Charlotte.
Charlotte begitu puas melihat raut wajah terkejut tiga orang yang duduk di depan mereka.
"Tidak mungkin!!" Rachel nyaris bangkit berdiri saking terkejutnya.
"Kak, sudahlah! jangan berbohong lagi! aku tahu kalian hanya ingin menghindar soal ahli waris! bagaimana mungkin Jack memiliki keturunan!!" Edison tetap menganggap Jack hanya berakting saja.
"Iya, benar! siapa yang tidak tahu, Jack sudah di diagnosis tidak akan memiliki keturunan selama hidupnya! kalau pun ada, wanita yang mengaku hamil anak Jack, itu pasti bukan keturunan Sebastian!" kata Rachel menambahkan perkataan Edison.
"Iya, kak! gadis itu pasti hamil bayi dari lelaki lain! jadi kalian jangan begitu mudahnya ditipu perempuan itu!" Williams ikut menambahkan.
Jack yang mendengar perkataan keluarga adik Ayahnya itu, tetap memperlihatkan sikap dinginnya.
Ia terlihat begitu tenang, tidak merasa khawatir lagi dengan situasi, yang sering dilontarkan keluarga kerabat mereka soal dirinya yang mandul.
"Williams yang benar, pacarnya sudah hamil cucuku! dua hari lagi mereka akan menikah!!" kata Rachel tidak mau kalah, membanggakan putranya.
"Iya, kak! apa jadinya Jack kalau terus menjadi kepala keluarga Sebastian tanpa memiliki keturunan! Paman, Bibi dan Kakek buyut serta Nenek buyut juga merisaukan tentang ini, mereka akan datang untuk membahas masalah ini, sekarang mereka sedang dalam perjalanan!!"
Edison tidak sabaran, agar Jack segera menyerahkan sepenuhnya pada Williams bisnis Sebastian grup.
Impiannya sebelum Ayahnya meninggal, ia sangat ingin mengambil alih semua aset bisnis Sebastian.
"Paman! kamu sangat tidak sabar ingin mengambil alih Sebastian grup! saham Paman yang tidak seberapa itu, membuat Paman sangat tidak sabar ingin menendang ku! saat grup Sebastian nyaris bangkrut, di mana Paman saat itu? sedikit pun Paman tidak mendukung grup Sebastian!!"
Edison seketika terdiam mendengar nada dingin Jack, dan raut wajahnya terlihat gugup, membuatnya memalingkan wajah menghindari tatapan mata dingin Jack.
Aura Jack selalu terasa mendominasi, membuat nya sebagai Paman Jack saja tidak berani lebih jauh lagi untuk memprovokasi Jack.
Edison terkadang ingin membuat sikap mendominasi Jack, tidak membuatnya menciut sebagai Paman Jack.
Tapi, ia tidak pernah mampu mengalahkan aura Jack, yang ia akui memiliki sikap pemimpin.
Sudut bibir Jack menyunggingkan senyuman dingin, melihat Edison yang tidak dapat menjawab perkataannya.
"Tuan! Kakek buyut, Nenek buyut, dan juga Paman, serta Bibi anda datang!!" Butler memberitahukan kedatangan Adik dan kakak kandung, Kakek Jack.
Kakek Jack memiliki tiga saudara dan saudari kandung.
Kakak dan adik kandung Kakek Jack, juga bagian jajaran anggota kalangan atas di ibukota.
Walau mereka tidak memiliki aset kekayaan, seperti yang dimiliki Jack, tapi peran mereka sebagai kakek buyut, dan Nenek buyut dari pihak Kakek Jack, mereka memiliki hak suara dalam masalah keluarga Sebastian.
Selesai Butler memberitahu kedatangan para tetua Sebastian, tampak empat orang yang disebutkan Butler masuk aula utama Mansion.
Edison bersama istri dan putranya, langsung berdiri menyambut kakak dan adik Ayahnya tersebut.
"Mari, Paman!" Edison mempersilahkan Paman dan Bibinya tersebut untuk duduk.
Rachel dengan senyum ramah, juga mempersilahkan Bibi Edison untuk duduk di sofa.
"Silahkan duduk, Bi!" ucapnya dengan senyuman penjilat.
Dua lansia tersebut, dua sepupu Ayah Jack, duduk di sofa.
Jack tetap terlihat tenang, melihat tetua Sebastian itu memandang ke arahnya, dengan tatapan dingin.
"Ethan! bagaimana caramu mendidik putramu! kepala keluarga harus memiliki keturunan! dia tidak dapat menghasilkan keturunan, bahkan wanita saja dia tidak punya! semua kita tahu, dia memiliki penyakit setelah kecelakaan waktu itu! sudah waktunya mengganti kepala keluarga!!"
Kakek buyut Jack pun buka suara, langsung pada inti pembicaraan yang ingin ia sampaikan.
"Tidak!!" Ethan sontak berdiri dari duduknya, "Jack tidak mandul! dia yang berjuang membuat perusahaan kembali bangkit dari kebangkrutan! Williams tidak layak memegang kendali perusahaan! bahkan dalam keluarga Sebastian!!"
"Iya, benar! di mana kalian semua, saat putraku berjuang sendiri memulihkan grup Sebastian, yang nyaris tidak dapat terselamatkan!!!"
Charlotte pun ikut buka suara, tidak menyetujui apa yang dikatakan adik mertua lelakinya itu.
Suaranya terdengar nyaris melengking saking kesalnya ia, sampai ikut bangkit berdiri juga dari duduknya.
Semua terdiam mendengar apa yang diteriakkan Charlotte, dan kesempatan itu di manfaatkan Charlotte untuk kembali bicara.
"Kalian semua meremehkan kemampuan putraku, saat dia menata secara perlahan grup Sebastian, kalian hanya bisa menyarankan untuk menjual perusahaan Sebastian! sekarang setelah berjaya, dan berkembang pesat, kalian mencari-cari alasan dengan kemandulan putraku! dan ingin menyingkirkannya! Huh! dalam mimpi kalian!!"
"Baiklah! aku mengaku salah waktu itu sudah menganggap remeh kemampuan Jack! tapi, Charlotte, bagaimana pun Jack tidak dapat memiliki keturunan! akan menjadi pergunjingan, dan mencoreng nama baik keluarga Sebastian, apa kamu tidak berpikir sampai ke sana?!"
Nenek buyut Jack pun buka suara, mengeluarkan pendapatnya.
Raut wajah Edison dan Rachel, serta Williams, diam-diam terlihat berseri mendengar adik perempuan Ayah Edison mengeluarkan pendapat nya.
"Nona! kenapa anda turun? bukankah Nona seharusnya masih istirahat?!"
Terdengar seorang pengasuh wanita berseru ke arah anak tangga, dan seketika semuanya menoleh ke arah anak tangga.
Tampak Esther menuruni anak tangga, masih mengenakan pakaian tidurnya.
"Aku sudah tidak mengantuk lagi, aku merasa bosan di kamar!" jawab Esther, lalu menoleh melihat ke ruang utama.
Charlotte bergegas menghambur ke arah Esther, sembari tersenyum hangat menyambut Esther di bawah anak tangga.
"Kamu masih lemah, sebaiknya diam saja di kamar, biar Luna atau Rose saja yang datang untuk melayani kamu!"
"Aku hanya ingin berjalan-jalan saja, Tante!" jawab Esther.
"Jangan lagi panggil Tante, besok kamu dan Jack kan sudah akan mendaftarkan pernikahan kalian, kamu harus belajar panggil Mama!" Charlotte meraih ke dua tangan Esther.
"Ma.. Mama!" panggil Esther dengan nada yang masih canggung.
"Ya!" jawab Charlotte tersenyum senang, "Bagus, cara kamu memanggil terdengar begitu lembut!"
Jack mengambil alih tangan Esther dari genggaman tangan Ibunya, "Baru saja aku tinggalkan, kenapa sudah bangun?" tanyanya.
"Aku tidak mengantuk lagi, merasa bosan berada di kamar!" jawab Esther, "Apakah aku menganggu? sepertinya banyak tamu datang berkunjung!"
Esther melirik ke arah aula utama Mansion, dan melihat semua yang duduk di sofa memandang ke arahnya.
Tanpa sadar Esther membalas genggaman tangan Jack dengan erat, ia tiba-tiba merasa gugup melihat beberapa pasang mata itu memandangnya.
Bersambung......
cari penyakit aja kamu.....😡
makanya cepetan nyatain perasaan kamu, biar gk salaha paham terus.
🤭🤭