NovelToon NovelToon
Sistem Dewa

Sistem Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irfan Sajilie

Raka terlahir dengan tubuh lemah, namun suatu hari ia menemukan sebuah bola berwarna putih didalam hutan terlarang yang ternyata adalah sebuah sistem yang bernama sistem dewa.
sejak saat itulah Raka menjadi seorang ahli bela diri yang akan menggemparkan seluruh daratan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irfan Sajilie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Pengikut baru

Saat Raka ingin menolak sebab sangat merepotkan kalau membawa orang lain, tiba-tiba sistem miliknya kembali berbunyi.

[Ting terima permintaan Mina, hadiah sebilah pedang roh bernama pedang api berada di peringkat 60 dari 100 pedang roh]

'pedang api? sepertinya akan sangat cocok dengan Malik' batin Raka, ia merasa Malik akan bisa mengeluarkan kemampuan maksimalnya kalau menggunakan pedang roh.

''ituuuuu'' Malik ingin menolak permintaan Mina namun sudah keduluan Raka.

''boleh tapi jangan berisik''

[Ting tuan rumah menyelesaikan misi, selamat mendapatkan pedang roh bernama pedang api]

Mina dan Lina membeku sedangkan Malik malah menganga, detik berikutnya Lina ingin berteriak kegirangan namun segera membekap mulutnya sendiri saat mengingat kata jangan berisik.

''terima kasih tuan muda, kami janji tak akan berisik'' janji Mina dan Lina.

'astaga ada apa dengan tuan muda? Tidak biasanya' bingung Malik sambil menatap tuan mudanya dengan penuh keheranan.

'jangan menatapku seperti itu, aku juga terpaksa dan ini karena dirimu dan sistem' batin Raka menggerutu saat mendapat tatapan tak percaya dari Malik.

Mereka berempat segera beristirahat dan akan melanjutkan perjalanan besok pagi.

Raka bersandar pada pohon sedangkan Malik tengah menatap waspada pada area sekitar, ia perlu was-was kalau-kalau gerombolan serigala iblis lainnya menemukan mereka dan menyerang mereka.

Mina dan Lina sendiri tengah memulihkan luka-luka mereka dengan pil pemulihan kualitas rendah.

''apa kamu ingin berlatih?"' tanya Raka pada Malik.

Malik nampak bimbang namun setelahnya menggeleng.

''duduklah disampingku dan berlatihlah'' ucap Raka yang tau aoa yang sedang dibimbangkan Malik sebelumnya.

''tak perlu tuan muda, lebih baik saya berjaga saja'' tolak Malik lagi.

Raka sangat tau kalau Malik tak mau ketinggalan darinya jadi dia segera mengeluarkan dua buah batu roh tingkat atas.

''batu roh tingkat atas'' kembali ketiganya terkejut dengan aoa yag dikeluarkan oleh Raka.

''formasi pelindung aktifkan'' lirih Raka lalu beberapa detik kemudian formasi pelindung aktif.

''ini... ini...'' takjub ketiganya dengan terbata-bata.

''sekarang kamu bisa berlatih tanpa khawatir'' ucap Raka pada Malik.

''tuan muda anda sangat luar biasa'' ucap Malik mengacungkan kedua jempolnya pada Raka dengan mata yang berbinar-binar.

Raka cuek saja lalu kembali menerbangkan batu roh satunya dan membuat segel tangan lainnya.

''formasi pengumpul energi aktifkan''

Lagi-lagi ketiganya menganga tak percaya sebab formasi pengumpul energi sangat sulit untuk dibuat dan memerlukan energi yang sangat besar.

''jangan berisik, berlatih saja'' ucap Raka lalu menutup matanya seolah-olah ia juga mau berlatih.

'ini formasi pengumpul energi tiga kali ipat, benar-benar sangat luar biasa' batin Malik kembali terpukau.

Mina dan Lina juga ikut terpukau namun segera melakukan pelatihan sebab semakin banyak waktu yang mereka lakukan untuk berlatih maka semakin banyak mereka mendapatkan manfaatnya mengingat sekarang berada di dalam formasi pengumpul energi yang biasanya memiliki durasi waktu.

Saat semua orang menutup mata dan fokus dengan pelatihan masing-masing, Raka mengeluarkan dua energi dari telapak tangannya dan segera terbang menuju kepalanya.

[Ting selamat tuan rumah naik ranah ke ranah jendral tingkat lima]

Raka membuka matanya dan tersenyum senang sebab tanpa usaha ia sudah bisa naik dua tingkat dalam sekejap.

Baru saja ia ingin menutup matanya lagi, tiba-tiba terdengar suara retakan didalam tubuh Malik yang menandakan kalau dia naik ranah.

BOOMMM

''hahaha ranah raja tingkat satu, aku menerobos tuan muda'' tawa Malik.

''selamat tuan muda malik'' ucap Lina dan Mina serempak.

''heii jangan memanggilku tuan muda terus, panggil saja Malik. Tuan muda Raka saja yang kalian panggil tuan muda'' tolak Malik.

''nah hadiah kenaikan ranahmu'' ucap Raka sambil menerbangkan pedang api pada Malik.

''pe-pedang roh'' takjub ketiganya.

''tuan muda apa tuan muda tidak bercanda? memberikan pedang roh pada saya'' tanya Malik dengan tidak percaya, saat ini pedang roh sudah ada ditangannya dan dia memegangnya dengan tangan yang bergetar.

''hmm lagipula aku sudah memiliki pedang hati, jadi pedang api itu untukmu saja'' jawab Raka.

''huaaaa terima kasih tuan muda'' raung Malik lalu ingin memeluk Raka namun Raka segera menghindar dan menatapnya dengan tajam.

''hehehe maafkan aku tuan muda'' kekeh Malik sambil menggaruk kepalanya.

''jadi ini namanya pedang api?'' tanya Lina sambil menatap pedang yang ada ditangan Malik dengan berbinar cerah.

''pedang api yang berada diperingkat 60'' ucap Minato takjub sedangkan Raka hanya mengangguk pelan.

Malik semakin senang sebab akhirnya ia memiliki pedang roh sendiri dan bahkan berada di posisi 60.

''terima kasih tuan muda, aku janji akan menjaga pedang ini dengan baik'' kembali Malik mengucapkan terima kasih berulang kali, ia benar-benar senang dan hampir mengira bahwa semua ini adalah mimpi.

''kembali berlatih'' ucap Raka lalu kembali menutup matanya.

Ketiganya terpaksa juga ikut menutup mata dan kembali menelan banyak pertanyaan dibenak masing-masing.

Meskipun Malik kembali menebak bahwa pedang roh ini mungkin didapatkan dari hutan terlarang namun yang menjadi pertanyaannya adalah apa saja sumber daya yang didapatkan tuan mudanya sehingga bisa memberikan pedang roh secara cuma-cuma.

Pedang roh sendiri sangatlah langka, bahkan tak dijual dipasaran. Dan kalau dijual pun maka harganya selangit dan dipastikan akan terjual dengan sangat cepat.

Tak sedikit pelelangan akan berakhir dengan pertumpahan darah sebab pedang roh memang sangat diinginkan oleh banyak pendekar karena akan membuat si pemilik lebih kuat berkali-kali lipat.

Pagi datang menyapa dan keempatnya segera membuka mata.

''cari makanan dan jangan tanya apapun'' ucap Raka saat melihat tatapan Malik.

''baiklah tuan muda'' jawab malik dengan lesu lalu segera memasuki hutan untuk berburu mangsa.

Raka segera menonaktifkan kedua formasi lalu menyimpan batu roh tingkat tinggi yang masih tersisa separuhnya.

''cukup untuk nanti malam'' lirih Raka hingga membuat Mina dan Lina senang sebab kalau mereka kembali berlatih dibawah formasi pengumpul energi seperti tadi malam maka bisa dipastkan mereka akan menerobos malam ini.

Setengah jam kemudian Malik kembali dengan menenteng empat ekor daging kelinci yang sudah dibersihkan.

''biarkan kami yang memasaknya, mulai sekarang tugas memasak serahkan saja pada kami'' ucap Minato dan segera diangguki oleh Lina.

'ternyata adanya mereka enak juga, setidaknya aku hanya perlu mencari hewan buruan dan mereka yang akan memasaknya' batin Malik yang senang dengan keberadaan Mina dan Lina yang mengurangi pekerjaannya.

Disaat Mina dan Lina memanggang daging kelinci, maka Malik tengah menatap tuan mudanya dengan engan banyak pertanyaan.

''hahh tanyakan saja tapi aku hanya menjawab tiga pertanyaan'' desah Raka tak berdaya, ia sangat tau bagaimana sifat Malik yang tak akan menyerah sebelum rasa penasarannya terjawab.

''hehehe terima kasih tuan muda'' kekeh Malik senang.

''apa tuan muda mendapat banyak sumber daya di hutan larangan?'' tanya Malik tanpa pikir panjang.

''hmmm'' angguk Raka, meskipun hanya beberapa barang yang ia dapatkan namun barangnya sangat istimewa seperti sistem misalnya.

''apa saja? tolong sebutkan tuan muda'' pinta Malik.

''yahhh beberapa pedang, buku kuno, tanaman herbal dan beberapa barang lainnya'' jawab Raka setelah memikirkan barang apa saja yang sudah ia dapatkan.

''lalu darimana tuan muda mendapatkan kekuatan? apakah ada seseorang yang membantu tuan muda?'' tanya Malik penasaran sebab dirinya sangat tau bahwa tuan mudanya adalah orang pertama yang dapat memasuki hutan terlarang semenjak terciptanya pembatas tak kasat mata yang tercipta ratusan tahun yang lalu.

Raka terdiam dan berpikir jawaban apa yang cocok untuk menjawab pertanyaan Malik sebab tak mungkin ia memberitahunya tentang sistem sebab hal sepertti yang namanya sistem tak boleh diketahui orang lain selain dirinya sendiri.

''hmm aku bertemu dengan sebuah jiwa yang mengajariku banyak hal'' jawab Raka setelah mendapatkan alasan yang cukup bagus.

Terlihat wajah Malik mengkerut setelah mendengar jawaban Raka.

'apa ia akan pecaya dengan alasanku?' batin raka was-was.

1
aria
lanjut
Sumitro van Persie
Thor kok g dilanjutin
aria
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!