NovelToon NovelToon
TANPA RESTU

TANPA RESTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Dendam Kesumat
Popularitas:48.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

Aku memang perempuan bodoh soal cinta, pacaran 5 tahun tapi menikah hanya 8 bulan. Tak pernah mendengar nasehat dari orang tua dan sahabatku, perkara pacarku itu. Aku nekad saja menikah dengannya. dalihku karena sudah lama kenal dengannya aku yakin dia akan berubah saat menikah nanti.


Ternyata aku salah, aku serasa teman tidur saja, bahkan aku tak diberi nafkah lahir, ditinggal dikontrakan sendiri, keluarganya tidak pernah baik padaku, tapi aku masih bodoh menerima dan sabar menghadapi tingkahnya. Bahkan cicilan dan biaya rumah sakit aku yang meng-cover. Gila gak? bodoh banget otakku, hingga aku di KDRT, dan itulah titik balikku berpisah dengannya, hingga menemukan kebahagiaan bersama seseorang yang sama sekali tak kukenal, tapi bisa mewujudkan impian pernimahan yang aku inginkan, hanya karena apa? restu orang tua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERJODOHAN

Menjadi orang tua yang memiliki anak gagal menikah itu rasanya campur aduk, apalagi tinggal di kampung. Pandangan orang sangat sinis padaku, padahal mereka tak tahu apa yang membuatku memutuskan menjadi janda setelah 8 bulan mempertahankan pernikahan. Tapi kembali lagi, hidup bakal berat banget kalau mendengar omongan tetangga. Jadi let it flow saja, toh aku juga gak minta makan pada mereka.

Baik ibu dan bapak dan keluarga besarku malah lebih legowo kalau aku cerai, karena mereka tahu Akbar tak bertanggung jawab padaku. Tapi, beliau juga sedih memikirkan masa depanku, khawatir saja kalau aku tidak menikah.

Aku sendiri tak berniat membuka hati dalam waktu dekat, aku ingin menikmati masa kesendirian ini. Sejak kuliah, sudah pacaran dengan Akbar, gerakku menikmati masa remaja sangat terbatas. Jadi aku akan membayar masa itu sekarang, usia di bawah 25 tahun masih dikatakan remaja bukan.

Berbeda pandangan dengan ibuku, beliau sudah punya rencana khusus, setelah masa iddahku selesai, beliau getol sekali mengajakku pengajian katanya sih untuk melapangkan dadaku, beliau berpikir aku sangat sedih dengan perceraian ini, makanya lebih baik mendengar kajian islami yang bisa menenangkan hati. Menurutku sih gak masalah, yang penting kajiannya tak terlalu ekstrem dan tidak menimbulkan kebencian antar umat yang berbeda pandangan.

Ternyata di balik getolnya beliau membantu hatiku tenang adalah dengan mempromosikan diriku pada teman pengajian lainnya. Aku baru sadar setelah beberapa kali ikut kajian, beliau selalu bilang ini putri saya. Nah, obrolan pun berlanjut dengan menanyakan status. Pandangan teman ibu sih berbagai macam ya. Ada yang biasa saja, ada yang sinis, ada juga yang tak peduli. Batinku ingin tertawa melihat usaha ibu, tapi kasihan juga kalau beliau berpikir aku gak laku lagi.

"Boleh dong, jeng kenalan sama anak saya," begitu kata Jeng Ratna, salah satu teman kajian ibu yang kali ini sebagai sponsor utama konsumsi. Ibu juga heran biasanya Jeng Ratna ini gak pernah membaur ke area ibu, tapi kali ini beliau membaur. Mana langsung mengajak kenalan ibu lagi, curiga sekali kalau beliau mendapat info dari ibu-ibu pengajian lain tentang aku.

Tanggapan ibu bagaimana? Jelas sumringah, beberapa kali menyenggol lenganku seolah menyuruhku untuk PDKT dengan Jeng Ratna. Aku pun hanya menjawab sesuai pertanyaan beliau, seperti halnya aku kenalan dengan orang baru. "Cantik begini kok bisa sih diabaikan suami," oh rupanya Jeng Ratna sudah tahu latar belakang statusku. "Kalau sama anak saya dijamin hidup Mbak Namira aman, damai, dan tak kurang suatu apapun," ujar Jeng Ratna yang secara tidak langsung membanggakan putra beliau.

Aku mendapat foto dari ibu terkait putra Jeng Ratna, namanya Fabian Wirakusuma, umur 29 tahun, lajang, dan berprofesi sebagai pemilik 3 ritel di area alun-alun kota. Ritelnya bergerak dalam fashion dan aksesoris, jasa, dan juga sayur dan buah. Tiga ruko berjejer dengan barang yang berbeda. Secara fisik dan finansial memang mapan, tapi belum tentu karakternya baik bukan. Ibu berharap aku menerima perjodohan ini. Oke, untuk kali ini tak ada salahnya ikut saran ibu, apalagi aku pernah tak patuh juga berefek buruk. Niatku hanya satu, berbakti pada ibu semoga doa beliau memberikan kebaikan selalu dalam hidupku.

Aku sudah mendapat nomor Fabian. Namun aku tak kunjung chat dia, ya ngapain. Kalau memang dia mau menjalani perjodohan harusnya dia dong yang menghubungi dulu, aku berprinsip untuk PDKT harus laki-laki dulu, jangan sampai aku memulai karena aku tak mau dianggap cewek gatal. Apalagi kalau si cowok diam-diam ternyata punya pacar, waduh bisa dihujat seluruh Indonesia doang, dianggap pelakor.

Selain punya nomor Fabian itu, justru aku dichat oleh Jeng Ratna, tiap aku update status selalu dikomentari, batinku sih ini emaknya yang suka aku kayaknya, sedangkan anaknya ogah.

Mbak Namira weekend ini ada acara gak?

Tiba-tiba Jeng Ratna mengirim pesan saat aku makan siang bersama Melda dan Mbak Pinkan.

"Weekend ini ada gak yang mau ajak kencan aku?" tanyaku konyol pada rekan kerjaku. Melda langsung menggeleng, jelas dia tidak akan mau jalan sama aku, sudah terplot kencan mas pacar.

Aku tak segera membalas, nanti minta pertimbangan ibu juga.

Pulang kantor aku menceritakan apa yang dichat oleh Jeng Ratna, jelas ibu mengiyakan, jangan ditunda. Siapa tahu itu jodoh kamu sebenarnya.

Sekali lagi aku menurut ibuku. Chat Jeng Ratna sudah aku balas, dan ya aku sudah mengiyakan untuk bertemu dengan anak Jeng Ratna itu.

Aku tak mau berharap lebih, cowok punya uang pasti perempuan idamannya bukanlah seperti aku, Fabian mungkin mau karena menuruti perintah ibunya juga. Tempat bertemu kita di mall, di sebuah cafe dan Jeng Ratna sudah memberi tahuku.

Meski aku terpaksa mengiyakan pertemuan ini, aku tetap on time, dengan datang tepat waktu berarti kita menghargai waktu dan memanusiakan manusia juga. Aku menunggu di kursi yang telah direservasi oleh Jeng Ratna. Menggulir ponsel sembari menunggu kedatangan putra mahkota Jeng Ratna. Agak sebal sih, karena hampir 15 menit tak kunjung datang.

"Asyem, pasti nih cowok sengaja gak datang. Bilang iya, tapi ternyata," gerutuanku tak kuteruskan karena ada seseorang laki-laki yang datang dengan wajah angkuh.

"Namira?" tanyanya sedikit ketus, dan aku mengangguk saja. "Hem, langsung saja deh. Kamu emang mau ya dijodohkan begini? Emang gak segitu lakunya, sampai kamu mau menerima perjodohan denganku."

Aku melongo, telingaku rasanya mendengung seketika. Apa-apaan main sebut aku gak laku, lah dirinya datang berarti setuju dengan perjodohan ini dong.

"Maaf, kayaknya yang gak laku kamu, deh. Buktinya Bu Ratna getol banget menghubungi aku biar mau ketemu sama kamu," ujarku membalas keangkuhannya. Dih, jutek amat. Pertemuan pertama loh ini. Fix, gak bakal mau lanjut.

Dikira aku bakal diam dan terima saja ketika disebut gak laku, ternyata aku membalik keadaan dan Fabian hanya berdecak sebal. "Bukan gak laku, tapi calonku aja yang gak direstui oleh mama." Aku mengangguk percaya saja. Alasannya masuk akal sih, dia cowok ganteng, punya uang banyak, yakin sekali kalau punya pacar yang cantik dan pastinya sexi ala model, dan itulah yang mungkin tidak cocok dengan Jeng Ratna yang terlihat agamis begitu.

"Ya udah sih, bertemu sekarang bukan berarti menerima perjodohan juga. Saling kenal nanti bilang ke orang tua masing-masing kalau kita gak cocok kan beres," ucapku santai. Namun anehnya, Fabian melihat sembari berdecak sebal seolah dia tak setuju.

"Bisa gak kalau kita kerja sama?"

"Kerja sama apa? Aku sudah kerja di kantor." Fabian kembali berdecak sebal, gadis ini terlalu polos atau memang bodoh.

"Bukan kerja sama urusan bisnis atau kerjaan lain, tapi kerja sama soal hubungan kita."

"Maksudnya?"

"Gimana kalau kita pura-pura mau menerima perjodohan ini. Tapi kita hidup masing-masing, aku sama pacar aku, kamu dengan pacar kamu."

"Apa untungnya? Lagian aku juga gak punya pacar."

"Jomblo?" Aku menggeleng.

"Janda lebih tepatnya!"

"Waow!"

Aku tak tahu kenapa Fabian girang setelah mendengar statusku, aneh.

1
Ica Rissaharyono
koid ya c akbar 🤭
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
segera binasa aja deh akbar kemudian menyusul ibunya...ayem kl sdh bgini
tp nnti selesai dong y🤭
Lel: 🤣🤣🤣🤣 benar banget
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lah org jahat ky akbat pula ada kuasa hukum nya? mmng sp yg bayar y
Lel: dari pihak pengadilan biasanya memberikan tawaran kak
total 1 replies
Yuliana Tunru
bisa2 sdh almaŕhum tuh akbar gmn ibu x ya
Lel: belum ada kabar
total 1 replies
Septyana Kartika
Sik Sik...
mau gelar tikar buat tahlilan
Lel: sudah siap???🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
betul tuh..mndg memulai khdpj baru udh tinggalkan saja akbar dan ibu kalian yg sama2 g waras...biarkan saja smpai ajal menjemput
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒: boleh banget..krn buang2 waktu percuma dan bkl syok kl ttp stay d dkt mereka..mkn ksni yg ada mkn dendam sama mira..aneh kan yg hrse dendam y org yg d jahati ya mira dendam k akbar..kok mlh dendam sm org tnpa alasan..konslet mmng
lbh baik bapak nya akbar meninggal drpd menderita mnghdpi istri n anak yg agak lain..2 yg waras mndg mnjauh krn kl ttp drmh lama bkl g nyaman sm tetangga
total 2 replies
Yuliana Tunru
benar2 hati busuk akbar dan.ibu x kecuali kematian yg bisa buat semua berakhir
Lel: pastinya
total 1 replies
yhochi
udah di penjara dan trsiksa kyak gtu msh ngeyel utk mendapatkan Namira Oalah parah nich org🤦‍♀️
yhochi: Oalah....🤭🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
total 4 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
polisi nganggu aja🤭
Lel: ngakak 🤣🤣🤣 jadi patung polisinya
total 1 replies
Sri Wahyuni Abuzar
subhanallah...semiga namira dan kelyarga besar nya baik² saja...
Lel: aamiin ..doa banyak2
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lanjut..makin mer3sahkan tu mnsia tnpa iman
Lel: menakutkan ya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sekali up bkn gregetan...mau nambah lagi thor bab nya🤭
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ini ya yg nmne NPD / narsistik...bisa nge lag otak nya🤣 masih cinta sm laki2 mokondo yg sdh byk mrugikan...cm wnta sprti ibu mu bar yg layak mendampingi org sakit sprti kamu cocok
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
oh kurus tho kirain keren badane atletis🤭 apa dl ganteng stlh patah hati jd kurus krg keronta
Yuliana Tunru
kegilaan akbar sama dhn.ibu x tau x nyalahkan namira lupa gmn jahat x dia dan akbar dulu ..ayo febian bawa istri dan ankmu.pergi sampe tahunan agar mrk.lupa dan hidup kakian baik2 lagi
Lel: beres
total 1 replies
Sri Wahyuni Abuzar
weeew sekali akbar dan ibu nya ini...menunjukan manusia yg g punya iman
Lel: sudah terlalu benci
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
udah 4 hari blm up Thor🙏 apa sdh selesai trus alih ke kyara
Lel: blm kak...cuma masih repot aja
total 1 replies
Yuliana Tunru
pengen.syrum.otak akbar agar sadar dr gila dan.obsesi x krn.hukjman.penjara tak.akan.ubah santet yg berbalik z tak pengaruh kok ada ya orang kyk gitu setali 3 uang dgn.ihu x yg jg dendam tak jelas
Lel: toxic banget
total 1 replies
nunik rahyuni
betul itu...smua pakai duit ..g ada istilah gratis di dunia ini 🤭🤭
Lel: betul syekali
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
nah fix akbar anak nya ibune akbar sama2 peak🤭 untung anak2 laine wlpn d awal aneh msh pnya sisi manusia ne akbar kr mbokne wes tipe2 mnsia yg byk d muka bumi dia yg salah mlh nyalahin org lain atas kejadian buruk yg menimpa nya
Lel: jahat ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!