NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Bayangan

Pewaris Dalam Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Persahabatan / Action / Romantis
Popularitas:252
Nilai: 5
Nama Author: Hime_Hikari

Semua orang melihat Kenji Kazuma sebagai anak lemah dan penakut, tapi apa jadinya jika anak yang selalu dibully itu ternyata pewaris keluarga mafia paling berbahaya di Jepang.
Ketika masa lalu ayahnya muncul kembali lewat seorang siswa bernama Ren Hirano, Kenji terjebak di antara rahasia berdarah, dendam lama, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh.
Bisakah seseorang yang hidup dalam bayangan, benar-benar memilih menjadi manusia biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hime_Hikari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 – Api di Balik Bayangan

Pagi di Sekolah Emerald terasa lebih dingin dari biasanya. Kabut tipis menyelimuti halaman depan, dan bisikan ketakutan terdengar di antara para siswa yang baru datang. Spanduk hitam bertuliskan “DARAH AKAN MEMBAYAR DARAH” masih terbentang di dinding belakang, dikelilingi garis polisi yang dipasang sejak subuh.

Bagi Kenji, semua itu bukan kejutan. Ia tahu, ini bukan sekadar ancaman ini adalah pesan terbuka dari Ren Hirano, ditujukan hanya untuknya.

“Sudah aku bilang kalau ini bukan main-main,” kata Yuto pelan sambil menatap dinding dari jauh.

Akira menimpali dengan nada takut, “Kita harus lapor ke guru, atau … ke polisi!”

Kenji menatap mereka berdua, suaranya tenang tapi tajam. “Polisi tidak akan ngerti. Mereka cuma lihat ini sebagai vandalisme, bukan perang.”

“Perang?” Yuto menatap Kenji, bingung.

Kenji menatap langit kelabu. “Ya. Perang dua dunia dan mereka baru saja mengirim peluru pertama.”

Sepanjang hari, suasana kelas berubah. Tak ada lagi tawa, tak ada suara riuh seperti biasanya. Guru berusaha mengajar seperti biasa, tapi bahkan mereka tak bisa menyembunyikan rasa tegangnya. Di barisan belakang, Ren duduk dengan wajah santai, seolah tidak terjadi apa-apa. Ia membuka buku catatan, menulis sesuatu dengan pena hitam garis berliku seperti naga yang melilit pedang.

Kenji, dari tempat duduknya, memperhatikan gerakan kecil itu. Tak ada kata, tak ada kontak mata, tetapi keduanya tahu setiap langkah mereka kini saling diawasi. Mira menatap mereka bergantian. Ia bisa merasakan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan ketegangan yang menembus batas logika. Hatinya berdegup cepat, bukan karena takut, tetapi karena firasat bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi.

Saat jam istirahat, Mira memutuskan menemui Kenji di taman belakang sekolah. Langit tampak abu-abu, daun-daun berguguran, dan suara siswa terdengar samar dari kejauhan.

“Kenji, ” panggilnya pelan.

Kenji menoleh, sedikit tersenyum. “Kamu datang.”

Mira menatapnya dengan cemas. “Aku lihat berita di pagi tadi. Katanya ada tulisan itu tidak ditemukan siapa pelakunya. Kamu tahu sesuatu, kan?”

Kenji menunduk, jari-jarinya menggenggam kalung ibunya. “Terkadang, orang yang menulis pesan seperti itu nggak butuh disembunyikan. Mereka ingin dilihat. Mereka ingin aku tahu kalau mereka sudah ada disekitar kita.”

Mira menggigit bibirnya, menahan rasa khawatir. “Kalau semua ini berhubungan sama masa lalu kamu, tetapi kenapa kamu tidak pernah menceritakan semuanya saja kepada aku?”

Kenji menatapnya, tatapan lembut tapi penuh luka. “Karena kalau kamu tahu semua, sudah dipastikan kamu tidak akan aman.”

Mira menggeleng cepat, matanya berair.“Jangan bodoh Kenji! Kamu pikir aku bisa tenang kalau tahu kamu dalam bahaya tapi aku diam aja?”

Suara Mira bergetar, tapi penuh keberanian. Kenji menatapnya lama lalu perlahan mengulurkan tangan, menyentuh pipinya dengan lembut.

“Terima kasih … tapi tolong dengarkan aku untuk kali ini, kalau suatu saat nanti keadaan semakin menjadi buruk, ingat harus kamu lari. Jangan pernah melihat ke belakang.” Air mata Mira jatuh tanpa ia sadari.

“Kenji,aku bingung apa maksud dengan perkataanmu barusan?” tanya Mira.

Kenji tersenyum kecil. “Sudahlah tenang saja aku berjanji, aku akan kembali, Apapun yang terjadi.”

Di sisi lain sekolah, Ren berdiri di balkon lantai dua, memperhatikan mereka dari jauh. Dari jarak itu, wajahnya sulit terbaca tapi sorot matanya penuh perhitungan. Ia menyalakan korek, lalu mematikan apinya perlahan.

“Jadi dia sudah punya yang ingin dia lindungi,” bisiknya dingin. “Bagus. Itu artinya aku tahu di mana harus menyerang.”

Seseorang muncul di belakangnya pria berpakaian seragam petugas kebersihan, tapi gerakannya terlalu rapi untuk orang biasa. Dan ia muncul di belakang Ren lalu memberikan hormat kepada Ren.

“Perintah sudah siap, Tuan Muda,” katanya pelan.

Ren menatapnya sekilas. “Pastikan tidak ada yang melihat. Aku ingin pesan berikutnya lebih keras dari yang pertama.”

Pria itu menunduk dalam, lalu pergi tanpa suara. Ren kembali menatap halaman sekolah. Angin sore menerpa wajahnya.

“Dunia ini terlalu damai,” gumamnya.

“Waktunya aku kembalikan keseimbangan.” Ren pergi meninggal balkon.

Sore menjelang. Langit mulai gelap lebih cepat dari biasanya, seperti tahu bahwa sesuatu akan terjadi. Kenji, Yuto, dan Akira sedang berjalan keluar gerbang ketika pengumuman sekolah tiba-tiba terdengar dari pengeras suara.

“Seluruh siswa diminta berkumpul di aula utama sekarang juga. Ada pengumuman penting dari pihak sekolah.”  Mereka saling pandang.

“Pengumuman apa jam segini?” tanya Akira heran.

Kenji tidak menjawab. Ada sesuatu di nada suara operator yang membuatnya waspada terlalu datar, terlalu teratur. Ketiganya berjalan ke arah aula bersama ratusan siswa lain.

Namun begitu pintu aula tertutup di belakang mereka, lampu tiba-tiba padam. Seketika, ruangan berubah gelap gulita. Terdengar beberapa suara teriakan kecil.

Kemudian, layar besar di depan aula menyala menampilkan gambar kabur, seperti siaran langsung Semua mata tertuju ke sana.

Di layar itu, muncul sebuah rekaman, gambar gedung sekolah dari atas, dengan simbol naga merah yang sama seperti di dinding kemarin tapi kali ini, di tengah simbol itu, tergeletak seekor burung gagak mati, sayapnya disebar, darahnya menetes pelan ke lantai. Dan dibawahnya, tulisan digital muncul perlahan:

“SEKARANG KITA MULAI”.

Ruangan langsung gempar. Siswa berteriak, guru berlari ke depan mencoba mematikan layar, tetapi sinyalnya terkunci. Kenji berdiri membeku di tempat, napasnya cepat. Ia tahu ini bukan ancaman biasa. Ini deklarasi perang.

Ren yang berdiri di sisi lain aula, menatap layar dengan ekspresi datar.

Saat pandangan mereka bertemu di tengah kekacauan, Ren hanya mengangkat tangannya perlahan, membentuk isyarat seperti naga dengan jarinya lalu tersenyum tipis.

Beberapa menit kemudian, aula berhasil dikosongkan. Polisi sekolah datang,tetapi tidak ada dinemukan sumber siaran itu, bagi Kenji pesan itu sudah jelas kalau Ren tidak akan  bersembunyi lagi. Di luar, hujan mulai turun lagi. Kenji berdiri di bawah atap, menatap langit yang meneteskan air seperti darah tipis.

“Dia memulainya duluan,” gumamnya dingin.

Yuto menatapnya khawatir. “Kenji, ini gila. Kalau kamu terus lawan dia sendirian …,”

Kenji menatap balik dengan mata tajam. “Aku nggak sendirian. Tapi kali ini, aku nggak akan lari.”

Malamnya, di atap sekolah yang gelap, seorang pria misterius berdiri memegang telepon.

“Target sudah memberi reaksi, Tuan Muda. Apa langkah selanjutnya?” Suara Ren terdengar dari seberang.

“Besok malam … kirim undangan pada keluarga Kazuma. Aku ingin mereka tahu, bahkan sekolah mereka tidak aman lagi.” Pria itu menunduk, lalu menutup telepon.

Ia menatap ke bawah, ke arah halaman sekolah di sana, lampu taman membentuk bayangan dua sosok, satu dengan kalung perak, satu lagi dengan mata tajam di kegelapan. Perang yang dulu dimulai oleh papa mereka akhirnya akan diwarisi oleh anak-anaknya.

1
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
update
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torrr ku
Hime_Hikari: hallo kak di tunggu saja kak untuk update terbarunya
total 1 replies
putri baqis aina
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
Hime_Hikari: Terima kasih kak 😁😁
total 1 replies
Ryner
Author, kapan nih next chapter?
Hime_Hikari: Ditunnggu saja ya kak

Terima kasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!