Mereka berdua pun harus pindah ke kampus ternama, dengan syarat status mereka harus disembunyikan berdasarkan aturan yang sudah ada.
Andrian Daylon Valentino adalah seorang yang tegas, tampan, berwibawa, serta profesional dan tidak lupakan sosok Andrian yang mampu menjadi seorang suami dan ayah yang baik untuk anak dan istrinya, Jeniffer.
"Disini kamu adalah maha siswiku, jika di rumah kamu adalah seorang istri dan ibu dari anakku."
Bagaimana jadinya jika hubungan mereka terbongkar nanti? Apakah mereka sudah siap dengan semuanya atau tidak?
Andrian yang terkenal sebagai dosen yang pelit akan nilai, sedangkan Jeniffer terkenal karena kecantikan yang dimilikinya.
Untuk plagiat, diharapkan untuk tidak mendekati cerita ini!
[Cerita ini mengisahkan sebuah keluarga kecil yang 'jauh' dari kata sempurna. Disini kalian semua dapat merasakan rasa baper, sedih, marah, dan juga kalian semua dapat merasakan rasa penasaran di setiap partnya]
Jangan lupa like, komen, dan votenya ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SilverS_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MDIMH|14. Ngambek
Perang dingin pun terjadi, sedari tadi Andrian terus-menerus mengacuhkan Jeniffer membuat Jeniffer hanya bisa menatap nanar kearah suaminya itu.
Tidak biasanya suaminya bersikap seperti ini kepadanya, lebih menyibukkan diri dengan Triple A dibandingkan dirinya yang memang ikut hadir menemani Triple A belajar dengan materi barunya yang baru saja diberikan di sekolahannya tadi.
"Jadi urutan tertinggi dalam keluarga itu apa papa?" tanya Rey setelah menyimak penjelasan Andrian.
"Jelas yang tertinggi itu seorang ayah Rey, setelah ayah baru ibu dan setelah itu baru kalian seorang anak." jawab Andrian sabar menghadapi berbagai macam pertanyaan dari Triple A.
"Tapi pa kenapa keluarga itu dibilang sangat penting untuk pertumbuhan kita pa? Bukankah lingkungan sekitar kita juga penting pa?" tanya Rae dengan mimiknya yang serius membuat Andrian tertawa.
"Keluarga itu sangat penting untuk pertumbuhan karena keluarga itu adalah kunci utama didalam hidup kalian nak. Salah satunya seperti papa dan mama, jika papa mama mendidik kalian dengan benar dan baik, kepribadian kalian pun juga akan terbentuk dengan baik. Berbeda dengan keluarga di luar sana, yang lebih mementingkan karir dan egonya dibandingkan memetingkan seorang anak seperti kalian. Justru hal itulah membuat psikis seorang anak menjadi terganggu bahkan lebih parahnya membentuk seorang anak menjadi seorang anak yang pendendam dan mudah putus asa. Karena harapan dia semua pupus saat melihat keluarganya sendiri pun hancur, tidak ada kasih sayang dan tidak ada juga masa depan yang akan terbentuk. Dan itu semua pun kembali ke dirinya masing-masing seberapa kuatnya perasaan anak itu untuk menghadapi keluarganya yang seperti itu." penjelasan Andrian membuat Triple A mengangguk paham.
Beruntung sekali Triple A adalah anak yang cerdas, jadi tidak usah menjelaskannya secara rinci mereka pun sudah memahaminya.
"Terima kasih papa sudah mau memgajari kami, terima kasih mama sudah menemani kami." ucap Rae mewakili kedua adiknya membuat Andrian dan Jeniffer tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Tanpa kalian berterima kasih pun akan kami lakukan nak." ucap Jeniffer sambil memeluk ketiga putranya, melupakan sejenak masalah dirinya dengan Andrian.
Sedangkan Andrian yang melihat keharmonisan keluarga kecilnya pun hanya bisa tersenyum bahagia, dan ikut bergabung memeluk Triple A membuat Triple A tersenyum dibalik pelukan hangat mereka.
Meski ini bukan pertama kalinya Andrian memeluk keluarga kecilnya, setidaknya Andrian sangat bersyukur karena dirinya sudah berhasil menjadi kepala keluarga sekaligus ayah yang terhebat untuk ketiga putranya.
Sampai kapanpun, demi keharmonisan keluarga kecilnya ini nyawa pun berani ia taruhkan.
Dan ia pun juga bersumpah, ia tidak akan pernah membiarkan siapapun itu mengusik keluarga kecilnya, termasuk Aldric.
***
"Maafin aku mas, aku tau salah aku minta maaf." sesal Jeniffer sesudahnya mereka di kamar.
"Mas, aku minta maaf"
"Mas"
"Hmm" jawab Andrian sambil memejamkan kedua matanya karena dirinya merasa lelah dan pening.
"Aku minta maaf mas." ucap Jeniffer dengan kata-katanya yang sama, sambil menundukkan kepalanya ke bawah.
"Untuk?" tanya Andrian membuka kedua matanya sambil menatap Jeniffer sekilas lalu menutup kedua matanya kembali.
"Sudah buat mas cemburu di kampus tadi, maaf." cicit Jeniffer dengan perasaan bersalah membuat Andrian tersenyum.
"Lupakan yang itu sayang, mari kita tidur mas sudah capek banget daritadi." bisik Andrian membuat Jeniffer mengangguk paham dan tidak perlu menunggu waktu yang lama ia pun langsung terlelap didalam pelukan hangat suaminya.
"Sebenarnya mas gak marah ke kamu sayang, tapi mas kecewa sama diri mas sendiri karena mas telah gagal membuatmu disiplin, membuatmu harus dihukum seperti tadi pagi oleh pak Dafa. Karena apapun itu, meski itu kesalahanmu, itu termasuk kesalahan mas juga sayang." lirih Andrian belum sepenuhnya terlelap, menatap wajah damai istrinya yang tidak pernah pudar sedikitpun kecantikannya meski sudah memiliki tiga anak.
Di malam itu juga, dirinya pun teringat kembali bagaimana pertemuan dirinya dengan Jeniffer yang bisa dikatakan sangat lucu. Bagaimana tidak? Dimana disaat itu dirinya yang tidak sengaja menabraknya, disaat dirinya sedang berbicara dengan asisten sekretarisnya. Dan bagaimana juga perjuangan Jeniffer selama ini untuk mempertahankan rumah tangganya disaat dirinya dan Jeniffer yang selalu saja bertengkar diawal pernikahan mereka.
Dirinya yang tegas dan disiplin, sedangkan Jeniffer istrinya nakal dan pembangkang.
Tetapi setiap pertengkaran mereka, semua itu pun selalu berujung Jeniffer yang meminta perdamaian --mengingat dirinya yang sangat gengsi untuk sekedar meminta maaf duluan--
Dan itu semua pun berubah, disaat kehadiran Triple A ditengah-tengah rumah tangga mereka.
Suasana yang tadinya sering bertengkar dan tidak pernah damai kini menjadi ramai bukan karena pertengkaran tapi karena tingkah Triple A yang terlihat menggemaskan dan sangat aktif.
Dirinya yang awalnya tidak pernah mau mengakui kesalahan, selalu gengsi kini dirinya harus menurunkan rasa gengsi itu jika dirinya sedang bertengkar dengan Jeniffer demi menjaga kedamaian keluarga kecilnya.
Jeniffer yang tadinya sangat nakal dan pembangkang kini dirinya harus tertib mengikuti aturan Andrian, dan penurut.
Dan itu semua mereka lakukan pun demi buah hati mereka, mereka lakukan bukan sekedar untuk diri mereka sendiri tetapi mereka lakukan sebagai contoh untuk ketiga putranya disaat dimana ketiga putranya sudah dewasa nanti dan memiliki rumah tangganya masing-masing.
Karena tugas sebenarnya orang tua tidak hanya membimbing dan merawat anaknya saja, tetapi tugas sebenarnya orang tua juga sebagai panutan contoh untuk anaknya dimana anaknya kelak akan mengikuti dan mencerminkan apa yang telah dilakukan oleh kedua orang tuanya semasa anak itu masih kecil.
Dan Andrian pun tidak mau sampai ketiga putranya mengikuti sikap buruk dirinya dan sikap buruk istrinya.
Berusaha mungkin, dirinya tidak pernah membesarkan suatu masalah dan segera menyelesaikannya bagaimana pun caranya.
Begitupun dengan Jeniffer, berusaha mungkin ia menghindari pertengkaran itu, dan berusaha mungkin selalu menuruti apa yang dikatakan oleh Andrian.
Jika Andrian berkata iya maka ia lakukan, jika Andrian berkata tidak, maka ia pun menerima dan tidak ia lakukan.
Karena yang harus mereka utamakan sekarang bukan diri mereka lagi, tapi yang harus mereka utamakan adalah ketiga putranya, bagaimana perasaan ketiga putranya ketika melihat pertengkaran kedua orang tuanya, dan bagaimana perasaan ketiga putranya ketika melihat kedamaian kedua orang tuanya.
karena mereka sadar, mereka bukan lagi diri mereka masing-masing yang bebas begitu saja sesuai kemauan dirinya sendiri, saat status mereka masih sendiri, tetapi mereka adalah kedua lawan jenis yang disatukan dalam ikatan suci dimana yang awalnya lu-gua berubah menjadi aku-kamu dan bagaimana caranya mereka yang berbeda bisa menjadi kita.
...***...
...A/N : Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian disini...
...SUKA+KOMEN+SHARE...
...-Tetap jaga kesehatan ya 🖤...
...My Dosen Is My husband...
-My Question-
1. Kenapa sih kalian berantem itu cepet banget damainya, gak kayak pasangan lainnya yang biasanya bisa berhari-hari ngambeknya lalu baru damai?
Andrian : Sudah ada jawabannya diatas, kami lebih mementingkan perasaan putra kami daripada ego kami masing-masing. Selagi masalah itu masalah kecil kenapa gak langsung diselesaikan?
2. Seperti apa sih pertemuan awal kalian itu?
Jeniffer : Biarkan itu menjadi rahasia kami berdua *sambil bersemu merah.
3. Kenapa sih di cerita ini lebih banyak terdapat kata keluarga dan keluarga?
Andrian : Disini saya ingin menunjukan bagaimana keluarga kecil saya, jadi saya rasa tidak usah heran banyak kata keluarga dan keluarga. Karena ini kisah keluarga kecil saya, bukan kisah petualangan, atau kisah horor. Sudah ya saya rasa cukup segini dulu, jika kalian masih ingin menanyakan tentang keluarga kecil saya dengan senang hati saya akan menjawabnya bagaimana keluarga kecil saya.
ini ceritanya udah nikah ya thor bukan dijodohin trus bucin2nan hehehe
lanjut