NovelToon NovelToon
Sistem Pembalasan Putri Masa Depan

Sistem Pembalasan Putri Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:75.4k
Nilai: 5
Nama Author: Itsme AnH

Sebagai Putri Changle, seharusnya ia menikmati kemewahan dan cinta. Namun, gadis modern ini justru terperangkap dalam tubuh seorang putri kuno dengan masa lalu yang mengerikan: dikhianati oleh kekasihnya sendiri, disiksa tanpa ampun, dan meregang nyawa dalam kesengsaraan. Takdir memberinya kesempatan kedua. Dengan Sistem Poin dan Ruang Ajaib sebagai senjatanya, Putri Changle bangkit dari kematian untuk menuntut balas.



Setiap poin yang dikumpulkan adalah langkah menuju pembalasan. Setiap level yang diraih adalah tameng untuk melindungi diri dari musuh-musuh yang mengintai. Namun, semakin dekat ia dengan tujuannya, semakin dalam ia terjerat dalam labirin rahasia kelam yang mengubur masa lalunya dan asal-usul Sistem itu sendiri.



Mampukah Putri Changle mewujudkan dendamnya, ataukah ia hanya pion dalam permainan yang jauh lebih besar dan berbahaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsme AnH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini Semua Salahmu!

Setelah memasuki kamar mewah itu, Song Zhiwan mengunci pintu dengan tergesa, seolah dunia luar adalah predator yang siap menerkam rahasianya. Aroma lilin lavender yang menenangkan tak mampu meredakan ketegangan yang mencengkeram dadanya. Ia duduk di tepi ranjang sutra, merasakan dinginnya kain itu menembus gaun tidurnya.

"Momo," bisiknya dengan suara yang nyaris tak terdengar. Pikirannya adalah labirin gelap, penuh dengan bayangan ketidakpastian.

Layar hologram menyala tiba-tiba di hadapannya, mengeluarkan cahaya lembut yang seolah membentuk sosok Momo. “Host, ada apa?” suara Momo terdengar ramah dan merdu.

Song Zhiwan menatap layar dengan intens, matanya berkilat seperti obsidian. "Xie Zhan dan Guan Shiqing sudah menikah. Aku juga memutuskan hubungan dengan Keluarga Changyuan. Sekarang Xie Zhan kehilangan dukungan dari Pangeran Qin—jalannya untuk mendapatkan jabatan sudah tertutup." Suaranya bergetar, antara harapan dan kecemasan yang pahit.

"Semua pengorbanan ini ... harusnya, akhir tragisku berubah, kan?" tanyanya, getir. Skenario-skenario buruk terus berputar di benaknya.

"Host, maukah kamu menukar poin untuk melihat masa depan?" tanya Momo, sabar menunggu jawaban. Kali ini, ada jeda yang lebih panjang, seolah Momo ragu untuk melanjutkan.

Song Zhiwan menelan ludah, dadanya sesak oleh ketakutan yang dingin. "Tukar saja, berapa pun poin yang dibutuhkan," ia berkata dengan suara yang lebih tegas dari yang dirasakannya. "Aku akan mendapatkan lebih banyak poin nanti ... dengan membuat mereka berdua menderita."

Seketika, layar hologram menampilkan penglihatan yang mengerikan.

Wajahnya sendiri muncul, penuh luka dan darah yang mengering. Bibirnya yang robek bergerak, mengeluarkan suara yang penuh kebencian. "Ini semua salahmu!" teriaknya, matanya memancarkan api dendam.

Song Zhiwan terpaku, merasa dunianya runtuh untuk kedua kalinya. Ia jatuh dari tempat tidur, tak berdaya seperti boneka yang kehilangan tali. Kamar itu terasa semakin sempit, bayangan menari-nari di dinding, mengejek ketidakberdayaannya. Bau anyir darah seolah menusuk hidungnya.

Ketegangan mencekam, membungkusnya dalam ketakutan dan amarah yang membakar. "Xie Zhan dan Guan Shiqing membalasku karena ulahmu!" teriaknya lagi dari hologram, suaranya pecah oleh isak tangis. "Mereka mengubahku jadi manusia babi!"

Song Zhiwan tersentak, bingung dan ngeri. "Apa yang sebenarnya terjadi?" gumamnya getir. "Aku sudah mencoba mengubah segalanya ... kenapa takdirku malah semakin buruk? Bagaimana aku bisa keluar dari semua ini?"

Di layar, sosok Song Zhiwan yang terluka itu berteriak, "Aku ... aku tidak tahu! Arghhhh!" Layar padam, meninggalkan keheningan yang mencekam.

Di layar, sosok Song Zhiwan yang terluka itu berteriak, "Aku ... aku tidak tahu! Aku hanya merasakan sakit yang tak berkesudahan! Arghhhh!" Layar padam, meninggalkan keheningan yang memekakkan telinga.

Song Zhiwan duduk terpaku di lantai, matanya kosong, jiwa tersesat di labirin waktu. "Apa yang harus kulakukan? Apa ada jalan keluar dari neraka ini?" bisiknya putus asa.

Detik berikutnya, ia memanggil Momo lagi. Layar hologram muncul kembali. "Momo, aku harus tahu kelanjutan ceritanya," desahnya penuh harap. "Aku harus tahu... meskipun kebenaran itu akan menghancurkanku."

Suara ding terdengar saat poinnya berkurang, menandakan ia telah melangkah lebih jauh ke dalam narasi yang dipilih.

Cahaya biru dari layar memperlihatkan masa depan yang kelam, adegan mengerikan di tengah malam yang sunyi.

"Minggir semua! Berani menghalangiku!" jerit seorang pria, suaranya memecah kesunyian malam. Ia berdiri di tengah kerumunan prajurit, berlumuran darah, mengenakan baju besi yang compang-camping.

Pangeran Chu, sang pahlawan perang yang legendaris, kini tampak seperti binatang buas yang terluka.

"Aku Pangeran Chu, keponakan Kaisar! Siapa pun yang menghalangiku akan kubinasakan!" Dengan amarah membara, pedangnya menebas prajurit-prajurit yang menghalangi jalannya. Jeritan kesakitan dan dentuman baja menjadi simfoni menakutkan di malam itu.

Di tengah kekacauan, Pangeran Chu tiba-tiba membeku.

Tatapannya tertuju pada Song Zhiwan yang teronggok mengenaskan—terperangkap di dalam kendi, hanya kepalanya yang terlihat, penuh penderitaan dan kesedihan yang menghancurkan hati.

"Zhiwan ...." Suara Pangeran Chu pecah, air mata mengalir di pipinya yang berlumuran darah. Ia berlutut di samping kendi itu, tangannya gemetar saat menyentuh pipi Song Zhiwan.

"Aku terlambat ...," bisiknya dengan suara serak. "Aku berjanji akan melindungimu ... tapi aku gagal."

"Maafkan aku ...." Suara Pangeran Chu semakin lirih, penuh penyesalan yang mendalam. "Jika saja aku tidak pingsan ... jika saja aku lebih kuat ... aku pasti bisa menyelamatkanmu." Dahinya menyentuh kening Song Zhiwan, seolah mencari kehangatan dalam dinginnya kematian.

Pangeran Chu mengangkat kepalanya, matanya memancarkan amarah yang membara. Ia menatap tajam para prajurit di sekitarnya, suaranya dingin seperti es. "Bunuh seluruh keluarga Perdana Menteri Xie! Jangan sisakan satu pun!"

Begitu perintah itu keluar, Xie Zhan, yang telah menjadi Perdana Menteri berkat menikahi Song Zhiwan, dibantai habis-habisan seluruh keluarganya. Bahkan pelayan rendahan pun tak luput dari amarah Pangeran Chu.

Pangeran Chu sendiri mengatur pemakaman yang layak untuk seluruh Keluarga Pangeran Qin yang terbantai. Setelah itu, ia menghunus pedangnya sendiri dan mengakhiri hidupnya di samping Song Zhiwan, memilih untuk mati bersamanya daripada hidup tanpa dirinya.

Hologram di depan Song Zhiwan berkilauan, memperlihatkan wajah Pangeran Chu dengan ekspresi penuh kesedihan dan cinta abadi.

"Itu dia?" Song Zhiwan terpaku, matanya tak lepas dari layar hologram yang memancarkan sosok Pangeran Chu.

Tiba-tiba, kenangan saat dirinya hampir mati di bawah kaki kuda hitam yang membawa mahar Xie Zhan, dan diselamatkan oleh pria tampan.

Dia-lah Pangeran Chu, pemilik tatapan hangat dan senyum tulus.

"Dia membalaskan dendam untukku? Kenapa?" Jantung Song Zhiwan berdegup tak beraturan, seolah ingin memecahkan ruang dan waktu.

Dia mencoba menggali ingatan pemilik asli, tetapi tidak menemukan kenangan tentang dirinya dengan Pangeran Chu.

"Apa pun itu ... aku telah menyia-nyiakan cintanya," bisik Song Zhiwan dengan air mata mengalir di pipinya. "Kali ini ... aku tidak akan membiarkannya pergi."

Dalam benak Lulu yang dirasuki Song Zhiwan, sebuah ide liar menggelora—melawan takdir yang telah digariskan—menulis ulang masa depan yang tak berbelas kasihan padanya.

Senyum kecil tersungging di bibir Song Zhiwan. Rapuh, tapi penuh harap—berkelindan dengan kecemasan yang terus menggerogoti hatinya.

Ia menggenggam erat asa di dalam dadanya, berharap semua rencana dan persiapannya tidak akan sia-sia. Momo adalah satu-satunya yang bisa dipercaya, satu-satunya yang bisa membantunya mengubah takdir.

"Momo," bisiknya, matanya penuh tekad. "Katakan padaku ... apa yang harus kulakukan selanjutnya."

1
Henda Wini
bagus pangeran .....
Andira
👍
chataleya
memang kekuasaan adalah segalanya. paling tidak harus bisa menguasai diri sendiri. yang penting tidak tamak dan tidak merasa paling berkuasa. 😄
Julia thaleb
wanita bercadar itu Guan shiqing.
Thor aku stop baca critanya ya..
diawal crita seru, sekarang SDH seperti crita Indosiar yg terus bersambung..
Julia thaleb
Thor..
udah bosan dgn drama guan shiqing..
kok ceritanya ne guan shiqing yg jadi pemeran utama...?
Wulan Sari
wah kayaknya Wan wan hamil ya semoga sj biyar bahagia lanjut Thor semangat 💪👍 salam ❤️🙏
sahabat pena
hamidun ya itu putri agung
sahabat pena
huhuhu akhir yg bahagia 😍😍😍😍ada intrik lagi tdk kak?
sahabat pena: iya hrs bahagia selalu
total 2 replies
Murni Dewita
👣
Itsme AnH: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Ulufi Dewi
pinteran penjahat nya daripada sistem momo
Itsme AnH: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ulufi Dewi
kemana pergi nya sistem momo❓🤔
Itsme AnH: adaaaa
total 1 replies
Ulufi Dewi
sungguh menyedihkan..... buat apa nangis.....
kmana nih momo....... gunakan sistem dong.....
Itsme AnH: Ada kak hehe😄
total 1 replies
RiNdaNi Poetrie
dah lah Thor jangan di buat plinplan cerita nya. dah menang nanti kalah lagi. dah naik ujung-ujungnya di jatuhin lagi mc nya
Itsme AnH: hehehe maaf yaaa
total 1 replies
sahabat pena
kak, aku kok seperti nonton sinetron sih? ini fungsi nya e
sistem apa? greget bgt.. masalah nya cuma berputar2 di sini aja ga selesai- selesai. trs kelebihan putri cangle apa? masa lemah bgt. mudah di tindas, mau di skip tp penasaran. wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
Itsme AnH: 😍😍😍😍😍
total 3 replies
Fitria Arifianto
laaah bwt apa merubah takdir kalo ujung2 nya jatuh juga🤭
bagusan pemeran perempuan pas novel perempuan beracun kesayangan pangeran lebih cerdas & keren😄
Itsme AnH: hehehe kan gak semudah itu bisa merubah takdir, Kak.
total 1 replies
sasa adzka
jangan pesona aja Thor... klo kagak bisa beladiri wahhh dunia persilatan zaman kuno hukum rimba berlaku itu Thor...
semangat nulisnya😍😍😍
Itsme AnH: hehe iya makasih sarannya kak sehat selalu yaaa
total 1 replies
Alan Banghadi
Greget bacanya ada sistem tapi ngak bisa bantu hubungan Chi Mohan dan Song zhiwan
Itsme AnH: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Alan Banghadi
Thorr ngak guna ada sistem kalo tidak bisa membuat Song Zhiwan tau kalo Pangeran Chu sedang dalam tekanan gara2 perang
Itsme AnH: Gak menarik ceritanya kalau semua bisa diselesaikan saman sistem hehe
total 1 replies
Ulufi Dewi
ayo putri gunakan sistem apa yang harus kamu lakukan untuk keluarga jangan bersedih karena dihianati cinta
Itsme AnH: betul, jangan terbuai kesedihan terlalu lamaa
total 1 replies
hahaahaha
Luar biasa
Itsme AnH: 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!