Aaliyah, takdir mempertemukannya dengan Hadi, disaat Hadi telah memiliki Clarissa dan sudah siap untuk menikahi Clarissa.
Namun kekuatan takdir telah mengubah arah hati Hadi, pada akhirnya ia memilih Aaliyah menjadi istrinya.
Tetapi Clarissa, perempuan yang memiliki pengaruh yang kuat, perempuan yang membuat percaya diri Aaliyah jatuh pada titik nol, selalu membayangi kisah cinta mereka.
Kisah mereka diuji dengan kesetiaan, kesabaran, dan perjuangan cinta. Akankah mereka lulus dari ujian itu?
Clarissakah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Aaliyah?
atau Aaliyah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Clarissa?
Jawabannya adalah siapa yang terakhir hidup bersama Hadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Cemburu
Setelah Hadi pulang dari rumah Aaliyah, Aaliyah menunggu telpon maupun WA dari Hadi, namun sampai Aaliyah tertidur Hadi tidak pernah menelpon maupun berkirim pesan. Aaliyah belum pernah sekalipun menelpon duluan ataupun berkirim pesan duluan pada Hadi.
************
Lamunan Aaliyah terhenti saat Pak Hendrawan memanggil namanya. Aaliyah pun akhirnya larut dengan obrolan seru bersama mereka.
Mereka baru tiba di puncak pada malam hari. Resort yang dipesan Hadi memiliki kamar yang mirip cottage, kamarnya terpisah-pisah, menghadap dan langsung mengakses ke taman. Aaliyah gagal fokus pada desain kamar mandinya. Karena kamar mandinya hanya diberi dinding setinggi 2 meter lebih tanpa atap.
Aaliyah sekamar dengan bundanya. Setelah meletakkan semua barang-barangnya Aaliyah mandi air hangat. Setelah mandi Aaliyah mengenakan sweater, celana panjang, juga kaus kaki karena udara sangat dingin.
Mereka berempat kemudian makan malam di restoran. Belum juga mereka meninggalkan restoran pasangan Angga dan Adelia sudah nampak di restoran dan ikut bercengkerama bersama mereka. Mereka baru saja tiba dari kota karena masih menggunakan busana kantor. Setelah waktu menunjukkan pukul 9 malam, mereka kembali ke kamar masing-masing. Rupanya mereka mendapat kamar yang berjauhan satu sama lain.
Sesampainya di kamar, Aaliyah tidak langsung masuk. Ia hanya duduk di kursi yang tersedia di teras kamar sambil memandang ke arah taman. Bundanya sudah masuk kamar duluan. Tempat itu sangat indah, berada di pinggir danau buatan dan di pinggir hutan. Tenang, sunyi dan damai. Udaranya sejuk dan dingin. Lampu juga dibuat remang-remang. Tempat yang sangat cocok untuk orang-orang yang mencari ketenangan dan kedamaian ataupun ingin beristirahat dari hiruk pikuknya kota.
********
AALIYAH
Malam ini terlalu indah untuk dilalui tanpa ada Mas Hadi di sini.
Tempat ini terlalu bagus untuk dinikmati bila tak bersama Mas Hadi.
Kuakui, aku rindu Mas Hadi
Rindu ini jahat, teramat menyesakkan.
Bila rindu ini menyerang maka menolak lamaran Mas Hadi kemarin menjadi penyesalan.
Hal terbodoh yang pernah kulakukan.
Apakah Mas Hadi juga memikirkan aku?
Toh dari tadi malam sampai malam ini Mas Hadi tidak pernah menghubungiku di telepon.
Aku tidak mungkin menghubungi Mas Hadi duluan. Bagaimanapun aku adalah wanita.
Dan aku takut Mas Hadi sementara bersama Clarissa.
Pasti Clarissa akan marah bila aku menghubungi kekasihnya.
Aku percaya alasan Mas Hadi tidak ikut kami ke puncak.
Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Aku percaya itu.
Tapi Aku sangat yakin, bahwa ada alasan lain selain pekerjaan.
Mas Hadi akan menghabiskan akhir pekannya dengan Clarissa.
Aku sangat dan sangat yakin sekarang Mas Hadi bersama Clarissa.
Aku cemburu.
*********
Hadi memarkir sepeda motornya pada tempat parkir khusus sepeda motor di Apartemen Clarissa. Hadi menyapa security kemudian masuk ke lobi dan naik ke lantai atas tempat Clarissa. Hadi sudah mengenal security apartemen karena sudah sering bolak balik ke apartemen Clarissa.
Sebenarnya pekerjaan Hadi sudah selesai dari tadi. Tapi Hadi sengaja mengulur waktu pulangnya dari kantor berharap Aaliyah menghubunginya. Hadi ingin melihat perubahan pada Aaliyah sejak Hadi membangun kedekatan dengannya. Tapi dari tadi malam hingga malam ini Aaliyah tidak kunjung menghubunginya. Sebenarnya Hadi kangen mendengar rengek manja Aaliyah, melihat wajahnya yang selalu tersenyum ceria ataupun merona karena malu. Tapi Hadi menahan diri untuk menghubunginya. Hadi ingin buktikan apa Aaliyah juga rindu, karena Hadi yakin apabila Aaliyah rindu maka ia akan menghubunginya. Namun sampai sekarang Aaliyah tidak pernah menghubunginya. Entah dia tidak rindu atau menjaga image sebagai seorang wanita. Tapi memang sejak mereka saling mengenal tidak pernah satukalipun Aaliyah yang menghubungi duluan. Tapi setiap telpon, WA ataupun kunjungan Hadi akan disambut dengan sangat hangat oleh Aaliyah. Bahkan Aaliyah bisa tahan sampai pagi ketika ngobrol dengan Hadi lewat telepon. Aaliyah tidak bisa menyembunyikan tatapan mata dan ekspresi rasa sukanya terhadap Hadi, dan Hadi bisa membaca itu. Tapi kenapa ia tidak pernah menghubungi Hadi, walau hanya untuk sekedar say hello!. Semua hal itu ada di dalam benak Hadi.
Hadi masuk ke apartemen Clarissa. Clarissa sementara di dapur menyiapkan suki pesanan Hadi yang Clarissa pesan online dari tadi kemudian membawanya ke meja makan. Melihat Clarissa keluar dari dapur, Hadi menghampiri dan mencium keningnya. Clarissa membantu Hadi melepas jaket kulitnya "Harum banget makanannya" ucap Hadi tidak sabar segera makan.
"Cuci tangan dulu baru makan sayang" kata Clarissa.
Hadi mencuci tangannya kemudian mereka makan bersama. Hadi tampak menikmati makanannya.
"Kenapa sih akhir-akhir ini kamu sok sibuk banget, beda dari biasanya?" Clarissa membuka pembicaraan.
"Akukan sudah bilang aku lagi banyak kerjaan" jawab Hadi.
"Sayang, aku heran deh. Kamu melarang aku untuk buka praktik, tapi kamunya malah jarang datang kemari, datang tinggal sekali seminggu, itupun datang larut malam, kamu mulai aneh sekarang" Clarissa mengeluh.
Hadi menghentikan makannya sebentar kemudian menatap Clarissa dan berkata dengan tegas "Rissa, kita sudah membicarakan soal praktikmu, dan aku tidak ingin membahasnya lagi".
Clarissa mendengus. Ia paham sekali sifat Hadi yang teguh pendirian. Kalau bicaranya sudah tegas begitu, mustahil dia berubah. Clarissa paham keinginan Hadi tidak ingin ia menjadi wanita sibuk, karena akan membawa dampak yang buruk bagi keluarga mereka nanti apabila suami dan istri sama-sama sibuk. Apalagi bila mereka sudah memiliki anak. Kesibukan orang tua memiliki pengaruh yang besar bagi perkembangan anak.
Namun yang Rissa tidak mengerti adalah sikap Hadi yang berubah sekarang. Akhir-akhir ini Hadi jarang datang, frekuensi menelponnya juga berkurang. Clarissa hanya berharap bahwa memang benar Hadi sibuk dengan pekerjaan. Karena dari pengalaman Clarissa, dua kali Hadi berubah seperti itu, dua kali itu juga Hadi selingkuh.
"Aku hanya cemas, dua kali sikapmu seperti itu, dua kali pula kamu selingkuh" Rissa menyatakan kekhawatirannya.
Hadi tersedak makanannya mendengar kata Clarissa. Potongan isian suki seperti berubah menjadi batu.
"Kamu jangan pikir yang macam-macam!" kata Hadi sambil melanjutkan kembali makan.
Ya memang ada sesuatu yang disembunyikan Hadi pada Clarissa. Tapi kalau mau dibilang selingkuh, Hadi belum yakin itu. Yang Hadi rasakan sekarang perhatiannya sekarang terbagi ke Aaliyah. Anak itu memiliki pesona tersendiri, menjadi semangat baru untuk Hadi. Aaliyah mulai mengalihkan dunianya.Juga selalu ada bisikan dalam diri Hadi untuk selalu melindungi Aaliyah dan Bundanya karena kejadian di masa yang lalu.
Selesai makan Clarissa membersihkan meja makan kemudian menyusul Hadi ke kamar. Di Kamar tampak Hadi tiduran sambil menonton TV.
"Bersihkan badanmu dulu baru tidur!" kata Clarissa dengan ketus dan memberikan handuk pada Hadi.
Rissa masih agak sebal Hadi tidak memberikan klarifikasi soal perubahan sikapnya. Hadi meraih handuk yang diberikan Clarissa kemudian bangkit dari tidurnya dan memeluk Rissa dari belakang.
"Kita mandi sama-sama sayang" bisik Hadi di telinga Clarissa.
"Nggak ah, sudah malam" Clarissa menolak.
"Ayolah, ada air hangat" Hadi menarik Clarissa ke kamar mandi dan mengisi bath up dengan air. Kalau sudah seperti ini Clarissa tidak bisa menolak lagi. Kalaupun ia menolak, Hadi akan tetap memaksa.
2. e
3. d
4. a
5. b
tnngung jwb ktnya mlh kaya gini setan emng hadi🤣🤣
jadi clarisa juga sakit, apa lgi nanti yg jg nanti di poligami si akiya dan brengseknya lgi punya ank pula sakit g berdarah nembus sampai yg baca sakit bnget