Hai...ini karya pertama aku jadi kalian harus dukung ya .
sinopis
Ini sudah modern tapi entah mengapa orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads tampan yang berada di pesantren jauh dari rumah mereka .
Namaku Ghania faneha Qhonita gadis tomboy yang selalu keluar malam dan balapan motor secara liar di tengah -tengah jalan raya .Suatu hari orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads yang tampan .
Agar anak mereka bisa merubah diri dengan berjalannya waktu .
Akankah Qhonita mau di jodohkan atau malah sebalik nya??
Yuk simak kisah selanjutnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon metri annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15
...Masa depan tidak bisa kita skenariokan,masa lalu tidak bisa kita rubah.Lantas kenapa kita mesti menyiksa diri dengan setumpuk penyesalan atas sesuatu yang tidak bisa kita rubah .Seriuslah dan konsentrasi untuk berbuat yang terbaik pada apa yang sedang kita jalani saat ini .Jangan menjadikan masa lalu yang salah selalu menghantui ,dan jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan yangbelum pasti . Berusajalah sebaik mungkin saat ini .Tawakkal dan serahkan hasilnya kepada alloh yang maha pengasih lagi maha penyayang ....
"Emang tadi pagi Abang gimana Bi .'' tanya Qhonita .
" Itu tadi kan Ummi buat makanan kesukaan kamu dan pas Ummi masak Abang dateng , terus nanya Ummi buat apa ." sedikit penjelasan dari Abi .
" Terus Abang bisa merajuk ,ngambek gara-gara apa?" tanya Qhonita masih konek karena belum jelas .
" Gara-gara Ummi gak ingat sama masakan kesukaan Abang ,Qhon ." ucap Abi tapi Ummi cuek saja toh Alif sudah besar dan tak perlu di perhatikan lagi .
'' Owww pantesan tadi Abang keluar ternyata ini toh permasalaha nya .'' Ucap Qhonita pelan tapi di dengar oleh Abi samar-samar .
''Apa katamu Qhon , suaranya kurang jelas jadi samar .'' sahut Abi .
'' Gak ada apa-apa Bi .'' Sahut Qonita lanjut makan lagi .
Semuanya makan tampa bersuara di sana tak ada yang seru setelah makan ,biasanya Alif selalu membuat kekonyolan tetapi ini tak ada orangnya .
"Qhon coba ke kamar Abang , ngapain dia di kamar selama ini . '' ucap Abi cemas tak biasanya Alif seperti ini .
'' Iya Bi sebentar Qhonita pergi dulu .'' ucap Qhonita berlalu ke kamar Alif .
'' Bang !! Abang!!! Abang!!! " teriak Qhonita karena tak ada sahutan dari dalam .
'' Abang ,Qhonita mau masuk pintunya jangan di kunci .'' ucap Qhonita tapi masih dengan keadaan tadi .
Qhonita berusaha mendobrak pintu tapi hasilnya nihil ,dan untungnya Qhonita ingat kalau ia menyimpan kunci cadangan .
Dengan mencari ke sana kemari akhirnya dapat juga , segera Qhonita membukanya dan disaat pintu terbuka .
'' Woy bangun dari tadi gue panggil gak denger ternyata tidur .'' ucap Qhonita kesal ,kesalnya berubah dengan ide jahilnya .
Qhonita berjongkok dan mencabut bulu betis Alif ,alhasil Alif langsung terlonjak dan mengaduh kesakitan .
'' Aduh.... Aduh.... siapa sih yang usil . '' ucap Alif tak menyadari Qhonita yang sudah duduk di meja kerja Alif .
'' Woy loh ngapain disini, jangan jangan lo ya yang usil dan cabut bulu betis gue. '' ucap Alif
'' Emang enak makanya ,kalau orang teriak bangun .'' ucap Qhonita berlari ke luar kamar tapi tanganya di tahan oleh Alif .
'' Mau kemana ? '' tanya Alif berlagak sok gak tau .
'' Ya mau keluarlah tuh di cariin Abi .'' ucap Qhonita menggigit tangan Alif .
"Ngapain mereka nyari gue ?'' tanya Alif .
'' Gak tau yok ah , cepetan ntar gue lagi yang kena sembur sama Ummi . '' sahut Qhonita menarik Alif ke ruang tamu .
'' Bi, ini orangnya .'' ucap Qhonita menunjuk Alif .
'' Bang , dari mana tadi kok gak makan malam .'' tanya Abi melirik Alif .
'' Tidur di kamar .'' jawaban singkat dari Alif .
Abi hanya mangut-mangut dan menyeduh coklat panas .
'' Abang kemarin ke pemakaman Nadia ?'' tanya Ummi ikut bicara .
'' Iya , yasudah Bi kalau gak ada yang perlu Abang mau ke kamar .'' sahut Alif pamit kepada Abi .
Semua diam dengan sikap Alif tiba-tiba jutek dan tak ceria .
'' Yasudah sekarang balik ke kamar masing-masing tidur, ingat jangan keluar malam perasaan Abi tidak enak .'' ucap Abi berdiri di ikuti Ummi .
'' Iya Bi. '' sahut Qhonita berlalu pergi .
Qhonita masuk ke kamar Alif dan duduk di tepi kasur .
'' Bang , lo kenapa sih jutek amat , lagi pms ya.'' ucap Qhonita namun yang ditanya melamun dan melihat keluar jendela .
Tiba-tiba .
"Gue kangen sama Nadia dan kontrakan gue Qhon .'' ucap Alif menatap sendu malamnya langit .
'' Yaudah sekarang kita siap-siap , kita berkunjung ke kontrakan Abang .'' sahut Qhonita kembali ke kamarnya dan mengambil jaket kulit tak lupa kunci motor nya .
'' Oke sekalian kita nginap di sana ya .'' ucap Alif ikut bersiap-siap .
Qhonita dan Alif sudah di perjalanan mereka juga sudah pamit dengan Ummi dan Abi , walau mereka tak mengizinkan tapi tetap keduanya ingin pergi .
'' Bang di depan itu kayaknya ada motor tapi gak di nyalain lampu nya . '' ucap Qhonita melihat kedepan belokan mereka .
'' Kayaknya mereka ada sesuatu Qhon , kamu hati-hati di belakang ya .'' ucap Alif tau gelagat orang yang ada di depan .
'' Iya Bang gue duluan ya .'' ucap Qhonita menambah kecepatan nya agar melaju lebih cepat .
Qhonita sudah melewati orang yang berniat jahat sama mereka , tetapi Alif masih dalam keadaan bahaya .
Alif masih berusaha menghindar dari kejaran orang-orang jahat . Namun motor yang ia kenakan di tendang oleh orang , alhasil Alif terpental dari motor dan sekarang ia jatuh .
'' Abanggggggg!!!!!!! '' Qhonita berteriak sekencang mungkin .
Sesampainya di tempat Alif jatuh Qhonita mengangkat kepala Alif yang tak sadarkan diri .
'' Bang, Abang bangun- bangun Bang jangan tinggalin Qhonita seorang .'' ucap Qhonita menangis sejadi-jadinya hingga ada orang yang berjaga malam di dekat sana .
'' Mba , ada apa ini ?'' tanya pak penjaga di sana .
'' Pak tolong Abang saya, kami di kejar orang yang tidak dikenal .'' sahut Qhonita dengan berkata terbata-bata .
'' Cepat telpon ambulan Mba , agar Abangnya cepat ditangani oleh dokter .'' ucap Pak penjaga sambil mencari banruan ke orang .
'' Hallo pak sekarang tolong segera ke jalan mawar , disini ada yang kecelakaan sekarang pak jangan pake lama .'' ucap Qhonita memutuskan telepon secara sepihak .
'' Mba , sama Abannya mau kemana ?'' tanya Pak penjaga .
'' Kami berdua ingin ke rumah jalan tulif Pak , disana ada rumah, kami ingin menginap di sana .'' jelas Qhonita sambil mengelap air matanya .
'' Lama banget ambulannya datang . '' ucap Qhonita .
''Sebentar lagi Mba, nah itu ambulannya .'' ucap Pak penjaga sambil melambai-lambaikan tangan ke arah mobil ambulan .
Qhonita segera masuk ke ambulan dan para petugas medis segera membawa Alif ke dalam mobil menggunakan brankar .
'' Bang , bangun jangan gini dong .'' ucap Qhonita sedih melihat keadaan Alif yang pucat dan tanganya dingin .
Qhonita mengusap -usap tangan Alif yang dirasa dingin tak lama kemudian sampai lah mereka di runah sakit Sobirin .
'' Sus tolong Abang saya , cepat sus .'' teriak Qhonita di sepanjang Koridor rumah sakit .
Setibanya di ruang UGD segera Alif di tangani oleh dokter ,tak lama ponsel Qhonita berdering menandakan ada yang menelpon .
'' Assalamualaikum , Qhon kalian dimana sekarang kenapa tidak balik- balik .'' tanya Abi karena sudah berjam-jam tapi tak kunjung pulang .
'' Abang , Bi Abangggg .'' belum selesai bicara dokter keluar dan segera Qhonita mematikan telepon dan menghampiri dokter .
.
.
.
.
.
.
bersambung
JANGAN LUPA LIKE KOMEN YANG BANYAK DAN VOTE JANGAN LUPA INGAT KOMENTAR DARI KALIAN DAN LIKE NYA SANGAT DITERIMAH
made by: Metri Pramisti .
hadejhhh
DISINI MAU LIAT AUTHOR APA PUTRA JDI USTADZ TEGAS, ATAU USTADZ YG GIK MIKIRIN PRASAAN ISTERINYA..
SEMUA BLM DIJELASKN SIAPA2 WANITA YG MAU JDI PELAKOR SELAIN USTADZAH CACA,, TERUS APA JUGA ADA USTADZ CALON PEBINOR NII..
jadi cerita nya sedikit
semangat