Aku berusaha tegar , berusaha untuk tidak menangis saat dalam pelukan Agung . Meski sakit tapi aku tidak boleh lemah di hadapannya, agar tidak lebih membebani dia .
Perlahan tapi pasti Kereta yang saya tumpangi mulai berjalan meninggalkan Agung yang masih berdiri di tempat terakhir dita bersama . Dan meninggalkan semua kenangan yang kita ciptakan selama satu minggu saya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Ho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jujur
Setelah tangisan gue selesai dan bisa mengendalikan diri lagi. kali ini gue sudah yakin kalau gue akan menceritakan segalanya sama bapak dan emak. hati kecil gue sebenarnya takut. kali ini bukan takut untuk jujur pada orang tua gue tapi takut pada kenyataan pahit yang akan gue terima.
" kalau ada yang ingin bapak tanyakan silahkan ! " dengan menarik nafas panjang akhirnya gue bisa mengatakan siap untuk semua pertanyaan bapak.
" siapa sindi.? " beban di bahu gue tiba tiba hilang setelah mendengar pertanyaan bapak . gue pikir bapak akan menanyakan tentang tante Ida.
" sindi teman dekat Agung pak. darimana bapak tau Sindi.? " tanya gue penasaran.
" setelah kamu pergi kemarin sindi datang ke rumah mencari kamu. sebelum dia datang ke rumah dia sudah mencari kamu ke warkop dan ke toko tapi tidak adam dia juga sudah mecari tau ke semua teman kamu tapi mereka juga tidak tau " jawab bapak
" ada hubungan apa kamu dengan Ibu Ida ? " tanya bapak kali ini
Deg jantung gue kembali seperti mau loncat. Beban yang tadi hilang seperti di letakan kembali di bahu gue.
" malam tadi bapak melihat kamu masuk ke rumah ibu Ida. tadinya bapak tidak berpikiran buruk tapi setelah Sindi datang ke rumah mencari kamu pikiran bapak jadi berubah. jam sebelas malam bapak pergi ke depan rumah ibu Ida dan motor kamu masih ada di sana. " bapak menjelasakn lagi
sebelum menjawab pertanyaan bapak gue melihat raut wajah emak yang terlihat syok mendengar pertanyaan bapak. Sepertinya bapak belum menceritakan kepada emak sebelum tau kebenarannya.
" maafkan Agung pak selama ini agung memang ada hubungan sama tante Ida. Agung mulai dekat dengan tante Ida setelah kepergian suaminya " jawab gue jujur
Emak mulai menangis mendengar pengakuan gue, sedangkan bapak sangat terlihat jelas sedang menahan marah .
" bapak sama sekali tidak mengerti apa yang ada di dalam isi otak kamu. ibu Ida itu istri dari almarhum teman bapak. kamu sendiri tau itu. tapi yang kamu lakukan benar benar telah membuat malu bapak " kata bapak dengan nada kesal dan kecewa
suara bapak mulai bergetar karena menahan untuk tidak menangis tapi gue bisa melihat dengan jelas air matanya mulai membasahi pipinya.
Seketika gue bersujud di kaki bapak sambil meminta maaf. Sekarang gue tidak tau lagi harus mengatakan apa kepada mereka.
" pak maafkan Agung, Agung juga tidak bermaksud untuk berhubungan dengan tante Ida. tapi keadaan seperti dengan sengaja membiarkan kita menjadi dekat. " kata gue membela diri.
emak yang dari tadi duduk di samping bapak tidak mengucapkan sepatah katapun, tapi gue yakin kalau saat ini perasaanya sangat kecewa setelah tau kelakuan anaknya.
" sudah sejauh apa hubungan yang kamu jalin dengan ibu ida? " tanya bapak .
akhirnya gue menceritakan alasan kedatangan gue tadi malam ke rumah tante Ida. tidak ada yang gue sembunyikan kali ini kalau tante Ida meminta kejelasan hubungannya dengan gue .
" tante ida memberi waktu satu bulan agar Agung bisa memutuskan untuk menikah dengannya atau dia akan menikah dengan laki laki pilihan orang tuannya." gue berusaha memberi tahu bapak keadaanya sekarang.
setelah mendengar penjelasan gue, bapak meletakan kedua tangannya kedua ujung bahu dan menatap tajam matak gue.
" sekarang kamu bilang sama ibu Ida kalau kamu mau mempersilahkan dia untuk menikah dengan laki laki pilihan orang tuannya. atau bila perlu bapak sendiri yang akan mengatakannya " perintah bapak dengan nada marah
" tapi Agung sudah sayang pak " jawab gue.
" Agung kamu harus ingat umur kalian itu jauh, dia juga orang terpandang sedangkan kita orang biasa biasa. walaupun umur kalian tidak jauh bapak tidak akan mengijinkan kamu untuk menikah dengan dia. bapak tidak ingin orang orang memandang kamu buruk karena mereka pasti akan berpikir kalau kamu hanya mengejar hartanya saja " kata bapak sudah mulai emosi
malam ini untuk kesekian kalinya hati gue terasa hancur. tidak ada yang bisa gue lakukan lagi setelah ini .
" Agung kamu masih muda untuk menikah, masa depan kamu harus lebih baik daripada bapak sama emak. kami juga ingin melihat kamu sukses sebelum memutuskan untuk menikah. "
perkataan emak yang lembut semakin membuat hati gue sakit.
" sekarang kamu telpon dia dan katakan kalau kamu tidak bersedia untuk menikahinya " perintah bapak untuk yang kedua kalinya.
sepertinya bapak benar benar ingin segera gue melepaskan tante Ida. bapak tidak ingin orang orang sampai tau tentang hubungan gue dan tante ida. gue tidak punya pilihan lagi selain mengikuti perintah bapak .
" Halo Gung " suara tante Ida di ujung telpon
badan gue bergetar ketika mendengar suara tante Ida . sudah beberapa kali tante Ida memanggil gue , tapi tidak sedikitpun gue bisa berbicara.
" Halo ibu Ida. ini saya bapaknya Agung " bapak memperkenalkan diri.
tiba tiba bapak merebut hp dari tangan gue dan langsung berbicara tanpa aba aba.
Gue hanya diam mendengar percakapan bapak dan tante Ida. bapak benar benar merendahkan dirinya ketika berbicara. bukan tanpa alasan bapak seperti itu, bapak tidak ingin menyinggung perasaan tante Ida dan setau gue juga tante ida adalah orang yang cukup disegani oleh bapak.
" Ibu sebelumnya saya mohon maaf atas kelancangan anak saya. saya sudah tau semuanya dari Agung. dengan segala hormat saya ingin mengatakan kalau saya mewakilkan Agung ingin memutuskan segala hungan dengan ibu dan mempersilakan ibu untuk menikah dengan laki laki yang sudah di pilih oleh orang tua ibu. sekali lagi saya mohon maaf atas nama anak saya . terimakasih "
tanpa harus mendengarkan penjelasan dari tante Ida bapak langsung menutup telpon begitu saja .
tidak ada yang bisa gue lakukan kecuali pasrah dengan kenyataan sekarang. karena setelah hari ini gue tidak akan bisa berhubungan lagi dengan tante Ida.
setelah menutup telpon bapak kembali memeluk gue memberikan semangat dan meyakinkan kalau hidup gue tidak akan berakhir tanpa tante Ida.
memang gampang kalau hanya sekedar mengucapkan kata semangat , tapi kenyataanya gue akan setengah mati untuk kembali semangat menjalani hari setelah hari ini.
Setelah Bapak pergi meninggalkan gue dan emak berdua. kini giliran emak yang memberikan pelukannya untuk menenangkan. di pelukan seorang ibu baru gue bisa merasakan sedikit ketenangan.
" mak maafin Agung. Agung sama sekali tidak bermaksud membuat bapak dan emak kecewa dengan kelakuan Agung " kata gue saat emak memeluk gue.
gue merasakan pelukan emak semakin erat. gue tau ada banyak kata yang ingin di ucapkan tapi tidak bisa keluar satupun.
demi ortu mu kamu tega sm kami, kmu nikah lagi, aq dan 2 anak mu trlantar Gung,, uuuhhg kalo inget masa" itu pingin tak.bejek" kamu Guuunggg... hadeeeuuuhh