Naya harus menerima sebuah kenyataan bahwa sang kekasih menjalin hubungan dengan orang terdekatnya
Naya yang bertekad ingin menikmati hidupnya harus terjebak dan menghabiskan malam dengan seorang pria yang selalu bersikap dingin kepada para wanita
Bagaimana bila pria tersebut ingin memiliki Naya untuk selamanya?
Apakah Naya dapat meraih kebahagiaan bersama pria tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa Kebingungan
"Apa kita tetap pada rencana awal tuan muda?" tanya Irvan dengan sopan
"Ke apartemen"
"Baik tuan muda"
Naya yang mendengar hal tersebut menjadi sedikit tidak enak hati, dia pun mulai mendongakkan kepalanya
"Kalau kamu ada rencana lain ga masalah kok, kamu bisa antar saya ke penginapan atau saya bisa turun di sini aja." ucap Naya
Ardi pun tersenyum tipis lalu mencium ujung kepala Naya dengan lembut
"Bukan urusan yang mendesak"
Ardi pun menarik kepala Naya sekali lagi agar Naya bisa bersandar dengan baik di tubuh laki-laki tampan tersebut
"Apa cara ini sudah benar untuk mendapatkan hati seorang perempuan? sepertinya aku harus secepatnya menemui Nico dan banyak belajar dari dia," batin Ardi
FLASH BACK
Setelah memberi perintah untuk mencari informasi Naya Ardi pun mulai menatap wajah Naya, seolah dia tak pernah bosan menatap wajah tenang Naya yang sedang tertidur pulas. Tapi tiba-tiba saja Ardi mulai terpikirkan sesuatu
"Selama ini aku ga pernah berhubungan sampai sejauh ini dengan seorang perempuan, apa yang harus aku lakukan saat nanti dia bangun?" batin Ardi
Untuk pertama kalinya seorang Ardiansyah Herlambang merasa sedikit frustasi karena memikirkan sesuatu, Ardi pun segera bangkit dari tempat tidur dan keluar dari dalam kamar presiden suite tersebut dan duduk di balkon. Ardi pun mulai menghubungi seseorang
"Kenapa lu telepon gw? apa gagal lagi?"
Ternyata orang yang di hubungi Ardi saat itu adalah Nico
"Kata siapa? sekali ini gw berhasil," jawab Ardi dengan nada sedikit bangga
"Lu serius?"
"Hem..."
Nico di seberang sana pun tertawa geli mengetahui sang sahabat akhirnya telah pecah telur
"Bagaimana rasanya?" tanya Nico di selingi tawanya
"Berhenti untuk meledek gw, karena sekarang gw mau tanya sesuatu sama lu." jawab Ardi dengan dingin
"Lu mau tanya apa sama gw?"
"Setelah lu melakukan hal itu, apa yang akan lu lakukan saat perempuan itu bangun?" tanya Ardi dengan serius
Untuk sesaat Nico terdiam tapi tak lama kemudian Nico pun tertawa dengan lepas
"Seorang Ardiansyah Herlambang yang hebat merasa kebingungan untuk hal seperti ini!!" teriak Nico dan kembali tertawa
Sedangkan Ardi hanya bisa pasrah menunggu hingga Nico merasa puas untuk tertawa, saat itu Ardi terpaksa mengalah karena dia merasa bahwa dia benar-benar membutuhkan saran dari seseorang yang ahli seperti Nico
"Sudah puas?" tanya Ardi saat Nico sudah mulai berhenti tertawa
"Sorry, sebelum itu gw harus tau sesuatu"
"Apa?"
"Apa dia masih bersih?" tanya Nico dengan serius
"Apa maksud lu? buang jauh-jauh pikiran kotor lu dari perempuan itu, karena perempuan itu milik gw." jawab Ardi dengan tegas
Saat itu Ardi sedikit salah paham dengan pertanyaan yang di berikan oleh Nico
"Teman sialan!! apa lu pikir gw sebejat itu?" ucap Nico tidak terima
"Jadi apa tujuan lu tanya tentang hal itu?"
"Kalau dia masih bersih, dia akan merasa sakit saat nanti dia bangun apalagi pada bagian itu nya. Semua yang masih bersih akan merasakan sakit, selembut apapun kita melakukan hal itu." jelas Nico
"Astaga!! tadi aku sempat sedikit kasar melakukan hal itu sama dia, apa nanti dia akan merasakan sakit yang berlebihan?" batin Ardi
"Jadi dia masih bersih atau ga? jangan bilang lu ga bisa membedakan," ucap Nico dengan serius
"Bersih"
"Pasti nanti dia akan merasa sedikit kesulitan untuk berjalan, lu bisa memberikan bantuan sama dia untuk ke kamar mandi. Lu bisa rendam dia di air hangat supaya dia merasa lebih nyaman," jelas Nico
"Setelah itu apa yang harus gw lakukan?"
Nico pun terdengar menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Lu bisa memesan makanan untuk dia, yang pasti semua orang pasti lapar setelah bekerja keras." jawab Nico dengan nada malas
"Terus?"
"Bagaimana kalau gw kasih lu praktek secara langsung aja?" tanya Nico dengan nada sinis
"Ga masalah kalau lu sudah ga sayang sama nyawa lu," jawab Ardi dengan dingin
"Intinya lu harus mencurahkan perhatian lu sama perempuan itu, terkadang perhatian kecil yang kita berikan bisa menjadi berarti di mata seorang perempuan." jelas Nico
FLASH OFF
Rombongan mobil mewah tersebut sudah mulai memasuki area apartemen yang sangat mewah, Ardi pun baru menyadari bahwa saat itu Naya sudah mulai tertidur di dalam pelukannya
"Bisa-bisanya dia tertidur di dalam pelukan aku, apa ini artinya dia sudah mulai menerima keberadaan aku?" batin Ardi sambil tersenyum tipis
Ardi pun mulai mencium pipi Naya dengan lembut
"Bangun, kita sudah sampai." ucap Ardi dengan lembut dan mencium pipi Naya sekali lagi
Naya pun langsung menurunkan tubuhnya dari pangkuan Ardi dan sekali ini Ardi sudah tidak menahan tubuh Naya, Naya pun berusaha untuk memperhatikan sekelilingnya
"Kita ada di mana?"
"Untuk sementara kamu bisa tinggal di sini, saya takut kamu merasa kurang nyaman kalau saya membawa kamu ke rumah saya." jawab Ardi
Ardi pun mulai turun dari mobil tersebut dan Naya hanya bisa mengikuti langkah kaki laki-laki tersebut, mereka mulai menuju ke lantai paling atas di bangunan tersebut. Ardi memberitahukan kepada Naya nomor pin pintu apartemennya
Naya benar-benar merasa takjub dengan apartemen tersebut, semua barang yang berada di tempat itu benar-benar terlihat mewah bahkan apartemen tersebut lebih terlihat seperti sebuah rumah yang mewah
"Biasanya saya menggunakan kamar yang itu, kalau kamu kurang nyaman tidur di kamar saya kamu bisa tidur di kamar yang lain." jelas Ardi sambil menunjuk ke sebuah kamar
"Sebenarnya ga perlu sampai seperti ini, saya bisa sewa kamar di penginapan." jawab Naya dengan cepat
Saat itu Naya benar-benar tidak enak hati melihat kemewahan yang berada di tempat itu
"Kamu di sini aja, setidaknya kamu akan aman berada di sini karena lantai ini ga bisa di masuki oleh sembarang orang"
Ekspresi Naya saat itu menunjukkan dengan jelas bahwa dia merasa enggan untuk tinggal di tempat itu
"Apa kamu takut saya akan menganggu kamu selama kamu berada di sini? kamu tenang aja, untuk sementara saya akan pulang ke rumah saya"
Naya langsung menggelengkan kepalanya
"Aku cuma ga enak aja, tempat ini terlalu mewah. Lagi pula aku ga akan lama ada di sini, bagaimana pun juga aku tetap harus pulang." jelas Naya
Ardi pun terlihat menganggukkan sedikit kepalanya
"Bagaimana kalau kamu mentraktir saya makan malam sebagai ganti biaya sewa?"
Naya pun terdiam sejenak lalu menganggukkan kepalanya
"Boleh juga, kalau aku pergi ke penginapan aku juga harus bayar sewa." jawab Naya
Padahal Ardi sudah belajar berubah untuk lebih baik.
Ardi lebih mengutamakan Kamu.
Hubungan yang langgeng harus ada timbal balik nya.