NovelToon NovelToon
Mengejar Butiran Tasbih Cinta-Nya

Mengejar Butiran Tasbih Cinta-Nya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: SkySal

Ameer Alfatih adalah seorang ustaz muda yang menolak dijodohkan dengan Hana Karimah. Sepupunya yang cantik dan penghafal Qur'an.
Satu-satunya alasan Ameer menolak wanita yang hampir sempurna itu adalah Meizia, seorang wanita yang terkesan misterius tetapi berhasil merebut hati Ameer di pertemuan mereka.
Namun, sebuah kenyataan pahit harus Ameer terima ketika ia tahu Meizia adalah seorang wanita malam bahkan putri dari seorang mucikari.

Maukah Ameer memperjuangkan cintanya dan membawa Meizia keluar dari lembah dosa itu?
Dan maukah Meizia menerima pria yang merupakan seorang Ustaz sementara dirinya penuh dosa?
Lalu bagaimana dengan nasib Hana?

"Aku terlahir dari dosa, membawa dosa, sebagai dosa bagi ibuku dan hidupku pun penuh dosa. Kau terlalu suci untukku." Meizia

"Tak ada manusia yang luput dari dosa, tetapi juga tak ada manusia yang lahir membawa dosa meski ia terlahir dari dosa." Ameer Alfatih

"Ikhlas dengan takdir Tuhan adalah kunci ketenangan hidup." Hana Karimah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Mau Pergi Atau Tinggal?

"Ayo kita temui ibunya dan kita minta Meizia secara baik-baik."

Ameer yang mendengar saran sang Kakek langsung melotot tak percaya.

"Sungguh? Kakek mau menemui ibunya Meizia?" tanya Ameer memastikan.

"Tentu saja," sang Kakek sambil tersenyum lembut.

"Tapi bagaimana kalau abi dan Ummi tidak setuju? Mereka sudah menolak Meizia bahkan sebelum aku melamarnya," pungkas Ameer yang tampak sedih.

"Jika kamu yakin Meizia sebenarnya bisa berubah, bisa bertarubat dan menjadi wanita yang baik. Kakek yakin orang tua mu akan memberikan kesempatan," tukas Kakek meyakinkan. "Tapi sebelum itu kamu harus meyakinkan diri kamu, bahwa kamu siap dengan semua masalah yang mungkin ada di kemudian hari nanti. Kamu juga harus memastikan apakah Meizia memang mau diperjuangkan atau tidak, oleh sebab itu ayo kita bicara sekali lagi dengan mereka."

Ameer berpikir sejenak sebelum akhirnya ia mengangguk.

"Baik, kapan kita bisa menemuinya?"

...🦋...

Di sisi lain, Meizia kembali dicari oleh seorang pria bahkan pria kaya raya itu siap membayar ratusan juta hanya untuk satu malam. Tentu saja Mami Lala tampak senang dengan tawaran itu.

"Nanti malam ya, Pak, saya akan memberikan Mei khusus untuk Bapak," kata Mami Lala pada kliennya yang berada di seberang telfon.

"Katanya terakhir kali dia melayani klien dengan buruk, dia justru kabur bersama pacarnya."

Senyum Mami Lala hilang saat mendengar ucapan pria itu. "Saya pastikan malam ini Mei akan melayani mu dengan baik, Pak." Mami Lala berbicara tegas dan meyakinkan.

"Itu bagus, katakan padanya aku menjemput dia jam 8."

" Baik, Pak, jangan khawatir."

Setelah berbicara dengan klien barunya itu, Mami Lala menggeram kesal. Padahal selama ini dia selalu mewanti-wanti agar semua wanita yang bekerja dengannya melakukan pekerjaan mereka dengan baik, tak terkecuali Meizia.

Mami Lala segera meninggalkan rumah bordil menuju rumahnya sendiri, dia harus menyiapkan putrinya itu sebaik mungkin.

Wanita itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak sabar untuk menceramahi sekaligus memarahi Meizia agar menjadi anak yang penurut.

Sementara itu, Meizia yang saat ini masih di rumahnya dikejutkan dengan kedatangan Ameer dan seorang pria lansia.

"Kenapa kamu datang lagi?" desis Meizia sambil melirik ke kanan dan ke kiri, seolah ia takut ada yang melihat Ameer di sana. "Kalau kamu datang terus ke sini, orang-orang akan berpikir tentangmu." Lanjutnya yang hanya ditanggapi senyum tipis oleh Kakek dan Ameer.

"Seharusnya kamu menyambut tamu dengan ramah, Nak," kata Kakek.

"Aku tidak ingin kedatangan tamu, jadi sebaiknya kalian pergi!" tegas Meizia.

"Kami datang untuk berbicara dengan ibumu, Zia," kata Ameer kemudian yang membuat Meizia sempat tercengang.

"Apalagi maumu?" tanya Meizia berusaha tenang.

"Jika ibumu ada di dalam, pertemukan kami. Dan jika dia ada di luar, tolong panggil dia." Kakek menyela, membuat Meizia semakin bingung.

"Zia, aku mohon!" Ameer berkata lirih. "Berikan satu kesempatan padaku untuk meyakinkan kamu dan ibu kamu kalau kalian bisa hidup lebih baik dari ini," ujar Ameer yang justru membuat Meizia tersenyum kecut.

"Kamu tidak akan mengerti, Ameer. Hidup lebih baik dalam kamus hidup kami itu tidak ada," kata Meizia tetapi Ameer segera menyangkalnya.

"Tidak, itu ada. Aku mohon percayalah!"

"Ameer mencintai mu dengan tulus, Meizia!" seru Kakek yang membuat Meizia terhenyak. "Sudah dua kali dia datang pada Kakek untuk mencurahkan isi hatinya sekaligus meminta saran, dan Kakek rasa cinta yang Ameer miliki tidak salah."

"Tentu tidak tapi sayangnya itu tertuju pada orang yang salah," sanggah Meizia. "Apa kau tahu betapa ... kotornya aku?" Tiba-tiba suara Meizia tercekat bahkan matanya mulai berkaca-kaca.

"Zia, yang menentukan apakah seseorang suci atau kotor hanyalah Tuhan, Nak," pungkas Kakek. "Jika kau mau, kamu membersihkan dirimu dengan taubatan nasuha. Allah itu maha pengampun, percayalah."

Meizia menitikkan air matanya, hal itu juga yang sering ia dengar di kajian Ameer tapi sayang menurut Meizia semua itu hanya sekedar kata-kata untuk mempermanis hidup.

"Ameer, cari saja wanita lain," kata Meizia kemudian ia hendak menutup pintu tetapi Ameer langsung menahannya.

"Aku sudah mencobanya tetapi aku tidak bisa," ujar Ameer. "Aku datang ke sini untuk memintamu baik-baik pada ibumu, Zia," ujarnya. "Sekaligus untuk tahu, apakah kamu ingin keluar dari dunia kelam ini atau tidak? Jika tidak, maka aku akan mundur. Tapi jika iya, aku siap menghadapi apapun untuk membawamu keluar."

Hati Meizia terenyuh mendengar kata-kata Ameer, apalagi ia dapat melihat keseriusan pria itu di matanya. Membuat Meizia kembali menumpahkan air mata.

"Tapi aku takut," lirih Meizia tertunduk.

"Aku akan menjagamu, kamu tidak perlu takut apapun," seru Ameer meyakinkan. "Sekarang jawab pertanyaanku, kamu mau pergi bersamaku atau tetap tinggal?"

1
Surati
bagus
Vivo Blue
Luar biasa
Erina Munir
kok aku ga ketemu ya thoor...judulnya
Erina Munir
thoorr..akuu bacanya bapeeerr bangeett....daleemm bangeet thoor...😍😍😍
Erina Munir
/Ok//Ok//Good//Good//Good/
Erina Munir
banyak pelajan yg bisa d petik dri kisah ini ya thor....terimakasih othoor...udb bikin cerita yg sangat memotifikasi pembaca.../Angry//Angry//Angry/
Erina Munir
😍😍 senangaat hanaa....
Erina Munir
fotocopyan Meizia
Erina Munir
ada yg baik..ada yg tdk baik ya thor
Erina Munir
klo aku ga sanggup ituu...
Erina Munir
apa akhir dri kisah ini...hana akan berjodoh dngn Ammeer ya thoor
Erina Munir
😭😭😭😭😭😭😭😭 meweek akuuhh
Erina Munir
sdh ku duga padti begini jdinya..othooor...jdi sediih niihh
Erina Munir
thooor...jngn d bikin zia meninggoy ya thoorr
Erina Munir
mulai deh bergosip..biasa ngebongkar k busukan orang paling hoby mak2
Erina Munir
ya Allah...jadi syafik n ibunya hana meninggal d tempat...klo kata orang tua dulu..klo udh mau nikah jngn kemana nana dulu....
Erina Munir
innalillahii...ya Allah..
Erina Munir
ya Allah Meiziaa...semoga meizia baik2aja
Erina Munir
Aamiin Allahuma Aamiin..
Erina Munir
ibu hamil laper aja bawaannya...🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!