NovelToon NovelToon
[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:126.3k
Nilai: 5
Nama Author: 𝑪𝒂𝒔𝒕𝒂𝒓𝒊𝒄𝒂𝑪𝒆𝒔𝒍𝒊𝒆𝒂𝑪

Jika ditawari untuk memilih hidup atau mati, ia lebih memilih untuk mati. Namun takdir berkata lain, ia memang sudah ditakdirkan untuk tetap hidup dan menikah dengan seorang CEO muda.

Lusiana Nachika, gadis berusia 17 tahun dengan sebutan Lusia itu memiliki nasib hidup yang buruk. Ia adalah korban bullying disekolahnya dan menjadi tulang punggung dalam keluarganya.
Karena suatu paksaan, Lusia akhirnya menikah dengan CEO muda di usianya yang masih duduk di bangku SMA.

Apakah nasib hidupnya akan jauh lebih baik setelah menikah? Atau akan bertambah buruk?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝑪𝒂𝒔𝒕𝒂𝒓𝒊𝒄𝒂𝑪𝒆𝒔𝒍𝒊𝒆𝒂𝑪, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

Happy Reading~

Suasana Texas sore itu sangat ramai. Bahkan asap dari beberapa pabrik di sana membuat udara semakin sesak untuk di hirup. Setelah selesai membayar administrasi rumah sakit, Bill dan Lusia pun segera menuju ke bandara untuk penerbangan pulang ke Indonesia. Tidak lupa juga dengan Leon yang ikut pulang dengan mereka.

Saat mendengar kabar bahwa Lusia sudah keluar dari rumah sakit, Ethan pun segera mencari informasi mengenai Lusia. Dia juga merasa yakin kalau Lusia akan pulang ke Indonesia setelah Bill datang ke Texas. Agar tidak ketinggalan dengan pesawat yang sama ditumpangi oleh Lusia, Ethan pun memesan tiket pesawat lewat ponselnya dengan menggunakan aplikasi.

Beberapa saat kemudian setelah Ethan memesan tiket pesawat, dia pun berpamitan dengan Cattie sebelum pergi. Cattie juga sempat berpesan pada Ethan agar dia menjaga Lusia dengan baik.

*****

Penerbangan pesawat menuju Indonesia akhirnya melandas, Ethan duduk di bagian paling akhir pesawat sedangkan Lusia berada di bagian perut pesawat. Ethan sengaja menjaga jarak dengannya agar keberadaannya di pesawat itu tidak diketahui oleh Lusia.

24 jam lamanya telah berlalu di pesawat, mereka pun mendarat tepat di Indonesia. Segera mungkin Lusia dan Bill turun dari pesawat dengan diikuti oleh Leon. Mereka langsung menaiki sebuah mobil pribadi Bill yang dikendarai oleh asistennya yang lain.

Sekitar 1 jam mereka berada di mobil menuju ke kediaman Amedeo, mereka pun akhirnya sampai dengan raut wajah yang terlihat begitu lelah. Begitu sampai, Lusia langsung diantar oleh pelayannya menuju lantai atas untuk pergi ke kamarnya.

Tiba di kamar, Lusia diperintahkan untuk istirahat saja dan tidak perlu bekerja terlebih dahulu. Bahkan para pelayan itu menghidangkan banyak makanan di meja kamar Lusia agar dimakan olehnya. Entah kenapa suasana hari itu terasa berbeda setelah ia pergi ke Amerika dan kembali ke Indonesia.

Tok tok tok.... seseorang mengetuk pintu kamarnya dengan pelan. Ternyata orang itu adalah Bill. Dia melangkahkan kakinya menuju ke dekat ranjang milik Lusia.

"Besok kamu harus sembuh," Lontar Bill dengan senyuman yang terlihat mengembangkan diwajahnya. Entah apa yang membuatnya tersenyum tapi Lusia tetap berpikir positif padanya. Ia pun mengangguk sambil tersenyum kecil.

"Bill," Panggil Lusia ketika Bill hendak beranjak keluar dari kamar itu. Bill pun menoleh, wajahnya begitu tampan jika di lihat dengan jelas.

"Apa?" Tanya Bill.

"Kenapa kamu tiba tiba langsung beli tiket pulang kemarin itu?" Karena penasaran, Lusia pun menanyakan hal itu pada Bill.

Flasback on...

Malam itu Jasper menelepon Bill yang sedang berada di bar. Ia bersenang senang dan membuang semua beban pikiran bahkan soal keberadaan Lusia yang belum ditemukan. Karena ada sebuah panggilan di teleponnya, Bill terpaksa keluar dari ruangan tersebut untuk mengangkat telepon.

"Ada apa?" Tanya Bill ketika mengangkat panggilan telepon dari sang Ayah.

"Ayah liat di berita kalo pesawat Amerika yang ada penerbangan ke Indonesia jatuh. Kamu ngga ada di sana, kan?" Ucap Jasper dengan suara yang begitu khawatir. Saat itu Bill kebingungan akan menjawab apa, karena Lusia adalah salah seorang korban dari jatuhnya pesawat.

"Ngga papa. Aku lagi sibuk, maaf" Bill langsung memutuskan panggilannya dan membuat Jasper merasa heran. Tapi dia jadi tidak khwatir setelah mendengar kabar kalau mereka baik baik saja.

Setelahnya Bill melanjutkan pestanya dan bersenang senang. Bahkan Leon sendiri hanya menunggu di luar ruangan karena tak berani masuk. Apalagi dia juga harus menunggu informasi selanjutnya mengenai keberadaan Lusia yang masih belum ditemukan selama seharian ini. Hari itu juga diberitahukan kalau tidak ada korban yang selamat dan beberapa dari mereka masih belum ditemukan.

Flashback off**

"Oh, jadi alasan kamu minta segera pulang karena Ayah nyariin?" Ucap Lusia memasang wajah iba. Bill sendiri merasa heran dengan raut wajah Lusia yang sengaja ditunjukkan padanya.

"Jangan mulai, dong" Cetus Bill dengan senyuman sinis serta jari yang menyentuh bibirnya itu.

Sontak Lusia dibuat kaget dengan gerak gerik Bill. Jantungnya tiba tiba berdetak kencang seakan ada suatu hal yang akan terjadi diantara keduanya. Bill yang melihat wajah Lusia dengan wajah polos itu kemudian tertarik untuk mendekatinya.

Deggg..... "Apa ini? Kenapa jantung aku berdebar debar??" Batin Lusia dengan perasaan tidak enak.

"Ini kamu sendiri yang mulai, ya. Jangan salahin aku" Ledek Bill dengan tangannya yang sudah mulai berjalan kemana mana.

Ia menyentuh setiap lekukan tubuh Lusia. Apalah saat pandangan pertama pertemuan mereka, Bill juga sudah mengincar bagian itu.

Ceklekkk.... Belum sempat melanjutkan ke bagian berikutnya, seorang pelayan tak sengaja masuk kedalam kamar tersebut. Pelayan itu dibuat kaget dengan sosok Bill yang sedang menikmati lekukan tubuh indah Lusia. Bill yang juga kaget segera melepaskannya.

"Lain kali ketuk pintu," Kesal Bill sambil beranjak keluar dari kamar tersebut.

"Maaf Tuan" Ucap pelayan itu dengan kepala tertunduk. Lusia sendiri merasa malu ketika adegan itu diketahui oleh salah seorang pelayan di sana.

"Ehemmm... baru pulang bulan madu udah romantis aja" Sembur pelayan tersebut dengan diiringi tawaan kecil.

"Ngga kok," Lusia mengelak.

"Ada apa?" Tanya Lusia merasa bingung dengan kedatangan pelayan itu secara tiba tiba.

"Udah, lupain aja" Pelayan itupun ikut angkat kaki dari ruangan kamar tersebut setelah Bill.

Karena merasa bosan hanya berbaring di ranjang, Lusia baru tersadar dengan benda yang selalu ia gunakan dimana pun ia berada. Lusia mencari ponselnya kesana kemari namun tidak ia temukan. Setelah di ingat ingat, Lusia memang sudah tidak memegang benda itu setelah kejadian jatuhnya pesawat.

________________

Malam pun tiba, Bill berjalan menuju ke kamar Lusia dengan sesuatu yang terlihat di genggaman tangannya. Setelah memasuki ruangan kamar, ia mendapati Lusia yang tengah terlelap. Perlahan Bill mendekatinya, ia melihat wajah cantik Lusia yang begitu menawan. Ditambah dengan bibir mungil serta bentuk tubuhnya yang benar benar membuat Bill tergoda.

"Siapa?!!!!" Teriak Lusia tak sengaja terbangun dari tidur lelapnya karena merasa ada seseorang yang sedang mengintainya. Saat membuka kedua bola matanya, dia melihat sosok Bill sedang berdiri disamping ranjang dengan tatapan serius ke arahnya.

"Ikut aku," Perintah Bill. Kemudian Lusia pun terpaksa ikut dengan Bill di kondisinya yang masih begitu lemah. Mereka menuruni setiap anak tangga sampai tiba di lantai yang paling bawah.

"Baca baik baik" Ucap Bill sambil menyerahkan sebuah kertas berisi tulisan panjang pada Lusia. Lusia mulai membuka kertas itu dengan perlahan, kali ini dia merasa akan baik baik saja dengan kertas tersebut.

Setelah sampai pada titik terang, Lusia mulai membacanya dengan sangat cermat dan teliti hingga dibuat kaget dengan keputusan Bill yang tiba tiba.

*Peraturan baru*

-Kamu ngga perlu jadi pelayan lagi di rumah ini

-Setiap perintah yang diberikan oleh Bill kamu harus menurutinya dan melaksanakan nya

-Kamu tidak perlu memanggi Bill dengan sebutan Tuan lagi

-Setelah sembuh, kamu harus ikut bekerja

-Bill akan memberikan pekerjaan yang layak di perusahaan & kamu wajib mengatur perusahaan itu

Bersambung....

1
Aida Fitria
sangat bagus alur ceritanya
Febby Fadila
mendibg lusia nggak usa di temukan
Novi Widya Listiani
Luar biasa
Febby Fadila
kasihan banget lusia.. gmna sekolahnya lusia thor..
Febby Fadila
kasihan lusia
Febby Fadila
kok bill bohong si sama orng tuanya
Febby Fadila
semoga bill memperlakukan lusia dengan baik
Febby Fadila
tenang lusiia kebahagiaan sdah menantimu
Febby Fadila
tenang lusiia kebahagiaan sdah menantimu
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄
.
Alingga Nurcahyo
alurnya g jelas kak
Keisha Yusrina Rizqiani
aneh....alur nya mau kemana nih cerita
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: lah?....
total 1 replies
pembaca😊
sedih banget hidup lusia😭
pembaca😊
Ku kira lusia masih segel😭
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: segel?
total 1 replies
pembaca😊
orang kaya mah bebas bulak balik ke luar negri juga😌
pembaca😊: Huuh😌
total 2 replies
🍷Asisten Cesliea🍷
yaelah bill, gilaa mat luuuu
🍷Asisten Cesliea🍷
akhirnya bill...
pembaca😊
bapak gak tau diri udah tua juga gak ada otak
🍷Asisten Cesliea🍷
bnr" g ada hati astaga
🍷Asisten Cesliea🍷
jahat banget sihhh si bill
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!