NovelToon NovelToon
CEO Tengil Meet Guru Tomboy

CEO Tengil Meet Guru Tomboy

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Keluarga & Kasih Sayang / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: IAS

Arjuna atau yang biasa dipanggil Juna karena kegemarannya bermain dan mendaki gunung membuat ARJ Adventure.
Juna tidak mau bekerja di Dewa Corp Company atau DCC perusahaan milik sang kakek. Dia lebih suka menekuni hobinya, karena hal itu dia dianggap sebagai orang yang tidak berguna. Namun berbeda dengan sang ayah, Dharma membebaskan apa saja yang akan Juna lakukan selama itu positif. Mendapat dukungan ayah dan ibunya membuat Juna bersemangat walau selalu diremehkan oleh sepupunya Dante Dewantara yang begitu obesi menjadi pemilik DCC.

Gendis seorang guru di sebuah sekolah swasta terkenal di negeri ini DIS Dewantara International School yang mempunyai cita cita keliling Indonesia selalu mendapat perlakuan buruk dari Maylin, teman SMA nya yang sekarang menjadi kepala HRD di DIS.

Bagaimana Juna dan Gendis menghadapi masalah mereka, dan bagaimana mereka saling berhubungan?
Ikutin terus kisah Juna dan Gendis ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CTMGT 15

Sumber dana yang dimiliki Juna memang bukan sepenuhnya miliknya sendiri. Dalam mendirikan ARJ Adventure contohnya, ia mengajak ketiga temannya itu untuk menanam saham. PT AA ini sebenarnya sudah terbentuk lama namun memang baru beberapa tahun ini mulai berbadan hukum. AA dibuat semasa Juna dkk kuliah. Trip mereka pun terkenal seantero kampus tempat mereka berkuliah, tidak hanya di sana namun jasa trip mereka juga terkenal di kampus-kampus lain. Semakin lama beberapa instansi dan kantor pun mulai menggunakan jasa mereka untuk melakukan perjalanan liburan. Baik dalam negeri maupun luar negeri meski masih sebatas asia tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Selain itu Juna CS juga melebarkan ARJ Adventure ke ARJ Tour and Travel yang melakukan perjalanan religius seperti umroh. Tapi ARJ TnT tidak dipegang oleh mereka berempat. Juna menaruh Teo sebagai pengelolanya sekaligus CEO nya dan itu berhasil mengelabui keluarga besarnya. 

Selain AA Grup, Juna juga bermain saham, sehingga dia bisa memiliki saham DCC dan saham perusahaan milik sohib-sohibnya itu walaupun tidaklah besar, namun saham 5% di setiap perusahan besar milik sahabatnya itu sudah cukup membuatnya tidak kekurangan uang walaupun tidak diberi kucuran dana dari Dewantara.

🍀🍀🍀

Di Tempat lain Gendis dan Ratih sudah siap dengan beberapa parcel buah-buahan menuju ke rumah Hani. Mereka mengendarai motor masing-masing karena memang langsung ketemuan di tukang buah.

Butuh waktu 1 jam untuk sampai di rumah Hani. Sampai di halaman Gendis terkejut karena melihat rumah Hani yang masih berdindingkan batu bata yang belum diplester. Pintu rumah pun hanya sebuah triplek tanpa handle. Jendelanya belum dipasang hanya diberikan kain gorden untuk menutupinya.

"Tok tok tok.. Selamat sore." Gendis mengetuk pintu rumah Hani dna mengucapkan salam, Ratih berdiri di belakang sambil melihat sekeliling. 

"Selamat sore, maaf mau bertemu dengan siapa… uhuk… uhuk…" Seorang wanita paruh baya yang nampak pucat membukakan pintu. 

"Maaf ibu kalau saya mengganggu, nama saya Gendis. Saya gurunya Hani, mau menjenguk Hani." Ucap Gendis lembut

Wanita paruh baya itupun mengangguk mengerti dan mempersilahkan Gendis dan Ratih masuk.

"Silahkan bu guru uhuk… uhuk… maaf tempatnya berantakan. Sebentar saya panggilkan Hani." Wanita paruh baya itu pun berlalu ke belakang.

Gendis dan Ratih saling pandang, hati mereka berdesir melihat kondisi rumah Hani. Ruang tamu hanya ada dua kursi, satu kursi panjang dan satu kursi single yang sudah lusuh. Melihat lebih dalam, ada sebuah tempat tidur tanpa kasur, hanya beralaskan tikar dan satu bantal. Lantainya juga belum keramik masih plester semen. 

Wanita paruh baya itu pun datang bersama Hani. Hani nampak kelelahan, wajahnya merah terkena sinar matahari, baju dan celana nya terkena tanah.

"B-bu Gendis." Ucap Hani terbata menyalami Gendis namun wajahnya tertunduk tidak berani memandang Gendis.

"Kamu sudah sehat nak."

"Su-sudah. Buk. Oh iya ma-maaf buk rumah saya jelek. Dan yang tadi ibu saya, ibu sedang sakit makanya batuk-batuk. Ma-maaf kalau Bu Gendis jadi tidak nyaman."

Gendis tersenyum mendengar penjelasan Hani. "Tidak apa-apa nak."

"Ma-maaf bu, gara-gara saya ibu jadi di skors." Ucap Hani tiba-tiba membahas tentang Gendis yang di skors. Gadis Kecil itu tampak mengusap matanya. Gendis yang melihat pun mendekat dan mengusap kepala Hani.

"Bukan salah kamu, semua ini kecelakaan.jadi tidak usah merasa bersalah." 

"Iya bu, tapi itu… itu… ."

"Itu kenapa nak?" Tanya Gendis lembut namun sejenak beradu tatap dengan Ratih. Sepertinya ada yang tidak beres, ucap Gendis dalam hati. Iya… Sepertinya ada yang aneh, ucap Ratih dalam hati juga seakan mereka bisa berbicara melewati mata. 

"Sebenarnya saya disuruh bu Maylin." Ucap Hani membuat mata Gendis dan Ratih membola karena kaget. Akhirnya Hani menceritakan semua kejadian kepada Gendis, tentang dia yang disuruh Maylin hingga diancam akan mencabut beasiswa dan diberi uang untuk ibu nya berobat. Keadaan yang mendesak membuat Hani menerima perintah Maylin, apa lagi sang ayah juga hanya buruh serabutan, sehingga ketika diberi tawaran uang Hani pun goyah.

Gendis menghela nafasnya berat, tidak bisa menyalahkan gadis kecil itu. Keadaan yang membuatnya melakukan tindakan itu namun Gendis memberi nasehat. 

"Nak, Hani,lain kali tidak boleh ya seperti itu. Lebih baik jika ada kesulitan bercerita ke ibu tidak apa-apa atau ke guru BP, agar dicarikan jalan keluar terbaik. Kalau seperti itu nanti kamu akan dimanfaatkan sama orang. Kamu tidak mau kan jadi orang yang buruk karena menghalalkan segala cara untuk membantu berobat ibu mu nak?"

"Iya bu, Hani paham. Hani memang salah. Maaf ya bu. Teman-teman juga menyalahkan Hani. Katanya ibu diskors gara-gara Hani, mereka semua kangen sama Ibu."

Gendis tersenyum senang karena murid-muridnya merindukannya. Ia kini tahu siapa dalangnya, tepat seperti perkiraan Ratih dan Gendis harus lebih berhati-hati agar tidak masuk ke dalam jebakan Maylin lagi. 

Gendis dan Ratih akhirnya berpamitan, ia memberikan sebuah amplop yang memang sudah disiapkan dari rumah tadi. Memang isinya tidak banyak namun dia berharap dapat sedikit membantu keluarga Hani.

Gendis dan Ratih berpisah di jalan karena Ratih harus ke suatu tempat. Dia tengah ada janji temu dengan seseorang. Gendis kembali menepikan motornya di taman kota. Ia duduk di kursi taman itu sambil melihat kendaraan yang berlalu lalang. Tanpa sadar di sebelahnya sudah duduk seseorang.

"Lho… mas Juna. Kok ada di sini. Sejak kapan." Tanya Gendis kaget.

"Sejak 10 menit yang lalu. Kamu terlalu sibuk melamun jadi tidak sadar aku duduk di sini. Untung saja aku kalau orang jahat tiba-tiba nyulik kamu bagaimana, kan aku rugi."

"Haah… kok mas Juna yang rugi?" Tanya Gendis keheranan.

"Iya rugi. Soalnya nanti aku kehilangan gadis cantik sepertimu."

Blush…. Wajah Gendis bersemu merah. Ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Hahah mas Juna bisa saja."

Juna gemas sendiri, jantungnya kembali tidak aman. Sebenarnya memang Juna melihat Gendis saat berkendara, ia sengaja mengikuti Gendis dan saat Gendis berhenti di taman, ia mengikutinya lalu diam-diam duduk di sebelah  Gendis agar Gendis tidak sadar. Benar saja gadis itu tidak merasakan pergerakan Juna sama sekali.

Mereka mengobrol apa saja. Tentang trip tentang kerjaan Gendis. Berapa lama Gendis jadi guru di DIS, kapan Juna mulai suka gunung, dll. Sebenarnya Juna sudah tau semua tentang Gendis dari Teo. Dan kejadian yang menimpanya sehingga ia diskorsing, semua Teo yang memberikan. Juna juga tau Maylin begitu membenci Gendis, itu membuat Juna ingin melindungi Gendis. Juna paham jika Maylin bisa berbuat nekat demi tujuannya.

"Oh iya Dis sudah mau malam, aku antar pulang bagaimana." Tawar Juna.

"Hahaha tidak usah mas. Kan aku bawa motor. Nanti motorku bagaimana kalau mas Juna antar." Jawab Gendis.

Sial… aku lupa dia bawa motor, gumam Juna.

"Ya sudah kalau begitu. Kamu hati-hati pulangnya. Soalnya aku takut."

"Mas Juna takut apa?"

"Takut tidak bisa jauh darimu."

Wajah Gendis langsung merah seperti tomat, sungguh dia tidak tahu kenapa Juna jadi suka ngegombal begitu. Ini mas Juna salah minum obat kali ya, aduh mana muka ku jadi merah gini, batin Gendis. Gendis pun segera memakai helm nya untuk menutupi muka merahnya dan kegugupannya.

Juna tersenyum jahil melihat tingkah Gendis, tapi sungguh dalam hati Juna dia selalu ingin dekat dengan gadis itu. Juna bertekad untuk memiliki Gadis itu. Seperti prinsipnya, Juna akan menjadikan Gendis istri bukan hanya pacar. Ia mulai menyusun rencana untuk bisa berkunjung ke rumah Gendis dan juga bisa membawa Gendis ke rumahnya.

Juna tidak mau berlama-lama sakit Jantung karena jantungnya selalu berdetak cepat jika berdekatan dengan Gendis. Juna juga tidak mau melakukan hal-hal yang diluar batas, karena jika bersama Gendis dan melihat bibir Gendis yang tertawa, tersenyum membuat Juna ingin melahap nya. Sungguh ini adalah cobaan berat buat Juna. Selama hidup 30 tahun baru kali ini Juna merasa begitu tertarik dengan lawan jenis.

TBC

Babang Juna gercep ya…

Ayo ayo jangan lupa like,komen dan vote ya.

Dukungan kalian sangat berarti buat author.

Terimakasih

Matursuwun.

1
Pak Cipto
awal cerita yang menarik.....
Netty Netty
very good
Netty Netty
mata2 dewantara😄
Netty Netty
sdh bagus thor, berasa mendaki 🤣
Netty Netty
😍
Netty Netty
/Casual/
Netty Netty
👍
Ika Alif
salam Thor aku baca karya author tidak urut dari karya pertama awal baca karya author cerita kai...semangat thor
Hasna Nursyafah
wahhhh ada rama bapaknya mr.sun 😂
Dandelion
aku cari2 kisah cinta si om dan tantenya chan..ternyata ada novel plg awal 😁😂
Sri Supriatin
saya banjir air mata, padahal sdh nenek2/Sob//Sob/
Jumi Eko
bagus
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
pertama kali baca karya kak author ini pas baca babysiter untuk yayah... dari situ aku mulai lihat karya2nya yang lainya juga, ternyata semua seru... tetap semangat berkarya kak...
Mazree Gati
rumah gede dua lantai ga punya art,,yg nyapu sama ngepel siapa,,,?????
Sunarmi Narmi
Berdoa dn minta ke Authornya Ndis supaya Maling kundang dpt karma /Grin//Grin//Grin//Grin/
echa purin
👍🏻
Babar Dbabarian
seperti nya ini cerita pengalaman pribadi mu ya thor, aku juga dulu suka keluar masuk hutan tapibsekarang aku sudah tua tak sanggup lagi untuk mendaki tapi aku sangat merindukan itu semua untuk melepas semua beban masalah
falea sezi
author cewek kah
falea sezi
keren
Andrea
/Heart//Heart//Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!