NovelToon NovelToon
Loving You

Loving You

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:684.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: nenah adja

Revisi dari novel yang lama judulnya 'Maid make me crazy'
.
.
Annastasya Arrabella

Kebangkrutan keluarganya mengharuskannya mencari uang sendiri untuk kuliahnya, dirinya terpaksa menjadi seorang maid, karena hanya itu tawaran yang datang padanya.


"Bagaimana mau tidak jadi maid?"

"Apa? Maid...?"

"Baiklah tak ada pilihan lain"

__________

Roland Zain Abraham.

Ceo, tampan,dan mapan juga seorang Casanova penakluk wanita,dirinya harus menahan hasratnya pada seorang maid yang dianggapnya bukan levelnya.

"Maid itu? haha..tidak dia bukan level ku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bermain

Ben tiba di lantai bawah club duduk di depan bartender yang sedang meracik minuman "Ada apa dengan wajahmu Dude?" sang bartender memberi segelas vodka untuk Ben.

"Tidak ada" Ben menyesap minumannya sambil mengedarkan pandangannya ke arah kerumunan orang yang sedang menari di tengah hentakan musik DJ,tiba tiba dia teringat dengan Vero, ya Vero,untuk pertama kalinya Ben tak lupa dengan nama wanita satu malamnya.

Ah Ben ingin mengulang malamnya lagi dengan Vero,tapi bagaimana caranya? andai dia tau no ponselnya.

Roland duduk disebelah Ben "Apa yang kau fikirkan?" tanya Roland.

"Diam lah brengsek"

"Kau seperti seorang kekasih yang sedang cemburu"

"Tidak ada kata cemburu,aku hanya merasa harga diriku sudah kau injak"

"Oh ayolah itu bukan sesuatu yang spesial,lagi pula aku tak tau kalau dia calon istrimu"

"Aku bahkan tak mau mengakui *** *** itu sebagai teman" Bagaimana jadi calon istri,pernikahan bisnis memuakan,umpatnya.

"Lalu apa yang akan kau lakukan?"

"Entahlah aku hanya menunggu ****** itu muak padaku dan memutuskan Pernikahan ini" Ben menyesap minumannya, tiba tiba matanya terpaku pada wanita yang sedang berjalan sedikit terseok mungkin dia sudah mabuk, Ben menyeringai "Dude aku harus pergi sekarang"

"Kau meninggalkanku?" sergah Roland.

"Aku tak keberatan kalau kau mau menghabiskan malammu dengan Caroline sialan itu" Ben menepuk punggung Roland,dan pergi.

"Cih,,tak sudi" Roland menegak minumannya hingga habis.

.

.

.

Roland memasuki apartemennya dengan langkah terseok,Roland sudah mabuk berat dirinya bahkan beberapa kali tersandung,"Tuan kau baru pulang"

"Ah.. maidku sayang kemari" Roland melambaikan tangannya,Anna mundur satu langkah Roland sepertinya sedang mabuk,Anna bergidik."Kemari jangan menjauh" Dengan langkah terseok Roland makin mendekat.

"Tuan kau mabuk ya" Anna sudah waspada biasanya orang mabuk itu jadi tak waras,makanya dirinya tak pernah mabuk.

Roland terus mendekat tak menghiraukan pertanyaan Anna, Anna sudah terpojok di dinding tak bisa lagi mengelak Roland sudah menghimpitnya ditembok. "Maid ku sayang" racau Roland.

Roland mendekat dan makin mendekat bau alkohol sudah menyengat dihidung Anna, Anna ingin menolak, namun sesuatu dalam dirinya mendamba, bagaimana jika bibir tuannya itu menyapu bibirnya, bagaimana rasanya berciuman dengan Casanova yang sudah berpengalaman ini, Anna memejam ketika Roland memiringkan wajahnya, mata sayu itu membuat Anna sedikit terbuai, namun sedetik kemudian bukan ciuman yang didapat Anna, dia malah merasakan pundaknya berat,Anna membuka matanya Roland bertumpu kepalanya di pundak Anna dan "Astaga dia tidur" kata Anna.

.

.

.

Anna mendesah lega setelah melempar tubuh besar Roland ke atas kasur,tentu saja tubuhnya yang hanya setinggi dada Roland membuatnya kewalahan memapah tuannya itu dari lantai satu,"Majikan tidak tau diri,apa kau tidak tau kau sungguh berat" Anna menggerutu sambil melepas sepatu Roland, berikut tiga kancing baju agar Roland tak merasa sesak, lalu menaikan selimut. Anna memandang wajah Roland yang tertidur "Kau terlihat tampan tuan, apa lagi kalau tidak marah marah" Anna mematikan lampu menyisakan lampu tidur yang menyala,lalu keluar dari kamar Roland, ditengah lampu tidur yang remang Roland menaikan sebelah sudut bibirnya.

.

.

Ben memarkirkan mobilnya di depan sebuah Apartemen,dirinya yakin Vero masuk kedalam gedung Apartemen dihadapannya tadi saat mengikuti Vero Ben sempat kehilangan jejak, Ben melihat kearah jam tangan nya sudah tengah malam "Baiklah besok saja" katanya, Ben akan kembali, rasa penasarannya terhadap Vero menggelitik hatinya, entah mengapa Ben ingin tau tentang Vero,bila perlu tentang semuanya.

.

.

Roland duduk di kursi meja makan dan meminum kopinya,"Bagaimana tuan kopinya?" tanya Anna penasaran.

"Lumayan"

"Baiklah nikmati sarapanmu aku harus segera bersiap untuk kuliah" Anna membungkuk hormat lalu berlari kearah kamarnya.

"Tuan kau belum berangkat" Saat Anna kembali dia masih melihat Roland duduk di sofa ruang tamu.

"Aku menunggumu" jawabnya acuh.

"Eh?"

"Ayo aku akan mengantarmu" Roland berjalan mendahului Anna yang masih terpaku.

Anna pasrah mengikuti Roland dari belakang hingga memasuki lift mereka hanya diam, Anna sedang berfikir apa tuannya ingat kejadian semalam,betapa malunya Anna jika tuannya ingat,Anna sampai memejamkan mata hanya karna mengira majikannya akan menciumnya.

"Kau kuliah disini?" Roland memarkirkan mobilnya di depan sebuah kampus elite.

"Ya tuan" Anna melepas sabuknya "Terimakasih sudah mengantar"

"Hmm, nanti sore akan ada Koki yang kembali mengajarimu"

"Baik tuan" Anna keluar dari dalam mobil.

Roland masih memperhatikan kampus Anna, itu termasuk kampus kelas elit disana, benarkah Anna mendapatkan beasiswa? "Masa bodoh apa pentingnya untukku" Roland memacu mobilnya menuju perusahaannya."Tunggu aku harus mulai mendekatinya bukan? baiklah kita mulai bermain"

Tiba di kantor Roland sudah disambut oleh Dev yang membungkuk hormat di depan ruangannya "Selamat pagi tuan"

"Hmm.." Roland memasuki ruangannya,dan mendudukan dirinya di kursi kebesarannya "Dev kau punya nomer ponsel Anna?" Dev mengeryit tuannya itu satu rumah dengan maidnya kenapa menanyakan padanya, dan untuk apa.

"Anda memerlukan sesuatu tuan biar saya yang menghubunginya"

"Tidak berikan saja nomernya padaku"

"Baik tuan" Dev mengambil ponsel Roland lalu menyalin nomer ponsel Anna di ponsel tuannya.

Anna sudah selesai di jam pertama kini dia tengah duduk di kantin bersama Vero "Aku kesepian tak ada kau dirumah"

"Sebenarnya aku juga ingin pulang tapi bagaimana pun kontrak nya kan belum selesai,kalau saja aku tak bermasalah dengannya aku sudah mengundurkan diri"

"Oh apa kau akan kembali ke Indonesia?"

"Mungkin"

"Ah aku akan semakin kesepian jika kau pulang kampung"

"Tak perlu melankolis seperti itu, meski aku ada, kau tetap tidak setiap malam ada di rumah" Kebiasaan Vero pergi ke klub dan pulang pagi membuat Anna sendirian di Apartemen hingga Vero kembali pulang.

"Ah aku ingat aku belum bercerita denganmu,kau tau apa?"

"Kau belum cerita mana ku tau"Vero menepuk jidatnya benar juga.

"Aku menghabiskan malam ku dengan salah satu teman Roland"

"APA?" Anna sampai menggebrak meja kantin.

"Biasa saja jangan seperti itu, kau membuatku malu" Vero melihat sekitaran mereka yang memandang aneh.

"Jangan sampai kau bertemu dengannya lagi,atau salah satu dari mereka" peringat Anna.

"Kenapa?"

"Mereka orang berengsek,tak tau diri,dan suka semena-mena pada perempuan, jangan terjebak dengan permainan mereka" Anna semakin menggebu.

"Ada apa dengan mu, lagi pula itu hanya kisah satu malamku saja kau tau aku tak pernah bertemu dengan mereka untuk kedua kalinya"

"Ya, dan jangan lagi jangan dekati Roland atau teman temannya yang berengsek itu, dengar aku Vero, berhentilah dengan kegiatanmu itu,apa kau tak ingin menikah dan punya keluarga,apa yang akan anakmu anggap kelak jika kelakuanmu seperti ini terus"

Ucapan Anna menohok Vero, ya suatu saat dirinya ingin hidup seperti orang normal lainnya"Baiklah aku akan mencoba berhenti" Vero memberengut.

"Aku menyayangimu,aku tak ingin kelak kau menyesal Vero, dan lakukan ini untuk dirimu sendiri, sayangi dirimu sendiri Vero" Anna memeluk Vero. "Jika nanti aku pulang ke Indonesia ku harap kau  bisa berubah, jaga dirimu."

"Kenapa kau berkata seperti tak akan kembali lagi"

Ketika Anna dan Vero sedang menyelami fikiran masing masing ponsel Anna bergetar.

-Jam berapa kau selesai-

Anna mengabaikan,beberapa menit kemudian muncul pesan lagi

-*Kau tak menjawab pesanku-

-Anna*?-

Anna mengeryit siapa ini mengapa dia bisa tau nama Anna sedangkan nomer tersebut tak ada dalam kontaknya,lalu mengetik.

-Siapa?-

Like..

komen..

vote..

🌹🌹🌹🌹🌹

1
Patrish
waduh....pasti nih..pastiiii
Patrish
hahahahahhaaaaaa.....Caroline...kalian semua.,..salah lawan..🤣🤣🤣🤣
Patrish
dan ada dewa OTHOR yang mengatur nasib setiap tokoh...🤣🤣🤣
Ra~~~~~
kisah don juan semua 🤣
Ra~~~~~
keren ceritanya
Ra~~~~~
bagus ceritanya
Ra~~~~~
Suka banget sm novel yg ini 😍
Yuna¹⁰
banyak juga gaji nya, gas deh annaa
Yuna¹⁰
bener-bener mencari nyoya rumah kalau gitu🤭
Yuna¹⁰
kisah orang tua Calvin?
Erni Fitriana
ssmua letakkan semua disini thorrrr
Erni Fitriana
lanjuttttttt ke kinara
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣kebanyakan celap celup jadi bodoh rolan rambut
Erni Fitriana
klo orang biasa udah keburu nikah itu anaaaa🤣🤣
Erni Fitriana
tanda bahaya nih tuan bele...cepat bil keputusan tyan bule
Erni Fitriana
🤣🤣🤣🤣😌😌
Erni Fitriana
nah loh naaaa...make dikasih tau kudu ke polisi
Erni Fitriana
jrengggggggggg
Erni Fitriana
aku anaaaaaaaaa😁😁😁😁😁
Erni Fitriana
😄😄😄😄mom..menantu mu ituuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!