Alex patah hati karena wanita yang ia incar ternyata lebih memilih rival bisnisnya. Membuat pria ini putus asa dan memilih melampiaskan kesedihannya dengan minum minuman keras.
Dalam keadaan terpuruk, tak sengaja Alex bertemu dengan seorang gadis yang sangat mirip dengan wanita yang ia sukai.
Sayangnya kesalahpahaman sering terjadi di antara mereka. Meski begitu, tak dipungkiri bahwa Alex sebenarnya juga menyukai gadis itu.
Akankah Alex mampu merebut hati si gadis penolong? Ataukah malah menghindarinya gara-gara gadis itu berwajah mirip dengan wanita yang dia suka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berbanding terbalik
Emma terlihat sangat kesal ketika Alex memaksanya memakai gaun malam. Berdandan ala-ala seorang artis. Memakai make up. Memakai sepatu hak tinggi. Memakai perhiasan. Ahhhh.. sungguh ini adalah sesuatu yang sangat tidak Emma inginkan.
Alex melongo melihat gadis yang kini diincarnya keluar dari ruang ganti sebuah butik.
Sungguh Emma terlihat sangat anggun nan cantik. Bahkan sangat cantik. Lebih cantik dari yang Alex bayangkan.
"Kamu cantik sekali, Emma. Coba setiap hari berdandan feminin gini. Pasti aku akan dengan suka rela membawa mu ke mana-mana!" ucap Alex, menggoda seperti biasa.
"Kamu pikir aku sudi berdandan seperti ini untukmu? Kamu pikir aku sudi ikut kamu ke mana-mana. Jangan mimpi! Dengar ya, ini kalo nggak demi bonus dari oma, aku juga ogah ikut sama kamu. Dasar penipu licik!" jawab Emma ketus.
"Ya ya ya... aku tahu itu. Aku tahu kenapa kamu mau menerima tawaran ini. Kamu kan memang mata duitan. Dasar gadis pecinta uang!" balas Alex tak mau kalah.
"Kamu nggak tahu bagaimana kehidupan ku. Jadi tidak usah sok tahu. Tidak usah sok menge-judge aku. Cepat jalan, aku lelah berdiri lama-lama dengan sepatu hak tinggi sialan ini," ucap Emma, ketus.
Bukannya marah, Alex malah terlihat senang dan menikmati apa yang Emma lakukan saat ini. Ternyata Emma terlihat lebih menggemaskan ketika emosi.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil. Emma tak mau menatapnya. Walau pun hanya sedektik saja. Gadis ini lebih sibuk menutupi dadanya yang sedikit terbuka. Jujur otak mesum Alex kini telah merajai pikirannya. Alex ingin sekali menikmati milik Emma yang terlihat sangat menggoda itu.
"Apa kamu marah padaku, Em?" tanya Alex. lembut.
"Ya, tentu saja. Kamu pria termodus paling menjijikkan di muka bumi ini. Bagaimana aku tidak marah? Andai ada kerjaan lain, aku pastikan akan resign dari pekerjaan ini!"
"Dihhh.. enak aja, mana boleh! Kamu nggak akan aku izinin pindah. Apa lagi kalo kerjaan kamu sama seperti kerjaan di tempat Oma," ucap Alex tak terim. Entahlah, Tiba-tiba saja Alex tidak ingin melihat Emma direndahkan.
"Diamlah. Di pesta aku mesti ngapain nanti?" tanya Emma.
"Menggandeng tanganku, tersenyum padaku. Tetap memelukku seperti ini. Dan ingat, jangan sampai kamu lepaskan. Kita harus terlihat seperti pasangan kekasih pada umumnya!"
"Oke, asal tidak ada dansa dan tidak ada tatap tatapan mata, aku tidak suka yang aneh-aneh seperti itu. Menurutku sangat menjijikkan dan aku tidak suka!"
"Kenapa? apa gadis kampung seperti mu tak bisa berdansa?" tanya Alex.
"Tidak, tentu saja aku bisa. Tapi aku nggak mau dansa denganmu. Berpelukan denganmu. Nanti otak mesummu kambuh!" jawab Emma lugu.
Tentu saja jawaban lugu itu sukses mambuat pria dewasa seperti Alex tertawa terpingkal-pingkal. Menurutnya Emma sangat cute jika mengeluarkan amarahnya hanya untuk menutupi kekurangannya.
"Diam ah, aku nggak suka kamu ketawain aku begitu. Ini terdengar sangat menjengkelkan kamu tahu!" ucap Emma kesal.
"Kamu tu cepet amat sih marahnya. Heran deh. Bisa nggak sih apa-apa nggak usah marah. Ngomong yang slow gitu loh. Kan lebih manis!"
"Ogah! Ngomong manis sama kamu sama saja makan singkong rebus. Seret." jawab Emma kesal.
Alex tertawa mendengar setiap kata yang terlontar dari mulut Emma. Sederhana namun perlawanan itu sangat berkesan untuk Alex.
***
Di lain pihak...
Kanaya hendak menangis ketika ia sedang dirias. Sebenarnya ia tak menginginkan pernikahan ini. Tetapi kedua orang tuanya, dan juga Steven sendiri mengancamnya jika tidak melanjutkan pernikahan ini.
Steven mengancam akan menghancurkan bisnis ayahnya jika sampai Kanaya mengundurkan diri dari pernikahan ini. Ancaman itu tentu saja membuat Kanaya sesak. Sehingga tak punya pilihan lain baginya untuk tetap maju meskipun dengan hati hancur lebur tak berbentuk.
Sebenernya tadi malam Kanaya ingin menghubungi Alex. Ingin meminta pria itu agar membantunya melarikan diri. Namun aksi Kanaya kepergok oleh ibunya. Dan ibunya marah besar dan terus memaki dirinya. Sungguh Kanaya tak tahu lagi harus bagaimana menjelaskan keburukan Steven pada mereka.
"Kay, senyum dong. Masak pengantin cemberut!" ucap Lusi, salah satu sahabat Kanaya.
"Entahlah, Lus. Lu tahu kan? Lu tahu siapa orang yang sebenarnya gue suka. Tapi gue dipaksa menikah sama psikopat itu. Gue sedih, Lus. Gue yakin kalo gue bakalan mati perlahan di tangan dia," jawab Kanaya.
Sungguh jawaban yang sukses membuat siapapun terenyuh. Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Akad nikah sudah terlaksana dan sekarang mereka harus bersiap menggelar resepsi. Resepsi untuk mengatakan pada dunia bahwa Steven dan Kanaya sekarang adalah suami istri.
"Sabar, Kau, siapa tahu nanti Steven bisa berubah!" ucap Lusi memperingatkan.
"Apa kamu yakin dia bisa berubah, Lus! Lu tahu kan, seberapa begis dia?" tanya Kanaya sangsi.
"Ya aku tahu, suamimu memang pemaksa. Pokoknya gini, Kay, kalo dia ngapa-ngapain elu, segera telpon kita. Nanti kita bantu elu, oke!" ucap Lusi, menguatkan sekaligus memberikan dukungan pada wanita sahabatnya itu.
"Doakan gue kuat, Lus. Sumpah gue pengen mati saja rasanya," ucap Kanaya lagi.
Lusi terdiam. Sebab ia tan tahu lagi bagaimana ia bisa menenangkan sahabatnya ini
Jelas Kanaya tidak rela menjadi istri Steven. Di samping dia hanya dimanfaatin oleh keluarganya untuk kelancaran bisnis. Nyatanya Kanaya juga hanya dimanfaatkan oleh Steven untuk menghancurkan mental Alex, yang dikenal sebagai rivalnya di dunia bisnis maupun dunia percintaan.
Bersambung...
kog malah muncul masalah baru,...
lanjut crazy up gtu kak😊