NovelToon NovelToon
Surat Penuh Cinta

Surat Penuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:70.1k
Nilai: 5
Nama Author: SANG PURNAMA

Kehidupan dua insan manusia yang berbeda latar belakang namun saling berkaitan secara tidak langsung.

Sahabat Pena...

Mungkin itulah yang membuat mereka terhubung hingga sekarang. Diawali dengan sebuah pertemanan melalui surat semenjak kecil namun tidak pernah sekalipun bertemu.
Hingga akhirnya mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan pekerjaan.
Akankah mereka saling mengenali satu sama lain???

Serta, apakah surat yang selama ini mereka tulis dan terima hanyalah sebuah mainan belaka atau adakah diantara mereka yang menuangkan perasaan di setiap baitnya.

Dan bagaimanakah akhir dari pencarian mereka satu sama lain???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SANG PURNAMA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Jessica langsung saja menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar suaranya tidak terdengar oleh Rose yang masih ketakutan saat ini. Jessica tidak percaya dengan apa yang ia lihat, meskipun Rose mempunyai haters atau orang-orang yang tidak menyukainya namun mereka tidak sampai melakukan hal yang mengerikan seperti ini dengan mengirimkan Rose seekor tikus mati yang penuh dengan darah.

Alex yang masih memiliki akalnya langsung saja menghubungi Sekertaris Ren menggunakan handphonenya yang ia tarus disaku celananya.

Alex berusaha menenangkan kedua perempuan yang ia jaga selama beberapa hari terakhir ini, Alex membawa Jessica dan Rose untuk duduk di sofa yang tersedia di dalam ruangan itu tidak lupa juga ia memberikan air minum kepada keduanya agar lebih tenang.

Tidak seberapa lama datanglah Sekertaris Ren bersama David dengan wajah yang khawatir. Entah ada hal aneh atau apa yang membuat Alex bingung dengan tatapan kedua pria yang baru saja memasuki ruangan tersebut.

Keduanya datang dengan nafas yang terengah-engah seperti habis berlari kencang, belum lagi tatapan mata keduanya yang sedang menatap kedua wanita yang saat ini masih ketakutan sangat berbeda sekali dengan biasanya.

Sungguh aneh dan menjadi hal yang langka untuk ukuran kedua manusia yang sangat dingin itu.

"Ada apa ini sebenarnya??" tanya David.

David melihat jika Rose sepertinya habis menangis, meskipun sekarang sudah tidak ada lagi suara tangisan namun mata sembab dan memerah itu sudah menjadi buktinya, belum lagi jejak air mata yang mengerikan di pipi mulus Rose itu.

Rose tidak dapat berkata-kata lagi, tangannya masih gemetar seperti masih terbayang-bayang akan isi didalam kotak tersebut. Sedangkan Jessica masih bisa menahan dirinya dan bersikap sebagai Kakak dimana ia selalu memberi ketenangan kepada Rose adiknya. Jessica memeluk Rose sembari mengusap lembut punggungnya, tidak lupa juga ia berkata sesuatu agar Rose dapat melupakan kejadian itu.

Merasa tidak mendapatkan jawaban, David dan Sekertaris Ren pun beralih menatap kearah Alex yang memberi mereka informasi tadi.

"Jelaskan kepada ku apa yang terjadi sebenarnya" ucap David dengan wajah mengerikannya.

Entahlah datang dari mana wajah itu, padahal biasanya dia akan menyuruh Sekertaris Ren untuk menyelesaikan masalah kecil seperti ini namun sekarang David malah turun tangan langsung.

Alex pun menjelaskan kronologisnya kepada David dan Sekertaris Ren mulai dari mereka kembali selesai pemotretan hingga Rose yang mendapatkan hadiah dari penggemarnya berupa sebuah kotak cantik yang sudah berada di ruangan mereka entah sejak kapan.

David dan Sekertaris Ren menjadi mengerti situasinya sekarang. Tinggal mereka mencari pelakunya saja karena tidak mungkin para penggemar yang mengirimkannya, mungkin saja itu adalah kerjaan orang iseng yang tidak suka dengan keberhasilan Rose dalam karirnya saat ini.

David pun menyuruh Rose dan Jessica untuk pergi keruangan nya terlebih dahulu agar aman, mereka tidak tahu apa ada lagi hal seperti ini yang berada di ruangan milik Artisnya. Alex pun mengantarkan Rose dan Jessica ke ruangan David setelah merasa aman Alex kembali ketempat David dan Sekertaris Ren berada saat ini.

Ketiga pria tampan saat ini sedang mengamati dengan seksama kotak yang berisi tikus mati tadi. Sekertaris Ren mengeluarkan isi kotak tersebut dengan membalikkannya ke atas meja.

Tanpa diduga ternyata ada sebuah amplop didalamnya, kemungkinan amplop tersebut berada dibawah foto Rose hanya saja Rose tidak menyadarinya dan langsung histeris tadi.

Sungguh cara yang mengesankan menurut ketiga pria itu.

Sekertaris Ren pun mengambil amplop tersebut yang terkena sedikit noda darah, ketika membukanya ternyata yang mereka temukan adalah sebuah kertas.

Nampaknya seperti sebuah surat.

Sekertaris Ren pun membuka surat tersebut dengan David dan Alex yang semakin mendekati Sekertaris Ren.

"Rose sayang.. Aku tau sekarang kamu akan membintangi sebuah film bersama seorang laki-laki yang sangat tidak cocok denganmu.

Aku ingatkan, jangan sampai kau dekat dengan laki-laki itu apalagi sampai berhubungan karena hanya aku yang boleh memiliki mu. Hanya aku yaitu pasangan sejatimu.

Kalau sampai kau berani menduakan ku, kau akan menanggung akibatnya. Ini hanyalah sebuah salam perkenalan saja"

Begitulah isi pesan dari surat yang mereka temukan.

Hanya satu yang terlintas di pikiran mereka saat ini ketika selesai membaca surat itu.

"Psikopat" ucap mereka bertiga serempak.

"Aku ingin rahasia kan hal ini dari siapapun, hanya kita yang boleh mengetahuinya terlebih perihal surat ini jangan sampai Rose dan Jessica mengetahuinya. Aku hanya ingin mereka tau jika kejadian ini hanya kerjaan orang iseng saja. Kalian mengerti??" perintah David.

Sekertaris Ren dan Alex pun mengangguk tanda menyetujui perintah sang atasan.

"Seperti yang kalian baca jika ini hanyalah sebuah acara pembuka yang dimana akan ada lagi kejutan-kejutan yang akan di berikan oleh psikopat itu" Terang David. "Aku harap kamu dapat menjaga mereka berdua, jangan sampai kecolongan lagi seperti saat ini" perintah David kepada Alex.

"Baik tuan" sahut Alex.

"Dan kau Ren, tolong selidiki ini dan cari siapa dalang dibalik semua kejadian ini" perintah David.

"Baik tuan" sahut Sekertaris Ren.

* * *

Setelah selesai dengan perbincangan mengenai psikopat tadi. David, Sekertaris Ren dan Alex memutuskan untuk kembali keruangan David untuk menemui Rose dan Jessica. Berharap kedua perempuan itu sudah tenang sekarang dan semoga saja mereka terutama Rose tidak akan mengalami trauma setelah kejadian ini.

Ketiga laki-laki itupun memasuki ruangan dan menatap kepada kedua perempuan yang masih saling memeluk. David beranjak duduk didepan Rose dan Jessica sedangkan Sekertaris Ren dan Alex hanya berdiri saja.

"Kalian sudah aman sekarang, saya minta maaf atas keteledoran pihak keamanan sehingga hal ini bisa terjadi didalam Perusahaan saya. Sekali lagi saya mohon maaf" David meminta maaf kepada Rose dan Jessica.

Disini hanya Jessica saja yang dapat berbicara sedangkan Rose masih terbungkam hingga sekarang.

David menatap nanar kearah Rose, dimana perempuan yang selama ini angkuh dan dingin itu. Sekarang yang terlihat hanyalah seorang perempuan lemah yang membutuhkan sebuah sandaran.

Entah mengapa hati David sakit melihat keadaan Rose yang lemah seperti ini.

Terdengar suara panggilan dari handphone Jessica yang saat ini berada didalam kantong celananya, ia pun mengangkat telpon tersebut dan terlihat sedang berbicara dengan seseorang diseberang sana.

"Rose, Kakak tinggal sebentar ya, ada yang perlu Kakak urus. Tenang saja sekarang kamu sudah aman disini" Jessica dengan berat hati meninggalkan sang adik, namun ia hanya pergi sebentar karena ada yang perlu ia urus sebagai Manager Rose.

Rose tanpa berkata apapun hanya menganggukkan kepalanya saja, namun pegangan kedua tangan Rose yang berada di baju Jessica sangatlah erat seperti tidak ingin ditinggal.

Namun dengan pandangan penuh keyakinan Jessica berikan pada Rose hingga membuat perempuan itu menurut.

Jessica pun beranjak dari tempat duduknya untuk berjalan meninggalkan ruangan David.

David memandang Sekertaris Ren dengan penuh maksud yang dimengerti oleh Sekertaris Ren.

Sekertaris Ren pun ikut meninggalkan ruangan David dan berjalan dibelakang Jessica. Alex yang memang berjaga didepan pintu pun menoleh kearah siapa yang akan keluar dari ruangan dan ternyata Jessica yang diikuti Sekertaris Ren dibelakangnya.

Pandangan Jessica nampak sangat kosong, Sekertaris Ren dapat melihat semua itu. Dia pun menyuruh Alex untuk meninggalkan dirinya dan Jessica.

Alex pun dengan segera meninggalkan kedua insan itu.

Tidak seberapa lama sepeninggal Alex, sesuatu terjadi.

Brakk...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

itu bunyi apaan 🙄

1
it's me oca -off
em , hhh pada ga seneng aurel
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
lanjut lg dong
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💘
Kok ngk lanjut thorrrr... bikin pinisirin aja... lanjut donk🤔🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💘
Knp ngk up thorrr...🤔🤔
Yunia Afida
takut di rebut alex ya
lanlan
suka tidak suka klo yg masak orang yang kita cinta pasti rasanya enak kan pak David 🤭🤣🤣
lanlan
sangking asiknya berbelanja dan debat jadi gk sadar klo ada yg ngawasin sambil ambil foto mereka
lanlan
mode cemburu duo cogan 😂😂😂
lanlan
apa isi kotak nya ya . sampai membuat mereka meradang 🤔🤔
lanlan
wkwkwk belum juga menikah dh gk bisa berkutik,saat rose bicara gitu . langsung bungkam tuh mulut nya
Dave Navarro
wkwkwk cieee salting ya rose, merah tuh pasti pipi
Dave Navarro
buset jahat bnr si aurel berarti baik nya di dpn doang fans doang ya?
Dave Navarro
wkwkwk gengsi" jg dimakan ya vid?
Dave Navarro
nh bnr itu klo kgk suka gk ush dimakan
Dave Navarro
untung si rose percaya sm alasan mereka
tp itu siapa yg kirim surat nya?
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
mudah bagi David siapapun yang meneror rose,
💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒
aduhh aurel makan punggir jalan kebanyakan itu malah lebih enak dr pada diresto2 mahal loo...
Dave Navarro
nh lho alex di interogasi ada apa ya? 🤔😅
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
makanya hati2 lah Lex, jangan sampai jadi sasaran empuk David sama sekretaris ren
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
ayo lah vid sadar lah kalau rose itu sebenar nya vero
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!