Mendapat beasiswa di Universitas ternama di Ibu kota Seoul membuat gadis cantik bernama YURIE berurusan dengan 7 pria tampan, dari keluarga terpandang dan kedudukan besar di Universitas tersebut.
Sebut saja pria-pria tampan itu adalah Y7. Pria yang sudah dijodohkan oleh para orang tua mereka. Diantara mereka YUDANTA HUGO lah yang paling tampan, angkuh, sombong, cuek, serta dingin.
Tak disangka YURIE tertarik pada salah satu Y7.
"Kau tahu sedang berhadapan dengan siapa???" YUDANTA HUGO
"Maaf itu tidak penting. Awas aku sudah terlambat!" YURIE
**
•Bagaimana kisah mereka? antara YUDANTA HUGO dengan YURIE?
•Siapakah dari Y7 yang berhasil membuat YURIE tertarik? bahkan itu pandangan pertama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanzhuella annoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 15. Cari Kerja
Pulang dari kampus, tidak membuat Yurie langsung ke apartemen. Dia bersama Meymey sepakat mencari pekerjaan. Untuk menambah uang jajan. Anehnya mereka tak membicarakan kesepakatan itu kepada Shailene karena tidak ingin merepotkan sahabatnya itu.
"Mey coba kita tanya di cafe sebelah sana, mungkin butuh karyawan," ucap Yurie sangat berharap karena sudah 3 cafe dan toko mereka masuki tapi tak butuh karyawan.
"Ayo, mudahan ini yang terakhir," sahut Meymey dengan pelan karena cukup lelah.
Dua gadis cantik tersebut berjalan saling beriringan, menyeberangi jalan.
Tiba di cafe mereka tercengang dengan tulisan besar yang ditempel di dinding kaca.
"MENERIMA LOWONGAN!'
"Rie, apa ku bilang ini cafe terakhir yang butuh karyawan," gumam Meymey dengan pancaran wajah berseri-seri.
"Jangan senang dulu, kita harus bertanya," ucap Yurie menepis kegirangan sahabatnya itu.
"Ada yang bisa dibantu Nona?" tiba-tiba kehebohan Meymey bungkam ketika didatangi seorang pria lebih tua dari mereka.
"Tuan apa di sini lagi butuh karyawan?" tanya Meymey tidak sabaran.
"Panggil saja saya Delon. Iya, cafe ini butuh dua orang," ucapnya dengan senyum ramah.
"Yes.....! Heboh Meymey dengan raut wajah sumringah.
"Ada apa?" tanya Delon penasaran.
"Sejak tadi kami ke sana sini mencari pekerjaan tengah hari tapi sayangnya cafe maupun toko yang kami datangi tak menerima lowongan pekerjaan," terang Yurie.
"Mari masuk, kita bicara didalam saja," pungkas Delon karena tak enak bicara sambil berdiri.
Yurie maupun Meymey mengikuti dari belakang. Cafe tersebut lumayan ramai pengunjung.
"Silahkan duduk," Delon dengan ramah mempersilahkan dua sahabat tersebut.
Kini mereka duduk di sebuah sofa terpisah dari ruangan. Mungkin ini ruangan pribadi pemilik cafe tersebut.
"Hmm saya pemilik cafe ini. Memang betul cafe kami butuh karyawan. Salah satunya menjadi kasir dan satunya lagi menjadi koki," terang Delon melanjutkan obrolan tadi yang sempat tertunda.
Yurie maupun Meymey saling mengangguk.
"Oya kita belum berkenalan," ucap Delon dengan senyuman ramah, sejak tadi dia curi-curi pandang kepada Yurie.
"Saking semangatnya sampai kelupaan," cicit Meymey terkekeh kecil.
"Namaku Meymey," ucap Meymey memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan, dibalas oleh Delon. "Dan gadis cantik ini bernama Yurie," sambungnya bahkan sempat menggoda sahabatnya itu.
"Yurie," ucap Yurie membalas uluran tangan tersebut.
"Cantik," gumam Delon tak sadar mulut itu bergumam memuji kecantikan Yurie.
Dahi Yurie maupun Meymey mengerut. Seakan sadar dengan cepat Delon melepas jabat tangan tersebut dan mengatupkan mulutnya sebelum dua orang ini menyadari salah tingkah itu.
"Kembali ke laptop," cicit Meymey.
"Ya kami butuh karyawan," papar Delon kembali.
"Kami butuh pekerjaan tapi bisanya tengah hari karena pagi hingga sore kami kuliah," jelas Meymey untuk mewakili.
"Apa yang dikatakan Meymey benar," timpal Yurie membenarkan penjelasan Meymey.
Delon menegakkan tubuhnya, mengusap pangkal hidung mancung tersebut. "Hmm kalian masih kuliah? kuliah dimana? wajah kalian cukup asing," pungkas Delon.
"Kami berasal dari desa yang berbeda. Tentu saja sangat asing karena ini pertama datang ke Ibu kota. Kami mendapat beasiswa di Universitas Hugo," terang Yurie.
"Wah kalian sangat luar biasa karena tidak semua orang beruntung bisa masuk di Universitas ternama itu." Delon kagum dengan prestasi dua sahabat tersebut.
"Bagaimana Hyung?" cicit Meymey sok akrab.
Delon yang dipanggil Hyung tersenyum senang. Ya dia pantas dipanggil dengan sebutan itu karena usia mereka memang beda.
"Oke Hyung menerima kalian, dengan satu syarat!" Syarat yang diberikan tentu saja membuat dua sahabat tersebut penasaran.
"Syarat? apa syaratnya Hyung? jangan buat senam jantung," gurau Meymey.
"Syaratnya simpel kok." Kembali lagi membuat Yurie maupun Meymey saling memandang.
"Ayo dong jangan main tebak-tebakan karena ini bukanlah sebuah teka-teki," protes Meymey tak sabaran.
"Kegiatan belajar kalian jangan dikorbankan karena membagi waktu. Hyung akan beri training 1 bulan," ungkapnya.
"Hmm macam melamar di perusahaan saja," gumam Meymey.
"Sutt...." Refleks saja Yurie mencubit lengan Meymey.
"Sakit tahu...." Meymey mengerucut sembari mengusap bekas cubitan itu.
Yurie menghela nafas. Obrolan itu mereka sudahi. Besok adalah hari pertama mereka masuk kerja. Dua sahabat tersebut pulang ke apartemen, kebetulan mereka satu apartemen hanya beda kamar. Yurie menempati kamar paling atas sedangkan Meymey menempati kamar lantai dasar.
...Bersambung ...
mkn ya gak pernh up2 lgi