NovelToon NovelToon
Berondong Bayaran, CEO Cantik 2

Berondong Bayaran, CEO Cantik 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahkontrak / Berondong / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pratiwi Devyara

Ini adalah lanjutan dan Berondong Bayaran, CEO Cantik Bagian pertama.

Setelah memilih melanjutkan pernikahan dan merobek kontrak yang pernah mereka buat. Keenan Arka Adrian yang berusia 22 tahun, serta istrinya Amanda Marcelia Louise yang kini telah berusia 32 tahun. Mereka sepakat menjalani biduk rumah tangga ditengah segala perbedaan yang ada.

Mampukah mereka mempertahankan rumah tangga yang telah dibangun dengan susah payah tersebut?. (Jangan lupa baca bagian pertamanya di "Berondong Bayaran, CEO Cantik)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pratiwi Devyara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melihat

Azka dan Afka kemudian tampak memegang hidung mereka secara serentak. Kedua anak itu terlihat resah bahkan dengan kening yang sangat berkerut. Seolah mereka bingung serta takut terhadap sesuatu.

"Kenapa kalian?"

Arka menyadari gelagat salah satu anak yang ia gendong, yakni Afka. Kemudian Amanda memperhatikan Azka yang berada dalam gendongannya. Anak itu juga melakukan hal yang sama, yakni memegang-megang hidung.

Amanda dan Arka saling menatap satu sama lain karena heran. Namun kemudian mereka menyadari jika kedua anak itu tengah memperhatikan belalai gajah, yang ada dihadapan mereka.

"Oh." Amanda tertawa, begitupula dengan Arka.

"Hidungnya panjang ya?" tanya Amanda pada sang anak.

Tampak Azka semakin panik dan terus memegangi hidungnya. Afka pun sama demikian.

"Itu hidungnya gajah, nak. Hidung kalian kan nggak begitu." Arka turut memegang hidung anaknya, namun mereka tetap aja gusar.

"Nggak apa-apa, sayang. Kan yang panjang hidung gajahnya." ujar Amanda.

"Hekh."

"Hekh."

"Heeee."

Keduanya lalu menangis.

"Nggak sayang, itu hidungnya gajah, bukan hidungnya Azka sama Afka."

Amanda coba menenangkan kedua anaknya itu, namun mereka makin keras menangis.

"Heeee."

"Huaaa."

"Ya udah, ya udah. Kita pindah ya." ujar Arka kemudian.

Mereka lalu keluar dari area tempat dimana gajah tersebut berada, dan kini berkeliling ke tempat lain.

"Ternyata takut, Ka." ujar Amanda sambil tertawa.

"Iya, perkara belalai doang."

Arka menimpali seraya ikut tertawa. Sementara si kembar kini terlihat mulai tenang.

"Kita mau liat apa lagi?" tanya Amanda pada Arka.

"Hmm, apa lagi ya. Kalau hewan buas nggak mungkin, kan nggak boleh mereka." tukas Arka.

"Emang nggak boleh?" Amanda kaget mendengar hal tersebut.

"Iya ada batasan umurnya. Mama nggak pernah ke kebun binatang ya?" Arka meledek sang istri.

"Iya nggak pernah, baru kali ini kesini." ujar perempuan itu.

"Dulu kalau jalan pasti ke luar negri kan?. Orang kaya sih." Arka kembali meledek istrinya tersebut.

"Ih kamu mah, nggak gitu." Amanda membela diri sambil tertawa.

"Dulu tuh nggak ada yang memperhatikan aku, Ka. Mama kan orangnya senang di rumah. Kalaupun kita tamasya, ya paling ke taman deket rumah. Yang kayak waktu aku ketemu kamu, pas kamu masih bayi. Itu kan dekat banget sama rumah. Papa mah dulu boro-boro ngajak anak istri jalan. Masih muda, masih playboy. Mendingan dia ngajak selingkuhannya kemana-mana."

"Hahaha."

Arka tertawa lalu memegang kepala istrinya itu. Mereka kemudian lanjut melihat burung unta.

"Yam."

"Yayam."

Azka dan Afka mengira burung tersebut adalah ayam. Mereka sendiri sering melihat ayam di kediaman ibu dan ayah tiri Arka, juga dihalaman rumah Ryan.

Hal itu membuat Arka dan Amanda semakin terbahak-bahak. Sejak tadi mereka telah banyak tertawa dan kali ini ada yang menambahi.

"Itu bukan ayam, nak. Masa ayam segede itu." ujar Amanda pada keduanya.

"Yam." Azka bersikeras.

"Yayam." Afka menimpali.

"Itu burung unta." ucap Arka membenarkan.

"Yam."

"Yayam."

Arka dan Amanda saling menatap satu sama lain sambil menahan senyum. Sebab mereka sudah lelah sekali tertawa.

"Sekarepmu lah nak, nak." ujar Arka membuat tawa Amanda kembali pecah.

Dari burung unta mereka lanjut melihat dan memberi makan kelinci. Azka dan Afka tampak antusias ketika kelinci-kelinci itu mendekat ke arah stroller.

"Eheeee."

"Cici"

"Cici."

"Iya cici." ujar Amanda pada mereka berdua.

"Eheeee."

Afka refleks mengangkat kaki sambil tertawa. Sebab khawatir kelinci tersebut akan menyentuh kedua kakinya. Melihat hal itu Arka dan Amanda pun ikut tertawa.

"Nih kasih makan cicinya."

Amanda dan Arka memegangi kedua anak itu dengan sayuran. Namun bukannya memberi kelinci, mereka malah nyaris memakan sayuran tersebut.

"Eh, nggak boleh."

Amanda dan Arka mendadak berteriak dan melarang. Namun kedua anak itu hanya tertawa.

"Eheeee."

"Cici."

"Cici."

"Iya, cici nya yang dikasih makan. Caranya gini nih."

Amanda memberi contoh pada anaknya, dengan memberi makan salah satu kelinci. Melihat semua itu Azka dan Afka seakan mengerti. Namun ketika para kelinci kembali mendekat, Azka dan Afka justru malah memukul kelinci tersebut dengan sayuran.

"Eh nggak boleh begitu dong, nak." Arka menegur mereka berdua.

"Kelincinya di sayang. Sayang kelinci." lanjutnya lagi.

"Cici."

"Iya sayang, kelin..."

"Cici." ujar keduanya serentak.

"Bukan kelinci lagi, tapi kelencici." ujar Arka pada Amanda. Maka istri Arka itu pun kembali dibuat tertawa oleh tingkah si kembar

Usai puas bermain bersama kelinci, mereka beralih ke tempat dimana panda berada. Azka dan Afka kembali melongo untuk yang kesekian kali. Namun kemudian mereka terlihat gembira.

Awalnya Amanda tidak tahu jika disini juga ada hewan panda. Ia kira Arka berbohong dan sedang melakukan prank. Berkata ada panda, tapi tau-tau kandang buaya. Begitulah pikiran Amanda saat itu.

Namun ternyata setelah di datangi, panda tersebut memang benar-benar ada. Hewan lucu itu didatangkan langsung dari negara asalnya, agar semua orang disini bisa melihat.

"Da-da."

"Da-da."

Azka dan Afka berceloteh, usai di ajari oleh kedua orang tua mereka. Jika hewan tersebut bernama panda.

"Iya, panda." ujar Arka kemudian.

"Da-da."

"Da-da."

"Lucu ya dek, pandanya." Amanda berujar pada kedua anak itu.

"Eheeee."

"Da-da."

"Foto yuk sama panda." ajak Amanda pada suami dan kedua anaknya. Lalu,...

"Cekrek."

"Cekrek."

Mereka kembali berfoto disana. Setelah beberapa saat berlalu, mereka memutuskan untuk pulang.

Saat tengah berjalan menuju ke area parkir, tiba-tiba mata Amanda melihat Vera beserta Amara. Tetapi ada seorang pria berjas hitam di samping wanita itu.

"Ka, itu kan Vera." ujar Amanda seraya menunjuk ke suatu arah.

"Mana?"

Arka mengikuti arah pandangan istrinya.

"Itu di depan pintu masuk area kandang ular." ujar Amanda lagi.

Maka mata Arka pun tertuju ke tempat tersebut dan benar saja, Vera ada disana bersama sang bayi dan juga seorang pria.

Pria itu sendiri tampak seperti seorang eksekutif muda. Ia dan Vera terlihat begitu akrab, bahkan seperti tengah menjalin sebuah hubungan. Sebab laki-laki itu berani merangkul Vera dan tak segan menggendong Amara.

"Samperin apa nih?" tanya Amanda pada Arka.

"Sebaiknya jangan deh, Man." Arka memberi saran.

"Soalnya, kamu berpikiran hal yang sama kan?" tanya nya kemudian. Ia menyinggung soal kecurigaannya jika Vera telah memiliki hubungan baru.

"Iya sih, tapi kan belum tentu juga. Siapa tau itu temennya dia atau siapa gitu. Mending kita samperin aja langsung."

"Jangan!" ujar Arka lagi.

"Takutnya dia jadi nggak nyaman sama kita. Kalau dia cuma berdua doang sama Amara sih nggak apa-apa. Ini ada orang lain." lanjut pria itu.

Maka mereka pun akhirnya melaju saja ke halaman parkir. Tanpa menghampiri Vera yang kebetulan tak melihat ke arah mereka.

***

1
Otje Sunarsih
Lucunya Aska Dan Afka. gimana gedenya yaaa
Paryantikebondalem
semoga lekas sembuh ya kak Dev
Paryantikebondalem
belum selesai ya thor
Devyara (IG : oh_ya_ra): Belum bunda sayang
total 1 replies
falea sezi
ini uda end kah
Devyara (IG : oh_ya_ra): Belum kak
total 1 replies
mamah wangda
💪💪💪
shesil
baru kemaren aq cerita ke suami: ada author bagus, tema novelnya ga pasaran, bahasanya juga enak tp sayang udh lama ga update². Moga² gapapa soalnya dia survivor cancer
Daaaan...sekarang author favorit aq update lagi. Senangnyaaa....Sehat² terus ya, kakak Dev...we love you 😍😍😍
Tri Soen: Alhamdulillah terobati kangennya baca novel ini tapj sayang si kembar belum muncul ...slalu sehat dan tetap semangat nulis novel nya ya 💪🤗
total 2 replies
Risma Wati
gmana kabarx dek devyara???semoga sehat dan panjang umur,d mudahkan oleh Allah dlm berkarya🙏
Devyara (IG : oh_ya_ra): Hai kak, long time no see. Aku baik-baik aja, semoga kakak juga baik-baik aja ya disana..
total 1 replies
Evitha Junaedy
cieeeeee Rianti..
Evitha Junaedy
akhirnya up jg mksih🙏
Sulfia Nuriawati
kpn up lg nih thot dr thn² kmrn g tamat² karna jrng up, jd crta nya gmn? gantung gini
Devyara (IG : oh_ya_ra): Iya bunda, ini lagi mula menyelesaikan satu persatu
total 1 replies
Fia11
up lagi kak dev 😍😍😍
Fia11
pokoknya ditunggu up selanjutnya 😘😘😘
Sulfia Nuriawati
blm end kan? tp udah tahunan g up lg kmn ni thor??? gmn ni crta pdhal bgs lho, d tggu y up nya
Laili Dwi Agustina
KAPAN UP LAGI
Lilik Rudiati
Alhamdulillah up lagi
Laili Dwi Agustina
sehatkah devyara??gimana kabarnya??
Laili Dwi Agustina
sehatkah devyara??gimana kabarnya??
Yuliana Purnomo
Alhamdulillah Thor,, Akir nya up juga,, thanks 🙏
Devia
satu tahun baru update kak
sehat sehat kak author
Opi Sofiyanti
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!