NovelToon NovelToon
MONICA & MAX

MONICA & MAX

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Seooo

Pernikahan yang di dasarkan oleh perjodohan, membuat Max tak pernah menganggap Monica sebagai istrinya. Ia selalu memperlakukan Monica dengan begitu kasar. Bahkan, tak tanggung-tanggung Max selalu membawa wanita bayaran nya ke apartemen nya dan Monica untuk memuaskan nya.

Suara desahan dari dalam kamar Max, membuat Monica terisak. Ia benar-benar merasa tak di hargai sebagai seorang istri. Sudah hampir setahun pernikahan mereka, namun Max masih belum juga berubah.


"Ceraikan putri ku sekarang juga!" ucap Juan.


Bagai tersambar petir di siang bolong, Max merasa tubuhnya begitu lemas saat mendengar ucapan Juan barusan. Kenapa di saat ia sudah mencintai Monica, Juan malah menyuruh nya untuk menceraikan Monica.


"Dad, ku mohon. Jangan pisahkan aku dengan Monica. Aku mencintai nya Dad. Aku sangat mencintai nya" ucap Max. Berlutut di hadapan ayah mertua nya. Namun, bukannya merasa iba, Juan malah menatap Max dengan sinis.


Bagaimana kah kisah nya? Akankah Max bisa mempertahankan pernikahan nya dengan Monica?


Yuk, simak ceritanya.


Update setiap hari senin-jumat!


Sabtu dan minggu libur!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 15

Berikan vote, coment, dan like ~

Max bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya mengejar Monica yang sudah masuk kedalam lift untuk menuju ke kamar nya. Karena pintu lift itu sudah tertutup. Max pun masuk kedalam lift yang satunya lagi. Saat sudah tiba di lantai tiga tempat kamar Monica berada. Pintu lift itu pun terbuka. Max pun segera keluar dari lift itu dan menghampiri Monica yang sedang membuka pintu kamar nya.

"Monica!" ucap Max. Menahan tangan Monica.  "Monica, kita bicarakan ini baik-baik" ucap Max lagi. Membuat Monica menghela nafas nya.

"Apa lagi yang perlu di bicarakan Max. Kita sudah impas sekarang. Dan itu akan menjadi bukti untuk di persidangan kita nanti. Kau selingkuh, akupun selingkuh. Jadi, kita impas" ucap Monica. Saat pintu kamar nya sudah terbuka, Monica pun segera masuk kedalam kamar nya.  "Apa yang kau lakukan Max" ucap Monica lagi. Saat Max ikut masuk kedalam kamar nya.

"Aku tidak akan pernah melepaskan mu sampai kapanpun" ucap Max. Melangkahkan kakinya mendekati Monica.

"Max, apa yang ingin kau lakukan" ucap Monica. Saat Max semakin mendekat padanya.

Cup!

Tanpa Monica duga. Max langsung mencium bibir nya. Hingga membuat Monica memberontak. Ia memukul-mukul dada bidang Max agar pria itu melepaskan ciuman nya. Namun, bukannya melepaskan ciuman nya. Max malah memperdalam ciuman mereka dengan cara menahan tengkuk Monica dan memeluk pinggang ramping Monica.

Monica yang sudah lelah melawan pun memilih untuk pasrah. Max terus mencium bibir Monica. ******* nya dengan begitu lembut. Seolah mengungkapkan isi hatinya saat ini. Monica yang sudah terhanyut dengan ciuman lembut yang di berikan oleh Max pun mulai membalas ciuman pria itu.

Tanpa sadar, Monica melingkarkan kedua tangan nya pada leher Max. Lama-kelamaan ciuman keduanya menjadi buas. Max mengangkat tubuh Monica. Hingga Monica pun melingkarkan kedua kakinya pada pinggang Max. Max menggendong tubuh Monica dan membawa nya ke arah ranjang. Saat sudah berada di dekat ranjang. Max pun membaringkan tubuh Monica dengan lembut. Dan menindih tubuh wanita itu.

"Eeuugghh" lenguh Monica. Saat Max mencium leher jenjang nya. Sentuhan-sentuhan yang Max berikan benar-benar membuat Monica terbuai.

Entah siapa yang memulai nya. Yang pasti kini keduanya sudah sama-sama polos tanpa sehelai benang pun. Max mengarahkan miliknya pada milik Monica dan ia pun memulai penyatuan mereka. Sedikit kecewa, karena bukan dirinya pria pertama yang memasuki Monica. Namun, apa mau di kata? Semuanya sudah terjadi. Toh, dirinya juga sudah banyak memasuki wanita lain. Jika Monica hanya di masuki oleh satu pria. Lalu, bagaimana dengan dirinya yang sudah memasuki banyak wanita? Max menggeleng-gelengkan kepalanya sambil yang di bawah sana terus bergerak. Apapun akan ia lakukan untuk mempertahankan rumah tangga nya dengan Monica.

Berjam-jam dan beronde-ronde keduanya melakukan kegiatan panas mereka. Bahkan, keduanya melewatkan makan malam. Karena terlalu larut dalam kenikmatan. Keduanya tidak menyadari jika jam sudah menunjukkan pukul 9 malam waktu setempat. Keduanya mengerang bersama saat mereka mencapai puncaknya. Max kembali menyemprotkan benih nya pada rahim Monica.

...*****...

Pagi harinya.....

Monica terbangun dari tidurnya saat matahari menembus tirai jendela nya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya matahari. Permainan panas antara dirinya dengan Max tadi malam, kembali menari-nari di otak Monica. Hingga membuat pipi Monica tiba-tiba memanas. Jujur saja, permainan Max lebih nikmat di bandingkan dengan permainan Brian.

Ceklek!

Monica kembali menutup matanya saat mendengar pintu kamar mandi nya terbuka. Max keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggang nya. Ia melihat ke arah Monica yang masih menutup matanya. Senyuman mengambang di wajah tampan nya saat mengingat setiap permainan panas mereka semalam. Monica yang terus m*nd*s*h nikmat di bawah kukungan nya, memanggil nama nya dengan begitu merdu membuat senyuman Max semakin lebar. Ah, miliknya jadi bangun.

"Tidak usah berpura-pura. Aku tau jika kau sudah bangun" ucap Max. Sambil melangkahkan kakinya mendekati Monica.   "Bagaimana semalam? Kau menikmati nya bukan?" ucap Max lagi. Berbisik di telinga Monica. Hingga, membuat wanita itu merasa geli.

"Minggir!" ucap Monica ketus. Sambil mendorong tubuh suaminya dan segera turun dari ranjang. Dengan selimut tebal yang melilit di tubuhnya, Monica melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.

Ddrrtt!

Ddrrtt!

Ddrrtt!

Max yang mendengar suara ponsel Monica berbunyi pun segera mengambil tas jinjing Monica yang tergeletak di lantai dan segera mengeluarkan ponsel Monica.

"Amber?" ucap Max. Saat melihat id pemanggil. Karena penasaran, Max pun mengangkat panggilan dari Amber.

"Hikss hikss hikss. Monica to-tolong aku" ucap Amber di seberang sana terisak. Saat panggilan nya sudah di angkat.  "Monica..... Aarrgg" Amber langsung berteriak saat Chris di seberang sana menarik rambutnya kuat.

Tut!

Chris langsung mematikan panggilan itu setelah berhasil merampas ponsel milik Amber. Max menatap ponsel Monica dengan bingung. Kenapa Amber meminta bantuan istri nya? Ada apa dengan wanita itu? Max meletakkan ponsel Monica di atas nakas. Dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Menunggu Monica keluar dari kamar mandi.

Ceklek!

Setelah menunggu kurang lebih setengah jam. Pintu kamar mandi itu pun terbuka. Monica keluar dari sana dengan menggunakan kimono dan handuk yang di lilitkan di kepalanya.

"Kenapa kau masih disini?" ucap Monica. Melangkahkan kakinya ke arah meja rias nya.

"Lalu, aku harus keluar dengan penampilan seperti ini?" ucap Max. Karena saat ini ia masih menggunakan handuk yang melingkar di pinggang nya.

"Kau kan bisa menggunakan pakaian mu yang semalam" ucap Monica. Sambil mengoleskan liontin di wajahnya

"Sudah kotor. Apa kau tidak lihat?" ucap Max. Menunjuk pada lantai. Dimana bajunya dan baju Monica masih berserakan disana.

"Lantai itu bersih. Tidak perlu khawatir" ucap Monica. Membuat Max terkekeh.

"Benarkah? Kalau begitu pakaikan" ucap Max. Membuat Monica menghela nafas nya.

"Max tidak usah bersikap konyol seperti itu, agar aku melupakan surat perceraian kita. Lupakan kejadian semalam. Dan segera tanda tangani surat perceraian itu" ucap Monica. Membuat Max bangkit berdiri dan menghampiri Monica.

"Monica" ucap Max. Mulai melemah.   "Dengan cara apa lagi aku harus mendapatkan maaf mu" ucap Max lagi. Berlutut di samping Monica.

"Tanda tangani surat perceraian itu. Maka, aku akan memaafkan mu" ucap Monica. Ia bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah walk in closed.

"Apa yang kita lakukan semalam tidak berarti sama sekali bagi dirimu?" ucap Max. Bangkit berdiri dari berlutut nya. Monica menghentikan langkah nya dan membalikkan tubuhnya menghadap Max.

"Ya, yang semalam kita lakukan, tidak berarti sama sekali bagiku. Seperti aku yang tidak berarti sama sekali bagimu" ucap Monica.

"Monica" ucap Max lirih.

"Tanda tangani surat perceraian itu Max. Setelah itu menghilang lah dari hidup ku" ucap Monica.

"Sudah ku bilang, aku tidak akan melepaskan mu sampai kapanpun! Kau milikku, hanya milikku. Aku sudah menyeburkan benih ku ke rahim mu. Agar kau tetap terikat pada ku jika kita mempunyai anak" ucap Max. Membuat Monica tersenyum sinis.

"Bermimpilah Max. Aku sudah menggunakan pil pencegah kehamilan. Jadi, benih mu ataupun benih Brian tidak akan tumbuh di rahim ku. Kalau pun tumbuh. Aku yakin, itu milik Brian. Bukan milikmu. Karena Brian lah pria pertama yang menyentuh ku" ucap Monica tajam. Membuat dada Max sesak.   "Jadi, tanda tangani surat perceraian itu secepatnya. Dan menghilang lah dari hidup ku" ucap Monica lagi. Membuat Max menggelengkan kepalanya cepat.

"Itu tidak akan pernah terjadi! Sekali pun kau hamil anak pria itu. Aku tidak akan pernah melepaskan mu!" ucap Max tegas.

"Max....."

"Tidak akan Monica. Aku tidak akan pernah menceraikan mu" ucap Max. Memotong ucapan Monica.

"Max, apa yang kau inginkan sebenarnya" ucap Monica.

"Dirimu. Aku hanya menginginkan dirimu" ucap Max.

"Apa alasannya Max" ucap Monica.

"Karena aku....."

Tok!

Tok!

Tok!

Ucapan Max tehenti saat ada yang mengetuk pintu kamar Monica. Keduanya mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu.

"Gunakan pakaian mu kembali. Lalu, keluar dari sini" ucap Monica. Ia membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya masuk kedalam walk in closed.

Sedangkan Max. Ia memungut pakaiannya di lantai dan kembali memakai nya. Di kamar Monica ia memang tidak memiliki pakaian ganti. Karena ia memang tidak pernah menginap di kediaman Edison. Setelah menggunakan pakaiannya kembali. Max duduk di pinggir ranjang menunggu Monica keluar dari walk in closed. Ia keluar dari kamar bersama-sama dengan Monica.

Tok!

Tok!

Tok.

Ketukan di pintu membuat Max bangkit dari duduk nya. Dan melangkahkan kakinya ke arah pintu. Lalu, membuka nya.

"Madalyn. Ada apa" ucap Max. Saat melihat adik ipar nya sedang berdiri di sana dengan pakaian nya yang sudah rapi.

"Kak, dimana kak Monica" ucap Madalyn.

"Dia sedang mengganti pakaiannya" ucap Max.  "Ada apa" ucap Max lagi.

"Yang lain sudah menunggu kalian di meja makan untuk sarapan" ucap Madalyn.

"Kami akan segera datang" ucap Max.

"Jangan lama-lama kak. Aku ingin berangkat ke kampus" ucap Madalyn. Max menganggukkan kepalanya. Dan Madalyn pun segera pergi dari sana.

Max menutup pintu kamar itu kembali. Saat ia membalikkan tubuhnya. Ia sudah melihat Monica yang berada di meja rias sedang mendandani wajah nya.

"Kenapa kau belum keluar Max" ucap Monica. Melihat Max dari kaca meja riasnya.

"Aku ingin keluar dari kamar dengan mu" ucap Max. Melangkahkan kakinya mendekati Monica dan langsung memeluk tubuh Monica dari belakang.

"Max!" ucap Monica. Meninggikan suaranya. Ia melepaskan pelukan Max dan langsung bangkit berdiri.

"Kenapa" ucap Max. Menatap Monica nanar.

"Jangan bersikap seperti ini! Aku tidak mau!" ucap Monica.

"Kenapa kau tidak mau" ucap Max.

"Tidak usah banyak bertanya! Cepat keluar dari sini sekarang!" ucap Monica.

"Tidak akan. Aku ingin menunggu mu. Kita keluar dari sini sama-sama" ucap Max. Membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya ke arah ranjang. Lalu, membaringkan tubuhnya disana.

*

*

*

*

*

Guys, mau sekalian infoin. Di kota ku jaringan nya ada gangguan. Katanya itu sampai akhir bulan ini. Jadi kalo misalnya beberapa hari kedepan aku gak update. Berarti itu karena jaringannya. TIFFANY kemarin aku update part 2 nya agak sorean itu karena jaringan😭😭😭

Di kota kalian ada yang jaringannya seperti itu juga?

1
diwey
buruk
Siti Aminah
kok cerita ny begini sih...jd kecewa aku...
Siti Aminah
seru thor...tp jujur...aku tdk tega pd Monica...smoga Max cpt mendpt balasan ny
Siti Aminah
dah cepetan tinggalin tuh si Max edun...
Siti Aminah
ingat Max...hukum karma berlaku...suatu saat nanti kau akan merasakan skt sperti yg d rasakan Monika
Siti Aminah
baru nyimak thor....semiga cerita ny sesuai harapan ku...
pipi gemoy
turut berdukacita 🌹
Sumarni
saya selalu mengikuti novel2 author,
saya mampir lg thor
Noor Laila Khairul Isma
Baik
scarlet
yaaa,,, terlalu gampang luluhnya,, baik Monika apalagi keluarganya,,, pdhal ankx di sakiti fisik n mental sekian lama,,, gak ada hukuman buat suami brengseknya sama sekali 🙄
scarlet
kena penyakit kelamin,, bru tau rasa
Liesdiana Malindu
justru akan menimbulkan stigma baru tentang Monica,, apa bila Monica kembali pada max, apa bedanya Monica dgn jalang yg di sewa max, dan Sarah tunangan Kenzie? sama2 tukang zina.
Liesdiana Malindu
ternyata sama saja, 🤮🤮🤮
menang dasar,,,,, cerita ini Tdk ada mencerminkan adab yg baik.
Iponk
lupa ya, kan disuruh manggilnya daddy...
Iponk
lotion kali...
Iponk
dunia novel terkadang memang tempat mencurahkan ke-halu-an... disini karakter max dibikin buruk banget, ga masuk akal memperlakukan monika segitunya, kasar dan esex2in cewek lain di depan mata. itu bininya jg terlalu lamban, berbulan2 baru berontak...
Amel Munthe
monica klo masih mau sama max kenapa dia menceraikan max,,bikin kesel lama" sama monica,, dia ga bisa jaga kehormatan dia sendiri, dia kayaknya sama dgn wanita bayaran max, mau saja berhubungan intim dgn max tanpa status,, dia dgn brian jg dah melakukan hubungan suami istri,, welehh welleehhhh,,, moga brian menemukan wanita baik dan setia
Amel Munthe
kasihan brian klo brian orang baik 😫😫😫
Amel Munthe
monica dah sama nih dgn wanita bayaran max, cuma bedanya monica ga di bayar, klo pelacur max di bayar dgn harga tinggi,,
Amel Munthe
othor takut membuat cerita vulgar readers,, 😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!