Violensia Robertson gadis berusia 23 tahun berparas cantik, karena cintanya yang mendalam dia rela mengubah wajah demi ingin memiliki pria tampan pemilik nama Alvarendra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
PERTEMUAN Alva dengan Natasya.
Siang itu para staf mengadakan meeting para pegawai selesai Meeting Vio memanggil Alva.
"Alva.., bisa kah nanti makan siang temani aku Meeting?"
Ada mata tidak suka memperhatikan Vio.
Kenapa Vio terlihat dekat sekali dengan pria itu. batin Salim.
"Pak salim nanti kita ketemu di tempat ya saya akan berangkat dengan Alva." Kata Vio
"Yang akan meeting kita berdua bukan bertiga kenapa dia harus ikut?" kata salim sambil menunjuk wajah Alva.
"Monika sebaiknya kalian saja yang pergi, aku masih ada kerjaan yang belum aku selesai kan" Ujar Alva
"Loh tidak bisa begitu dong!" Ucap Vio sedikit kesal dengan penolakan Alva.
Tapi Alva berusaha menghargai Vio setelah melihat wajah Vio berubah.
"Baik lah nanti aku ikut tapi aku selesai kan dulu kerjaan ku" Lalu Alva berlalu pergi dari ruangan Meeting.
"Salim...!" panggil Vio.
"Ada apa?" kata Salim kesel
"Kamu bisa nggak sih hargai aku?"
Salim mengentikan langkah nya mendengar teriakan Vio.
"Violensia Robertson yang terhormat, saya akan lebih menghargai kalau anda bisa kerja dengan profesional ini perusahaan jangan kira karena anda anak pemilik perusahaan ini, anda bisa sesuka hati anda!" Ucapan Salim penuh dengan penekanan.
Vio mengepalkan tangan nya.
"Satu lagi Nona, saya bekerja untuk perusahaan bukan untuk anda"
"Lu! berani sama gue?"
"Saya tidak pernah takut dengan anda, jika anda ingin melapor kan saya silahkan anda melaporkan saya dengan alasan yang tepat, Nona Violensia Robertson ingat saya tidak pernah main-main"
Vio pun membungkam tak ada kata untuk menjawab semua kata yang di lontarkan oleh Salim sebagai wakil Direktur.
Kenapa dia begitu marah. gerutu Vio
Salim membanting pintu ruangannya.
Jebret!
Sepertinya dia tidak menghargai keberadaan ku disini siapa sebenarnya pria itu, aku harus tanya dengan tuan Robert mungkin saja tuan mengenali nya. Salim sangat penasaran siapa Alvarendra sebenarnya karena Vio mengistimewakan nya muak! lama-lama dengan sikap Vio yang selalu nomor satu kan pria itu. Salim gerutu di ruangan kerjanya.
Siang itu Salim berangkat lebih awal tanpa memberitahu kan Vio lebih dulu. Tiba di tempat Salim duduk berhadapan dengan Nata dia begitu cantik hari itu memakai hijab warna pink dan setelan crem dan hitam terlihat anggun.
Gadis di hadapan ku ini sangat anggun. batin Salim
Sesekali Salim melirik mencuri padangan Nata yang sibuk di hadapan layar leptop.
"Siang Nona"
Nata pun menatap Salim..dan menunjuk ke wajah nya sendiri.
"Saya?"
"Iya anda apa ada orang lain selain anda disini Nona?"
"Siang" jawab Nata singkat
"Anda dari perusahaan mana?"
"Perubahan PT Gramediana."
"Wow! baru pertama kali aku jumpa dengan perusahaan bonafit disini"
Nata membalas senyuman.
Dari perusahaan lain pun berdatangan termasuk Vio di dampingi Alva memasuki ruangan yang sudah di sediakan.
Saat memasuki ruangan Nata dan Alva tak saling melihat karena Alva tak termasuk team meeting Alva pun duduk terpisah memesan minuman yang tersedia di Restoran itu. Nata pun fokus dengan rapat nya.
Rapat di mulai dengan pembukaan.
"Terimakasih atas pihak perwakilan perusahaan yang sudah hadir dan meluangkan waktunya untuk rapat kali ini"
Nata tak sengaja menengok ke arah samping melihat Alva duduk sendiri di meja. Nata pun mengerutkan dahinya.
Alva.!" batin Nata
Karena rapat sedang berlangsung Nata pun menunda untuk menemui Alva. Setelah rapat selesai Nata merapihkan alat kerja nya dan segera menemui Alva di meja pojok.
"Assalamu'alaikum Alva?"
Alva pun mendongak ke atas melihat gadis berdiri di depan nya.
"Wa'alaikumsalam.., Nata..?, kamu disini juga?"
"Gimana ke adaan mu?"
"Alhamdulillah sehat, Nata maaf kan saya tempo hari aku pergi tidak pamit dengan mu"
"Tidak masalah yang penting kamu baik-baik saja aku khawatir kamu kenapa-kenapa saat kamu pergi ke adaan mu belum sehat benar"
Vio melihat Alva sedang bicara dengan wanita lain ia segera menghampiri Alva.
"Alva ayok kita pergi rapat sudah selesai kita kembali ke kantor masih banyak yang harus kita kerjakan."
"Nata maaf ya saya tinggal dulu lain waktu kita bisa ketmu lagi"
"Alva apa bisa memberikan nomer ponsel mu?"
"Ok sini ponsel mu"
Nata memberikan ponsel nya
Vio menarik tangan Alva dengan paksa beruntung nya Alva sudah mengetik nomer di ponsel Nata.
"Monik kenapa kamu menarik tangan ku paksa?"
"Kamu baru kenal sudah memberikan nomor ponsel mu? sewot Vio.
"Dia bukan orang Asing dia yang pernah menolongku saat aku pingsan di jalanan dan di juga yang merawat ku sampai aku sehat."
Aku tidak mau kehilangan kamu lagi Alva bagaimana pun aku harus bisa membuat kamu jatuh cinta sama aku. gumam hati Vio
Perjalanan kembalinya ke kantor Vio dan Alva Saling diam dan tak satu kata pun yang keluar dari bibir Vio. Alva pun menghadap jendela tak ada suara ke duanya saling diam.
"Alva.., siapa wanita yang bersama mu tadi?"
"Saya sudah jelaskan tadi, kenapa kamu begitu marah?"
"Ak..u tidak marah hanya saja kamu disini baru jadi ku pikir tidak ada orang yang mengenal mu"
"Aku heran sudah beberapa hari ini sikap mu beda sepertinya kamu sedang menyembunyikan seseuatu dari ku"
Vio menepikan mobilnya menghadap Alva. menatap tajam mata Alva.
"Al..va lihat mata saya seperti nya aku Mulai menyukai mu"
Vio pun kembali mengungkapkan perasaannya dengan Alva. Meskipun dengan waktu yang tidak tepat.
"Monik.., jujur aku tidak bisa tidak ada perasaan untuk mu jika pekerjaan ini yang kamu berikan untukku ada seseuatu yang tersembunyi, hari ini juga aku akan keluar dari perusahaan yang sekarang aku bekerja."
"Tapi Alva..!"
Alva pun keluar dari Mobil Vio membanting pintu mobil Vio.
"Alva...., tunggu...., Alva.., Ah.....brengsek!!, apa kamu tidak pernah merasakan cintaku... Alva. Lirih hati Vio.
Alvarendra kembali ke Apertemenya merapikan semua barang milik nya.., dan keluar dari apartemen milik Vio lalu Alva menghubungi Nata kembali meminta bantuan nya.
"Assalamu'alaikum halo Alva..,"
"Wa'alaikumsalam, Nata sedang sibuk tidak?" meskipun Alva berat untuk mengatakan setidaknya Nata membantu dengan tulus.
"Tidak terlalu, ada apa Alva?" tanya Natasya
"Sementara ini aku sedang tidak memiliki tempat tinggal dan aku minta bantuan mu untuk mencari kan tempat kost yang harganya tidak terlalu mahal Nata aku belum paham betul negara ini"
"Oh.., baik lah sekarang kamu dimana biar aku jemput"
di depan Apertemenya Vio datang menghampiri Alva.
"Kamu tidak boleh pergi kemana-mana"
Vio merampas tas ranselnya milik Alva..,
"Monik berikan tas itu!"
"Nggak Alva..! kamu nggak boleh pergi!"
"Sebaiknya kamu cari pria yang menerima cinta kamu, kamu itu cantik pintar tajir tidak mungkin tidak ada pria yang tidak menyukai mu!"
"Aku tidak mau dengan yang lain"
Sebuah mobil menepi di depan lobby
Tin...Tin...Tin... Nata menurunkan kaca mobil nya dia tersenyum dan melambaikan tangannya.
Vio semkin geram melihat kedatangan Nata yang akan menjemput Alva, lalu Alva menarik tasnya, Vio pun tak ingin melepaskan tas Alva, dan Vio pun terbentur dengan keras dan melukai keningnya hingga berdarah.
Ah....a..a" teriak Vio
"Monik...! kamu tidak apa-apa, ayo kita ke rumah sakit"
"Ayo Alva kita bawa ke rumah sakit" kata Nata
Nata membuka pintu mobil nya dan membawa nya ke rumah sakit terdekat.
Tiba di rumah sakit Alva segera menghubungi Salim orang kepercayaan Vio.
"Pak tolong datang ke rumah sakit xx sekarang"
"Ada apa Alva?"
"Monik terluka dan belum sadar kan diri"
"Baik aku akan segera kesana kamu tunggu disana"
"Baik pak, saya tunggu kedatangan nya"
Salim meninggal kan semua kerjaannya dan segera ke rumah sakit yang di arah kan oleh Alvarendra.
"Alva apa dia kekasih mu?" tanya Nata penasaran.
Alva menggelengkan kepala.
Di ruang tunggu Alva terlihat panik dan merasakan lemas seluruh tubuhnya seperti yang di rasakan Vio.
"Alva kamu kenapa?"
"Aku tidak tahu tubuh ku tiba-tiba lemas"
"Kamu sudah makan?"
Alva menggelengkan kepala.
"Tunggu disini aku cari makanan" Kata Nata, kemudian Nata menginggal kan Alva di ruang tunggu.
...----------------...
Assalamu'alaikum terimaksih All komentar nya like nya.