NovelToon NovelToon
Gagal Miskin Karena Sistem

Gagal Miskin Karena Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Bagi orang lain, mendapat warisan adalah jalur cepat menjadi kaya. Namun, berbeda dengan Budiman. Warisan yang ia dapat, malah membuat hidupnya nelangsa karena mendapat warisan toko kelontong yang mau bangkrut karena hutang warga yang tak kunjung dibayar.

Lelah menagih dan kesal setiap hari ditipu janji manis, Budiman justru berharap warung itu bangkrut saja. Ia ingin menutupnya dan bekerja sebagai karyawan biasa, hidup tanpa pusing memikirkan hutang orang lain.

Namun, takdir berkata lain.

Saat ia benar-benar mencoba menghancurkan warung peninggalan orang tuanya dengan menjual murah semua, menolak pembeli, bahkan membiarkan stok habis, sebuah suara aneh tiba-tiba muncul di kepalanya:

[ Sistem Kompensasi Finansial 'Makin Bangkrut Makin Kaya' Resmi Diaktifkan! ]



Bagaimanakah kisah Budiman yang berusaha bangkrut tetapi tak kunjung sukses? Ikuti alur cerita ini yah ....

#kehidupandidesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Dua Cabang Istimewa

Budiman bersorak kegirangan di dalam hatinya, membayangkan jaringan bisnisnya akan runtuh dalam waktu dua puluh empat jam akibat boikot orang-orang tak dikenalnya. Namun, belum sempat senyum iblis di wajahnya pudar, layar hologram Sistem mendadak berkedip cepat. Suara sirine merah yang tadinya memekakkan telinga langsung berubah menjadi nada dentingan baru yang jauh lebih tenang, tetapi bagi Budiman itu merupakan pertanda buruk.

[ DING! ]

[ Menghitung algoritma penyelamatan darurat ... Sistem mendeteksi adanya potensi likuidasi total yang melanggar protokol utama korporasi! ]

[ Tindakan Korektif Diaktifkan: Mengalihkan fokus logistik dan mengoptimalisasi fungsionalitas produk pada Cabang Dua dan Cabang Tiga untuk menopang seluruh jaringan bisnis! ]

Mata Budiman mendadak berkedut. Perasaan sukacita yang belum cukup lima menit menguap seketika.

"Tunggu ... optimalisasi apa lagi? Bukankah pasokan sembako dari Jakarta sudah diputus?!" bisik Budiman frustrasi.

Sistem tidak memedulikan komplainnya. Layar hologramnya langsung terbelah menjadi dua bagian besar, menampilkan siaran langsung kondisi terkini dari dua cabang yang paling tidak masuk akal yang pernah ia dirikan sebelum ekspansi besar-besaran.

Bagian layar pertama menampilkan Cabang Dua yang sengaja didirikan Budiman di tengah kompleks kuburan Tionghoa di kaki Gunung Padang. Toko ini awalnya hanya diisi khusus untuk menjual alat-alat sembahyang umat Tionghoa seperti hio, lilin merah, kertas sembahyang, dan barang-barang khusus sembahyang warga Tionghoa.

Namun, di layar itu, tampak Vilmey, sang pimpinan NagariShop sekaligus perwakilan komunitas Tionghoa Kota Padang, sedang menggiring puluhan pemuda setempat dengan sangat agresif.

Setelah NagariShop bangkit dan mendapatkan suntikan dana dari luar negeri, menjadi e-commerce lokal yang paling berkembang dan telah digunakan oleh masyarakat seluruh Indonesia.

"Ayo semuanya! Sembako boleh diboikot oleh mereka. Akan tetapi, mereka mungkin lupa kalau Budiman Mart Cabang Dua menguasai pasokan hio dan lilin merah terbesar di kota ini!" seru Vilmey lewat pengeras suara dengan mata berbinar penuh semangat untuk membantu Budiman di balik layar.

Di bawah komando Vilmey, Cabang Dua langsung bertransformasi. Melalui platform digital NagariShop, Vilmey meluncurkan gerakan pemberdayaan masyarakat lokal untuk mengemas ulang produk hio dan lilin merah menjadi paket home decor etnik kekinian yang viral ke seluruh Indonesia.

Niat awal Budiman menjadikannya kuburan finansial, malah diubah oleh cinta dan kecerdasan Vilmey menjadi ladang emas baru yang memicu tren baru di pasar nasional.

Belum sempat jiwa Budiman sembuh dari syok akibat aksi Vilmey, layar kedua berkedip, menampilkan Cabang Tiga di kawasan ekstrem Sitinjau Lauik.

Kawasan ini adalah jalur lintas Sumatera dengan tanjakan maut yang curam dan rawan longsor. Budiman dulu sengaja membangun ruko di sana hanya sekedar membuang dana tanpa sisa. Namun, karena mata air purba yang mengalir dengan deras, lahan itu berubah fungsi sebagai tempat istirahat gratis bagi para sopir truk lintas provinsi.

Dengan fasilitas gratis dari toko dan air minum yang berlimpah, ia berharap bisa merugi dalam waktu yang panjang. Toko itu dikelola oleh warga lokal setempat yang terdampak musibah banjir dan longsor.

Namun, begitu mendapat kabar bahwa Budiman Mart diboikot oleh korporasi Jakarta ke telinga warga Sitinjau Lauik, terjadilah sebuah fenomena gotong-royong yang luar biasa ekstrem.

"Budiman sudah memberikan tempat istirahat gratis dan menyelamatkan ekonomi kami pasca-banjir! Sekarang saatnya kita harus membela Budiman Mart!" teriak salah seorang tokoh masyarakat di layar.

Masyarakat lokal yang telah jatuh hati pada kebaikan Budiman mulai memberdayakan semua sumber daya yang tersisa di Budiman Mart. Tanpa perlu pasokan dari distributor Jakarta, warga secara mandiri memproduksi, mengemas, dan mendistribusikan Budiman Pure. Jutaan sopir truk lintas Sumatera yang bersimpati langsung memboikot produk air mineral asal Jakarta dan beralih total memborong Budiman Pure sebagai bentuk solidaritas.

[ DING! ]

[ Optimalisasi Mandiri Berhasil! Aliansi NagariShop di Cabang 2 dan Gerakan Solidaritas Warga Sitinjau Lauik di Cabang 3 berhasil menciptakan ekosistem produk mandiri! ]

[ Proyeksi Omzet Harian: Meningkat tajam, menutupi seluruh kerugian boikot dalam waktu 6 jam! ]

Melihat layar hologram emas yang memutarkan musik kemenangan tersebut, Budiman langsung lemas, terduduk di samping Roni yang masih mengorok dengan damai. Air mata keputusasaan yang murni mengalir di pipinya.

'Saudari Vilmey ... warga Sitinjau ... kenapa kalian malah sekreatif ini?! Awak hanya ingin miskin, kenapa kalian malah bergotong-royong begini tanpa awak mintak?' ratap Budiman dalam hati.

.

.

.

Sementara itu, di lantai lima puluh gedung pencakar langit di kawasan Segitiga Emas Jakarta, atmosfer di ruang kerja Hartanto yang tadinya sempat merayakan kemenangan, mendadak berubah lebih menakutkan dibanding sebelumnya.

Hartanto, Sang Pimpinan Ritel Raksasa, berdiri mematung di depan meja kerjanya. Cangkir kopi yang ia pegang bergetar hebat hingga isinya sedikit tumpah mengotori setumpuk laporan keuangan terbaru. Di depan meja, asisten utamanya tertunduk dengan dahi telah dibanjiri keringat dingin. Ia tak berani menatap langsung ke mata bosnya.

"A-apa yang baru saja kau katakan?" suara Hartanto bergetar, menahan amarah yang memuncak.

"Ulangi lagi laporanmu!"

"L-laporan dari intelijen pasar kita di Sumatra Barat, Pak ..." asisten itu menelan ludah dengan susah payah.

"Boikot sembako total yang kita lakukan, ternyata gagal menghentikan mereka. Budiman Mart sama sekali tidak bangkrut. Sebaliknya, omzet harian mereka justru meroket tajam dalam waktu kurang dari enam jam setelah pemblokiran pasokan dilakukan."

Brak

Hartanto memukul meja kerjanya dengan keras hingga vas bunga di atasnya bergetar. "Bagaimana mungkin?! Mereka itu hanya retail kecil lokal! Begitu pasokan mi instan, minyak goreng, dan sabun dari pusat diputus, rak mereka harusnya kosong! Mereka harusnya mati kelaparan logistik! Dari mana mereka mendapatkan barang?!"

"I-itu dia masalahnya, Pak. Kita meremehkan fleksibilitas mereka," asisten itu gemetar sambil menyodorkan sebuah tablet yang menampilkan tren viral di media sosial.

"Cabang yang awalnya tidak terendus oleh kita, malah meluncurkan produk Ethnic Home Decor berbasis hio dan lilin merah premium, bekerja sama dengan raksasa digital lokal, NagariShop. CEO NagariShop, Vilmey, mengerahkan seluruh jaringan influencer miliknya untuk membela Budiman Mart. Produk itu sekarang terjual habis di seluruh Indonesia sebagai tren estetika baru."

Hartanto melotot, matanya merah tak percaya. "Hio? Lilin kuburan?! Mereka menyambung hidup perusahaan pakai alat sembahyang?!"

"T-tidak hanya itu, Pak," asisten itu buru-buru menggeser layar tabletnya, menampilkan grafik penjualan air mineral lokal.

"Di Cabang lain, yang berada di jalur ekstrem Sitinjau Lauik, warga lokal yang terdampak banjir bergotong royong dengan para sopir truk lintas Sumatera. Mengetahui kita memboikot Budiman Mart, mereka meluncurkan air mineral lokal bernama Budiman Pure sebagai bentuk perlawanan."

"Sekarang, jutaan sopir truk dan bus antar-provinsi kompak melakukan aksi boikot balik terhadap seluruh produk air mineral dari korporasi kita! Mereka menolak membeli produk kita di sepanjang jalur lintas barat!"

Hartanto melangkah mundur hingga terduduk lemas di kursi kerjanya. Napasnya memburu, membuat dadanya terasa sesak. Rencana sabotase berskala nasional yang ia susun dengan rapi, telah hancur lebur hanya dalam hitungan jam oleh aliansi emosional warga pedalaman, sopir truk, dan seorang pimpinan e-commerce yang baru saja mengguncang negara ini.

"Gila ... Kita tak boleh membiarkannya terus merasa di atas awan!" desis Hartanto dengan wajah merah.

"Dia seolah sengaja membiarkan kita memotong jalur sembakonya ... karena sejak awal dia sudah tahu bahwa ketergantungan pada produk Jakarta adalah sebuah kelemahan!"

"Dia malah memanfaatkan serangan kita sebagai pemicu untuk membakar sentimen nasionalisme lokal dan memproduksi barangnya sendiri secara mandiri! Dia sedang mempermainkan kita!"

Hartanto meremas rambutnya yang telah memutih memikirkan cara lain agar Budiman tidak menggeser kedudukannya sebagai retail terbesar di negara ini.

[ bersambung ]

1
Aku Rajin Membaca
padahal budiman mau menyerahkan diri 😂
MomyWa
weeeh, udah gak bisa disecrol lagi saking asik bacanya
MomyWa
pahlawan kehancuran ya man?
MomyWa
bagus syekali bukannya?
arielskys
lama2 baca cerita ini bikin otakku makin pinter prinsip2 retail 👍
arielskys
pokoknya kalian harus berjodoh lah
Aku Rajin Membaca: kita lihat gimana ide penulis
total 1 replies
arielskys
walaaaahh, ada2 aja idenya 🤭
Aku Rajin Membaca: wkwkwkw..bikin pouyeng
total 1 replies
arielskys
senangnya ngprank ya sistemnya
arielskys
episode ini ngakak bgt loh?
arielskys
ada ambulance 🤭
arielskys
wahahaha🤣
arielskys
nah tuh, akal2anmu budiman, bener2 gak bisa dihubungi jadinya kan
Syahril Maiza
lanjut up dong thor. kok cuma 1 bab
Syahril Maiza
nikahin aja sanah
Syahril Maiza
bukti cinta diam2 ya
MomyWa: gmn nasibnya ya
total 1 replies
Syahril Maiza
harusnya jiwa kaya raya yg ditingkat kan man
Safira Aurora
greget bgt, org senang kalau kaya, ini pengen bgt miskin
Safira Aurora
santui syekali
Safira Aurora
ga ada pembeli = ga ada yang mengusik
Aku Rajin Membaca
jiwa miskinnya kmbali bngkit 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!