NovelToon NovelToon
Dia Mamiku!

Dia Mamiku!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:9.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: slwarulla

Siapa sangka Sania yang datang dari kampung untuk mencari kerja, tiba-tiba ditawari seseorang untuk menjadi seorang pengasuh seorang bayi yang menjadi korban keegoisan orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slwarulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Happy Reading ^_^

Sudah waktunya Sania dan Seno kembali kekota dengan status baru.

Barang yang dibawa Seno tidak terlalu banyak, jadi Sania tidak perlu mengemas pakaian. Seno juga tidak memperbolehkan Sania untuk membawa pakaiannya. Mungkin karena laki-laki iuu sedikit ilfil dengan pakaian kumuh nya.

"sudah siap San?"

"aaaaa!" Sania dikejutkan dengan kedatangan Seno dan Sean yang hanya memakai anduk dipinggulnya. "kalian habis pada ngapain sih?!"

Seno menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "lupa bawa baju" Ucap Seno diakhiri tawa

"ck, sana buruan ganti baju! Nanti masuk angin" Ucap Sania seraya memberikan kaus rumahan, "gimana sih bisa sampai lupa. Kamu sih gak papa udah besar, tapi Sean? Nanti masuk angin lagi"

Bukannya marah, laki-laki itu malah merasa tersentuh. Baru hari ini, ia merasakan bagaimana diperhatikan oleh orang lain. Ketegasan kedua orang tuanya dalam membimbing Seno, membuat laki-laki itu tumbuh dalam tekanan.

"iya maaf, mas ganti baju dulu ya"

Sandra mengangguk seraya memakaikan minyak telon pada Sean, "hmmm anak mba udah wangi" ciuman Sania membuat Sean tergelak

"geyiiii" Sean meronta dan berlari keluar kamar

Brukkk... Hua....

"minuman mahal saya jadi tumpah kan! Makanya punya mata dipakai" pekik Sumi

Minuman mahal yang dimaksud perempuan paruh baya itu hanyalah segelas juice mangga yang didapatnya dari tetangga.

"Sania bisa belikan lagi bu! Tapi, jangan ibu dorong anak Sania!" sentak Sania lalu segera menggendong Sean

"alah, anak tiri saja kau bela. Ibu kalah hanya dengan anak tiri itu. Oh iya, kalau bisa kamu singkirkan anak itu, agar harta suamimu jatuh kepada anak kandungmu. Makanya cepat-cepat kau hamil!" bisik Sumi

Sania mendelik, "ibu apaan sih!"

"kamu diberi tahu malah marah-marah. Kalau harta suamimu berangsur ke anak kandungnya saja, kamu juga yang repot"

"Sania minta maaf yang sebesar-besarnya ya pada ibu! Sania mohon kali ini, jangan ikut campur urusan Sania"

"durhaka ya kamu jadi anak!"

Sania pergi begitu saja, lalu mengajak Sean bermain didepan teras rumahnya.

Teriakan Sumi terdengar sampai dalam kamar membuat Seno buru-buru keluar. Dilihatnya Sania sedang mengajar Sean diteras rumah, "ada apa ibu teriak-teriak?" tanyanya berbisik

"bukan suatu yang penting" jawab Sania, "mau pulang sekarang?"

Seno mengangguk, "iya sekarang saja daripada kemalaman. Besok pagi-pagi mas ada rapat"

Sania menyerahkan Sean pada Seno lalu masuk kedalam rumah.

"kamu mau pulang sekarang?" tanya Andi

"iya bu, pak Sania pamit sekarang juga. Tidak apa-apa kan?"

Terdengar gesekan jalan tergesa dari kamar Santy, "ka aku sama Kamal ikuttt" sahut Santy dari dalam kamar

"untuk apa?" balas Sania dengan teriak

Santy dan Kamal datang sembari membawa dua tas besar lalu memberikannya pada Sania. Sania yang tidak siap menerima begitu saja tas yang sangat berat itu.

"bulan madu dongggg" Santy memakai kaca mata hitam lalu melewati Sania begitu saja

Dengan sigap Seno menerima kedua tas berat itu dan memasukkan nya kedalam mobil. Sania tersenyum menandakan terima kasih.

"untuk apa kalian liburan? Bagaimana sekolahmu selanjutnya"

"libur dua minggu lah. Udah kaka diam saja sih! Bukan urusan kakak juga"

"sekolah kamu tuh kaka yang bayar! Jadi, kakak berhak dong memantau kegiatan sekolah kamu. Awas saja kalau sampai tahun ini tidak lulus lagi"

Yap, Santy pernah menetap di kelas delapan selama dua kali. Tahun ini aja, perempuan itu naik karena ada sogokan yang Sania beri.

Bukannya Sania mendukung perbuatan jahat itu, tapi Sania terus didesak agar memberikan uang besar dan menyelamatkan Santy dari omongan orang-orang.

Sejak kecil tingkah Santy selalu bertolak belakang dari sikap Sania. Sania yang sopan, Santy yang brutal. Sania yang lembut, Santi yang kasar. Tapi mau bagaimanapun, Sania sayang dengan Santy. Walaupun begitu, Santy kan adik kandung Sania. Tapi, saat ini Sania sedikit menyayangkan keputusan adiknya untuk menikah muda.

Umur Santy belum genap 17 tahun, tapi perempuan itu sudah memutuskan untuk menikah. Padahal yang Sania tahu, pernikahan tidak semudah itu. Tantangan kehidupan baru dirasakan setelah melaksanakan pernikahan. Banyak yang harus dilakukan saat menjadi ibu rumah tangga. Sania tidak yakin, adiknya akan melakukan kewajibannya sebagai seorang istri, mengingat pola fikir adiknya yang masih kekanak-kanakan.

"kaka berisik! Sudah cepat kita pergi" Santy tampak mengkipas-kipas tubuhnya yang terpapar langsung sinar matahari yang begitu terik, siang ini

Seno mengangguk lalu menunjuk dengan dagu, meminta Sania untuk membukakan mobil.

"tapi mas---

" sudah-sudah, kau bukakan mobil itu. Jangan lupa pasang kursi khusus untuk Sean. Ada yang ingin mas bicarakan dengan kedua orang tuamu"

Sania mengangguk lalu meraih kunci mobil Seno.

"bu, pak saya dan Sania izin pergi dulu" Seno mergoh tas dan mengeluarkan amplop cokelat berisikan uang sepuluh juta, "ini uang untuk bulan ini seperti yang saya janjikan"

Andi langsung menyambar amplop tersebut dan langsung tersenyum sumringah saat melihat uang berwarna merah itu.

"oh iya jangan lupa secepatnya untuk renovasi rumah kami. Ibu sudah tidak betah untuk tinggal dirumah kumuh ini"

"baik bu, secepatnya akan saya hubungi arsitek"

Andi dan Sumi saling memandang dan tersenyum puas.

"kami pamit pulang dulu bu"

Andi dan Sumi mengantarkan kedua anaknya dan suami mereka sampai depan rumah. Sania mengendalikan lengan dengan melambaikan lengan mungil itu.

Sumi tersenyum masam, tak ayal tetap membalas lambaian lengan Sean karena Seno masih menatap tajam.

Semua sudah masuk kedalam mobil. Sejak tadi Santy dan Kamal sudah bersantai dikursi penumpang mobil membiarkan kedua orang tuanya yang terus berdadah-dadah ria.

Sania dan Seno yang tidak ingin banyak bicara, akhirnya duduk dikursi penumpang paling belakang. Karena kursi depan sudah dikenakan oleh supir keluarga Seno.

"mas, maafkan sekali lagi atas kelakuan adik aku ya. Atau kalau mas keberatan, Sania suruh Snaty untuk pindah kursi"

"sudahlah, biarkan. Mungkin ia takut mabuk kalau duduk dibelakang"

"maaf ya mas"

Seno mengangguk, "tidak apa-apa"

Mobil mulai melaju, meninggalkan Andi dan Sumi yang sudah merebutkan siapa yang akan menyimpan amplop tersebut.

1
mawar hitam
cocok alek goblok dan sania bodoh 🤣🤣
mawar hitam
karya sampah dan mesti belajar lagi bikin cerita.
De_ars: Pedas banget komen nya. mengkritik sekaligus kasih saran, jangan hanya memghina karya orang
total 1 replies
Diah Susanti
wong tuone podo gendenge
Neney chica
kenapa aku jadi kesel yah.mewek lagi
Ernita Anwar
Luar biasa
Sherleey Stevenny
org cakap kerbau dicucuk hidung
Sherleey Stevenny
perempuan bodoh
Yuli Wijaya
aku baru mulai mau baca, cba cek endingnya kok peran utama meninggal. jdi ragu buat lanjutin bacanya, tkut ikut mewek 🥺🥺
Oktavia
egois ini. harusnya alex justru ikut andil dlm penyemenuhan karin… ini ceritanya buk egoisnya
Oktavia
kok bunda, bukannya mami ya ? plon plan nih 🤭🤭
Oktavia
bodoh klo dipendam… yg ada makan hati, mendinh diluapkan. mendidik yg benar ga harus didiemkan.
Oktavia
kok panggil mba sih… asuh gmn nih cerita, oon banget ya
Oktavia
swno kok ikutan bodoh ya ? lupa aih ya ceritanya agak rada2
Oktavia
ha masuk akal veritanya ini, bodoh bgt… baik ga harus di injak2
Delvia Delvia
Biasa
SOO🍒
udah sania sama seno aja wong jelas2 Kamal pacarnya sania selingkuh sama adiknya sania, biar nyaho tuh Kamal
Aisyah Ica Alzan Izaan
menarik
M. Namikaze
ada plot hole disini,,,, klo g salah selisih umur Daffa & Sania 7 thunan, kok anak Daffa seumuran Sania??
Alby Raziq
Thor Sania mingat ke
Lis Seta Wati
Bikin hancur aja bisnis alex sm karin biar kere sekalian ada ya manusia seperti itu ga punya hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!