Info!!!! Ini lanjutan dari Novel Istri Nakal Dokter Aziz.
🍁Fadila & Farhan🍁👫
Fadila Annisa Zakri, di hari ulang tahunnya yang ke 18 tahun, dia mendapatkan kado istimewa. Fadila tiba-tiba di lamar oleh pria yang bernama Farhan Aqmora Ahman. Farhan adalah Dosen sekaligus asisten di Laboratorium tempat di mana Fadila kuliah.
Farhan sudah cukup umur, tapi umurnya tidak menjamin kedewasaannya. Pria itu menjadi tegas setelah mendapatkan nasehat dari orang terdekatnya.
Apakah Farhan bisa terus tegas? Atau dia akan kembali menjadi pria yang dibimbing oleh istrinya.
Mari simak kisah romantis mereka 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
Pukul 13:02 PM
Farhan tengah mengajar di kelas C201. Sedangkan Fadila tidur di dalam mobil. Wanita itu ingin jalan-jalan bersama kedua sahabatnya, yaitu Ummu dan Rahmat tapi suaminya tidak memberinya izin. Bahkan dia meminta izin untuk pulang bersama Kak Nikollas namun tetap tidak diberi izin.
"Ummm" Fadila merentangkan tangannya. Lalu kembali menutup mata.
Drt... drt... drt... ponsel Fadila bergetar. Tertera nama Ummu di layar ponsel. Fadila yang sementara masih tidur, wanita itu tidak menyadari ponselnya bergetar. Bukan hanya sekali Ummu menghubunginya tapi berulang kali. Namun, hasilnya nihil.
Perumahan Dosen Blok A2/2
"Dasar Om-Om tua! Suka sekali mencari masalah denganku yang masih muda ini!" umpat Nikollas sambil mengacak-acak rambutnya. Pria itu yakin, pasti Pak Farhan dibalik dari kempesnya ban sepeda miliknya. Saat kekesalannya mulai mereda. Nikollas memilih duduk di kursi yang ada di depan rumah Blok A2/1, yang tak lain adalah rumah Pak Farhan.
"Besok Ibu dan Papa akan kembali dari Luar Negri. Dan besok adalah hari di mana penderitaan ku akan dimulai lagi. Haruskah aku ke luar dari rumah? Tapi bagaimana dengan Ibu. Biar bagaimana pun Ibu tetaplah Ibuku. Aku nggak boleh membencinya. Aku bertahan saja sampai aku wisuda. Toh semua nilai ku bagus-bagus. Jika nanti aku mendapatkan IPK tertinggi dan Ibu masih saja membenciku, barulah aku ke luar dari rumah" gumam Nikollas.
"Terima kasih si pemilik kursi. Karena kehadiranmu menjadi tetangga kami, aku mempunyai teman saat pulang kampus. Sekalipun aku sering isengin Om tapi aku Sayang sama Om" gumam Nikollas tersenyum kecil mengingat bagaimana dia dan Pak Farhan suka iseng satu sama lain.
.
.
.
Fakultas Mipa
Pukul 14:11 PM
"Mama. Mama.." Fadila mengigau. Bersamaan dengan Farhan membuka pintu mobil.
"Apa dia begitu merindukan Alm Mama mertuaku" gumam Farhan lalu duduk di kursi kemudi.
"Mama, Fadila kangen" Fadila kembali mengigau.
Farhan menatap sayu istrinya yang tidur seperti anak bayi. Pria itu tahu bagaiman sakitnya ditinggal oleh orang yang paling kita sayangi. Terlebih lagi saat kita masih sangat membutuhkan kasih sayang dari orang tersebut.
"Aku janji akan memberimu kasih sayang dan menjadi imam yang baik untukmu. Menerima segalanya tentangmu. Tentang sifat kekanak-kanakan mu dan jahil mu yang begitu over" batin Farhan. Pria itu menyalakan mesin mobilnya dan mulai mengendarai mobilnya menuju jalan raya.
...----...
Perumahan Dosen Blok A2/1
Fadila menggeliat. Berulang kali mengerjapkan matanya. Lalu bangun dan duduk di atas tempat tidur. Seulas senyum tersungging di bibir manisnya, saat menyadari dirinya berada di kamar. Fadila yakin, pasti Farhan yang menggendongnya dan membaringkannya di atas pembaringan.
"Enak juga punya suami. Kalau kayak gini aku mau tidur di sembarang tempat aja biar digendong terus sama Om Farhan" gumam Fadila tersenyum lebar.
"Bagus juga niatmu" ujar Farhan yang tidak sengaja mendengar apa yang diucapkan istrinya. Pria itu baru saja ke luar dari kamar mandi mengenakan baju kaos hitam dan celana training abu-abu.
"Hehehehehe" cengir Fadila "Om, cepat ke sini" sambungnya meminta Farhan mendekat.
Farhan mendekat dan duduk di samping istrinya. "Ada apa?" tanyanya serius.
"Tutup mata" titah Fadila dengan serius.
"Aku yakin, kamu pasti mau isengin aku kan. Ngaku ayo.." kata Farhan was-was.
"Nggak jadi deh. Tadi niatku mau cium Om, tapi karena Om menganggap aku mau isengin Om, jadi niatku memudar" jelas Fadila. "Awas, aku mau mandi!!" ketusnya.
"Benarkah?" tanya Farhan menahan tangan istrinya.
"Om! Tolong lepasin tangan ku. Aku mau mandi" pinta Fadila.
"Ayo kita mandi bersama" ajak Farhan. Pria itu beranjak dari duduknya.
Fadila mengerutkan kening. "Bukannya Om baru selesai mandi. Kenapa mau mandi lagi?" tanya Fadila dengan bingung
".........." bisik Farhan.
Fadila tersenyum lebar. Wanita nakal itu mendapatkan ide membalas bisikan mesum suaminya. "Ayo kita mulai. Usahakan satu jam ya. Biar berasa nikmatnya" tuturnya.
"Nggak jadi deh. Aku mau nunggu yang lebih lama daripada itu. Lagian tinggal tiga hari lagi kita akan olahraga pagi siang dan malam" kata Farhan tersenyum lebar, kemudian mengambil pulpen dan menandai tanggal serta bulan berapa mereka nikah.
"Mau yang pagi siang sore, atau yang 4 jam sekali" tanya Fadila menggoda suaminya.
Farhan tertawa. "Ternyata istriku lebih mesum daripada aku. Tapi aku suka itu. Jadi nggak perlu cape-cape untuk mengajaknya buat anak" kata Farhan sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Hahahaha" tawa Fadila pecah. Lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dan lagi-lagi dia lupa mengambil pakaian ganti. "Om Farhan sudah melihat semuanya, ke luar tanpa mengenakan handuk pun nggak masalah. Asalkan hanya Om Farhan di rumah" gumam Fadila lalu melepas semua pakaiannya.
Dua menit setelahnya, Fadila ke luar dengan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Wanita itu mengukir senyum melihat pakaiannya sudah tersedia di atas tempat tidur. Mulai dari buste hounder, ****** *****, baju, celana, jilbab serta pembalut.
"Suami idaman bangat dah. Kenapa nggak sekalian membantuku mengenakan pakaian" gumamnya tersenyum.
Setelah mengenakan pakaian, Fadila menghampiri suaminya di ruang tengah. Dilihatnya Farhan sedang sibuk memeriksa lembar jawaban mahasiswa kelas B yang seangkatan dengan Fadila.
"Om, mau aku buatkan kopi?" tawar Fadila.
"Boleh. Jangan terlalu manis ya. Kalau bisa buatnya pake cinta dan tabur hati di atasnya" sahut Farhan menatap istrinya dengan senyum.
"Siap Om. Jangankan hati, jantung pun akan aku tabur di atas kopi" kata Fadila tersenyum lalu ke dapur membuatkan segelas kopi untuk suaminya.
Tok tok tok...
Tok tok tok...
Seseorang mengetuk pintu rumah. Farhan yang sementara memeriksa lembar jawaban bergegas membuka pintu. Dilihatnya Nikollas menahan tangis.
"Ayo masuk" ajak Farhan tanpa bertanya. Pria itu tahu apa yang terjadi pada Nikollas tanpa harus bertanya.
Nikollas masuk dan duduk di kursi. Pria itu mulai terisak bagaikan anak perempuan. "Kukira besok baru Ibu dan Papa pulang. Dan ternyata mereka pulang hari ini. Dan siapa yang memberitahu mereka kalau aku nggak ke kampus" ucap Nikollas. Lalu menatap tajam pemilik rumah.
"Apa Om yang memberitahu Ibuku?" tuding Nikollas terisak.
"Beraninya kamu menuduhku!!" seru Farhan dengan geram.
"Kenapa Kakak menangis?" tanya Fadila lalu meletakkan segelas kopi di meja untuk suaminya. Lalu mengambil tempat di samping suaminya.
"Aku diusir dari rumah. Katanya nggak ada guna" jelas Nikollas sambil menyeka bekas air matanya.
"Kakak, sebenarnya aku ingin tertawa tapi aku juga sedih mendengar keluhan Kakak. Tapi bolekah aku tertawa?" izin Fadila. Wanita itu merasa lucu melihat laki-laki menangis seperti perempuan.
Farhan oh Farhan,kau suami idaman.kalo suamiku......jangankan masak, rebus air aja bisa di hitung dengan jari lima 🤣
dan buatlah niko tuk tinggal bersama dengan pak asiana thorr 🙏✌
semoga Niko dan Ummu tidak seperti ke dua orang tua nya ...
semangaatt Niko ....💪💪💪
kalo Fadilah dari bayi ,ibu Amrita sudah tidak ada ...
berharap surlin segra tau kebenarannya tentang isi hatinya ibunya niko 🙏✌