Disarankan untuk membaca novel My Perfect Boss ya...ini skuel ke 3 SIK + kelanjutan kisah cinta anak Micha dan Axelle.
Hubungan Krisna dan Fiona berubah sejak insiden penculikan yang terjadi pada Krisna saat usianya mencapai 15 tahun.
Seorang Krisna yang hangat, ramah dan ceria kini menjadi sosok yang jarang bicara, dingin dan sangat acuh bahkan terhadap keluarganya sendiri.
Namun ambisi dalam mengelola perusahaan papanya, Krisna sangatlah sukses dan mampu membuat perusahaan sang papa berkembang pesat.
Hingga satu keputusan Krisna pergi ke Los Angeles untuk mengurus cabang perusahaan barunya. Akan tetapi hal itu tidak menghalangi Fiona untuk terus berusaha mengejar cinta Krisna kembali.
Akankah Fiona mampu mengembalikan diri Krisna yang dahulu? Akankah rahasia penculikan itu mampu Fiona bongkar dari mulut Krisna?
Dan apakah kisah cinta mereka akan berakhir bahagia?
Cus kepoin yuk novel Author yang satu ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon may leni andiarsi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rindu
Anton hanya diam melihat kemarahan tuannya, karena selama ini Anton tidak pernah tahu apa yang terjadi pada tuannya. Dia baru saja tahu saat Krisna akan memulai aksinya ini.
Anton merasa miris dan iba kepada tuannya, dia telah mengalami kejadian yang begitu gelap dan memalukan dalam hidupnya.
“Semoga setelah Tuan membasmi tuntas hal ini. Tuan bisa menjalani hidupnya dengan bahagia dan tenang.” Ucap Anton dalam hati.
Di sisi lain Fiona yang sudah mengetahui aktifitas Krisna akhir-akhir ini pun merasa heran dan curiga. Tetapi terbesit juga rasa khawatir padanya.
“Apa yang sebenarnya kamu lakukan di lelang pasar gelap ini Kris? Lalu kamu datang ke sebuah restauran begitu lama, tapi anehnya kamu tidak membuat pesanan di restauran tersebut.” Berbagai pertanyaan kini menghinggapi pikiran Fiona.
Fiona membolak balikan badannya di atas kasur, ia terus memikirkan tentang hal yang sedang di lakukan Krisna akhir-akhir ini. Hal itu berhasil membuat pikiran Fiona kacau.
Drtt drtt drtt
Sebuah pesan email masuk ke email Fiona dan itu dari detektif Niko. Fiona pun dengan gembira membuka isi email tersebut. Fiona tercengang saat mengetahui isi dari email tersebut.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Ternyata selama ini aku dan Krisna berada dalam satu perahu.”
“Aku harus memikirkan cara lebih lanjut lagi untuk membantu Krisna, ternyata Kakek Jasmine ini benar-benar bermasalah.”
“Dan hal ini kemungkinan ada kaitannya dengan penculikan Krisna waktu itu. Aku harus membantunya.”
Fiona kembali bersemangat untuk penyelidikannya tentang keluarga Jasmine, dia dan juga Niko pun memulai rencana yang lebih matang karena hal ini mungkin berbahaya untuknya dan Niko.
***
Waktu berlalu begitu cepat satu bulan sudah Krisna sibuk mengurusi perusahaannya serta penyelidikannya tentang keluarga Jasmine.
Dia bahkan sering kali mendapat email tidak di kenal dan semua itu tentang petunjuk akan keluarga Jasmine, seolah ada yang diam-diam membantunya.
Tapi siapa? Dan mengapa dia bisa tahu masalahnya? Pikiran Krisna terus berkecamuk karena sampai saat ini dia belum berhasil menemukan siapa yang sering mengiriminya email itu.
Dan di sisi lain Krisna sangat sering melihat Fiona berduaan dengan lelaki asing, entah itu pertemuan Krisna dan Fiona yang sengaja ataupun tidak di sengaja. Hatinya terasa sakit saat melihat keduanya bersama. Namun apa daya, bukankah semua itu adalah hal yang selama ini Krisna inginkan.
Tapi hati kecil Krisna selalu berontak karena tidak suka melihat Fiona dekat dengan pria lain bahkan tersenyum bersamaan dan sering bertemu akhir-akhir ini.
Di sela padat pekerjaannya saat ini Krisna semakin kacau karena pikirannya terus saja memikirkan Fiona. Krisna mulai menambah kesibukkan dirinya akan tetapi hal tersebut tidak juga mempan untuknya.
“Arrggghhh!!!”
“Siapa sebenarnya pria itu. Bagaimana Fiona bisa kenal dengannya? Mengapa mereka sangat akrab? Ini benar-benar membuatku gila!” Kesal Krisna memgacak-acak rambutnya sendiri.
Kini Krisna harus mengalami dilema akan perasaannya terhadap Fiona. Dia sudah pusing dengan penyelidikannya belum lagi pekerjaannya yang menumpuk di perusahaan. Membuat isi kepalanya serasa ingin meledak.
Di sisi lain Fiona hanya bisa mengintip rumah Krisna dari balik apartemennya, sudah lama sejak terakhir kali dia bertemu dengannya. Kini Fiona kembali merasa rindu berat pada Krisna.
“Apa yang sedang dia lakukan sekarang ya? Aku ingin sekali menemuinya, tapi ini sudah hampir jam malam. Mungkin saja Krisma sudah tidur.”
“Haih! Kapan kamu akan seperti dulu lagi Kris? Menjadi Krisnaku yang hangat dan periang. Aku kangen kamu Kris.” Gumam Fiona lalu terpejam di sova apartemennya.
Ting tong...!!
Fiona seketika terperanjat karena dia di kagetkan dengan suara bel apartemennya.
“Tunggu dulu Lili kan sudah tidur, lalu siapa yang bertamu malam-malam kemari?” Ucap Fiona pada dirinya sendiri.
Fiona lalu berjalan perlahan ke arah pintu dan melihat siapa gerangan yang bertamu di tengah malam seperti ini. Seketika mata Fiona terbelalak melihat sosok yang berada di balik pintu apartemennya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...