"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-
"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-
"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-
Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembalinya Gavin
Serena dalam pengawasan Narendra, setiap dia akan pergi ke tempat kursus pasti pria itu akan mengawasi dari kejauhan. Bahkan taksi yang mengantarnya sudah dipesan duluan oleh Narendra tanpa sepengetahuan Serena.
"Siapa sih orang yang gabut pesenin taksi online tiap aku mau pergi kursus?!"-gumam Serena sambil melamun-
"Uangnya kebanyakan kali yaa?!"-menghela nafas panjang-
"Bisa-bisanya dari berangkat sampai pulang udah ada aja yang datang"-celetuknya sambil tertawa kecil-
Narendra masih menyimpan jadwal kursus Serena, bahkan dirinya juga memiliki nomer telepon pemilik tempat kursus dimana gadis itu belajar. Hanya saja ia memakai nama samaran untuk memantau Serena lebih dekat.
"Renaaa....mobilnya sudah datang"-ucap Ibu Manda sambil tersenyum manis-
"Haaa?! Maksudnya?"-jawab Serena terkejut-
"Kamu sudah di jemput Sayangg"-jelas Bu Manda dengan lembut-
"Baru juga selesai kelas! Udah ada yang jemput aja?!"-gerutunya pelan-
"Hati-hati ya pulangnya Sayangg"-membelai rambut panjang Serena-
Selesai berpamitan dengan Bu Manda, di depan gedung sudah ada yang menunggunya. Kali ini bukan orang asing yang datang melainkan tetangga sebelah rumahnya yang menjemput dirinya.
Memakai kemeja hitam dan masker, ditambah saat itu memakai kacamata membuatnya terlihat sangat dewasa sekali namun tatapan matanya tajam.
"Ka...kamu ngapain sampai sini?!"
"Biasanya juga tengah malam baru kelihatan?!"-celetuk Serena dengan tengilnya-
"Ohhh...udah ganti shift ya sama yang lainnya?!"-menatap lekat wajah Narendra-
Sekuat tenaga seorang Narendra menahan diri untuk tidak terpancing dengan keimutan wajah Serena. Sontak ia langsung membukakan pintu mobil depan supaya gadis itu bisa masuk kedalam.
"Buruan masuk!! Mau turun hujan!!"-ucap Naren dingin-
"Behhh...temenan sama petugas BMKG yaa?! Keren...kerennn"-celetuk Serena sambil masuk ke mobil-
"Lama-lama aku makan juga ni anak yaa!!"-gumamnya pelan-
"Tunggu-tunggu....kamu tau darimana aku pulang kursus jam segini?!"
"Wahhh...penguntit kelas kecoa nihhh!!!"-tuduh Serena dengan entengnya-
Narendra hanya menatap sekilas gadis itu, dirinya tak menjawab apapun tuduhan yang diucapkan oleh Serena. Melainkan sesekali dirinya tersenyum tipis di balik masker yang ia pakai.
Suasana di mobil mulai terasa hening seketika ternyata gadis itu terlihat tertidur dengan ponsel yang masih menyala. Cuaca di luar juga hujan deras sekali.
"Udah tidur ternyata! Pantesan sepi banget"-ucapnya pelan-
Ia melihat ada pesan masuk di ponsel Serena, diam-diam Narendra mengambil ponselnya dengan perlahan. Tidak ada nama pengirim yang tertera di pesan masuk itu, hanya ada nomer saja.
"Ga...vin?!!!!"-menoleh Serena sekilas-
"Mau apa dia kembali lagi?!!!"-membuka pesan itu dan menghapusnya-
Sebelum menghapus pesannya , Narendra menyimpan nomer asing itu di ponsel miliknya. Ia juga melacak nomer telepon yang menghubungi Serena dengan nama Gavin.
"Jadi dia ganti nomer?!! Cihh!!"-mengusap lembut pipi Serena-
"Aku pastikan, dia nggak akan pernah bisa mendekatimu kembali!!!'-ucapnya sambil tersenyum tipis-
Beberapa saat kemudian, setelah melewati kemacetan karena hujan deras, akhirnya mereka sampai juga di rumah. Narendra menggendong Serena perlahan dan penuh kelembutan, ia membawa gadis itu masuk dirumahnya.
Ia merebahkan tubuh gadis itu di tempat tidur miliknya, setelahnya Narendra langsung membuat makan malam untuk bersama.
"Eungghhh....ini dimana?! Kok kamarnya beda sih?!"-gumam Serena setengah sadar-
"Bukankah tadi masih....? Astaga!!!"-melompat turun dari tempat tidur-
"Aduhhhhh!!!Awwwww!! Ishh...pake acara jatuh segala sihh!!"-ucapnya pelan sambil menahan sakit-
"Siapa yang suruh kamu melompat begitu!!"-celetuk Narendra datar-
Serena spontan mendongak ke atas dan wajahnya tepat berhadapan dengan wajah seseorang yang tidak asing lagi baginya.
"Kamu.....ngapain kamu disini?!"-tanya Serena heran-
"Ini dirumah ku! Kamu tidur di mobil...jadinya aku bawa saja kerumah"-jelas Narendra dengan lembut-
"Tidur di mobil?! Kapan aku bareng ka.....?"-berusaha mengingat kejadian semalam-
"Jadi kamu yang jemput aku?!! Tunggu dulu...tunggu"-melihat Naren dari atas sampai bawah-
"Kenapa?!! Terkejut yaa?! Aku si Tiang listrik itu"-jelas Naren tersenyum tipis-
Gadis itu terperangah tak percaya melihat orang yang dia anggap vampir bahkan tiang listrik adalah sosok Narendra. Serena mencoba untuk kabur dari rumah itu namun ditahan oleh Narendra, karena luka di kakinya mulai mengeluarkan cairan merah.
"Obati dulu kakimu! Baru boleh pulang"-tegur Naren dengan tatapan tajam-
Tak selang berapa lama ponsel Serena berdering namun hanya terlihat nomer teleponnya saja. Narendra yang tahu itu nomer siapa hanya diam dan melirik Serena sekilas.
"Siapa sih?!! Nggak ada namanya!! Gabut banget pasti!"-mencolek panggilan itu-
"Kenapa nggak di angkat teleponnya?! Siapa tahu penting?"-ucap Naren tanpa melihat Serena-
"Nggak ada namanya...paling juga orang iseng aja!!"-jelas Serena dengan ketus-
Sementara itu di tempat apartemen Serena, ada seorang laki-laki yang menunggu di depan pintu cukup lama. Viktor langsung menghampiri laki-laki itu dan mengatakan jika penghuni apartemen ini sudah lama pindah.
"Kemana dia?! Sudah sekali dihubungi"-ucap Gavin pelan-
"Selamat malam Tuan! Penghuni apartemen ini sudah lama pindah"-jelas Viktor tanpa basa basi-
"Pindah?!! Pindah kemana?"-tanya Gavin penasaran-
"Kurang tau Tuan...tidak ada info apapun! Hanya pindah tempat saja"-jelas Viktor sambil tersenyum tipis-
Viktor langsung pergi meninggalkan Gavin setelah memberitahu jika Serena tidak tinggal di apartemen itu lagi. Gavin masih mencoba untuk menghubungi Serena, namun tak ada respon dari gadis itu.
"Kamu dimana Cantik?!! Aku rindu sekali?"-ucap Gavin lirih-
"Haaaaahhhhh...sial!!! Kenapa aku bisa tinggalin dia sihhh!!"-mengacak rambutnya sendiri-
Diam-diam Viktor merekam apapun yang dilakukan oleh Gavin, setelah dirasa cukup Viktor mengirim videonya ke sang Bos, Narendra yang sedang menjaga Serena di tempat lain.
"Bos...laporan! Dia kembali lagi nih"-tulis Viktor dengan emoticon tertawa-
"Bersiap Bos...siapa tahu si Princess di ambil sama tuh laki-laki"-lanjutnya lagi sambil tertawa puas-
"Dasarrr...nggak ada otaknya!!"-celetuk Naren spontan-
"Apa maksud kamu??!!!!"-memukul lengan Narendra-
"Hei ..heii...kenapa marah-marah sihh? Bukan buat kamu ucapan itu?"-menangkup wajah Serena dengan gemasnya-
"Udahlah...aku obatin aja sendiri lukanya!!! Awasss!!!"-mendorong badan Narendra-
Gadis itu langsung pergi keluar dan kembali kerumahnya di sebelah, dia hanya membawa ponsel dan meninggalkan tas beserta isinya didalam.
"Huft...dasar anak kecil?!!! Tuh kan...tasnya aja sampe di tinggal"-ucapnya sambil tertawa gemas-
"Kita lihat aja nanti atau besok! Dia pasti ribut mencari tasnya yang hilang"-celetuk Narendra santai-
Baru beberapa menit dia menduga, terdengar suara ketukan di pintu rumahnya. Spontan Narendra tersenyum tipis dan berjalan ke arah pintu untuk membukanya.
Benar saja, muncul sosok Serena dengan wajah kesalnya namun masih terlihat cantik dan imut dimata Narendra.
"Ada apa?! Masih kangen ya sama aku?"-ucap Naren dengan jahil-
"Nggak ya!! Mana tas aku?! Kembalikan?"-ucapnya sambil berkacak pinggang-
"Masuk duluuuu"-menarik lembut tangan Serena dan memeluknya-
"Pasti kamu lapar kan?! Makanya marah-marah terus"-ucapnya dengan lembut-
Narendra tidak mau melepaskan pelukannya, sampai akhirnya Serena makan malam berdua dengan pria itu dirumahnya.
"Lepas...lepaskan sayaa!!! Saya bukan pembuat onar di sini!!!"-teriak Gavin sambil memberontak-
"Aku tunangan Serena!! Penghuni apartemen itu!!"-jelas Gavin dengan penuh emosi-
"Mohon maaf Tuan!! Tapi Nona Serena sudah pindah dari apartemen ini"-jelas salah satu staff keamanan-
"Apartemen itu sudah dibeli oleh Tuan Oliver "-jelasnya kembali-
"Gila ini orang?! Senyum sendiri! Ketawa sendiri!"-celetuk Serena sambil makan-
"Belepotan tuh makannya"-mengusap bibir Serena dengan tangannya-
"Wahhh...fiks!! Mulai nggak waras ini orang!!"-celetuk Serena sambil menopang dagunya-
"Mau dong di suapin! Aaaaaaa...."-dengan percaya diri membuka mulutnya-
"Nih...sendok aja nih!! Makan sendiri lah!!"-jawab Serena dengan ketus-
Sedangkan kericuhan terjadi di apartemen, para bodyguard Gavin berdatangan untuk menjemput dirinya, Bahkan semua orang-orang Narendra juga berdatangan dan bersiap siaga menjaga apartemen.
Pihak Gavin dipaksa mundur oleh orang suruhan Narendra, keributan pun tak terelakkan. Bodyguard Gavin bertengkar hebat dengan para bodyguard Narendra. Melalui layar iPad miliknya, Narendra menyaksikan perkelahian sengit itu.
"Habisi saja dia!!!"-ucapnya pelan sambil menyeringai tajam-
"Dia kenapa?! Serem banget tatapannya"-gumam Serena-
"Kamu kenal orang ini?!"-celetuk Naren dengan nada datar-
"Hmm....nggak tau!! Emangnya siapa?! Kok kayak ribut gitu sih!!"
"Ohhh...kamu lagi nonton film action yaa?!"-celetuk Serena dengan polosnya-
Narendra hanya mengangguk kecil mendengar jawaban random dari gadis kesayangannya itu.
~Hati-hati Ser,,,bahaya tuh kalau mode mafia on begitu! Ngerii...cuekin aja udah cuekinn~😂