NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Motor sport milik Raven melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota yang mulai ramai. Sara yang belum pernah duduk di boncengan orang lain, hanya bisa duduk diam kaku tanpa banyak bergerak. Ia membuka penuh kaca helmnya, membiarkan angin pagi yang mulai hangat membelai wajahnya, sementara rambut panjangnya yang keluar dari helm ikut melambai‑lambai tertiup angin.

Di depannya, Raven tetap fokus menatap jalanan, namun sesekali matanya melirik diam‑diam ke arah wajah Sara lewat cermin spion. “Dia memang sangat cantik, meskipun sikapnya terkesan dingin dan sulit didekati,” gumamnya pelan di dalam hati, lalu sebuah senyum tipis terukir samar di balik helmnya yang tertutup rapat.

Tiba‑tiba sebuah ide jahil muncul di benak Raven. Saat memasuki tikungan tajam, ia menekan tuas gas secara tiba‑tiba tanpa aba‑aba terlebih dahulu.

Sara yang sedang santai menikmati udara segar seketika tersentak kaget. Secara refleks kedua lengannya melingkar erat memeluk pinggang kekar Raven dari belakang demi menjaga keseimbangan tubuhnya.

“Kau gila ya?! Kenapa tiba‑tiba memacu motornya secepat ini tanpa peringatan apa‑apa!” teriak Sara dengan nada ketus penuh kekesalan.

Raven tetap diam seribu bahasa, hanya tersenyum penuh arti merasakan sentuhan lembut tangan gadis itu yang kini menempel rapat di perutnya.

“Raven! Kau dengar aku kan?! Jangan berpura‑pura tuli!” ulang Sara semakin kesal karena tak digubris. Cepat‑cepat ia melepaskan pelukannya dan menjaga jarak, namun mustahil dilakukan mengingat tempat duduk di belakang motor itu sangat sempit. Akhirnya dengan perasaan masih sebal, ia hanya mencengkeram kuat ujung jaket kulit Raven sebagai penahan diri.

Tanpa keduanya sadari, tak jauh di belakang mereka, sebuah mobil berwarna hitam terus mengikuti gerak‑gerik laju motor mereka. Di balik kaca jendela yang gelap, Chelsea menatap tajam ke arah motor sport yang sangat ia kenali, itu motor milik Raven. Dan pandangannya seketika berubah menjadi tatapan penuh kebencian saat tahu siapa gadis yang berani duduk di belakang dan memeluknya.

“Kenapa dia bisa berboncengan dengan Raven sih?! Dasar wanita murahan! Berani sekali mendekati calon tunanganku. Ternyata dia belum kapok juga, padahal kemarin aku sudah menyiram dan menguncinya di kamar mandi,” gumamnya dalam hati penuh amarah, pandangannya tak lepas sedetik pun dari sosok Sara.

“Beraninya kau main-main sama aku! Tunggu saja pembalasanku, aku tak akan membiarkan wanita mana pun merebut Raven dariku. Tunggu saja nanti… aku akan membuatmu memohon ampun dan bersujud di hadapanku. Wanita rendahan sepertimu tak pantas bersama pewaris tunggal keluarga Krisnawardhana! Hanya aku yang pantas dan cocok bersanding dengannya!” batinnya meledak menahan kekesalan yang semakin meluap‑luap.

Tak lama kemudian, motor Raven melesat cepat tepat saat gerbang sekolah hampir tertutup rapat. Dengan keahlian layaknya penguasa jalanan, ia berhasil menyelinap masuk di detik‑detik terakhir hingga membuat Pak Satpam yang berjaga terlonjak kaget setengah mati.

“Dasar anak muda zaman sekarang!” gumamnya pelan sambil menggelengkan kepalanya.

Tak lama kemudian mobil milik Chelsea pun tiba tepat di belakangnya.

Tiiiiinnn!!

Suara klakson panjang kembali membuatnya terlonjak kaget untuk kedua kalinya.

Pak Satpam yang masih terkejut, dan tangannya masih memegang pintu gerbang refleks mendorongnya kembali hingga terbuka lebar, membiarkan mobil milik Chelsea melaju mulus melewati pintu yang seharusnya sudah tertutup sejak lima menit yang lalu.

“Ya Allah… selamatkanlah jantung hamba ini, hamba tak ingin mati mendadak di depan gerbang ini!” keluh Pak Satpam sambil mengelus dadanya perlahan.

Di sisi Sara. Sara segera turun dengan wajah yang masih tampak kesal. Ia melepas helmnya, lalu dengan gerakan agak kasar menyodorkannya tepat ke hadapan Raven yang baru saja meletakkan helmnya sendiri di atas stang motor.

“Ini! Ambil! Makasih!” ketusnya singkat lalu berbalik dan melangkah pergi tanpa menoleh lagi.

Raven hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis melihat tingkah gadis itu. Setelah sosok Sara lenyap di ujung lorong, ia pun berjalan santai menuju ruang kelasnya.

*

*

Bel istirahat pun berbunyi nyaring, membuat seluruh penjuru sekolah seketika riuh. Sebagian besar siswa berbondong‑bondong menuju kantin, sebagian ada yang hanya duduk di taman sambil bermain ponsel, dan sebagian lain memilih ke perpustakaan. Sara justru melangkah menuju rooftop, tempat paling aman untuk berbicara serius, sesuai pesan yang baru saja dikirimkan Leon kepadanya beberapa menit lalu.

Sesampainya di sana, ia melihat sosok tinggi dengan seragam guru olahraga SMA Bina Bangsa sudah berdiri tegap menatap ke arah halaman bawah, membiarkan angin sepoi‑sepoi menyapu wajah tampannya.

“Kak Leon!” sapa Sara pelan lalu berdiri tepat di samping pria itu sambil ikut menatap pemandangan luas di bawah sana.

Leon segera menoleh, tatapannya langsung penuh selidik menatap wajah gadis yang membuatnya tak bisa tidur nyenyak semalaman. “Apa yang sebenarnya terjadi, Nona? Wajahmu tampak gelisah, tak seperti biasanya?”

Sara menghela napas panjang sebelum akhirnya menceritakan semuanya secara jelas, mulai dari kejadian kemarin sore hingga bagaimana ia akhirnya terjebak dalam pernikahan mendadak bersama Raven dan menginap di kediaman keluarga Krisnawardhana.

Leon hanya mendengarkan dengan saksama, raut wajahnya berubah‑ubah antara rasa kesal, rasa bersalah, hingga tak percaya hal itu bisa menimpa Nona mudanya. Ia tak menyela sedikit pun sampai Sara selesai bercerita.

“Begitulah ceritanya, Kak!” tutupnya sambil kembali menghela napas panjang yang terasa berat.

“Jadi… Nona dan Tuan Raven sekarang sudah resmi menikah?” tanya Leon memastikan kembali, seolah masih belum sepenuhnya percaya dengan apa yang didengarnya.

Sara hanya mengangguk pelan. “Hmm…”

“Lalu apa rencana Nona selanjutnya? Apakah Nona akan segera memberitahukan hal ini kepada Kakek?”

“Itulah yang menjadi masalah terbesarku, Kak,” keluh Sara sambil menunduk lesu. “Aku belum siap jika ia mengetahuinya sekarang. Aku takut Kakek akan sangat marah dan langsung memerintahkanku pulang kembali ke Italia.”

“Apakah Nona belum tahu? Tuan Besar Don akan segera terbang ke Indonesia dalam minggu ini!”

“Aku sudah tahu… semalam Kakek sendiri yang mengabarkannya kepadaku.”

“Menurut pendapatku, lebih baik Nona yang mengaku lebih dulu dengan jujur daripada ia mengetahuinya dari orang lain. Itu jauh lebih berbahaya, Nona,” saran Leon tampak sungguh‑sungguh.

“Kau benar, Kak… tapi bagaimana jika Kakek murka dan langsung mengirim orangnya untuk menjemputku saat ini juga? Aku masih butuh waktu lebih lama di sini untuk melacak jejak asal‑usulku yang belum terungkap. Aku tak ingin tujuanku di sini menjadi sia‑sia!”

Leon terdiam sejenak, ia sangat paham betul tujuan kedatangan gadis itu ke tanah air ini. “Apakah Nona dan Tuan Raven saling mencintai? Maksud saya… apakah pernikahan ini bukan sekadar keterpaksaan semata?” tanyanya hati‑hati.

“Kami berdua sama‑sama tidak menginginkan hal ini terjadi,” jawab Sara jujur. “Aku bahkan sudah membicarakannya serius semalam. Aku meminta untuk mengakhiri pernikahan ini, dan Raven pun sebenarnya tidak keberatan sama sekali, karena kami sama‑sama terjebak dalam keadaan ini. Namun hambatan terbesarnya ada pada kedua orang tua Raven. Mereka sangat menginginkan ikatan ini tetap terjalin.”

“Kalau begitu keadaannya… ini akan menjadi sangat rumit, Nona…”

“Jadi untuk sementara waktu, satu‑satunya jalan adalah menyembunyikan semuanya dari semua orang, termasuk Kakek. Tolong bantu aku menjaga rahasia ini, Kak. Jangan sampai Kakek tahu. Setidaknya sampai aku berhasil menemukan siapa jati diriku yang sebenarnya.”

Tanpa mereka sadari, dari balik pintu keluar yang agak terbuka, seseorang diam‑diam mengangkat ponselnya dan menekan tombol pemotretan berulang kali dengan senyum penuh kemenangan.

Bersambung…

 

1
Munas Tuti
jangan2 Sara dan Chelse ada hubungannya...
Munas Tuti
lanjuuut mbak'e...
Munas Tuti
cepet jelasin Reven ...
riniandara: Raven gensinya masih setinggi langit/Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
laaah gimana tuh...ternyata unit mereka behadapan, apa emang sengaja yaa ortu mereka, yg sebenernya sdh tauu
riniandara: masih /Casual/ kak/Facepalm/
total 1 replies
arsyila putri
wah keren banget si sara
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raven akan segera jatuh cinta duluan deh/Chuckle/, gimana ya nanti setelah kakeknya Sara tau klau Sara ternyata sudah menikah🙀🙀
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: pastinya kak, selalu ditunggu up nya/Proud/
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah revan bisa mengerti
azela
nanti Revan Pasti suka sama sara
abcd
plisss up yg bnyk
riniandara: baik Kak akan author usahakan ya
total 1 replies
Munas Tuti
gimana yaa klo kakek tau yg sebenarnya...
riniandara: lanjut nonton aja Kak he he
total 1 replies
Munas Tuti
keknya bakalan seru ni cerita..
riniandara: Terima kasih kak dah meluangkan waktunya, bantu review juga ya kak jika kakak suka
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lanjut kak, seru cerita nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sungguh tak beruntung sekali harimu Sara, udah disiram air kotor, terjebak hujan, dan sekarang harus menikah dadakan dengan Raven/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sungguh hari yang siap bagi Sara 🤣
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
wahh, apakah dengan Sara? 🙀
Lupa Nama
kak namanya yg bener Raven, Revan atau Reven,,,.???! tapi q seneng kak sara Sekarang manggilnya sudah kak Leon,, sudah cantik,, kaya, pinter dan menghormati yg lebih tua, paket komplit... tetap semangat dalam berkarya ya kak,! ku tunggu bab2 selanjutnya 🙏🙏🙏💪💪💪👍👍
riniandara: Raven kak/Facepalm/ maaf ya author lagi juta g fokus ini, jangan lupa likom ya kak biar tambah semangat up-nya he he.
total 1 replies
azela
Raven gak tahu aja dia jika yang di hadapannya itu, sang ratu perang! kalau cuman Chelsea mah gak ada apa-apanya sama Sara.
azela
Lanjut kak awalnya udah menarik alurnya.
azela
luar biasa semangat kak ceritanya keren.
azela
Karya baru lagi ya, semangat kakak aku suka/Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!