NovelToon NovelToon
Biang LaLove

Biang LaLove

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Spin-of Baby's breath untuk Aretha

Arlo dan Queena sudah bersahabat sejak kecil, sebenarnya di bilang sahabat juga bukan atau lebih tepatnya musuh bebuyutan. Lebih pada Queena adalah sasaran empuk kejahilan dan kenakalan Arlo, si cantik putri dari pasangan Rega dan Rhea tersebut sudah menjadi target keusilan putra Hana dan Leo sedari Queena masih bayi.

“Apa? Mi-mom jangan bercanda, ya!” Arlo terkejut saat mi-mom Hana memberikan usulan untuk menikahkan Arlo dan Queena diusia mereka yang masih muda.

Arlo mengusak rambutnya frustasi, kecerobohannya memanjat balkon kamar Queena membuatnya terjebak dalam situasi yang membuat kedua orang tuanya dan orang tua Queena murka. Dan satu-satunya orang yang harus di salahkan adalah kakak sepupu Arlo yang tidak lain adalag Gavin.

Lalu apa alasan Arlo dan Queena menyembunyikan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2 # Selalu di Buat Tantrum

Queena El-Meera Regantara

Queena tumbuh menjadi perempuan cantik, dia penuh kelembutan seperti Rhea sang mama. Hanya pada satu orang dia tidak akan bisa lemah lembut, siapa lagi kalau bukan Arlo.

Saai ini Queena sedang sibuk dengan projectnya, siang itu dia bersama salah satu sahabatnya baru saja keluar dari laboratorium. Mereka baru saja selesai melakukan cek kultur bakteri, dia menjadi salah satu mahasiswa jurusan mikrobiologi di salah satu Universitas yang ada di Bandung.

“Kantin atau pohon rindang?” tanya Raya.

“Pohon rindang saja,” jawan Queena. “Mau langsung ke sana atau ke kantin?” lanjutnya bertanya pada Raya.

Raya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Kantin dulu, lah. Mama mana sempat buatin bekal buatku ngampus,”

Queena mengangguk. “Aku tunggu di tempat biasa,” dia menuju taman yang sering di sebut di bawah pohon rindang, sementara itu Raya sudah ngibrit ke kantin membeli makan siang. Queena memang jarang ke kantin kampus, pasalnya dia lebih sering membawa bekal makan siang. Sedari kecil memang Queena dan adiknya yang bernama Dean terbiasa membawa bekal ke sekolah, dan itu berlanjut hingga gadis itu kuliah.

Queena duduk beralaskan rerumputan hijau di bawah pohon rindang yang ada di taman kampus, taman yang sekaligus menjadi batas antara fakultas Ilmu dan Teknologi dengan fakultas Teknik Elektro dan Informatika. Sambil menunggu Raya ke sana, Queena mengeluarkan kotak bekal dan tumbler berisi minuman dari tas bekalnya. Garis bibirnya perlahan membentuk lengkungan saat melihat sticky note yang menempel pada tempat sendok dan garpu.

Makan siang yang cantik untuk anak mama dan papa yang cantik. Selamat makan Ueena nya mama dan papa.

“Ueena sehat, kan Ray?” Intan heran saat melihat Queen yang senyum-senyum sendiri, dia baru saja datang dari kantin bersama dengan Raya.

“Sehat. Kita habis kultur bakteri tadi,” jawab Raya santai.

“Terus kenapa itu dia senyum-senyum sendiri?”

Raya melihat Queena yang duduk di rerumputan. “Dia lagi lihat ponselnya, dasar o-neng.”

“Oh, hehe. Kirain lagi kena sa wan,” jawab Intan.

“Kamu sendiri itu yang lagi kena sa wan, Ntan.”

“Sa wan aa Arlo,” balas Intan.

“Sa rav,” ucap Raya, gadis itu mempercepat langkahnya sebelum Intan mengoceh tentang Arlo dari a sampai z.

Sahabatnya yang satu itu memang salah satu fans Arlo, mahasiswa fakultas sebelah jurusan Teknik Informatika. Di tambah Intan tahu kalau Arlo dan Queena itu teman dari orok, sudah begitu rumah mereka juga hanya berjarak berapa langkah.

Raya duduk di samping Queena. “Sorry lama, Ueena. Gara-gara bocah satu itu!” tunjuk Raya kearah Intan.

“Bukan lama ya, Ray. Aku kan lagi milih-milih menu tadi,” bela Intan pada dirinya sendiri, dia duduk di samping Raya.

“Padahal menu di kantin dari dulu itu-itu saja, timbang pilih pakai lama. Bilang saja lagi nyari-nyari aa Arlo,” gerutu Raya.

Queena terkekeh mendengar perdebatan dua sahabatnya tersebut, selalu saja ada Arlo dalam bahasan yang menjadi perdebatan keduanya.

Queena membuka kotak-kotak bekal buatan sang mama, dia mengulurkan satu kotak kearah dua sahabatnya tersebut. “Buat kalian,” cuapnya.

“Aunty Rhea memang terbaik,” Intan langsung mencomot katsu buatan mama Rhea.

“Kalo aku jadi kamu nih, Ueena. Aku juga bakalan bawa bekal terus, habisnya masakan aunty Rhea memang paling top.” Raya menyuapkan potongan katsu ke dalam mulutnya.

“Habiskan, girl’s! Mama memang sengaja taruh satu kotak katsu lagi tadi. Khusus buat kalian katanya,” Queena sempat bilang pada mamanya tentang kedua sahabatnya yang suka dengan mamasakan mama Rhea, karena itulah mama Rhea membuat lauk lebih agar putri cantik nya tersebut bisa berbagi makan siang dengan Raya dan Intan.

Mereka bertiga mulai makan siang, cuaca hari itu memang bagus. Tidak terlalu panas, tapi juga tidak terlalu mendung. Di dukung angin sepoi-sepoi menggoyangkan dedaunan semakin membuat teduh, suasana makan siang mereka di bawah pohon rindang cukup nyaman.

Sebenarnya bukan hanya mereka bertiga, karena ada beberapa mahasiswa lain juga yang suka berkumpul di sana membentuk circlenya sendiri. Ada yang makan siang juga seperti Queena dan kedua sahabatnya, beberapa sekedar bersantai sambil menunggu jam kuliah berikutnya. Ada juga yang mengobrol sambil minum dan makan camilan, atau memang sengaja berkumpul untuk membahas tugas.

***

“Minuman sepesial untuk nona cantik,” seorang pemuda tiba-tiba menghampiri mereka bertiga yang sedang menikmati makan siang, dia memberikan air mineral dingin pada Queena.

“Ck… air mineral di bilang sepesial. Ada yang nggak beres sama mata kak Bagas itu,” sahut Raya.

“Meskipun ini hanya air mineral, tapi aku kasihnya tulus. Dari yang sepesial untuk adik tingkat yang sepesial,” jawab pria yang bernama Bagas tersebut.

Raya dan Intan kompak menunjukkan ekspresi mual pada Bagas.

“Maaf, kak. Tapi aku sudah bawa minum,” tolak Queena dengan sopan.

“Aku beli sambil panas-panasan lho ini, Ueena. Masa iya kamu tolak, terima dong. Ya…ya,” Bagas menampilkan ekspresi memelas.

Queena menghela napas, sebenarnya dia cukup risih dengan Bagas yang hampir tiap hari berusaha mendekatinya. Bukan hanya Bagas, tapi juga beberap pria yang ada di kampusnya berusaha mendekati Queena. Namun tak ada satupun dari mereka yang Queena respon, mana mungkin putri papa Rega tersebut merespon sebelum mereka berhadapan dengan papa Rega lebih dulu. Terlebih Queena hanya ingin fokus pada kuliahnya tanpa memikirkan soal cinta, dia masih ingin mengejar karir. Bahkan Queena berencana melanjutkan untuk mengambil pendidikan di bidang Biomolekuler untuk S2 nya nanti.

“Sekali ini saja, kak! Tidak untuk lain kali,” ucap Queena, dia mengulurkan tangan untuk mengambil botol air mineral dingin tersebut dari tangan Bagas.

Namun ada yang lebih dulu meraih botol air mineral dingin tersebut sebelum Queena.

Gluk… gluk… gluk

“Lega sekali tenggorokan ini,” ucapnya setelah berhasil menegak setengah air mineral dingin dari dalam botol, Bagas hanya ternganga saat melihat kejadian itu. “Terimakasih untuk air mineralnya, bro. Segar sekali,” lanjut Arlo, dia dengan santainya langsung duduk di samping Queena.

“Ka-kamu! Beraninya kamu minum air mineral untuk Ueena,” Bagas langsung murka melihat tingkah Arlo, dia meraih kerah kemeja Arlo.

Arlo justru terlihat santai dan tidak terpancing, dia malah mengambil kotak bekal milik Queena yang sudah gadis itu makan setengah. Arlo mencomot katsu dari kotak bekal Queena. “Aku lapar nih, bang. Kalau mau marah tunggu aku selesai makan dulu,” dengan santainya Arlo melahap katsu milik Queena.

“Aa Arlo so sweet sekali,” ucap Intan yang sedang mode terbucin-bucin pada salah satu mahasiswa Teknik Informatika tersebut, gadis itu bahkan sudah memu kul gemas lengan Raya.

“Apaan sih ini anak. Lebay banget,” Raya menghempas kedua tangan Intan dari lengannya.

Bagas makin emosi. “Kamu anak dari jurusan mana? Berani sekali denganku,”

“Kalian bisa tidak, kalau tidak ribut? Ada banyak orang di sini,” sahut Queena karena kesal, satu adalah musuh bebuyutan yang selalu iseng padanya hampir tiap hari selama dia bernapas di bumi. Sedangkan satunya lagi adalah kakak tingkat yang tidak tahu diri.

“Dia yang mulai duluan, Ueena. Kamu lihat sendiri tadi,” jawab Bagas, dia masih mencengkeram kerah kemeja Arlo.

“Bagas! Di cari pak Ibra,” teriak salah satu mahasiswa jurusan Pertanahan. “Ck… si alan dosen bangkotan itu, tidak tahu apa kalau aku sedang ada urusan. kalau tidak kesana bisa dapat nila E lagi ini,” gerutu Bagas. “Kali ini pak Ibra menyelamatkanmu, bocah. Lain kali kamu tidak akan bisa lepas,” lanjut Bagas mengancam Arlo.

Arlo hanya manggut-manggut karena dia masih mengunyah, dia juga mengibas-ngibas tangannya sebagai tanda mengusir Bagas dari sana. Mau tak mau, Bagas langsung bergegas menemui dosennya tersebut.

Sementara itu di taman, Arlo kembali duduk dengan santai. Dia melanjutkan acara makan bekal milik Queena.

“Kok jadi kamu yang makan bekalku sih, Arlo! Aku kan belum selesai makan,” kesal Queena.

Kali ini Arlo meraih tumbler milik Queena, dia menegak minuman yang ada dalam tumbler tersebut. “Keburu habis kalo nungguin kamu makan dulu, Queen. Aku belum sarapan gara-gara bang Gavin,” ucapnya.

Queena mengerutkan dahinya. “Gara-gara bang Gavin tapi bekal makan siangku yang di rebut, harusnya minta bang Gavin pesan antar. Itu kan makan siangku, Arlo. Aku juga lapar,” kesal Queena, Raya dan Intan hanya saling tatap. Keduanya sudah tidak heran lagi dengan mereka berdua yang seperti Tom and Jerry.

“Kamu juga harus ikut tanggung jawab. Mbak Aretha kan kakakmu, gara-gara mereka berdua aku bangun kesiangan. Hampir gagal kumpulin tugas,” oceh Arlo. “Aaaa… katanya lapar, buka mulutnya!” Arlo menyodorkan sendok berisi makan siang kedepan mulut Queena, dan anehnya Queena membuka mulutnya. Dia melahap makanan yang Arlo suapkan.

“Good girl’s, Queena El-Meera Regantara.” setelah itu Arlo kembali menghabiskan makan siang milik Queena, gadis itu hanya bisa ternganga. Dia kembali di jahili Arlo karena makan siang dan es coklat buatan mama Rhea sudah di habiskan Arlo.

“Alhamdulillah kenyang. Masakan aunty Rhea memang best,” ucap Arlo tanpa rasa bersalah. “Thank’s makan siangnya, Queen. Aku masuk kelas dulu,” dia langsung berdiri dan pergi begitu saja.

“Arlo si alan!” pekik Queena, Arlo hanya mengangkat tangannya. Namun bibirnya membentuk lengkungan karena kembali berhasil membuat seorang Queena El-Meera Regantara berteriak di tempat umum. Hanya Arĺo ysng bisa membuat gadis cantik nan kalem tersebut bisa tantrum. “Kalian menertawakanku?” lanjutnya menunjuk Raya dan Intan.

Kedua sahabatnya tersebut menggeleng sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan, mereka menahan tawanya karena tidak ingin Queena ngambek.

1
muthia
sehat selalu ❤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk... kk jg ya❤️❤️❤️
total 1 replies
muthia
❤❤❤❤❤❤❤
muthia
❤❤❤❤❤❤❤❤
muthia: sehat selalu 🙏❤
total 2 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah...semangat thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): kakak juga ya 💗💗
total 3 replies
Enz99
Bagus
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk💗💗
total 1 replies
zhelfa_alfira
keren
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimksh kkk 💗💗💗
total 1 replies
muthia
ayo Arlo
muthia: ❤❤❤❤❤❤
total 4 replies
muthia
gegara itu l akhirnya Arlo nikah sama Queen
muthia: 😂😂😂😂😂😂❤❤❤
total 2 replies
Anto D Cotto
menarik
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk.. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up thor
Anto D Cotto: ok,,see 👍
total 2 replies
muthia
semangat dan sehat selalu thor 🙏
muthia: ❤❤❤❤❤❤❤
total 2 replies
muthia
Langsung mampir
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trimaksh kk cntikq ❤️❤️❤️💗
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Waduh dalam sehari udah triple kill aja ngisengin Uena😮‍💨
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤣🤣🤣🤣 emg biang rusuh kan ya dia... anehnya cm ke ueena aja dia gt
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Yuhuuuuu..akhirnya cerita si babang Arlo yang sedari orok ngekeep si neng cantik Uena launching juga🥳🥳.
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ❤️❤️❤️❤️ berkat dkgn kk jg akhirnya mrk bs lauching
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!