NovelToon NovelToon
Menyamar Demi Kamu

Menyamar Demi Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Idola sekolah
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Umi Nurhuda

Rui Naru sebenarnya capek jadi pewaris yang hidupnya diatur-atur kakeknya. Baru bahagia sebentar saja bisa pulang ke Indonesia untuk memeluk sang bunda, kakek masih saja menjadi bayang-bayang yang terus mengekangnya.

Satu-satunya hiburan buat dia cuma Nuha, cewek polos berkuncir air mancur yang diam-diam dia taksir. Setiap kali bertemu, ada saja kesan yang membuatnya kian ingin mendekat.

Makanya, waktu tahu Nuha lagi diincar dan mau dimanfaatin sama cowok narsistik paling populer di sekolah, Naru enggak bisa tinggal diam lagi. Ini saatnya dia bertindak.

​Naru nekat lepas total atribut mewahnya dan menyamar masuk ke sekolah Nuha lewat jalur yayasan ibunya. Dia rela jadi cowok "biasa" demi bisa jagain Nuha dari dekat sekaligus jadi pembatas dari gangguan Dilan.

Bisa tidak Naru sukses melakukan penyamarannya tersebut sampai akhir? Apa sih yang dia cari sebenarnya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Nurhuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Taktik & Misi

​"Kalau begitu, boleh kita bicara sebentar?"

​Tawaran sopan dari Rui Maya itu justru disambut dengan tatapan tidak tertarik oleh Dilan. Ia sama sekali tidak sudi urusan pribadinya dicampuri oleh pihak sekolah.

"Dika, Bagas, kita cabut dari sini," ajaknya dingin, berbalik arah dan melangkah pergi begitu saja meninggalkan koridor.

"Ckckck," Rui Maya geleng-geleng kepala. "Bener-bener anak yang nggak punya sopan. Dasar anak dokter, lagaknya semena-mena. Apa aku tidak kelihatan seperti kepala sekolah, hm?" tolehnya ke Nuha.

Nuha hanya mendelik.

"Ah ya sudahlah." ​Kini Rui Maya menatap penuh perhatian ke arahnya. "Kamu nggak apa-apa, gadis manis?" tanyanya.

​Nuha mengangguk pelan.

​"Apa kamu takut sama dia? Apa dia sedang merundungmu?" tanya Rui Maya lagi, menyelidiki.

​Nuha tidak bersuara, namun genggaman tangannya di sisi rok sekolah mengeras begitu kuat, menyalurkan semua rasa takut, lelah, dan amarah yang tengah ia tahan mati-matian di dalam dada.

​Melihat respons bisu itu, Rui Maya perlahan merogoh saku blazernya dan menyodorkan sebuah lembar foto cetak ke hadapan Nuha. Foto itu menampilkan sosok Dilan yang tengah menyerahkan sejumlah uang kepada siswi junior kemarin yang hampir menjadi korban pelecehan di dalam gudang.

​"Ini ... Gimana bisa Ibu ..."

​"Yaaah ... Ibu nggak sengaja memotret sesuatu yang menarik saat berkeliling kemarin," ujar Rui Maya dengan senyum misterius yang menenangkan. "Barangkali, foto ini bisa membantumu untuk melangkah."

​Nuha terdiam.

​Rui Maya menepuk pelan bahu Nuha, memberikan kekuatan fungsional yang sangat dibutuhkan gadis itu. "Kamu kuat dengan caramu sendiri, Nuha. Hadapilah kenyataan yang tengah menyapamu ini. Bunda-- eh maksud Ibu, Ibu tahu ada seseorang yang jauh di sana tengah menaruh kepercayaan dan harapan yang sangat besar kepadamu."

​"Gimana Ibu bisa tahu?"

​"Syut!"

​Rui Maya menghentikan pertanyaan itu dengan gestur lembut. Ia menyunggingkan senyum penuh arti, mengganti rasa penasaran Nuha dengan sebuah tawaran taktik rahasia.

"Kalau orang lain mampu membuat skenarionya sendiri, kenapa kita enggak? Setiap orang berhak untuk itu, entah bakal dipandang benar atau salah."

​"Skenario?"

​"Yup. Kamu kan anak Multimedia, Ibu tahu kamu pasti canggih kalau urusan menyusun taktik visual," puji Rui Maya dengan binar mata mendukung. "Ibu tunggu hasil karyamu, ya. Bikin suasana panggung pemilihan ketua OSIS esok hari jadi jauh lebih seru. Ibu sangat mengandalkanmu."

​"Tapi, saya--"

​"Syut!" Potong Rui Maya lagi, menempelkan telunjuknya di udara sebelum kata penolakan itu sempat selesai diucapkan. Ia sudah sangat hafal dengan tabiat siswinya ini. Nuha pasti akan terus menolak dan mencari seribu alasan untuk mundur akibat sifat tertutupnya.

​Rui Maya mencondongkan tubuhnya sedikit, lalu berbisik dengan nada penuh teka-teki yang mengunci perhatian Nuha sepenuhnya. "Jika kamu berhasil menyelesaikan misi ini, sebagai hadiahnya ... Ibu janji akan mempertemukanmu dengan seseorang yang sangat berharga."

​Nuha langsung menegang di tempatnya, berdiri kaku dengan mata membelalak sempurna mendengarkan janji misterius dari sang kepala sekolah.

​Reaksi syok itu seketika membuat Rui Maya mati-matian menahan gelak tawanya. Bagi wanita itu, gestur spontan Nuha yang kebingungan terlihat sangat menggemaskan.

Tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, Rui Maya pun melangkah pergi meninggalkan koridor, hanya menyisakan suara tawa kecil yang sengaja ia tahan dengan gemas sepanjang jalan.

​"Kapten Nuha! Ayo kita cari bukti itu!" seru Hawa bersemangat, antusias dengan misi ini. "Bukankah ini seru banget? Mencari rahasia dan taktik di dunia nyata kayak begini ternyata nggak kalah menegangkan dibanding dunia fantasy yang biasa kita bikin!"

​"Tapi, Hawa--"

​"Syut!"

Hawa dengan cepat memotong kalimat itu, meniru persis gestur telunjuk di bibir ala Ibu Kepala Sekolah tadi dengan ekspresi wajah yang dibuat-buat serius.

​Melihat tingkah konyol Hawa yang memang terkenal hobi meniru orang lain, pertahanan diri Nuha runtuh juga. Semburat tawa tipis akhirnya lolos dari bibirnya, sedikit mengikis beban berat yang sejak pagi menghimpit dadanya.

​"Sekali ini saja, ya?"

​"Ayay, Kapten!" Hawa langsung memberi hormat dengan gaya militer yang jenaka. "Kalau misi ini berhasil, gue janji bakal jamin lo bisa tidur satu minggu penuh tanpa gangguan dari siapa pun!"

"Mana bisa begitu, oneng!"

​"Heh! Lo berani manggil gue oneng?!" Hawa langsung berkacak pinggang, pura-pura melotot garang. "Lo yang oneng dasar otak udang! Lemot banget kayak siput kalau diajak ngomong!"

Sebuah skenario nekat itu, entah bakal menyelamatkannya, atau justru menghancurkan segalanya. Namun yang pasti, hari esok tidak akan berjalan sesuai rencana Dilan.

​Hari pemilihan ketua OSIS yang dinanti-nanti pun akhirnya tiba. Berbeda dengan sekolah lain yang hobi menggelar debat panas atau panggung orasi, sekolah Nuha punya aturan yang cukup kolot!

Tidak ada kampanye, apalagi bagi-bagi pamflet modal tebar pesona. Pihak sekolah sepenuhnya memercayakan pilihan pada penilaian siswa nanti di saat pemilu berlangsung.

Alhasil, modal utama para kandidat murni hanyalah popularitas, jaringan pertemanan, dan seberapa baik reputasi mereka di mata murid-murid lain. Sehingga membuat para murid bertanya-tanya, Siapakah kandidat yang bakal jadi calon Ketua OSIS?

​Di dalam aula yang gerah, setelah serangkaian pembacaan susunan acara selesai dibacakan, MC akhirnya memanggil ketiga pasang calon untuk naik ke atas panggung.

"Pasangan calon nomor satu atas nama Dilan Langit Diantoro dan Bagas Baskoro silakan naik ke panggung."

"APA?!"

Dilan sempat tertahan, berniat melayangkan protes keras ke meja panitia, namun suara lantang MC telanjur menggema memanggil pasang calon kedua, yaitu Sifa Zifara yang berpasangan dengan Fania Queenza, disusul pasang calon ketiga dari kelas sebelah.

​Di sesi inilah, para kandidat diperkenankan menyampaikan visi-misi singkat dan menampilkan video kampanye yang sebelumnya sudah diserahkan ke bagian moderator.

Dilan berbisik tajam ke arah SIfa dengan urat leher yang menegang. Ia menuntut penjelasan bagaimana bisa cewek itu maju sendiri, padahal semua berkas pendaftaran sudah diurus bersama.

Namun, Sifa hanya membalas dengan tatapan dingin dan jawaban super singkat, "Gue pindah haluan." Jawaban itu sukses membuat Dilan mengumpat tertahan, menyadari bahwa harga dirinya baru saja diinjak-injak.

​Dari kejauhan,

Hawa geregetan gembira. Mewakili suara hati Nuha yang tengah mengalami introvert hangover, Hawa bicara. "Sukurin, Wu! Itulah akibatnya. Kebiasaan burukmu yang suka nyepelein dan hobi menyuruh-nyuruh orang."

"Aku ... capek banget."

"Tunggu dulu, Kapten! Hari ini, kamu harus bersorak atas keberhasilan rencana kita kemarin! Bertahanlah sampai pemilihan ini selesai, Okay?!" sesemangat itu Hawa.

"Haaahhh,"

"Kamu boleh bersandar di bahuku, Nuha," tawar Fani. Menepuk bahunya untuk menjadi sandaran kepala bagi sahabatnya yang tengah berjuang maksimal kemarin.

Nuha mengangguk.

Dilan tidak pernah tahu bahwa di detik-detik terakhir pendaftaran, Nuha-lah yang sudah mengacak-acak seluruh rencananya.

​Sejujurnya, setelah insiden menolong adik kelas di gudang tua hari itu, Nuha sempat dibuat frustrasi setengah mati oleh Sifa. Di dalam kelas, Sifa bersikeras tetap ingin maju mendampingi Dilan.

Alasan Sifa masuk akal.

Meski dia punya citra bersih di mata murid dan guru, dia sadar bakal kalah telak kalau Dilan bergerak menggunakan kekuatan uangnya. Apalagi Dilan memang sempat dia pergoki diam-diam menyodorkan uang di sela-sela obrolannya di tempat tersembunyi.

​Selain itu, niat Sifa menjadi wakil sebenarnya demi kebaikan. Dia ingin menjadi 'rem' yang bisa mengendalikan sikap Dilan kalau cowok itu bertindak semena-mena saat terpilih nanti. Niat mulia itu sempat membuat Nuha tidak punya pilihan selain pasrah demi mendukung sahabatnya.

​Meski di sisi lain, Nuha tidak bisa membohongi rasa kecewanya. Baginya, Sifa egois. Sahabatnya itu terlalu fokus pada ambisi dan niat baiknya sendiri, sampai lupa kalau ada Nuha yang dijadikan taruhan di sini.

Sifa sama sekali tidak membahas dilema itu. Kenyataan bahwa Nuha harus menyerahkan dirinya sebagai pacar Dilan jika mereka menang, sempat membuat otak Nuha hampir pecah karena stres.

​Namun, semuanya berubah keesokan harinya. Begitu selesai dilabrak Dilan dan mendapatkan suntikan motivasi dari Rui Maya, keberanian Nuha yang sempat padam langsung terbakar kembali. Dia menolak untuk tinggal diam dan membiarkan Dilan menyetir hidupnya begitu saja.

Kembali ke pemilu.

"Pasangan calon nomor satu dipersilakan menyampaikan visi dan misinya ..."

.

.

. Next》Bab 15. Stay tune 👋

1
Surya Alfian
WKWKWK "BAMBANG" gue ngakak.
🤣🤣 Udah dibangun tegang, romantis, deg-degan, eh ditutup dengan panggilan Bambang.
Surya Alfian
gue kira mau dicipok ini ciwi, deg-degan woy!! 😳❤️ Kelihatan kalau dia udah mulai jatuh hati tanpa sadar.
Surya Alfian
Gue jadi pengen tahu pas Kakeknya nanti turun tangan bakal segila apa. 🍿😏
Surya Alfian
Ending-nya manis banget, asli bikin senyum. 😆💕 Waduh, fix ini mah udah masuk fase salah tingkah. 😂🌸
Surya Alfian
Scene Muha sama Nuha di meja makan tuh adem banget. 🥹☕ Kakaknya galak tapi kelihatan banget sayangnya tulus, sementara Nuha polos banget sampai bikin gue senyum-senyum sendiri. Chemistry kakak-adiknya enak dibaca.
Surya Alfian
Wkwkwk Naru ini licik level dewa.
🤣 malah ngajak tinggal bareng di kos biar bisa nyiksa mentalnya pelan-pelan. Musuh paling bahaya emang yang senyumnya paling kalem. 😭👌
Surya Alfian
😭📖 Doa Naru ke kakeknya kerasa tulus banget. Gue fix lanjut baca cuma buat tahu kenapa dia sampai harus minta "kebebasan". 🚀
Surya Alfian
🤔❤️ Dia perhatian banget sampai hafal detail-detail kecil tentang Nuha, tapi kalimat "cuma gue yang boleh memahami dia" itu vibes-nya agak posesif. Gue jadi penasaran dia bakal jadi green flag atau malah red flag nantinya. 👀
Surya Alfian
Dilan akhirnya kena mental. 😮‍💨👏
Selama ini dia kebanyakan gaya dan ngerasa semua bisa diselesain pake duit, eh giliran nama bokapnya dibawa langsung ciut. Karma emang nggak pernah salah alamat. 😂🔥
Muft Smoker
mereka lucuu kan ,, 😂😂😂😂 ,,



kak nama2 tokoh mu unik2 yx ,,
lanjut kak
Mega Siregar
padahal sebagai seorang dokter jiwa seharusnya tahu bahwa memanjakan anak tanpa ada kasih sayang dan perhatian dan pengajaran tentang hidup dari orang tua, hanya membuat seorang anak menjadi rusak
ginevra
ketikannya.... sumpah alay banget ini dilan....
ginevra
kakeknya keterlaluan sih... nggak heran baru jadi nggak betah. kasih kelonggaran dikit lah ...
Xlyzy
sumpah keterlaluan banget, pengen tak ketuk pala nya pakek martil
Xlyzy
Jahat ih kalian jangan gitu lah aku ketuk nih kening nya kalau nakal
Filan
gimana kalau diajak pacaran sama Naru? apa dia ga mikir ke sana?
Kan dia suka sama Naru.
Miu.Nuha: iya nanti dilemanya disitu...
Nuha blm sadar kalo dia suka, dia cuma lagi seneng2nya jatuh cinta #eh
total 1 replies
Filan
btw, Muha ini emang gampang marah juga ya.
Filan
ya ampun, tidur dua hari?
Filan
'persahabatan' yang punya arti lain,
Filan
tanggung jawabnya macam apa, aslinya lu ga punya apa-apa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!