NovelToon NovelToon
Cinta Bertahan

Cinta Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rati Tiwi

Sepasang kekasih yang terlihat baik-baik saja, pada akhirnya bisa berakhir juga. Ayra Grizelle mengakhiri hubungannya pada Bagas Cakra Wardana kekasihnya, di hari bahagia mereka yaitu saat wisuda. Keduanya tampak bahagia, tapi sayang seribu sayang Bagas mendengar ucapan Ayra bahwa wanita itu ingin mengakhiri hubungan mereka.

Bagas sangat terkejut dan tidak suka dengan keputusan Ayra secara sepihak yang menurutnya egois. Bahkan Bagas belum mengetahui penyebab Ayra memutuskan hubungan mereka.

Maka dari itu, Bagas bertekad untuk membuat Ayra kembali padanya sekaligus ingin mengetahui penyebab Ayra meninggalkan dirinya. Semua usaha Bagas untuk mendapatkan Ayra menjadi miliknya kembali haruslah dia tempuh dengan caranya sendiri. Setiap perjuangan bahkan ujian akan dia hadapi walau itu membuat dirinya kecewa. Tapi kalau jodoh pasti tak akan kemana. Bagas yakin jika Ayra memang jodohnya maka dia pasti akan bersatu dan kembali bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rati Tiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajakan Bagas

Satu jam Ayra mengajak Baby berkeliling kantor, kini saatnya Ayra disibukkan dengan pekerjaannya kembali sebagai sekretaris Bagas. Karena setelah 3 hari dia yang selalu menghandle semua pekerjaan Bagas dan hari ini Ayra mulai agak sedikit leluasa karena kehadiran Bagas, sang bos besar.

Tapi tidak semudah yang dibayangkan oleh Ayra, kini dia mulai berpikir bagaimana perasaan dirinya saat berhadapan dengan Bagas yang sekarang telah ada bersamanya kembali jika saat ini saja dia telah bekerja kembali. Saat Bagas tidak ada serasa dunianya kosong, tapi saat Bagas muncul kembali dunianya mulai bersinar, namun hatinya tidak menentu. Seakan dirinya begitu canggung jika berhadapan dengan Bagas kembali.

Seperti saat ini Ayra yang berhadapan dengan Bagas setelah dia dipanggil ke ruangannya. Ada beberapa berkas lagi yang dibawa oleh Ayra di tangannya. Itu sekaligus akan dia tunjukkan kepada Bagas.

"Ada yang perlu saya bantu, Pak? Apakah Bapak membutuhkan berkas ini?" tanya Ayra saat dia masuk ke ruangan Bagas sambil menunjuk kan berkas dihadapan Bagas.

"Itu berkas apa?" tanya Bagas sambil melirik berkas yang ada di tangan Ayra.

"Berkas laporan keuangan yang diminta oleh Gian kemarin. Ini baru selesai saya perbaiki. Gian bilang langsung kasih ke Bapak saja," ungkap Ayra merasa aneh dengan raut muka Bagas.

Bagas langsung mengambil berkas itu, lalu membuka lembarannya. Kemudian terdiam sejenak, lalu memandang Ayra sekilas saat yang dipandang ternyata memandangnya juga. Bagas sontak kaget. Dia pun melanjutkan membolak-balikkan lembar demi lembar berkas itu. Pikirannya mulai bimbang. Namun Ayra pula bingung dengan sikap Bagas saat ini.

"Bapak dari tadi hanya membolak balikkan kertas itu, kalau butuh membacanya saya balik ke ruangan saya lagi, trus saya akan mengambil kembali berkasnya nanti," ujar Ayra mendadak canggung karena tatapan Bagas yang mendominasi.

"Nggak perlu, aku akan menandatangani berkas ini skrg," kata Bagas sambil mengambil bolpoin di depannya.

"Saya...," ucap Ayra yang belum terselesaikan.

"Tunggu disini saja," titah Bagas terang-terangan.

"Hah, emm...ya baiklah," Ayra bertambah canggung.

Wajar bila Ayra saat ini canggung, ya karena mereka tidak bertemu dan berkabar sejak 3 hari. Mau sapa tentang kabar saja diantara keduanya masih saja gengsi. Kini Ayra hanya melihat Bagas dengan pekerjaannya saja sampai selesai tanpa satu kata pun. Mereka berdiam satu sama lain.

Tak berapa lama kemudian, akhirnya Bagas selesai menandatangani semua berkas. Ayra pun bersiap-siap untuk membawanya kembali sebagai laporan. Ayra sangat lega akhirnya dia akan keluar dari ruangan Bagas. Namun siapa sangka Bagas malah menahan dirinya disana.

"Apa ada perlu sesuatu lagi?" tanya Ayra memberanikan diri.

"Kamu...apa kabar?" tanya Bagas yang memulai percakapan. Dia sedikit ragu-ragu.

Ayra membelalakan matanya dan mulai gugup.

"Baik," singkat Ayra.

Bagas hanya mengangguk dan memegang dagunya beberapa kali. Dia bingung mau bertanya apa lagi, padahal dia akan bertanya banyak pada Ayra, namun Bagas lupa saking gugupnya. Hanya beberapa hari tidak bertemu, mereka sangatlah canggung. Lalu bagaimana dengan perpisahan mereka selama dua tahun yang baru dipertemukan kembali? Tapi Bagas tidak begitu Secanggung sekarang berhadapan dengan Ayra.

Begitupun dengan Ayra, ingin sekali rasanya dia menanyakan hal yang sama seperti Bagas namun dia gengsi. Apalagi Ayra sangat ingin tahu kabar tante Rima dari mulut Bagas sendiri, namun Ayra tidak begitu berani.

"Saya permisi, Pak!" ucap Ayra hendak melangkah pergi.

"Malam ini kamu ada janji, tidak?" Bagas bertanya kembali membuat Ayra berhenti melangkah yang kedua kalinya.

"Sepertinya tidak ada," jawab Ayra jujur.

"Nanti aku jemput kamu jam 8 malam dikontrakkan, kita dinner diluar," ujar Bagas tanpa ragu.

"Hem baiklah," jawab Ayra singkat, lalu kembali melangkah pergi.

Kali ini Ayra melangkah dengan cukup cepat, takut jika Bagas menahan langkahnya kembali. Namun Ayra pun sedikit deg degan karena ajakan makan malam oleh Bagas. Bisa-bisanya dirinya menyetujui begitu saja ajakan Bagas. Padahal dirinya sangat lah malu, tapi hatinya berkata sangat lah bahagia bila berduaan bersama Bagas lagi.

"Astagfirullah, kenapa dengan diriku? Apa aku terlalu cepat mengatakan iya pada Bagas? Kenapa aku begitu luluh padanya saat ini. Pasti dia merasa menang dan mentertawakan aku, arghhhh!" umpat Ayra sambil menutup mukanya yang memerah seperti kepiting rebus.

Ayra tidak henti memegang wajahnya. Dia sangat merasa malu mengiyakan ajakan Bagas. Bak menelan ludah sendiri, padahal dia tidak ingin lagi berhubungan dekat dengan Bagas, namun hatinya berkata lain. Mau gengsi, takut dia akan menyesal nantinya. Tapi kalau sudah kejadian seperti ini, menerima ajakan Bagas yang begitu mudah baginya mengiyakan, itu sama artinya dia membuka kembali hatinya untuk sang mantan.

Beberapa jam kemudian, malam pun mulai tiba. Ayra begitu cemas dan sangat gugup. Jantungnya berdebar seperti pertama kali dirinya menjalin hubungan dengan Bagas. Dirinya sudah lama tidak merasakan hal seperti ini. Bohong jika Ayra tidak menyimpan perasaan untuk Bagas. Namun wajahnya yang gugup, Ayra tetap merahasiakannya agar tidak terlalu kentara. Padahal dia sudah menahan gejolak rindu yang bertubi-tubi pada Bagas. Begitu halnya pula Bagas terhadap Ayra.

TOK TOK TOKKKK

"Assalamu'alaikum, Ayra."

Ayra yang tadinya melamun, kini dia bangkit berdiri dari depan kaca riasnya. Dia kaget plus kakinya tersandung di meja rias.

Bruk

"Awww," keluh Ayra kesakitan.

TOK TOK TOKKKK

"Assalamu'alaikum, Ayra." panggil Bagas yang kedua kalinya.

Ya, itu adalah Bagas yang mengetuk pintu sekaligus mengucapkan salam pada Ayra. Namun Ayra tak kunjung membalas salam Bagas dari dalam rumah.

Sedangkan Ayra yang berada di dalam kamarnya menatap jam di dinding yang menunjukkan pukul 19.00, sontak Ayra kaget. Karena perkiraan Ayra, bahwa Bagas mungkin akan menjemput dirinya terlambat, namun siapa sangka, nyatanya Bagas datang lebih cepat satu jam dari janjinya yang akan menjemput dirinya pukul 20.00 malam.

"Kenapa Bagas datang cepat sih, ya ampun. Padahal aku belum siap-siap," keluh Ayra yang cepat-cepat dia berlari ke arah pintu depan.

CEKLEK

Pintu pun dibuka, terlihatlah wajah Bagas yang berada dihadapan Ayra sekarang. Ayra diam tanpa kata melihat dandanan Bagas yang begitu sangat gagah dengan balutan jas berwarna hitam seperti bintang film dilayar lebar, Tom Cruise.

"Ay...Ay...Ayra," sapa Bagas beberapa kali.

"Eh, i-iya...aku belum siap-siap. Lagian ini baru jam 7 malam loh. Kamu kecepatan datangnya," jawab Ayra dengan sedikit gugup.

"Nggak apa-apa, aku tunggu kamu," ucap Bagas dengan senyuman.

Ayra hanya diam, entah apa yang dipikirkan dirinya.

"Ay, kamu nggak mungkin biarin aku berdiri diluar seperti ini, kan?" tanya Bagas yang membangunkan lamunan Ayra.

"Eh, i-iya...silahkan masuk."

Setelah Ayra mempersilahkan Bagas masuk rumahnya, kini giliran Ayra yang kebingungan. Dia seperti linglung, tidak tau harus bagaimana menjamu seorang Bagas.

"Aku buat minum dulu," Ayra hendak melangkah.

"Nggak usah, Ay. Mending kamu masuk kamar dan berhias," ucap Bagas.

"Hemm, baiklah. Aku ke kamar dulu," Ayra pun melangkah pergi, tapi anehnya Ayra malah melangkah ke arah dapur, terlihat dari arah depan ruang tamu yang terlihat pula oleh Bagas.

Bagas pun menjadi bingung. Sontak Bagas memanggil Ayra.

"Ayra!" seru Bagas.

"Kenapa?" Ayra langsung menoleh kebelakang.

"Itu kan dapur, bukan kamar," kata Bagas.

"Ah, eh i-iya. Aku lupa," ucap Ayra, dirinya menjadi salah tingkah.

Bagas terkikik karena ulah Ayra yang sangat menggemaskan.

Ayra merasa malu karena gugupnya sampai diketahui oleh Bagas. Hingga Ayra melangkah cepat begitu saja ke arah kamarnya.

Bersambung....

1
Dedek Gemes
lanjut thor
Dedek Gemes
hajar trus ay💪💪
Dedek Gemes
wuasekkk🤣🤣
Dedek Gemes
😲😲😲😲😲
Pink Ky
tuh skali2 liat yg bening, wihhh Bagas paling bisa, mantul👍
Pink Ky
sikat Bagas ada rezeki syg ditolak😂
Pink Ky
aku juga ada kenangan dgn pizza hehe
Pink Ky
👍👍👍👍👍
Pink Ky
Bagas wkwkwk
Pink Ky
usaha sndri lah bagas
Happy Love
matanya tolong dikondisikan bagas😂
Rati Tiwi: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Happy Love
novelnya bagus, ceritanya seru lucu dan menggemaskan sperti kata Bagas ke ayra😁❤️
Happy Love: sama2❤️
total 2 replies
Happy Love
GK ada kapok ny nih Bagas, msh aja ngeselin ayra, lanjut kak ❤️
Happy Love
egois krna cinta sama loe ay
Happy Love
aku pinisirin juga
Rati Tiwi: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Happy Love
bos GK ada akhlak, wkwkwkw🤣
Happy Love
bagus👍👍👍
Happy Love
KLO bos ya gitu, suka maksa seenaknya dia aja gitu
Happy Love
ayo terima terima terima ay😁
Happy Love
ngakakkkkkk🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!