Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,
" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.
" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."
" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wajah Kuntilanak Itu Sangat Seram Mirip Monster
Kuntilanak itu mencekik batang leher fani lalu tubuh fani di lempar kan kasar, bug tubuh fani mendarat kencang di daun pintu membuat pintu kamar fani jebol.
" Ya allah fani." teriak buk jumi saat melihat tubuh fani terkulai tidak sadar kan diri Dan tiba tiba saja lampu di ruang tamu seperti rusak, Menyala lalu mati dan terus berulang,
Ica langsung mengapit lengan buk jumi.
Sedang pak tarjo ia berusaha mencari fani dengan cara meraba lantai.
" Apa ini." gumam pak tarjo saat jemari nya meraba benda tapi empuk mirip seperti roti basah, Pak tarjo terus meraba, dan jemari nya berhenti saat merasa ada hal aneh.
" kok seperti wajah. " gumam pak tarjo seraya menajamkan penglihatan nya, Pak tarjo terpaku saat melihat apa yang di depan mata nya, ia buru buru menyingkir kan jemari nya dari wajah yang sangat mengerikan itu,
Tiba tiba saja tubuh pak tarjo terhepas dengan sendiri nya, dan mendarat di sisi pintu utama sangat kencang..!
Hihihi
suara kikian begitu menggelegar memenuhi ruangan itu, Tentu saja membuat ica dan buk jumi ketakutan,ica langsung lari keluar dari rumah itu,
" Tolong tolong." teriak ica.
Tentu saja teriakan ica membangun kan para tetangga pak tarjo dan mereka juga langsung pada keluar rumah nya masing masing.
" Aya naon ca." (ada apa ca)
" Ada kuntilanak di rumah paman tarjo." teriak ica.
" Hah kuntilanak, dia datang lagi." ucap warga seraya kembali masuk ke rumah masing masing,
Memang beberapa hari yang lalu Desa lengi di teror oleh kuntilanak merah, dan warga sangat ke takutan, Ica pun memilih lari ke arah rumah nya, di jalan ica berpapasan dengan sukma.
" Ica ada apa." tanya satria
" Bang tolong bang di rumah paman ada kuntilanak sedang mengamuk, kuntilanak itu menyerang fani dan juga paman." ucap ica seraya tersengal,
Sukma Doni Zia dan satria pun buru buru menuju rumah pak tarjo.
" Ayo ca." panggil satria, Ica pun lari menuju satria
" Yakin ada kuntilanak ca." tanya satria.
" Iya bang beneran." ucap ica.
Saat tiba di depan rumah pak tarjo benar saja kuntilanak itu sedang mencengkram batang leher buk jumi, Sedang kan pak tarjo sudah tidak sadar kan diri, kepala nya terbentur sangat kuat dan membuat nya kehilangan kesadaran nya,
" Hey lepas dia." ucap Zia.
Tapi kuntilanak itu hanya menyeringai saja, dan semakin memperkuat cengkraman nya membuat buk jumi tersengal, kuntilanak berwajah seram itu membawa tubuh gempal buk jumi melayang ke udara, setelah itu tubuh buk jumi di hentakan nya dengan kasar, naas kepala buk jumi mengenai batu cukup besar,
Bug !! suara kepala beradu dengan batu begitu nyaring, Dan sosok kuntilanak itu hilang begitu saja.
" Sudah lah jangan menolong mereka, lebih baik kita pulang lagi saja." ucap sukma seraya menarik lengan satria.
" Tapi kita harus mendorong mereka dek." ucap satria.
" Ngapain nolong manusia jahat, ayo pulang." sentak sukma.
" Kak aku mohon tolong paman ku." ucap ica.
" Maaf ica cari saja orang lain, bukan kah Paman mu banyak anak buah, lalu dia mana mereka saat di butuh kan tuan nya." ucap sukma seraya pergi tentu saja yang lain juga ikut termasuk Zea.
" Pak buk tolong pada keluar aku mohon." teriak ica seraya menangis
" ica, Ica ada apa.? " Tanya ayah nya
" Ayah lihat Bibi terluka, Paman juga belum sadar kan diri fani juga sama mereka di serang kuntilanak."
" Kuntilanak merah bukan ??."
" Bukan ayah ini beda lagi aku lihat kuntilanak itu bawa bayi." ucap ica.
Beberapa warga pun keluar dari rumah nya karena ayah nya ica terus teriak agar mereka keluar,
" Innalillahi." ucap salah satu warga saat menolong buk jumi, Buk jumi meninggal karena luka parah di kepala nya, pak tarjo juga baru saja siuman, ia bangkit seraya memijit kepala nya, lampu di rumah nya sudah menyala kembali, fani juga sudah siuman walau pun tubuh nya tidak bisa ia gerakan.
" Ibu ibu." teriak fani saat melihat ibu nya di bawa masuk.
" Sabar ya fani ibu mu sudah meninggal." ucap ica seraya memeluk fani,
" Tidak ibu !!!!! ." Jerit fani,
" Ini semua gara gara ayah, kuntilanak itu pasti salah satu wanita yang ayah sakiti terus dia meninggal dan kini dia meneror kita." teriak fani seraya menangis tersedu, Pak tarjo hanya diam di sofa seraya memijit dahi nya, bahkan tidak ikut serta mengurus jenazah buk jumi
Pagi hari buk jumi di makam kan, Sedang kan fani dari tadi malam sudah di bawa ke rumah sakit, lengan sebelah kiri fani tulang nya ada yang retak, karena benturan yang sangat kuat,
" Ibu ini semua salah ayah, itu pasti kuntilanak bi nia, dia mau aku dan ibu mati, tapi apa salah kita buk, ini semua salah ayah, harus nya dia yang bertanggung jawab bukan kita." batin fani seraya menetap tembok berwarna putih.
" Buk jumi meninggal." ucap satria.
" Doni, Buk jumi itu siapa ???." Tanya
" Istri pertama pak tarjo, kata nya fani juga sedang di rumah sakit."
" Seperti nya kuntilanak itu ingin menghabisi penghuni rumah itu." ucap Doni.
" Ya sudah pasti itu bang."
" Bagus lah jadi kita gak usha repot repot, tapi tetap saja aku dendam dengan pak tarjo, ucap Doni.
" Tapi kasian fani dan buk jumi mereka tidak salah apa ара tapi kena imbas nya." sahut satria,
" Abang mau ke mana,? Mau ke saung." sahut Doni seraya menuju saung, Doni memang sudah tinggal kembali di rumah satria tapi tiap hari Doni pasti ke saung,
" Bang tapi tidak lama lagi maghrib loh ayo kita masuk saja." ucap satria, Tapi Doni tidak menghiraukan nya, Doni masih menunggu Sarti sesuai yang di ucap kan Sarti di dalam mimpi nya.
Doni duduk di saung itu. " sayang abang rindu, kapan kamu pulang sayang, harus nya kamu sudah lahiran sekarang." batin Doni seraya merebah kan tubuh nya,
Angin sepoi sepoi membuat Doni ngantuk ia pun memejam kan kedua mata nya.
Kreet..! Bunyi papan yang terbuat dari bambu bunyi, seperti ada yang duduk di samping Doni, Doni pun perlahan membuka mata nya,
" Sarti !!!." Ucap Doni seraya buru buru bangkit duduk, Tapi tiba tiba saja sosok yang mirip dengan Sarti hilang begitu saja, Doni mengucek mata nya.
" Mungkin aku terlalu merindukan nya." gumam Doni seraya kembali merebah kan tubuh nya, Suara burung terdengar riuh dari hutan yang tidak jauh dari nya, Doni pun memilih pulang kerana hari sudah mulai gelap,
" Satria tadi aku melihat Sarti tapi tiba tiba saja Sarti hilang." ucap Doni.
" Karena abang terlalu merindukan nya." sahut satria.
" Apa kamu tidak merindukan kaka mu ???."
" Tentu saja aku sangat merindukan kaka, tapi abang tahu sendiri apa yang harus kita lakukan, kita sudah cari kaka tapi tidak menemukan kaka, Sedang kan kita tidak punya jejak keberadaan kaka."
" Satria apa mungkin kuntilanak yang meneror keluarga pak tarjo itu Sarti ??."
Satria menaut kan dahi nya,
" Aku tidak tahu tapi wajah nya tidak mirip dengan kaka, wajah kuntilanak itu sangat seram mirip seperti Monster." sahut satria.