NovelToon NovelToon
Apocalyps Girl

Apocalyps Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Zombie / Ruang Ajaib
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arju na

Sinopsis

Selama delapan tahun bertahan hidup di dunia yang telah hancur akibat kiamat zombie, Lily Mahendra berjuang menghadapi kelaparan, monster, dan pengkhianatan. Namun, pada saat ia hampir mencapai harapan terakhirnya, sahabat yang paling ia percayai justru mendorongnya ke tengah gelombang zombie yang mengamuk.

Saat kematian tampak tak terhindarkan, Lily membuka mata dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat satu minggu sebelum kiamat melanda.

Kali ini, ia tidak sendirian. Sebuah Sistem Bertahan Hidup misterius dan Ruang Dimensi yang penuh sumber daya hadir untuk membantunya. Dengan pengetahuan tentang masa depan dan kesempatan kedua yang tak ternilai, Lily bertekad mengubah takdirnya, membalas pengkhianatan yang pernah ia alami, serta melindungi orang-orang yang benar-benar layak dipercaya.

Akankah Lily mampu bertahan dan membangun kehidupan yang lebih baik di tengah kehancuran dunia? Atau akankah takdir kembali menyeretnya menuju akhir yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arju na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 14 – PERJALANAN MENUJU PANGKALAN B

Setelah mengatasi para pengganggu di dealer mobil, Lily dan keluarganya kembali melanjutkan perjalanan menuju Pangkalan B.

Saat ini campervan besar yang mereka temukan sebelumnya sedang melaju membelah jalanan kota yang dipenuhi zombie.

Di dalam campervan, suasananya cukup tenang.

Lily duduk di sofa panjang sambil ditemani Kenzo dan Luna. Kedua bocah kembar itu tampak jauh lebih santai dibanding saat pertama kali bertemu dengannya.

Sementara itu, Mommy Grace, Daddy Mike, Tante Mauren, Paman Damar, dan Mbok Surti sedang beristirahat di tempat tidur susun setelah hari-hari yang melelahkan.

Athar dan Alex duduk di bagian depan kendaraan menemani Mang Ujang yang sedang menyetir.

Luna yang duduk di samping Lily tiba-tiba menarik ujung bajunya.

"Kak Lily?"

"Hm?" Lily menoleh sambil tersenyum.

"Apa di tempat tujuan kita nanti kita bakal aman?"

Pertanyaan polos itu membuat Lily terdiam sejenak.

Ia lalu mengusap rambut lurus Luna dengan lembut.

"Hmm... Kakak juga nggak tahu."

Lily menatap jalanan yang terlihat dari jendela campervan.

"Tapi semoga saja tempat itu lebih aman daripada tempat yang sekarang."

Luna mengangguk pelan.

Meski belum sepenuhnya mengerti, setidaknya ia merasa lebih tenang setelah mendengar jawaban Lily.

Saat itulah perhatian Lily beralih kepada Sarah.

Sejak tadi gadis itu hanya duduk diam sambil menatap keluar jendela.

Ia hampir tidak berbicara sama sekali.

Bahkan saat bersama ayah dan neneknya.

"Kak Sarah?"

Sarah yang sedang melamun langsung tersentak.

"Eh?"

"Kenapa dari tadi diam saja?"

Lily bertanya dengan lembut.

Berbeda dengan sikap dinginnya kepada orang asing, Lily selalu memperlakukan orang-orang yang dekat dengannya dengan penuh perhatian.

Sarah tersenyum canggung.

"Nggak kenapa-kenapa kok, Non Lily."

"Panggil Lily aja."

Lily tersenyum tipis.

Sarah terlihat ragu beberapa saat sebelum akhirnya berbicara.

"Sebenarnya..."

Matanya mulai berkaca-kaca.

"Saya khawatir sama ibuk."

Lily langsung terdiam dan mendengarkan.

"Meskipun ibuk dan bapak sudah lama pisah..."

Sarah menundukkan kepala.

"Dan meskipun ibuk sering marah sama saya..."

Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

"Saya tetap khawatir."

"Apalagi keadaan sekarang seperti ini."

Lily tidak langsung menjawab.

Ia hanya mengusap pelan bahu Sarah.

Memberikan dukungan tanpa banyak kata.

"Kalau ibuk Kak Sarah masih hidup..."

Lily tersenyum lembut.

"Suatu hari nanti kalian pasti bertemu lagi."

Ia berhenti sejenak.

"Tapi kalau ternyata takdir berkata lain..."

Lily menggenggam tangan Sarah.

"Kakak harus tetap kuat, ya."

Sarah mengangguk pelan.

"Terima kasih, Lily."

Di kursi depan, Mang Ujang sebenarnya mendengar seluruh percakapan itu.

Namun ia memilih diam.

Karena jauh di dalam hatinya, ia juga mengkhawatirkan keadaan mantan istrinya.

 

Hampir satu jam campervan melaju membelah jalanan kota.

Zombie masih terlihat berkeliaran di berbagai tempat.

Namun karena mereka belum berevolusi, para zombie itu tidak terlalu berbahaya.

Saat sedang melihat ke luar jendela, Lily tiba-tiba menemukan sesuatu.

Sebuah minimarket besar di pinggir jalan.

"Mang, berhenti dulu!"

Mang Ujang langsung menginjak rem.

"Ciiittt..."

Campervan berhenti perlahan.

"Kenapa, Non?" tanya Mang Ujang.

Lily menunjuk ke arah minimarket.

"Aku lihat ada minimarket."

Matanya berbinar.

"Coba kita periksa dulu. Siapa tahu masih ada persediaan makanan."

Mang Ujang mengangguk.

"baik non."

Ia segera memarkirkan campervan tepat di depan bangunan tersebut.

Lily lalu berjalan menuju tempat tidur susun.

"Mom, bangun."

Ia menggoyangkan tubuh ibunya perlahan.

"Enghh..."

Mommy Grace menguap.

"Kenapa, sayang?"

"Kita berhenti dulu."

Lily tersenyum.

"Mau cari persediaan makanan."

Daddy Mike yang juga sudah bangun langsung bertanya.

"Masih berapa lama lagi sampai Pangkalan B?"

Lily berpikir sejenak.

"Kalau perjalanan lancar dan kita nggak terlalu sering berhenti..."

"Mungkin sekitar tiga hari lagi."

Daddy Mike mengangguk pelan.

"Masih jauh juga, ya."

Setelah semua orang terbangun, mereka pun turun dari campervan.

Lily lalu mulai membagi tugas.

"Oke."

Ia memandang semua orang.

"Siapa yang mau ikut masuk?"

Mommy Grace langsung mengangkat tangan.

"Aku."

"Tante juga," sambung Tante Mauren.

"Daddy ikut."

"Mbok juga ikut, Non."

"Aku juga," kata Alex.

Saat Lea hendak mengangkat tangan, Lily langsung menoleh.

"Nggak."

Lea langsung membeku.

"Hah?"

"Kak Lea tetap di sini."

Lily menunjuk Kenzo dan Luna.

"Seseorang harus menjaga mereka."

Kemudian ia menunjuk Tiger yang sedang berbaring.

"Aku juga bakal suruh Tiger membantu."

Lea langsung cemberut.

"Hmph."

"Nggak adil."

Semua orang langsung tertawa kecil.

Perubahan Lea memang sangat terasa.

Jika dulu gadis itu selalu memasang wajah datar dan jarang berbicara, sekarang ia jauh lebih ekspresif.

Ia lebih sering mengeluh, tersenyum, bahkan bercanda.

Perubahan itu membuat suasana keluarga menjadi jauh lebih hangat.

 

Setelah semuanya siap, mereka berjalan menuju minimarket.

Namun saat tiba di depan pintu masuk, mereka menemukan masalah.

Bangunan itu masih terkunci rapat.

Pintu besi gulungnya tertutup sempurna.

Lily mencoba menariknya.

Namun tidak bergerak sedikit pun.

Tiba-tiba Tante Mauren melangkah maju.

"Biar Tante saja."

Semua orang menoleh.

"Aku mau coba kemampuan baru Tante."

Lily langsung mundur dan memberi jalan.

"Oke. Silakan."

Tante Mauren berjongkok.

Ia menempelkan kedua tangannya ke tanah.

Lalu memejamkan mata.

Beberapa detik kemudian, energi berwarna kuning kecokelatan mulai mengalir dari tanah.

Batu dan tanah berkumpul di kedua lengannya

Perlahan membentuk sebuah tangan raksasa dari batu.

Bentuknya menyerupai tangan golem.

Saat Tante Mauren membuka mata, seluruh keluarga menatapnya dengan wajah melongo.

"Kenapa?" tanyanya polos.

Mommy Grace langsung menunjuk tangan batu itu.

"Ren!"

"Itu keren banget!"

Matanya berbinar seperti anak kecil.

"Gimana caranya kamu bikin begitu?"

Tante Mauren tertawa malu.

"Hehehe..."

"Sebenarnya aku terinspirasi dari kartun."

Semua orang hanya bisa tertawa.

Namun mereka juga harus mengakui bahwa kemampuan itu memang luar biasa.

Tante Mauren lalu berdiri.

"Oke."

"Sekarang kita buka pintunya."

Ia mengangkat tangan batu raksasanya.

BRAKKK!

TANGGG!

TINGGG!

BRAKKK!

Suara benturan keras menggema di sekitar jalan.

Pintu besi itu terus menerima hantaman.

Setelah beberapa kali pukulan, akhirnya...

KRANGGG!

Pintu besi tersebut roboh.

"Berhasil!"

Tante Mauren tersenyum puas.

Mereka semua segera masuk ke dalam minimarket.

Begitu memasuki bangunan itu, semua orang langsung terkejut.

Rak-rak masih penuh.

Makanan, minuman, kebutuhan sehari-hari, hingga berbagai perlengkapan masih tersusun rapi.

Sepertinya minimarket ini sempat ditutup saat awal bencana sehingga belum sempat dijarah.

"Wah..."

Mommy Grace menatap kagum.

"Masih lengkap."

Lily langsung mengambil keputusan.

"Baik."

"Kita bagi tugas."

Ia menunjuk beberapa orang.

"Mommy, Tante, dan Mbok Surti ambil makanan dan kebutuhan rumah tangga."

Kemudian ia melihat Alex dan Daddy Mike.

"Kalian ambil persediaan minuman."

Lalu ia menunjuk dirinya sendiri.

"Kalau aku akan pergi ke gudang."

Semua orang mengangguk.

"Satu hal lagi."

Lily mengangkat satu jari.

"Tiga puluh menit dari sekarang kita kumpul lagi di sini."

"Oke!" jawab mereka serempak.

Mereka pun segera berpencar.

Sementara itu Lily berjalan menyusuri lorong belakang minimarket.

Energi mentalnya menyebar ke segala arah.

Namun ia tidak menemukan tanda-tanda kehidupan.

Tidak ada manusia.

Tidak ada zombie.

Kemungkinan besar seluruh pegawai sudah diliburkan saat awal bencana terjadi.

Beberapa menit kemudian Lily akhirnya menemukan pintu besar di bagian belakang bangunan.

Gudang penyimpanan.

"Nah, ketemu juga."

Ia mendorong pintu tersebut perlahan.

Creeeek...

Pintu terbuka.

Dan pada saat itulah...

Mata Lily langsung membelalak lebar.

Karena sesuatu yang sama sekali tidak ia duga berada di dalam gudang tersebut...

Oh iya yang penasaran tangan Golem Tante Mauren kira kira kayak tangannya Boboiboy gempa kurang lebih tapi ini dari batu

Oh iya hari kamis aku gak update aku update nya sekarang aja ya soalnya hari kamis aku mau nganter rapot ke sekolah see you next chapter guysss 👋👋👋

1
Eva Akmal
smg sehat slalu n semangat
Cristina Billi
lanjut thor /Determined//Determined//Determined//Determined/
Eva Akmal
smg ibunya lekas sembuh n kita semua sehat aamiin..🤲🏻
Eva Akmal
seru
Cristina Billi
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Anonim
selalu ditunggu up nya.... semangat/Determined/
Wapik
baca dulu ya🤭
bulan sabit: semoga suka ya maaf jelek masih pemula soalnya maklum masih anak kelas 1 SMA
total 1 replies
Cristina Billi
semangat thor/Angry//Angry//Determined//Determined//Determined/
Dania
semangat tor'di tunggu up nya
Dania
I hope your mother gets well soon
Etty Rohaeti
lekas pulih kembali untuk ibu nya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak
bulan sabit: besok atau gak Jum'at ya kak soalnya aku lagi ujian maklum masih sekolah 🤭🤣
total 1 replies
Arju Na
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!