NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Itu Ternyata Ketua Mafia Dan Ceo Dingin

Gadis Cupu Itu Ternyata Ketua Mafia Dan Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Intan Oktavianiputri77

Mereka mengenalnya sebagai gadis cupu—pendiam, berkacamata, selalu sendiri, dan sering diremehkan. Tidak ada yang tahu bahwa di balik wajah polosnya, tersembunyi sosok paling berbahaya di kota.
Saat malam tiba, dia berubah menjadi ketua mafia yang dingin dan tak tersentuh. Dengan tatapan tajam dan langkah penuh wibawa, semua orang tunduk pada satu perintahnya. Bukan hanya itu, dia juga CEO muda dari perusahaan terbesar yang menguasai berbagai industri.
Cantik, cerdas, dan mematikan.
Dia tidak pernah membalas hinaan dengan kata-kata—dia membalasnya dengan kekuasaan.
Dulu mereka menertawakan gadis cupu itu.
Sekarang, mereka bahkan takut menatap matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Oktavianiputri77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Dua Dunia Mulai Bocor

Hujan baru saja berhenti.

Tapi sisa airnya masih menempel di jalanan kota seperti kenangan yang belum mau hilang.

Dan malam itu, Arsen tidak pulang ke rumah.

Ia berdiri di dalam mobil hitamnya, menatap layar kecil di tangannya.

Data.

Peta lama.

Koordinat.

Semua garis akhirnya bertemu di satu titik.

Baskoro di kursi depan berbicara pelan.

“Tuan… lokasi itu sudah lama tidak aktif.”

Arsen mengangguk.

“Aku tahu.”

Tangannya menutup layar.

“Justru karena itu aku ke sana.”

Mobil melaju.

Membelah jalan kota yang mulai sepi.

Dan di dalam kepala Arsen—

semua potongan mulai menyatu.

“Anya Clarissa…”

bisiknya pelan.

“…kamu selalu berada di pusat sesuatu yang sengaja dihapus.”

Di sisi lain kota.

Anya berdiri di balkon gedung Anya Corp.

Angin malam menerpa rambutnya.

Tulus berdiri di belakang.

“Queen… Arsen bergerak ke lokasi lama.”

Anya tidak langsung menjawab.

Matanya menatap lampu kota.

Lalu berkata pelan:

“Jadi dia sudah sampai tahap itu.”

Tulus ragu.

“Apakah kita hentikan?”

Anya tersenyum tipis.

“Tidak.”

Ia memutar gelas air di tangannya.

“Kalau dia sudah terlalu dekat…”

“…menghentikannya justru lebih berbahaya.”

Di SMA Wijaya.

Selene duduk di kelas kosong.

Tidak belajar.

Tidak berbicara.

Hanya menatap layar ponselnya.

Seseorang mengirim file.

Tanpa nama.

Tanpa identitas.

Hanya satu pesan:

“Kamu ingin tahu kebenaran tentang Anya?”

Selene tersenyum kecil.

“Jadi aku tidak sendirian.”

Ia menekan tombol buka file.

Dan di dalamnya—

bukan hanya catatan yayasan.

Tapi juga:

rekaman CCTV lama.

cuplikan api.

dan satu hal yang membuat wajahnya berubah.

Foto Anya kecil.

Berdiri di depan bangunan terbakar.

Namun…

bukan menangis.

Bukan panik.

Tapi menatap api itu dengan ekspresi kosong.

Selene membeku.

“…apa ini?”

Di mobil Arsen.

GPS berhenti.

Lokasi sudah tercapai.

Bangunan tua.

Lebih rusak dari yang terakhir kali.

Lebih sunyi.

Lebih mati.

Arsen keluar dari mobil.

Baskoro mengikuti.

“Tuan… ini benar-benar tempatnya?”

Arsen menatap bangunan itu lama.

“Ya.”

Ia melangkah masuk.

Di dalam.

Ruangan kosong.

Dinding hitam bekas terbakar.

Bau abu lama masih terasa samar.

Arsen berhenti di tengah ruangan.

Matanya tajam.

“Aku di sini…”

bisiknya.

“…sekarang jawab aku.”

Angin masuk dari celah jendela pecah.

Seperti suara yang tidak ingin menjawab.

“Kenapa kamu diselamatkan?”

Tidak ada jawaban.

Tapi sesuatu di ruangan itu terasa… berat.

Seolah tempat ini masih menyimpan sesuatu yang belum selesai.

Di Anya Corp.

Anya tiba-tiba menutup mata.

Tulus langsung waspada.

“Queen?”

Anya membuka mata perlahan.

“Aku merasakan dia sudah masuk.”

Tulus menegang.

“Ke lokasi?”

Anya mengangguk pelan.

“Dan dia tidak akan menemukan apa yang dia cari.”

Di dalam bangunan.

Arsen berjalan lebih dalam.

Lalu berhenti.

Di lantai.

Ada sesuatu.

Bukan debu.

Bukan kayu.

Tapi—

logam kecil.

Sebuah gelang.

Sudah lama.

Tapi masih bisa terbaca.

Arsen mengambilnya.

Dan membaca tulisan kecil di dalamnya.

CLARISSA FOUNDATION – EVAC UNIT 03

Arsen mengerutkan mata.

“Unit evakuasi?”

Baskoro mendekat.

“Tuan… ini berarti mereka tidak hanya lari…”

Ia berhenti.

“…mereka dipindahkan.”

Arsen menggenggam gelang itu lebih kuat.

“Siapa yang memindahkan mereka?”

Sunyi.

Dan di saat itu—

ponsel Arsen bergetar.

Satu pesan masuk.

Tanpa nomor.

Tanpa nama.

Hanya satu kalimat:

“Kalau kamu terus di sana, kamu akan menemukan versi Anya yang tidak akan pernah kamu bisa lupakan.”

Arsen diam.

Lalu tersenyum tipis.

“Sudah terlambat.”

Di luar bangunan.

Langit mulai gelap lagi.

Awan tebal menutup bulan.

Dan di kejauhan—

sebuah mobil lain berhenti.

Selene.

Ia turun perlahan.

Menatap bangunan itu.

Matanya tidak lagi ragu.

“Jadi ini tempatnya…”

bisiknya.

Ia menggenggam file di tangannya.

Dan melangkah masuk.

Di dalam bangunan.

Arsen masih berdiri.

Menatap gelang itu.

Baskoro tiba-tiba menegang.

“Tuan… ada seseorang masuk.”

Arsen menoleh cepat.

“Siapa?”

Langkah kaki terdengar.

Pelan.

Tapi jelas.

Dan dari bayangan pintu—

Selene muncul.

Tiga dunia bertabrakan dalam satu titik:

Arsen.

Anya (secara tidak langsung).

Dan Selene.

Selene menatap Arsen.

Lalu bangunan.

Lalu gelang di tangan Arsen.

“…jadi benar,” katanya pelan.

Arsen menatapnya tajam.

“Apa yang kamu lakukan di sini?”

Selene tersenyum tipis.

“Aku datang untuk tahu siapa Anya sebenarnya.”

Arsen tidak bergerak.

Tapi tatapannya berubah.

Lebih dingin.

Lebih tajam.

“Keluar.”

Selene tidak takut.

Untuk pertama kalinya.

“Tidak.”

Dan di kejauhan—

Anya di gedungnya membuka mata.

Ekspresinya berubah.

“Dia bertemu Selene…” bisiknya.

Tulus menegang.

“Queen… ini bisa jadi masalah besar.”

Anya menatap layar kota.

Dan untuk pertama kalinya—

suaranya benar-benar serius.

“Bukan bisa.”

Ia berdiri.

“Ini sudah mulai pecah.”

Di bangunan tua.

Arsen, Selene, dan masa lalu yang terkubur—

akhirnya berada di satu titik yang sama.

Dan tidak ada lagi ruang untuk pura-pura tidak tahu.

1
Night Watcher
seharusnya cerita yg bagus, tp mc dibuat terlalu monoton, shg cerita jd kaku dan menjemukan.
kasih sedikit gaya relax deh... biar lebih nyantai bacanya🙏
Night Watcher
sekolah kelas atas masa lantainya semen? granit kek, marmer, minimal keramik lah ..😇
Night Watcher
katanya dlm 2 hr, selene hancur. tp msh ttp aja berjaya?
Night Watcher
mungkinkah aku reader pertama?
Night Watcher
coba mampir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!